Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA KEGIATAN PEMBELAJARAN Ceha, R.; Prasetyaningsih, Endang; Bachtiar, Iyan; Nana S., Agus
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 4 No.1 (Januari 2016) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya peningkatan mutu mengajar dan mutu pembelajaran di era globalisasi, guru sebaiknya menguasai program komputer, agar dapat memanfaatkan teknologi yang telah tersedia dan untuk memudahkan dalam mengajar. Guru hendaknya dapat menggunakan peralatan yang lebih ekonomis, efisien, dan mampu dimiliki oleh sekolah, tidak menolak digunakannya peralatan teknologi modern yang relevan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman, serta mempunyai berbagai keterampilan yang mendukung tugasnya dalam mengajar. Salah satu keterampilan tersebut adalah bagaimana seorang guru dapat menggunakan media pembelajaran (Syaiful Bahri, 2006). Guru dapat membuat kreasi dan variasi media interaktif, pembuatan CD pembelajaran interaktif, powerpoint, dan dengan media komputer. Masalah utama yang dihadapi mitra saat ini adalah kemampuan guru dalam pemanfaatan IT atau ICT untuk kegiatan pembelajaran belum merata. Selain itu juga masih adanya kesenjangan literasi TIK antar wilayah di satu sisi dan perkembangan internet yang juga membawa dampak negatif terhadap nilai dan norma masyarakat sehingga perlu dilakukan upaya secara aktif dari semua stakeholder sekolah dalam peningkatan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang diusulkan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada kegiatan pembelajaran, meningkatkan kemampuan guru untuk membuat bahan ajar pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat mengoptimalkan potensi yang ada di sekolah mitra dalam pemanfaatan Teknologi Informasi untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Production and Delivery Batch Scheduling with Multiple Due Dates to Minimize Total Cost Prasetyaningsih, Endang; Suprayogi, Suprayogi; Samadhi, T.M.A. Ari; Halim, Abdul Hakim
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol 49, No 1 (2017)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.674 KB) | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2017.49.1.2

Abstract

This paper addresses an integrated production and delivery batch scheduling problem for a make-to-order environment over daily time period, where the holding costs of in-process and completed parts at a supplier location and of completed parts at a manufacturer location are distinguished. All orders of parts with different due dates from the manufacturer arrive at the same time. The parts are produced in production batches and subsequently the completed parts are delivered in delivery batches using a capacitated vehicle in order to be received at the respective due dates. This study was aimed at finding an integrated schedule of production and delivery batches so as to meet the due date at minimum total cost consisting of the corresponding holding cost and delivery cost. The holding cost is a derivation of the so-called actual flow time (AFT), while the delivery cost is assumed to be proportional to the number of deliveries. The problems can be formulated as an integer non-linear programming model, and the global optimal solution can be obtained using optimization software. A heuristic algorithm is proposed to cope with the computational time problem using software. The numerical experiences show that the proposed algorithm yields near global optimal solutions.
Production and Delivery Batch Scheduling with Multiple Due Dates to Minimize Total Cost Endang Prasetyaningsih; Suprayogi Suprayogi; T.M.A. Ari Samadhi; Abdul Hakim Halim
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 49 No. 1 (2017)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2017.49.1.2

Abstract

This paper addresses an integrated production and delivery batch scheduling problem for a make-to-order environment over daily time period, where the holding costs of in-process and completed parts at a supplier location and of completed parts at a manufacturer location are distinguished. All orders of parts with different due dates from the manufacturer arrive at the same time. The parts are produced in production batches and subsequently the completed parts are delivered in delivery batches using a capacitated vehicle in order to be received at the respective due dates. This study was aimed at finding an integrated schedule of production and delivery batches so as to meet the due date at minimum total cost consisting of the corresponding holding cost and delivery cost. The holding cost is a derivation of the so-called actual flow time (AFT), while the delivery cost is assumed to be proportional to the number of deliveries. The problems can be formulated as an integer non-linear programming model, and the global optimal solution can be obtained using optimization software. A heuristic algorithm is proposed to cope with the computational time problem using software. The numerical experiences show that the proposed algorithm yields near global optimal solutions.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA KEGIATAN PEMBELAJARAN R. Ceha; Endang Prasetyaningsih; Iyan Bachtiar; Agus Nana S.
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 4 No.1 (Januari, 2016) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v0i0.1693

