Hesty Tambajong
Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Musamus

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Prevention of Corruption with Early Anti-Corruption Education Poetri Suradinata; Julianto JJ Kalalo; Marlyn Alputila; Hesty Tambajong
Musamus Journal of Public Administration Vol 2 No 2 (2020): Musamus Journal of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v2i2.2797

Abstract

A clean country, like a healthy body. A clean and healthy Indonesia remains hope. The implementation of anti-corruption education at an early age is the foundation of the morality foundation of future generations who dare to say corruption is forbidden. This research aims to provide new ideas to the public or educators to instill anti-corruption values ​​from an early age. The method used is the literature study of relevant texts in the form of journals and literature. The results of this study are to find an Anti-Corruption Education model that is through the method of democracy, joint search, exemplary methods, live in methods that are suitable for children to have high integrity by instilling anti-corruption values, suitable learning resources to support learning activities PAK is a natural and socio-cultural environment, textbooks and text books, audio visuals, and the internet. Suggestions in this study are to urge the government to require Anti-Corruption Education to be given from elementary schools to tertiary institutions.
Strategi Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Putri Malirja Nuhuyanan; Hesty Tambajong
Musamus Journal of Public Administration Vol 3 No 2 (2021): Musamus Journal of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v3i2.3022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat nelayan kampung Wendu. Metode penelitian yang digunakan metode dan pendekatan deskriptif kualitatif, teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Jumlah Informan dalam penelitian ini total 10 orang informan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Strategi reduktif dan persuasif telah dilakukan di Kampung Wendu hal ini dilihat dari pemerintah yang telah melakukan interaksi langsung dengan masyarakat serta memberikan solusi atas kendala yang dihadapi masyarakat setempat seperti memberikan alat tangkap dan pelatihan untuk merawat alat tangkap dan sebagainya, akan tetapi hal ini belum efektif dilihat dari kehidupan ekonomi masyarakatnya yang belum mengalami peningkatan sebab dalam prosesnya masyarakat tentu saja memerlukan pendampingan berkelanjutan bukan hanya sekedar diberikan bantuan. Pemerintah harus mempertimbangkan budaya masyarakat setempat yang memerlukan pendampingan secara berkelanjutan sebagai strategi dalam pemberdayaan pada masyarakat nelayan.
Strategi Pemberdayaan Perempuan Korban Tindak kekerasan Hesty Tambajong; Hubertus Oja
Musamus Journal of Public Administration Vol 4 No 1 (2021): Musamus Journal Of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v4i1.3888

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Strategi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam memberdayakan perempuan korban tindak kekerasan di Kelurahan Kelapa Lima Merauke Data analisis menggunakan metode kualitatif, teknik analisa data, penulis menggunakan tiga tahap yaitu:reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam memberdayakan perempuan korban tindak kekerasan yaitu memberdayakan perempuan korban tindak kekerasan di Kelurahan Kelapa Lima. Namun Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Merauke memiliki kendala dalam memberdayaan perempuan yaitu keterbatasan Sumber Daya Manusia yang dimiliki, anggaran dan kurangnya kerjasama dengan pihak swasta, lembaga pemberdayaan dan dinas terkait lainnya. Untuk itu perlu penambahan Sumber Daya Manusia di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, manajemen keuangan dengan sebaik-baiknya dan menjalin kerjasama dengan pihak swasta, lembaga pemberdayaan dan dinas terkait lainnya untuk mendukung pelaksanaan program milik Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Merauke
Strategi Badan Usaha Milik Kampung Dalam Pengelolaan Wisata 1000 Musamus Hesty Tambajong; Hubertus Oja; Samel W. Ririhena; Erwin Nugraha Purnama; Rovingah Rovingah
SOCIETAS Vol 11 No 2 (2022): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata 1000 Musamus merupakan destinasi wisata dengan potensi alam yang sangat besar dan istimewa, wisata ini terletak di Kampung Salor Indah dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Bintang Terang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan memahami strategi Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dalam Pengelolaan Wisata 1000 Musamus di Kampung Salor Indah Distrik Kurik Kabupaten Merauke. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh BUMK dalam mengelola Wisata 1000 Musamus berjalan kurang maksimal. Pada perumusan strategi terlihat bahwa strategi yang dirumuskan yaitu: mengadakan pagelaran setiap bulannya, cara mempromosikan Wisata 1000 Musamus dan pengadaan fasilitas di Wisata 1000 Musamus. Kemudian, dalam pelaksanaannya strategi yang telah direncanakan tidak dapat berjalan dengan maksimal. Evaluasi dari strategi yang telah dilaksanakan bahwa akibat kurang maksimalnya promosi yang dilakukan baik melalui media cetak, elektronik dan media sosial, sehingga berpengaruh terhadap target pendapatan dan mempengaruhi keterbatasan anggaran yang digunakan untuk membangun sarana dan prasarana wisata, serta adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan rencana membuat pagelaran setiap bulannya tidak dapat terlaksanakan secara rutin.
Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Pengelolaan Dana Desa Syahruddin Syahruddin; Fransin Kontu; Hesty Tambajong; Aenal Fuad Adam
Societas : Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial Vol 12 No 1 (2023): Societas: Jurnal Ilmu Administarsi dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v12i1.5145

Abstract

Realizing people's welfare is one of the goals of national development. The Birth Law of the Republic of Indonesia No. 6 of 2014 concerning Villages provides new opportunities for village communities to develop their capacities and abilities as subjects of development, and one of the elements that helps improve the standard of living of village communities is the provision of village funds. The purpose of this study is to describe community empowerment in managing village funds and to analyze the factors that influence village fund management on the level of community empowerment in Erambu Village, Sota District. Purposive sampling was used to identify informants in this study, which used a qualitative descriptive methodology. The results of the study show that community empowerment in managing village funds in Erambu Village has been going well. In the planning stage, the community has participated in conveying programs, activities, and development needs that will become development priorities in village-level musrenbang activities. Furthermore, in the implementation stage, the village community also played a role; although there were still frequent miscommunications with village officials, this did not become a serious obstacle that hindered the implementation of activities. In the supervision stage, the community has also been involved, although it has not been maximized due to educational factors and public awareness of supervision over the management of village funds, which is still low. The factors that influence community empowerment in managing village funds in Erambu Village are leadership, communication, and community education.