cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education
ISSN : -     EISSN : 25982931     DOI : -
The Indonesian Journal of Civil Engineering Education (IJCEE) is a scientific journal promoting the study of, and interest in, civil engineering education. It is a national journal published by the Civil Engineering Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas Maret University, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) TIPE EXAMPLES NONEXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN SISWA KELAS XI TGB DI SMK NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 Subeqi Nur Hikmah; Anis Rahmawati; Abdul Haris Setiawan
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 1, No 2 (2015): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.799 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v2i2.17938

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui penerapan model pembelajaran Kontekstual tipe Examples Non-Examples dalam meningkatkan hasil belajar (2) Mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran Kontekstual tipe ExamplesNon-Examples. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual tipe Examples Non- Examples. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, Subyek penelitian adalah siswa kelas XI TGB SMK Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Triangulasi data digunakan untuk menjaga validasi data, sedangkan untuk teknik analisis data digunakan teknik analisis interaktif. Kesimpulan penelitian adalah: (1) Penerapan model pembelajaran Kontekstual tipe Examples Non-Examples dapat meningkatkan hasil belajar. (2) Adanya peningkatan efektivitas penerapan model pembelajaran Kontekstual tipe Examples Non-Examples.Kata Kunci: Kontekstual
PERANCANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR BANGUNAN GEDUNG Eva Yulianingsih; Chundakus Habsya; Budi Siswanto
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 3, No 2 (2017): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.481 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v1i2.18226

Abstract

Interior bangunan gedung merupakan pelajaran yang menarik namun tidak mudah untuk dikuasai. Oleh karena itu perlu dilakukan peracangan multimedia pembelajaran yang mampu menjelaskan materi secara lebih jelas dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur perancangan multimedia interaktif sebagai suplemen bahan ajar mata pelajaran gambar interior bangunan gedung. Penelitian diharapkan menghasilkan multimedia interaktif yang layak untuk digunakan sebagai suplemen bahan ajar mata pelajaran gambar interior bangunan gedung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan. Perancangan multimedia interaktif dilakukan dengan beberapa tahap antara lain: tahap pertama yaitu pendahuluan dengan melakukan analisis kebutuhan isi dan analisis kebutuhan perangkat, tahap kedua yaitu perancangan yang terdiri dari perancangan desain media, pembuatan multimedia interaktif, validasi tim ahli, dan uji coba produk, tahap ketiga yaitu evaluasi dengan penyempurnaan produk untuk menghasilkan model final multimedia interaktif. Subjek uji coba produk multimedia interaktif ini yaitu siswa SMK Negeri 2 Sukoharjo kelas XI. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskripkif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dirancang mempunyai kriteria baik sehingga multimedia interaktif sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil penilaian pada uji coba kelompok kecil memiliki presentase sebesar 80,6% termasuk dalam kategori sangat layak. Penilaian dari uji coba kelompok besar memiliki presentase 81,2% termasuk dalam kategori sangat layak.Kata kunci : Interior, Multimedia Interaktif, Perancangan Media Pembelajaran
COMPARISON OF DISCOVERY LEARNING TEACHING MODEL AND STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) ON COGNITIVE ACHIEVEMENT ABOUT SCIENCE OF BUILDING THE TENTH YEAR STUDENTS SMK NEGERI 1 KENDAL Fajar Purnandita; Agus Efendi; Budi Siswanto
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 2, No 1 (2016): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.307 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v3i3.14776

Abstract

width: 0px; "> </The goals of this research to examines the differences, to examines the influences and to determine the effectiveness of the using of Discovery Learning Teaching Model and Student Team Achievement Division (STAD) in increasing students’ cognitive achievement. This research includes to comparative/experimental research. The research populations are the tenth year students TGB of SMK Negeri1 Kendal. There were 54 students divided into two groups, each of them consist of 27 students, they are the TGB A group and the TGB B group that use. The techniques of collecting data are test, observation and documentation. Instruments of validity use validity test, reliability test, level of difficulty and distinctive. The analyzing of pretest with normality test that uses Shapiro-Wilk Test, balancing test uses T test, the homogeneity test uses F test. The technique of the analyzing data uses hypothesis test with ANOVA using SPSS. The result showed that: 1) There were difference about learning achievement using of Discovery Learning teaching model and Student Team Achievement Division (STAD) (Fscore(9.415)›Ftable(4,03) and Sig. (0.003)‹ α(0.005)), 2) There were difference using of Discovery Learning teaching model and Student Team Achievement Division (STAD) to wards students cognitive achievement (Sig. (0.00) ‹ α (0.005) and F(0.05,1,104) (14,386) › Ftable (3.93)), 3) STAD teaching model were more effective in increasing students cognitive achievement that can be seen from the average score of students cognitive achievement about science of building (Mean STAD = 60.59 › Mean DL = 54.20). .Keywords: Teaching Model
PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH TERAK SEBAGAI BAHAN PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TARIK. Siti Nur Slaraswati; Anis Rahmawati; Ida Nugroho Saputro
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 2, No 2 (2016): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.884 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v2i2.22776