Abstract

Dalam upaya peningkatan mutu mengajar dan mutu pembelajaran di era globalisasi, guru sebaiknya menguasai program komputer, agar dapat memanfaatkan teknologi yang telah tersedia dan untuk memudahkan dalam mengajar. Guru hendaknya dapat menggunakan peralatan yang lebih ekonomis, efisien, dan mampu dimiliki oleh sekolah, tidak menolak digunakannya peralatan teknologi modern yang relevan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman, serta mempunyai berbagai keterampilan yang mendukung tugasnya dalam mengajar. Salah satu keterampilan tersebut adalah bagaimana seorang guru dapat menggunakan media pembelajaran (Syaiful Bahri, 2006). Guru dapat membuat kreasi dan variasi media interaktif, pembuatan CD pembelajaran interaktif, powerpoint, dan dengan media komputer. Masalah utama yang dihadapi mitra saat ini adalah kemampuan guru dalam pemanfaatan IT atau ICT untuk kegiatan pembelajaran belum merata. Selain itu juga masih adanya kesenjangan literasi TIK antar wilayah di satu sisi dan perkembangan internet yang juga membawa dampak negatif terhadap nilai dan norma masyarakat sehingga perlu dilakukan upaya secara aktif dari semua stakeholder sekolah dalam peningkatan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang diusulkan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada kegiatan pembelajaran, meningkatkan kemampuan guru untuk membuat bahan ajar pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat mengoptimalkan potensi yang ada di sekolah mitra dalam pemanfaatan Teknologi Informasi untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Penentuan Interval Waktu Perawatan Mesin Blowing dan Mesin Filling Menggunakan Teori Reliability dan Model Age Replacement (Studi Kasus pada PT. XYZ) : - Endang Prasetyaningsih; Ilyas Ruchiyat; Chaznin R. Muhammad
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 22 No. 2 (2020): JSTI Volume 22 Number 2 July 2020
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v22i2.3762

Abstract

Engine performance will decrease when it is operated continuously so that maintenance is needed. Improper maintenance time intervals can reduce engine reliability and still causes machine damage suddenly. Therefore, maintenance time intervals must be determined precisely. This study aims to determine the engine maintenance time intervals using Reliability Theory and Age Replacement Model, then calculate the total maintenance cost. The result shows that the application of new maintenance time interval increases machine reliability.
Usulan Perbaikan Lintasan Produksi untuk Mereduksi Waste pada Departemen Kerja Produksi dengan Kombinasi Lean Manufacturing dan Theory of Constraints Mangunah Istikomah; Endang Prasetyaningsih
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.563 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i1.233

