Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA (IIIB) UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI PADA MATA KULIAH BAHASA INGGRIS AJARAN 2017/2018 Ayu, Citra; Viora, Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.009 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i5.98

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dimana letak kesulitan belajar dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar mata kuliah bahasa inggris yang dialami oleh mahasiswa. Penelitian ini juga bertujuan agar kemampuan bahasa inggris lebih baik dan proses perkuliahan lebih bermakna. Subjek penelitian yang diambil yaitu mahasiswa pendidikan matematika semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode tes, metode observasi dan metode wawancara. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang daftar nama mahasiswa yang dijadikan susbjek penelitian. Metode tes digunakan untuk memperoleh data penyelesaian mahasiswa pada mata kuliah bahasa inggris, metode observasi digunakan untuk mengetahui kondisi objektif saat kegiatan belajar mengajar bahasa inggris dan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Metode wawancara dilakukan untuk mengetahui secara jelas permasalahan yang dihadapi mahasiswa ketika belajar mata kuliah bahasa inggris. Letak kesulitan mahasiswa dalam belajar bahasa inggris yaitu pada kemampuan antara lain kemampuan speaking dan kemampuan listening. Kesulitan yang paling tinggi dialami oleh siswa adalah pada kemampuan listening yaitu dengan nilai rata-rata 58,33 dengan 84% mahasiswa belum mampu menjawab soal dengan benar. Kesulitan yang kedua dialami oleh mahasiswa yaitu pada kemampuan speaking dengan nilai rata-rata 61,25 dengan persentase 50% mahasiswa belum mampu menjawab soal dengan benar. Adapu faktor-faktor mahasiswa mengalami kesulitan dalam proses perkuliahan bahasa inggris adalah: (1) Kurangnya parktik bahasa inggris oleh mahsiswa; (2) Kurangnya praktik bahasa inggris dalam interaksi proses perkuliahan; (3) Mahasiswa tidak mau bertanya kepada dosen jika megalami kesulitan; (4) Mahasiswa tidak mencatat penjelasan dari dosen; (5) Mahasiswa tidak aktif dalam menjawab pertanyaan dosen atau mahasiswa tidak mengungkapkan pendapatnya kepada dosen.
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia 5-6 Tahun Dengan Penerapan Metode Tanya Jawab Muslimah, Afriliyanti; Alim, Melvi Lesmana; Ayu, Citra
Aulad : Journal on Early Childhood Vol 1 No 1 (2018): December, 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.059 KB) | DOI: 10.31004/aulad.v1i1.1

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa anak dengan penerapan metode tanya jawab pada anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru kelas. Subjek penelitian ini adalah 15 anak kelompok B RA Aisyiyah Bustanul Athfal yang terdiri dari 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Objek penelitian adalah kemampuan berbahasa anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Intrumen yang digunakan adalah lembar observasi ( chek list) dan dokumen foto anak. Teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berbahasa anak dengan penerapan metode tanya jawab. Hasil observasi pada pratindakan menunjukan bahwa kemampuan berbahasa anak belumberkembang dan rata-rata nya mendapat skor 22,2%. Pada siklus I meningkat menjadi 43,48% dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 78%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode tanya jawab dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak.
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUANPEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI MIPA SMA N 1 AMPEK ANGKEK Ayu, Citra
JURNAL ILMU PENDIDIKAN AHLUSSUNNAH Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.28 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan menggunakan metode problem solving. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah randomized posstest only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 6 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Analisis data menggunakan uji t.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI MIPA yang belajar dengan metode Problem Solving lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional di SMA N 1 Ampek Angkek.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) BESERTA LKS BERORIENTASI CONTEXTUAL PROBLEM TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP N 4 CANDUANG Ayu, Citra
JURNAL ILMU PENDIDIKAN AHLUSSUNNAH Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.42 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) beserta LKS berorientasi contextual problem. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan  rancangan penelitian yang digunakan adalah randomized posstest only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan kelas VII­2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar matematika siswa. Analisis data menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) beserta LKS berorientasi contextual problem lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional di SMP N 4 Canduang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MISSOUR MATHEMATICS PROJECT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 1 BASO Ayu, Citra
JURNAL ILMU PENDIDIKAN AHLUSSUNNAH Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas belajar yang masih terpusat pada guru dan rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Baso adalah faktor yang melatar belakangi penelitian ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Missouri Mathematics Project. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Missouri Mathematics Project lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Baso. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling. Data penelitian diperoleh dari tes akhir dan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis data dan tes akhir diperoleh bahwa hasil belajar matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif Missouri Mathematics Project lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran konvensional kelas VIII SMPN 1 Baso.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) BESERTA LKS BERORIENTASI CONTEXTUAL PROBLEM TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP N 4 CANDUANG Ayu, Citra
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 2 No 1 (2019): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) beserta LKS berorientasi contextual problem. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah randomized posstest only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan kelas VII­2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar matematika siswa. Analisis data menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) beserta LKS berorientasi contextual problem lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional di SMP N 4 Canduang.