Abstract

ujuan  penelitian ini adalah,  (1)  mengetahui  pengaruh  terak  sebagai pengganti pasir dengan variasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terhadap kuat tarik beton dengan metode perbandingan 1:2:3, (2) mengetahui apakah berat jenis beton  yang  dihasilkan  masuk  dalam  kategori  berat  jenis  beton  normal,  (3)mengetahui besar kuat tarik optimal beton yang dihasilkan dari penggantian terak sebagai pasir dengan variasi  0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% dengan metode perbandingan  1:2:3. Penelitian  ini  menggunakan  metode  kuantitatif korelasional. Variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah (1) variabel terikat: kuat tarik, (2) variabel bebas: persentase terak sebagai pengganti agregat halus dengan variasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, 100% dari volume beton dengan perbandingan 1:2:3. Berdasarkan  hasil  penelitian  disimpulkan  bahwa,  (1) tidak  ada  pengaruh antara variasi penggantian terak sebagai agregat halus terhadap kuat tarik beton atau penggantian  terak  sebagai  agregat  halus  tidak  berpengaruh  secara  signifikan terhadap kuat tarik beton, (2) hasil pengujian berat jenis beton menunjukan variasi penggantian  terak  0%,  20%,  40%,  60%,  80%,  100%  telah  mencapai  berat  jenis beton normal yaitu 2200 kg/m3 – 2500 kg/m3. (SNI 03-2834-2000), (3) persentase terak optimal sebagai pengganti agregat halus yang menghasilkan kuat tarik beton maksimal terdapat pada persentase penggantian terak 80% yaitu sebesar 5,700 MPa.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN MODEL KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU BAHAN BANGUNAN KELAS X TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 4 SUKOHARJO Khoerun Nisa; AG Thamrin; Rima Sri Agustin
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 4, No 1 (2018): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.093 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v4i1.22554

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perbedaan hasil belajar ranah kognitif antara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan model Konvensional; (2) Mengetahui perbedaan hasil belajar ranah afektif antara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan model Konvensional; (3) Mengetahui perbedaan hasil belajar ranah psikomotorik antara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan model Konvensional pada mata pelajaran Ilmu Bahan Bangunan kelas X TGB di SMK Negeri 4 Sukoharjo. Penelitian ini termasuk jenis kuantitatif eksprimen, model penelitian yang digunakan model penelitian semu (Quasi Experimental research). Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMK Negeri 4. Teknik pengambilan sampel yang digunakan nonprobability sampling dengan model Purposive Sampling. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X TGB B sebagai kelas eksperimen (Jigsaw) dengan jumlah siswa 35 dan kelas X TGB C sebagai kelas kontrol (Konvensional) dengan jumlah siswa 35. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes dan observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0.05. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, ada perbedaan hasil belajar ranah kognitif antara menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dengan model pembelajaran Konvensional(0.036 < 0,05). Kedua, tidak ada perbedaan hasil belajar ranah afektif antara menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dengan model pembelajaran Konvensional(0.270 > 0.05). Ketiga, ada perbedaan hasil belajar ranah psikomotorik antara menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dengan model pembelajaran Konvensional(0.002 < 0.05).
STUDI EKSPERIMEN PENAMBAHAN CAMPURAN ABU AMPAS TEBU DAN SERAT BAMBU PADA KUAT LEKAT BETON Sugi yanto; Anis Rahmawati; Ida Nugroho Saputro
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 3, No 2 (2017): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.027 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v1i2.18278