Abstract

Abstract. CV.Bagus Jaya Textile (BJT) is an industry that produces fabrics with high value. The problem faced by CV.BJT is the imbalance of production flow that results in unmet production targets, so that the throughput obtained is not maximum. The imbalance of production flow occurs because the allocated capacity is not managed and scheduled properly, which is causing Work in Process (WIP) and waiting waste. Basically, CV.BJT has set the standard of WIP which is 30% of the overall WIP. However, in fact, WIP buildup was found by 33,33% at Stenter workstation. The causative factor is capacity constraints. Therefore, improvement efforts are needed to overcome the problems faced by CV.BJT. This research aims to reduce waste also manage and schedule constraint workstations. Improvement efforts are made by implementing a combination of Lean Manufacturing and Theory of Constraints. The improvements can reduce waiting time from 406,51 to 182,65 minutes /batch. This is due to the implementation of conWIP system that makes WIP decreased by 31,25% from the initial condition. While the constraints workstation is managed and scheduled by Drum Buffer Rope method, so that the capacity of future conditions can meet production targets. When the production target is met, the throughput increases from Rp 9.255.067.125 to Rp 10.297.640.532. The impact of improvement efforts can reduce production lead time from 2.229,48 to 2.005,62 minutes /batch. Abstrak. CV.Bagus Jaya Textile (BJT) merupakan industri yang menghasilkan kain dengan value tinggi. Permasalahan yang dihadapi oleh CV.BJT yaitu ketidakseimbangan aliran produksi yang mengakibatkan target produksi tidak terpenuhi, sehingga throughput yang diperoleh tidak maksimum. Ketidakseimbangan aliran produksi terjadi karena kapasitas yang dialokasikan tidak dikelola dan dijadwalkan dengan baik, sehingga menimbulkan Work in Process (WIP) dan waiting waste. Pada dasarnya, CV.BJT sudah menetapkan standar adanya WIP yakni sebesar 30% dari WIP keseluruhan. Namun, kenyataanya masih ditemukan penumpukan WIP sebesar 33,33% di stasiun kerja Stenter. Faktor penyebabnya yaitu capacity constraints. Oleh karena itu, perlu adanya upaya perbaikan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh CV.BJT. Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi waste dan mengelola serta menjadwalkan stasiun kerja constraints. Upaya perbaikan dilakukan dengan menerapkan kombinasi Lean Manufacturing dan Theory of Constraints. Perbaikan tersebut dapat mereduksi waktu tunggu dari 406,51 menjadi 182,65 menit/batch. Hal tersebut karena adanya pemberlakuan sistem ConWIP yang membuat WIP menurun sebesar 31,25% dari kondisi awal. Sementara stasiun kerja constraints dikelola dan dijadwalkan dengan metode Drum Buffer Rope, sehingga kapasitas kondisi future dapat memenuhi target produksi. Ketika target produksi terpenuhi, maka throughput meningkat dari Rp. 9.255.067.125 menjadi Rp. 10.297.640.532. Dampak dari upaya perbaikan dapat mereduksi production lead time dari 2.229,48 menjadi 2.005,62 menit/batch.
Penerapan Lean Manufacturing untuk Mereduksi Waste pada Proses Produksi Radius Chair di PT. Helie Furniture Indonesia Mochammad Rizki Ramdani; Endang Prasetyaningsih; Mohamad Satori
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.234 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i1.1408

Abstract

Abstract. PT. Helie Furniture Indonesia is a manufacturing company engaged in the furniture industry that produces several types of outdoor chairs made of stainless steel. This research focuses on one type of product, namely this product has the largest percentage of product delays compared to other products, which is 54.55%. In the production process of the radius chair, there are several wastes that exist in the production line, such as defective products and inventory in the form of work in process (WIP) found at the polishing work station. One approach that can reduce waste is Lean Manufacturing. The first step in this research is to find out waste using Value Stream Mapping (VSM) and Waste Assessment Model (WAM). Based on the results of WAM, 3 dominant wastes were obtained, namely defect, excess processing, and transport. Then the root cause of waste is carried out using 5 why's and determining the value of the Risk Priority Number (RPN) using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). The root cause of the problem in each dominant waste that has the highest RPN value will be made recommendations for improvement. There are 3 recommendations for improvement for supervision during the production process, SOP publication, and redesigning the layout on the production line. Recommendations for improvements that have been made can reduce lead time by 101.88 seconds and increase Process Cycle Efficiency (PCE) by 0.46%. Abstrak. PT. Helie Furniture Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang industri furniture yang memproduksi beberapa jenis kursi outdoor berbahan baku stainless steel. Dalam penelitian ini berfokus pada salah satu jenis produk, yaitu produk radius chair karena produk ini memiliki persentase keterlambatan penyelesaian produk paling besar dibandingkan dengan produk kursi lainnya, yaitu sebesar 54,55%. Pada proses produksi radius chair terdapat beberapa waste yang ada pada lini produksi, seperti adanya produk cacat dan adanya penumpukan inventory berupa work in process (WIP) yang ditemui pada stasiun kerja polishing. Salah satu pendekatan yang dapat mereduksi waste adalah Lean Manufacturing. Langkah awal yang dilakukan pada penelitian ini adalah identifikasi waste menggunakan Value Stream Mapping (VSM) dan Waste Assessment Model (WAM). Berdasarkan hasil WAM, didapat 3 waste dominan yaitu defect, excessive processing, dan transportation. Kemudian dilakukan identifikasi akar penyebab waste menggunakan 5 why’s dan menentukan nilai Risk Priority Number (RPN) menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Akar penyebab masalah pada setiap waste dominan yang memiliki nilai RPN tertinggi akan dibuat rekomendasi perbaikan. Terdapat 3 rekomendasi perbaikan yaitu Memperketat pengawasan selama proses produksi berlangsung, Publikasi SOP, dan Merancang ulang layout pada lini produksi. Rekomendasi perbaikan yang telah dibuat dapat mereduksi lead time sebesar 101,88 detik dan meningkatkan Process Cycle Efficiency (PCE) sebesar 0,46%.
Penerapan Konsep Lean Manufacturing untuk Mereduksi Waste pada Proses Produksi Simbal Drum Fikri Ramadhan; Endang Prasetyaningsih; Chaznin R. Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.42 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i1.1716