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI MIPA SMA N 1 AMPEK ANGKEK Ayu, Citra
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 1 No 2 (2018): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan menggunakan metode problem solving. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah randomized posstest only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 6 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Analisis data menggunakan uji t.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI MIPA yang belajar dengan metode Problem Solving lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional di SMA N 1 Ampek Angkek.
PENERAPANMODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF MISSOURI MATHEMATICS PROJECT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 1 BASO Ayu, Citra
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 2 No 2 (2019): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas belajar yang masih terpusat pada guru dan rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Baso adalah faktor yang melatarbelakangi penelitian ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatifMissouri Mathematics Project.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Missouri Mathematics Projectlebih baik daripada menggunakan model pembelajaran konvensionalpada siswa kelas VIIISMP Negeri 1Baso.Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling.Data penelitian diperoleh dari tes akhir dan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis data dan tes akhir diperoleh bahwa hasil belajar matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatifMissouri Mathematics Project lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran konvensional kelas VIII SMPN 1 Baso.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS Nurmala, Rizka; Fikriani, Tiara; Ayu, Citra
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2051.197 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v10i2.3194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk peserta didik kelas XI SMA. Pengembangan LKPD ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik. LKPD yang diberikan kepada peserta didik harus memenuhi kriteria validitas, praktikalitas, dan efektifitas. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian Research and Development (R & D) dengan model pengembangan 4D yang dimodifikasi. Dalam penelitian ini peneliti hanya melakukan 3 tahap yaitu define, design, dan develop. Tahap define dilakukan analisis kebutuhan, peserta didik, kurikulum dan materi. Tahap design dilakukan perancangan dan penyusunan materi pada LKPD berdasarkan analisis kebutuhan. Kemudian tahap develop dilakukan evaluasi sendiri yang selanjutnya divalidasi oleh para ahli, serta evaluasi perorangan terhadap 3 orang peserta didik dan evaluasi kelompok kecil oleh 6 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL yang dikembangkan telah valid dengan nilai rata-rata validasi yaitu 81,5%. Nilai praktikalitas LKPD yang diperoleh dari angket respon peserta didik yaitu 86,6%. Berdasarkan nilai validitas dan nilai praktikalitas tersebut maka pembelajaran menggunakan LKPD berbasis PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASISDISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUANKOMUNIKASIMATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VII SMP/MTs Nasution, Sabariah; Ayu, Citra; Yenti, Febryna
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.093 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v10i2.2737

Abstract

Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan yang sering terjadi pada dunia pendidikan khususnya pada pembelajaran matematika yaitu dengan menyediakan perangkat pembelajaran yang baik. Perangkat pembelajaran yang baik yaitu yang valid dan praktis. Perangkat pembelajaran merupakan keseluruhan kebutuhan yang digunakan sebelum dan setelahh pembelajaran. Perangkat pembelajaran mencakup  rancangan pembelajarn yang akan dilakukan (RPP), bahan ajar yang digunakan mendukung RPP, dan penilaian untuk mengukur kompetensi peserta didik.Proses pembelajaran membutuhkan suatu metode pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari yaitu metode Discovery Learning, dengan metode ini diharapkan peserta didik mampu meningkatkan kemampuan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, maka peserta didik tidak akan merasa sulit dalam pembelajran matematika. Metode pembelajaran inilah yang dipadukan dalam bahan ajar yaitu LKPD matematika berbasis Discovery Learning.LKPD matematika berbasis Discovery Learning untuk materi Bilangan dan Himpuan pada kelas VII telah dilakukan evaluasi satu-satu (one to one) dan evaluasi kelompok kecil (small group evaluation). Dari hasil evaluasi diperoleh bahwa LKPD matematika yang dikembangkan praktis digunakan dalam pembelajaran. Berikut uraian masing-masing aspek.Hasil LKPD sesuai dengan tahapan-tahapan Discovery Learning                                                       Gambar 1 :  Contoh Kegiatan Mengamati                         Gambar 2:  Contoh Kegiatan Komunikasi                                                                         Gambar 3:Contoh Kegiatan Mengumpulkan informasi  Gambar 4: Contoh Kegiatan Pembuktian                      Gambar 5 :Contoh  Menarik kesimpulan 1.    