Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Air Limbah Kolom Ikan Lele dengan Penambahan EM4 sebagai Nutrisi Alami dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah (orizasativa l.) Secara Akuaponik Edward Bahar; Lufita Nur Alfiah; Almuzafri Almuzafri; Yuliana Susanti; Khusnu Abdillah Siregar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9817

Abstract

Pemanfaatan air limbah kolom lele dengan penambahan EM4 sebagai nutrisi alami dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah (Oriza Sativa L.) yang dilaksanakan selama 6 bulan dari bulan Juni sampai dengan Desember 2021 di Desa Babussallam Daerah Rokan Hulu. Tujuan penelitian ini adalah (1). untuk mengetahui pengaruh limbah budidaya lele terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah dan (2). untuk mendapatkan konsentrasi air limbah budidaya lele dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan yaitu LE1: : padi sawah digenangi air limbah kolom lele sehari sekali + 2 ml EM4, LE2: : Sawah digenangi air limbah kolom lele sehari sekali + 2 ml EM4, LE3 : padi sawah digenangi air limbah kolom lele 3 hari sekali + 2 ml EM4 dan LE4 : Padi sawah digenangi air limbah kolom lele 4 kali sehari + EM4 2 ml dengan 3 kali pengulangan, , setiap ulangan terdapat 5 sampel pengamatan sehingga diperoleh 60 satuan percobaan Untuk menguji pengaruh perbedaan perlakuan, dilanjutkan dengan uji DNMRT menggunakan SAS Potable 3.1. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan bobot biji. Air limbah kolom lele dengan penambahan EM4 berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan berat biji. Perlakuan terbaik ada pada perlakuan LE3 (air limbah kolom lele dengan penambahan EM4) dengan tinggi tanaman (55,8 cm), jumlah daun (70,3 daun), jumlah anakan (20,8 batang) dan berat biji (50,6 biji).
UJI ANTAGONISME JAMUR Trichoderma sp ASAL TANAMAN KOPI TERHADAP Rigidoporus microporus PENYEBAB PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH PADA KARET SECARA IN VITRO yuliana susanti; Sona Syah Putra
SUNGKAI Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v11i1.1812

Abstract

Salah satu penyakit penting pada pertanaman karet adalah penyakit jamur akar putih (JAP) yang disebabkan oleh Rigidiporus micoporus. Penyakit JAP sangat merugikan pada perkebunan karet, upaya lain dalam pengendalian penyakit JAP adalah pemanfatan mikroba yang bersifat antagonisme. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat Trichoderma sp terhadap R. microporus. Metode penelitian meliputi pengambilan sampel tanah disekitar perakaran tanaman kopi, isolasi, pemurnian, indentifikasi dan uji antagonisme. Hasil penelitian diperoleh dua isolat Trichoderma sp yang berhasil di isolasi dari rhiszosfer pertanaman kopi. Jamur Trichoderma sp Tr1 dan Tr 2 mampu menghambat pertumbuhan R. microporus dengan persentase 80%-100%.
Ekstraksi Komponen Antimikroba Daun Salam (Syzygium Polyanthum) dan Aplikasinya pada Produk Ikan Salai Patin (Pangasius Sutchi) di Provinsi Riau Al Muzafri; Edward Bahar; Yuliana Susanti; Lufita Nur Alfiah; Khusnu Abdillah Siregar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10303

Abstract

Secara umum Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ekstrak daun salam mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang tumbuh pada ikan salai patin. tahap pertama pada penelitian ini adalah ekstraksi daun salam dengan 4 jenis pelarut (pelarut air, metanol, etilasetat, n-heksan). Pada tahap II dilakukan uji fitokimia pada ekstrak andaliman untuk melihat kandungan senyawa aktif yang pada ekstrak andaliman tersebut, meliputi pengujian Alkaloida, steroida dan triterpen bentuk bebas, saponin, tanin, flavonoid dan glikosida.Tahap ketiga pada penelitian ini adalah Uji aktivitas zona hambat mikroba ekstrak daun salam, , pengujian ekstrak daun salam menggunakan kertas cakram kosong. Larutan ekstrak yang telah diencerkan dengan kosentrasi 25%, 50%, 75%, 100%, dilanjutkan uji MIC,Bakteri uji yang digunakan untuk penentuan MIC substrat antimikroba adalah Staphylococus aureus, Escherichia coli dan Salmonella.Penentuan MIC dengan metode difusi kertas cakram dengan konsentrasi ekstrak 0, 0,25%, 0,50%, 0,75%, 1%, 2%,3%,4%,5%. Tahapan akhir pada penelitian ini adalah Pengujian ekstrak andaliman pada salai ikan patin Setelah diperoleh konsentrasi hambat minimum ekstrak andaliman dari uji MIC kemudian dilanjutkan dengan aplikasi ekstrak daun salam terhadap ikan salai patin, nilai MIC ekstrak etil-asetat daun salam adalah 1%. Konsentrasi ini selanjutnya digunakan untuk aplikasi ekstrak daun salam pada ikan salai patin. Pada penelitian ini jumlah bakteri yang tumbuh pada sampel fillet ikan yang langsung dianalisa (0 Hari) adalah 2,7 x103 , Berdasarkan standar mutu produk olahan ikan menurut BPPOM batas maksimal TPColahan ikanadalah 1x105sehingga ikan salai patin tanpa penambahan ekstrak sudah tidak layak dikonsumsi pada hari kedua. Karena pada hasil perhitungan TPC pada hari kedua ikan salai patin tanpa penambahan ekstrak daun salam yaitu 4,2 x 105. Sedanghkan pada sampel ikan salai patin yang ditambahkan ekstrak daun salam jumlah perhitungan TPC nya masih dibawah batas maksimal sampai pada hari ke-3 yaitu 5,7 x 104.