Abstract

Abstract. CV Nebulae Cymbals is a company that produces drum cymbals. In the production process, several problems are included in the waste. To achieve good productivity, efforts are needed to reduce waste. In this study, the method used is Lean Manufacturing and several tools is used, including Value Stream Mapping to map the flow of the production process and Process Activity Mapping (PAM) to describe the activities that occur. In identifying waste, the method used is the Waste Assessment Model (WAM). The identified waste is then grouped according to the seven waste categories. The final result of the WAM method produces a ranking of each waste. Based on the waste ranks, then the waste with the 3 highest ranks was chosen, namely the waste in the Motion category with a percentage of 20.20%, the Waiting category waste with a percentage of 17.18%, and waste in the Transportation category with a percentage of 16.46%. Analysis of the root causes of waste is carried out using the Ishikawa diagram based on the 3 highest wastes. Then arrange improvement proposals using 5W+1H. The proposed improvements include arranging goods, rescheduling production, providing and updating facilities, improving layouts, and making Standard Operating Procedures (SOP). After being given recommendations for improvement, it can be described as a Future State Value Stream Mapping which contains an estimate of increasing the Process Cycle Efficiency (PCE) value from 54% to 77% in the hope of increasing company productivity. Abstrak. CV Nebulae Cymbals merupakan perusahaan yang memproduksi simbal drum. Dalam proses produksinya, terdapat beberapa permasalahan yang termasuk ke dalam waste atau pemborosan. Demi tercapainya produktivitas yang baik, diperlukan adanya upaya untuk mereduksi waste. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah Lean Manufactuing, dan berbagai tools yang digunakan, antara lain Value Stream Mapping, yang dapat memetakan alur proses produksi dan Process Activity Mapping (PAM) untuk menjabarkan aktivitas-aktivitas yang terjadi. Dalam mengidentifikasi waste, metode yang digunakan yaitu Waste Assessment Model (WAM). Waste yang telah diidentifikasi kemudian dikelompokan menurut kategori seven waste. Hasil akhir dari metode WAM menghasilkan ranking dari setiap waste. Berdasarkan rangking waste tersebut, kemudian dipilihlah waste dengan 3 rank tertinggi yaitu waste kategori Motion dengan persentase sebesar 20,20%, waste kategori Waiting dengan persentase sebesar 17,18%, dan waste kategori Transportation dengan persentase sebesar 16,46%. Analisa akar penyebab waste dilakukan dengan menggunakan diagram Ishikawa berdasarkan 3 waste tertinggi. Kemudian menyusun usulan perbaikan menggunakan 5W+1H. Perbaikan yang diusulkan diantaranya adalah melakukan penataan barang, penjadwalan produksi kembali, penyediaan dan pembaharuan fasilitas, memperbaiki layout, dan membuat Prosedur Operasi Standar atau SOP. Setelah diberikan rekomendasi perbaikan, maka dapat digambarkan Future State Value Stream Mapping yang berisi perkiraan peningkatan nilai Process Cycle Efficiency (PCE) dari 54% menjadi 77% dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.
Perbaikan Stasiun Kerja Bottleneck melalui Penerapan Theory of Constraint di PT. Pindad (Persero) Rifky Pajar Kemaluddin; Endang Prasetyaningsih
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.132 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i2.3562

