Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KEKUATAN MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA MATERIAL POLIMER PENYUSUN KIPAS RADIATOR Diniardi, Ery; Ramadhan, Anwar Ilmar; Basri, Hasan
Jurnal Teknologi Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang kaya bahan baku untuk industri mempunyai potensi yang besar untuk menghasilkan produk  industri  lokal  satunya  adalah  polimer.  Pemanfaatan  polimer  mengalami  pemanfaatan  yang sangat  pesat,  terutama  pada  industri  otomotif.  Polimer  dibedakan  menjadi  4  macam,  menurut  sifat masing-masing  bahan  tersebut,  diantaranya  adalah  thermoplastik,  thermoset,  elastomer  dan thermoplastik elastomer.  Dalam penelitian ini untuk mengetahui mutu dan unsur dari bahan  polimer, khususnya pada kipas radiator.  Penelitian yang dilakukan adalah pengujian tarik, impak dan struktur mikro  (identifikasi)  pada  bahan  polimer.  Hasil  uji  tarik  pada  berbagai  tingkat  temperatur  tarik menunjukan perbedaan yang signifikan, namun demikian regangan patah pada temperatur uji 90oC mempunyai nilai jauh lebih besar dibandingkan pada temperatur uji 24oC, demikian halnya dengan hasil uji impak. Hasil indentifikasi struktur mikro bahan tersebut diketahui sebagai polipropilen (PP).
ANALISIS KAPASITAS PANAS DAN EFISIENSI UNTUK PERANCANGAN KETEL UAP JENIS PAKET TIPE DUA HALUAN DENGAN KAPASITAS 8 TON UAP/JAM Diniardi, Ery; Ramadhan, Anwar Ilmar; Basri, Hasan
Jurnal Teknologi Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketel uap dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara namun kenyataanya ada dua kelompok umum yang keduanya bergantung pada orientasi lintasan aliran atau uap dan gas panas. Ketel uap pipa api jenis paket tipe  dua haluan (Two-pass Packaged Fire-tube Boiler) umumnya memakai bahan bakar cair, dimana nyala api hasil pembakaran mengalir kebelakang kemudian ke kelompok pipa-pipa api bagian bawah dan akhirnya membelok kembali melalui gugus pipa-pipa api bagian atas selanjutnya keluar  melalui  cerobong  asap.  Bidang  pemanas  pada  ketel ini  terdiri  dari  dinding  silinder  api  dan dinding-dinding pipa-pipa api. Untuk itu hal tersebut menjadi dasar dari perencanaan ketel uap jenis paket tipe dua haluan dengan kapasitas 8 ton uap/jam. Dari hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: kapasitas uap 8 ton/jam, tekanan kerja 1 MPa, konsumsi bahan bakar 615,69 kg bahan bakar/jam, dimensi ketel: Diameter = 2000 mm, panjang ketel = 3200 mm, Tebal dinding = 17 mm, dengan material untuk ketel SCM 3, tingginya temperatur gas asap yang dibuang sebesar 3370C diakibatkan  tidak  terpasangnya  unit  pemanas  lanjut  (superheater)  yang  merupakan  alat  untuk menuaikan efesiensi ketel yang biasa digunakan pada ketel jenis lain.
Rancang Bangun Model Alat Uji Teras Reaktor Nuklir Small Modular Reactor (SMR) Dengan Fluida Pendingin H2O Untuk Kondisi Konveksi Paksa Ramadhan, Anwar Ilmar; Dermawan, Erwin; Diniardi, Ery; Arifangga, Muhammad
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.802 KB) | DOI: 10.21776/ub.jrm.2015.006.01.2