Validasi LKPD matematika berbasis Discovery LearningValidasi  LKPD dilihat dari 4 aspek, meliputi aspek kelayakan isi, penyajian LKPD, bahasa dan keterbacaan, kegrafikan. Dari segi kelayakan isi diperoleh nilai validitas 83,33% dengan kriteria sangat valid. Hal ini menunjukkkan bahwa LKPD matematika berbasis Discovery Learning yang dikembangkan sudah sesuai dengan kurikulum 2013 meliputi kesesuaian dengan KI, KD, Indikator Pencapaian Kompetensi, dan Tujuan Pembelajaran.Dilihat dari aspek penyajian, LKPD matematika berbasis Discovery Learning memiliki nilai validitas 79,17% dengan kriteria valid. Hai ini menunjukkan bahwa penyajian LKPD telah memiliki kelengkapan penyajian. Selain itu urutan penyajian materi telah mendukung tujuan pembelajaran yang akan dicapaiDilihat dari aspek bahasa dan keterbacaan, LKPD matematika berbasis Discovery Learning memiliki nilai validitas 77,08% dengan kriteria valid. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa dan keterbacaan LKPD telah sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Pengunaan bahasa yang baik akan membantu peserta didik mudah memahami LKPD.Dilihat dari aspek kegrafikan, LKPD matematika berbasis Discovery Learning memiliki nilai validitas 81,25% dengan kriteria sangat valid. Hal ini menunjukkan bahwa warna, Gambar, jenis dan ukuran tulisan yang digunakan dalam LKPD matematika berbasis Discovery Learning sudah sesuai.Validasi LKPD telah diperoleh nilai validitas 80,21% dengan kategori valid. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan berdasarkan langkah-langkah Discovery Learning sudah valid, ini artinya peserta didik sudah bisa menggunakan LKPD matematika berbasis Discovery Learning dan peserta didik sudah bisa untuk belajar mandiri seta bisa meningkatkan kemampuan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pembahasan yang dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa LKPD matematika berbasis Discovery Learning pada materi Bilangan dan Himpunan memnuhi kriteria valid untuk digunakan dalam pembelajaran.2.     Praktikalitas LKPD matematika berbasis Discovery LearningUji praktikalitas dilakukan dengan 2 tahap, yaitu tahap evaluasi satu-satu dan evaluasi kelompok kecil. Setelah dilakukan revisi berdasarkan hasil wawancara dari tiga orang siswa di tahap evaluasi satu-satu, kemudian dilanjutkan evaluasi kelompok kecil yang terdiri atas 6 orang peserta didik. Pada evaluasi kelompok kecil peserta didik mengisi angket respon peserta didik.Persentase rata-rata uji praktikalitas terhadap LKPD matematika berbasis Discovery Learning berdasarkan angket respon siswa pada Bab 1 dan Bab 2 adalah 95,75% dengan kriteria sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD matematika berbasis Discovery Learning yang dikembangkan memiliki penampilan yang menarik untuk dipelajari. Soal-soal latihan dibuat dengan tingkat kesukaran yang mudah dimengerti sehingga peserta didik lebih tertantang untuk mengerjakan berikutnya.Berdasarkan penjelasan tentang praktikalitas masing-masing aspek dapat disimpulkan bahwa LKPD matematika berbasis Discovery Learning pada materi Bilangan dan Himpunan untuk kelas VII SMP/MTs praktis digunakan, memiliki tampilan yang menarik sehingga dapat menarik perhatian peserta didik untuk belajar. LKPD matematika berbasis Discovery Learning sudah dikatakan valid dan praktis.3.    Efektifitas LKPD matematika berbasis Discovery LearningBerdasarkan tinjuan dari peneliti sebagai observer, selama pemakian LKPD berbasis Discovery Learning  peserta didik terlihat sangat antusias dalam mengerjakan setiap kegiatan yang ada dalam LKPD yang telah dirancang. Pendidik pun juga terbantu dengan adanya LKPD yang dirancang bisa menghemat waktu penulisan dipapan tulis dan peserta didik pun aktif  dalam proses pembelajaran. Efektifitas LKPD berbasis Discovery Learning  dilihat dari tes akhir yang diperoleh oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan LKPD berbasis Discovery Learning. Hasil tes akhir dapat dilihat pada Tabel 6.                   Tabel 6. Hasil efektifitas LKPD matematika bebasis Discovery LearningNoIndikator Komunikasi MatematisNomor SoalPersentase EfektifitasKriteria1Menghubungkan benda nyata, gambar dan diagram ke dalam matematika295%Sangat Efektif2Menjelaskan suatu ide, situasi, dan relasi matematika melalui aljabar, tabel dan simbol matematika186,66%Sangat Efektif480%Efektif3Menyatakan suatu peristiwa sehari-hari kedalam bahasa/simbol/model matematika380%EfektifJumlah85%Sangat EfektifBerdasarkan Tabel 6 diketahui nilai efektifitas LKPD berbasis Discovery Learning yaitu 85% dengan kriteria sangat efektif. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis Discovery Learning yang dikembangkan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik.  A.      Kesimpulan Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan LKPD matematika berbasis Discovery Learning untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis kelas VII SMP/MTs. Berdasarkan hasil pengembangan dapat disimpulkan bahwa proses dan hasil LKPD berbasis Discovery Learning sudah valid berdasarkan hasil validasi para Ahli, dan sudah praktis ditinjau dari aspek kemudahan dalam penggunaan, waktu, mudah diinterprestasikan, memiliki ekivalensi yang sama dengan sumber belajar lainnya, dan daya tarik berdasarkan hasil analisis lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respon siswa, sudah efektif dilihat dari tes akhir yang dilaksankaan dengan nilai efektifitas LKPD berbasis Discovery Learning yaitu 85% dengan kriteria sangat efektif.