Abstract

Abstract. PT. Pindad, Kendaraan Khusus Division is a company-owned business in the manufacture of the Anoa 6x6 motor vehicle. The company has a strategy response market “make to order” so that if there is a delay in fulfilling the demand, the company will get a penalty cost. In 2019, there was a delay in delivery which caused the company to get a penalty cost and reduce profits. The thing that affects the delay is the production flow of the ramp door, which is one of the components that make the Anoa 6x6, not yet due to the ability of each machine to produce products. Based on this phenomenon, the problems in this study are: (1) What causes the workstation to become jammed? (2) What is being done to eliminate bottlenecks that occur in the ramp door production flow. The application used is Theory of Constraint (TOC) which consists of 4 stages, namely knowing the constraints using the Current Reality Diagram (CRT), exploiting constraints using Linear Programming, subordination of constraints using Drum-Buffer-Rope and scheduling Campbell-Dudek-Smith (CDS), and provide improvement proposals at the last stage, namely the elevation constraint. After processing and repairing, it was found a decrease in machine utility from 168.72% to 84.36% with the previous profit of Rp 189,669,000,000 to Rp 336,000,000,000. The results of this study are: The special vehicle division needs to add work shifts at the Welding & Mig Workstation so that production capacity can meet customer demands and schedule component work to get the shortest time in producing ramp door components. Abstrak. PT. Pindad divisi kendaraan khusus merupakan usaha milik perusahaan dalam pembuatan kendaraan bermotor Anoa 6x6. Perusahaan memiliki respon pasar make to order sehingga jika terjadi keterlambatan dalam memenuhi permintaan akan mendapatkan penalty cost. Tahun 2019, terjadi keterlembatan pengiriman yang menyebabkan perusahaan mendapatkan penalty cost dan mengurangi keuntungan. Hal yang mempengaruhi keterlambatan adalah aliran produksi rampdoor yang merupakan salah satu komponen penyusun Anoa 6x6 belum seimbang dikarenakan kemampuan setiap mesin dalam menghasilkan produk berbeda, sehingga menimbulkan stasiun kerja bottleneck. Berdasarkan fenomena tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) Apa yang menyebabkan stasiun kerja menjadi bottleneck? (2) Apa yang dilakukan untuk menghilangkan bottleneck yang terjadi pada aliran produksi rampdoor. Penerapan yang digunakan yaitu Theory of Constraint (TOC) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu identifikasi constraint menggunakan Current Reality Diagram (CRT), eksploitasi constraint menggunakan Linear Programming, subordinasi constraint menggunakan Drum-Buffer-Rope serta penjadwalan Campbell-Dudek-Smith (CDS), dan memberikan usulan perbaikan pada tahapan terakhir yaitu elevasi constraint. Setelah dilakukannya pengolahan dan melakukan perbaikan didapatkan penurunan beban mesin untuk SK Pengelasan & Mig dari 168,72% menjadi 84,36% hal ini menyebabkan beban kerja yang sebelumnya berlebih menjadi berkurang. Keuntungan yang diperoleh sebelumnya Rp 189.669.000.000 menjadi Rp 336.000.000.000 dikarenakan permintaan yang dapat terpenuhi. Hasil dari penelitian ini adalah: Divisi kendaraan khusus perlu menambahkan shift kerja pada Stasiun Kerja Pengelasan & Mig agar kapasitas produksi dapat memenuhi permintaan pelanggan dan menjadwalkan job komponen agar mendapatkan waktu tependek dalam menghasilkan komponen rampdoor.
Penyeimbangan Lintasan Produksi dan Perancangan Sistem Kanban untuk Mengurangi Penumpukan Work in Process pada Lini Produksi Perakitan di PT. X Sugeng Tabah Raharjo; Endang Prasetyaningsih; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.021 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i2.3603