Abstract

Heat transfer performance poor will have a negative impact on the reactor system which in turn could affect the release of radioactive substances into the surrounding environment so as to endanger the safety of the environment and living things that exist around the reactor. The purpose of this research is to create or design a testing tool wake models in a nuclear reactor core in a laboratory scale assuming cylindrical heat derived from the electrical energy that does not harm the environment. The method used in the completion design of the reactor core model of test equipment is the study of literature, making the concept design and subsequent testing tool designing wake. Once the design is complete, the next stage of the operation of test equipment to determine the performance of the test equipment. The comparison between experimental simulation on the condition of forced convection heat flux 500000 W/m2 at a speed of 0.3 m/s produces fluid temperature difference between 0.00001 K to 0.8 K. In natural convection comparison between experimental results with simulation the heat flux 500000 W/m2 at a speed of 0.3 m/s resulted in the difference between the 0.1 K to 28 K. The smaller the fluid temperature differences between the experimental simulations, the better the performance of the test equipment.
ANALISIS DESAIN AIR BLAST FREEZER (ABF) UNTUK MEMBEKUKAN ADONAN ROTI 250 KG Syawaluddin, Syawaluddin; Diniardi, Ery; Dermawan, Erwin; Ramadhan, Anwar Ilmar
SEMHAVOK Vol 1 No 1 (2018): Prosiding Semhavok 2018
Publisher : Fakultas Vokasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.394 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan desain ABF dan perhitungan beban kompresor untuk membekukan 250kg adonan roti dalam 1 jam dengan jumlah ruang ABF yang sebanyak 2 ruangan. Ruangan memiliki beban kalor sebesar 41,5 kW dengan target temperatur ruangan -35̊C. Setiap ruangan ABF ditopang oleh kompresor 62WBHE dengan refrigerant ammonia. Hasil pengolahan data total kapasitas kompresor yang ada saat ini sebesar 58,2 kW x 2 kompresor atau sebesar 116,4 kW, sedangkan beban kalor hasil perhitungan pada ruangan ABF adalah sebesar 37,81 kW x 2 ruangan atau sebesar 75,62 kW, selisih 40,78 kW, atau cukup untuk membuat satu ruangan ABF lagi dengan desain dan kapasitas yang sama.
Analisis Desain Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Kapasitas 50 WP Ramadhan, Anwar Ilmar; Diniardi, Ery; Mukti, Sony Hari
TEKNIK Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.072 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v37i2.9011

Abstract

Kebutuhan akan listrik baik untuk kalangan industri, perkantoran, maupun masyarakat umum dan perorangan sangat meningkat. Tetapi, peningkatan kebutuhan listrik ini tidak diiringi oleh penambahan pasokan listrik. Berdasarkan permasalahan tersebut, energi surya dipilih sebagai energi alternatif untuk menghasilkan energi listrik. Alat yang digunakan disini adalah sel surya, karena dapat mengkonversikan langsung radiasi sinar matahari menjadi energi listrik (proses photovoltaic). Agar energi surya dapat digunakan pada malam hari, maka pada siang hari energi listrik yang dihasilkan disimpan terlebih dahulu ke baterai yang dikontrol oleh regulator. Keluaran regulator langsung dihubungkan dengan inverter dari arus DC ke AC. Hasil pengujian modul surya (photovoltaic) terlihat bahwa hasil daya keluaran rata-rata mencapai 38,24 Watt,dan arus yang didapatkan sebesar 2,49 A (Ampere). Hal ini dikarenakan photovoltaic saat mengikuti arah pergerakan matahari akan selalu memposisikan photovoltaic untuk tetap menghadap matahari sehingga tetap akan dapat menangkap pancaran matahari secara maksimal. [Title: Design Analysis of System Power Solar Cells Capacity of 50 Wp] The need for electricity is good for the industry, offices, and public and individuals are greatly increased. However, the increase in demand for electricity is not accompanied by the additional power supply. Based on these problems, chosen solar energy as an alternative energy to generate electric power. A tool that is used here is the solar cell because it can directly convert solar radiation into electrical energy (photovoltaic process). So that solar energy can be used at night, then during the day, the electrical energy generated is stored before a battery which is controlled by the regulator. Regulator output is directly connected to the inverter from the DC to AC. The test results of solar modules (photovoltaic) indicated that the results of the average power output reached 38.24 Watt, and the currents were 2.49 A. This is because the photovoltaic follows the direction of movement of the sun and always located at the photovoltaic to remain facing the sun. Therefore, it will still be able to capture the radiant sun to the fullest.
RANCANG ULANG HEAT EXCHANGER SHELL AND TUBE PADA PRESSURE REDUCING SYSTEM UNTUK COMPRESSED NATURAL GAS KAPASITAS 150 m3/Jam Ramadhan, Anwar Ilmar; Syawaluddin, Syawaluddin; Diniardi, Ery; Sumiyarsono, Dalil
ROTASI Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.772 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.3.114-119

Abstract

Reduce the pressure and reheating CNG, created a tool called a pressure reducing system (PRS) which consists of a pressure reducing regulator, heating CNG or we call this section with heat exchanger and measuring tools or gas meter. In connection with this task, will be discussed on the heat exchanger in the heat of this CNG. In this study, a survey was conducted on the heat exchanger Pressure Reducing System (PRS) is installed with a capacity of 200 m3/h, while the use of CNG for the production process is 150 m3/h. CNG temperature after coming out of the PRS read on the thermometer is at 50ºC. From these data it can be concluded that the heat exchanger is greater than the required capacity. In order to get heat exchanger in accordance with the capacity of 150 m3/h will be redesigned according to the capacity. From the data obtained it can be concluded that the pressure reducing system capacity greater use of capacity will value of higher effectiveness at about 90%. As for usage as needed obtained effectiveness of 70%. The advantages that can be drawn is that the efficiency in terms of construction materials and a smaller space than the existing PRS.