Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH VOLUME SERAT REKEL TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN IMPACT KOMPOSIT SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN DASHBOARD MOBIL Herwandi Herwandi; Sugianto Sugianto; Somawardi Somawardi; Muhammad Subhan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan serat alam sebagai bahan komposit untuk pembuatan komponen kendaraan dewasa inibanyak  digunakan,  diantaranya  adalah  serat  kelapa,  jute,  rami,  sisal,  dan  kenaf.Kondisi    inisangatlah  sulit  bila  hanya  bergantung  pada  beberapa  serat,  padahal  masih  banyak  tanaman  lainyang belum tersentuh. Oleh karena itu, perlu alternatif lain misalnya dengan serat rekel (serat resamdan  serat  kelapa).Resam  merupakan  pakis  hutan  yang  hidup  di  perkebunan  karet  dan  tumbuhhampir diseluruh provinsi di Indonesia.Tumbuhan ini menjalar dan memiliki panjang kurang lebih7 meter. Pemanfaatan resam hanya untuk bahan baku kerajinan tangan. Untuk itu perlu dilakukanpenelitian  terhadap  penggabungan  serat  kelapa  dengan  serat  resam  agar  memiliki  pemanfaatanlebih  luas.  Tahapan  penelitian  ini  yaitu:  pembuatan  sampel  uji,  pengujian  mekanik  dan  analisisdata. Bahan-bahan untuk pembuatan sampel uji diantaranya adalah serat resam, serat kelapa, resinjenis  Yukalac  157  BQTN-EX,  MEKPO  sebagai hardener,  dan wax  glasses sebagai  pencegahmenempelnya  resin  ke  cetakan.  Benda  uji  dibuat  dengan  cara  mencampurkan  secara  acak  seratresam dan serat kelapa ke resin. Sebelumnya serat sudah dibuat tiga ukuran yaitu: 3 mm, 10 mm,dan 20 mm. Kemudian serat ditimbang sesuai  prosentase yang diinginkan. Parameter prosentaseserat    25%,  30%,    dan  35%    dan  prosentase  curing  agent 1,5%.  Ukuran  benda  uji  berdasarkanstandar uji tarik (ASTM D 638) dan uji impact (ISO-179). Nilai paling tinggi uji tarik adalah 30,05MPa, modulus elastisitasnya 2425 MPa dan regangannya 1,65%. Sedangkan nilai paling tinggi ujiimpact adalah 67,8 kJ/m2. Hasil ini menunjukkan  uji tarik dan uji impact sudah memenuhi standarplastik yang digunakan  dashboard mobil.
Analisis Pengaruh Media Pendingin Dengan Kombinasi Waktu Penahanan Pendingin Terhadap Nilai Kekerasan Baja AISI-1045 Pada Proses Quenching Somawardi; Sugianto; ERVAN AGUSTIAN
Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Vol. 13 No. 01 (2021): Manutech: Jurnal Teknologi Manufaktur
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.237 KB) | DOI: 10.33504/manutech.v13i01.169

Abstract

AISI-1045 steel has a hardness of 7,167 HRC without treatment. The hardness of this steel can be increased through the hardening process with rapid cooling. This study aims to determine the optimum hardness value and how the effect of cooling media (brine, water, and oil) with a combination of coolant holding time (5, 10, and 15 minutes) which received quenching heat treatment against the hardness of AISI-1045 carbon steel. The heating process is carried out at a temperature of 900º C using an electric oven. This study used AISI-1045 steel with a diameter of 25 mm and a length of 25 mm. Tests carried out using a Universal Hardness Tester (Rockwell). The hardness is influenced by the type of cooling medium and the holding time of the coolant. Based on the fast cooling carried out from the three media with variations in the cooling holding time, it produces varying levels of hardness. From the heat treatment that has been done, the highest hardness value is in the brine medium with a coolant holding time of 15 minutes (G15) with an average value of 53,283 HRC. And the lowest hardness value is the oil medium with a coolant holding time of 5 minutes (O5) with an average value of 21,583 HRC.
SINERGISME KONSENTRASI NACL DAN UKURAN PARTIKEL TERHADAP KOROSI EROSI PADA BAJA KARBON RENDAH Somawardi Somawardi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi  erosi  merupakan  salah  satu  kerusakan  yang  sering  terjadi  pada  sistem  perpipaan  akibatadanya  pergerakan  relatif  fluida  korosif  dengan  permukaan  logam.  Konsentrasi  NaCl  sangatmempengaruhi  laju  korosi  pada  suatu  material.  Kecepatan  fluida  yang  relatif  tinggi  danmengandung  partikel  akan  menyebabkan  erosi,  dan  kecepatan  fluida  yang  relatif  lambat  akanmenimbulkan  korosi  saja.  Hanya  pada  kecepatan  tertentu  (kecepatan  kritis)  korosi  erosi  dapatterjadi.    Laju  kerusakan  yang  diakibatkan  oleh  sinergi  antar a  korosi  dan  erosi  lebih  besardibandingkan  dengan  kerusakan  oleh  korosi  saja  atau  erosi  saja.  Kerusakan  permukaan  hasilpengujian  diamati  dengan  kamera  makro  dan  mikroskop  stereo.  Cross  section  diamati  denganmikroskop  optik  Kontur  permukaan  diukur  dengan dial  gauge.  Distribusi  tegangan  geser  padapermukaan  spesimen  disimulasikan  dengan Computational  Fluid  Dynamics  (CFD).  Hasilpengujian  mengindikasikan konsentrasi  NaCl  3.5%  memiliki  kelarutan  oksigen  yang  optimaldibandingkan  dengan  konsentrasi  NaCl  5%,  kelarutan  oksigen  yang  optimal  ini  mengakibatkanproses terjadinya autokatalitik oleh ion Cl- menjadi optimal. Kondisi kerusakan permukaan bendakerja  pada  pengujian  dengan  konsentrasi  NaCl  3.5  %  lebih  dominan  dibandingkan  dengankonsentrasi  NaCl  5%. Pengujian  menggunakan  partikel  lebih  besar  akan  mengakibatkanpeningkatan weight loss. Hal ini disebabkan partikel yang lebih besar memiliki inersia yang lebihbesar sehingga mengalami hambatan yang lebih kecil pada saat sebelum terjadi impak.Peristiwa inimenyebabkan  efesiensi  benturan  (collision  effeciency)  tetap  tinggi.  Efisiensi  benturan  yang  yangbesar akan menghasilkan energi kinetik yang besar.