Abstract

Abstract. PT. X is a company that produces electrical components for motorized vehicles, one of its products is the wiring harness for Astra Honda Motor (AHM). AHM's current wiring harness production line often experiences temporary production stoppages during operating hours due to a build-up of work in process (WIP) at one of the assembly work stations. The company sets a limit for the accumulation of WIP, which is 18 pieces. The accumulation of WIP that exceeds 18 pieces requires that work stations experiencing WIP accumulation must turn on andon/signal so that all previous work stations temporarily stop their production process. This is done to resolve the accumulation of WIP at work stations that have accumulated WIP. As a result, companies have to do overtime to make up for lost time during a temporary stop in the production process, thereby increasing production costs. This research was conducted to reduce the buildup of WIP by using the Line Balancing approach which is used as a workload balancing tool. In addition, this study also uses the implementation of the Kanban System so that the accumulation of work in process can be controlled. The results of this study did not change the number of work stations, but there were adjustments to the workload at several work stations. This resulted in an increase in Track Efficiency of 1.2% from 89.5% to 90.7% and a decrease in Smoothness Index of 6.46 where the original value was 30.31 to 23.85. Next is the proposed Kanban System design which changes the production flow from a push system to a pull system and can control the accumulation of WIP from 19 pieces to 17 pieces or a decrease in WIP accumulation by 10.5%. Abstrak. PT. X adalah perusahaan yang memproduksi komponen kelistrikan kendaraan bermotor, salah satu produknya yaitu wiring harness untuk Astra Honda Motor (AHM). Lini produksi wiring harness AHM saat ini masih sering mengalami pemberhentian proses produksi sementara pada saat jam operasional karena adanya penumpukan work in process (WIP) pada salah satu stasiun kerja perakitan. Perusahaan menetapkan batas penumpukan WIP yaitu 18 pieces. Penumpukan WIP yang melebihi 18 pieces mengharuskan stasiun kerja yang mengalami penumpukan WIP harus menyalakan andon/sinyal agar seluruh stasiun kerja sebelumnya memberhentikan proses produksinya untuk sementara. Hal tersebut dilakukan untuk menyelesaikan penumpukan WIP di stasiun kerja yang mengalami penumpukan WIP. Dampaknya, perusahaan harus melakukan overtime untuk mengganti waktu yang hilang selama pemberhentian proses produksi sementara sehingga akan menambah biaya produksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan WIP dengan menggunakan pendekatan Line Balancing yang digunakan sebagai alat penyeimbangan beban kerja. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan penerapan Sistem Kanban agar penumpukan work in process dapat dikendalikan. Hasil dari penelitian ini tidak merubah jumlah stasiun kerja akan tetapi ada penyesuaian pembebanan kerja di beberapa stasiun kerja. Hal ini menyebabkan kenaikan pada Efisiensi Lintasan sebesar 1,2% yang semula 89,5% menjadi 90,7% dan penurunan pada Indeks Kehalusan (Smoothness Index) sebesar 6,46 dimana nilai semulanya adalah 30,31 menjadi 23,85. Selanjutnya adalah usulan perancangan Sistem Kanban yang mengubah aliran produksi dari push system (sistem dorong) menjadi pull system (sistem tarik) dan dapat mengendalikan penumpukan WIP dari 19 pieces menjadi 17 pieces atau terjadi penurunan penumpukan WIP sebesar 10,5%.