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah 1)Mengetahui pengaruh penggantian sebagian agregat halus menggunakan abu ampas tebu dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15% dan serat bambu 0%, 1,5% dan 3%  terhadap kuat lekat beton, 2) Mengetahui persentase optimal penggantian sebagian agregat halus menggunakan abu ampas tebu dan serat bambu yang menghasilkan  kuat lekat maksimal pada beton. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimen dan teknik analisa data menggunakan regresi. Variabel dalam penelitian ini adalah (1)Variabel bebas yang berupa variasi penggantian sebagian agregat halus menggunakan abu ampas tebu dan variasi penambahan serat bambu, (2)Variabel terikat diantaranya Kuat Lekat dan Porositas beton. Hasil penelitian ini adalah 1)Penggantian sebagian agregat halus menggunakan abu ampas tebu berpengaruh negatif terhadap kuat lekat beton serat dan penambahan serat bambu bersifat positif terhadap kuat lekat beton serat, 2) Nilai optimal penggantian sebagian agregat halus menggunakan Abu Ampas Tebu dan penambahan serat  bambu  yang  menghasilkan  kuat  lekat maksimal sebesar 63,04 MPa pada  persentase abu ampas tebu 0% dan serat bambu 3%.Kata Kunci: abu ampas tebu, serat bambu, beton serat
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X TGB.B SMK NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 Ranika Lestari; Sukatiman Sukatiman; Rima Sri Agustin
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 1, No 2 (2015): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.9 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v2i2.17948

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui model pembelajarankooperatif tipe Pair Check dapat meningkatkan peran aktif dalam prosespembelajaran, (2) mengetahui model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checkdapat meningkatkan prestasi belajar Mekanika Teknik. Penelitian ini merupakanPenelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus,dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara,dokumentasi, dan tes. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi data dananalisis data secara analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Modelpembelajaran kooperatif tipe Pair Check dapat meningkatkan peran aktif siswadalam proses pembelajaran, keaktifan diskusi 17 siswa pada pra siklus, 24 siswapada siklus I, dan 26 siswa pada siklus II; keaktifan bertanya 14 siswa pada prasiklus, 25 siswa pada siklus I, dan 27 siswa pada siklus II; kerjasama kelompok 16siswa pada pra siklus, 27 siswa pada siklus I, dan 28 siswa pada siklus II (2)Prestasi Belajar siswa: Ranah Kognitif 28,13% pada pra siklus, 65,62% padaSiklus I dan 78,12% pada Siklus II; Ranah Afektif berpredikat Baik (B) 10 siswapada pra siklus, berpredikat Sangat Baik (SB) 3 siswa dan berpredikat Baik (B)20 siswa pada Siklus I, dan berpredikat Sangat Baik (SB) 10 siswa dan 19 siswaberpredikat Baik (B) pada Siklus II; Ranah Psikomotorik 43,75% pada pra siklus,65,62% pada Siklus I dan 81,25% pada Siklus II. Simpulan penelitian ini adalahpenerapan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check dapat meningkatkanperan aktif siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penerapan model pembelajarankooperatif teknik Pair Check dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XTGB.B SMK Negeri 2 Surakarta pada mata pelajaran Mekanika Teknik.Kata Kunci: Mekanika Teknik, Pair Check, Prestasi Belajar
THE COMPARISON BETWEEN OUTDOOR LEARNING METHOD AND INDOOR LEARNING METHOD WITH STUDENT LEARNING PERFORMANCE SEEN FROM THE POINT OF VIEW OF STUDENT LEARNING ACTIVITY CLASS X OF TGB SMK NEGERI 2 SUKOHARJO IN KONSTRUKSI BANGUNAN ACADEMIC YEAR 2014-2015. Valdera Yudistira; A G Thamrin; Waluyo Waluyo
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 1, No 1 (2015): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.73 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v1i1.16902

Abstract

The purpose of this study is: 1) To find out the influence of outdoor learning method and indoor learning method towards student learning achievement. 2) To find out the difference of influence of learning activity from student learning achievement. 3) To find out interaction between outdoor learning method and indoor learning method towards student learning achievement. This study is an comparative. The technique of data collection uses documentation, method test, and questionnaire to search data about achievement and student learning activity. The validity of the research instruments uses validity, reliability, and power of different difficulty levels. Test requirements analysis consists of the normality test and homogeneity test. The technique of data analysis uses a hypothesis test with ANAVA two studies. Based on the results of this study concluded: 1) There was influence between outdoor learning method and indoor learning method toward student learning achievement. 2) There was no difference of influence of learning activity towards student learning achievement. 3) There was no interaction between outdoor learning method and indoor learning method towards student learning achievement. Key word: Learning Method, Outdoor Learning, Indoor Learning, Learning Activity, Learning Achievement
ANALISIS PENGARUH JERAMI PADI SEBAGAI BAHAN PENGISI BATAKO DENGAN PEREKAT LEM KAYU JENIS PVAC DITINJAU DARI BERAT ISI, KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR Robi Fuadi; Sri Sumarni; Su katiman
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 4, No 2 (2018): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.734 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v4i2.27772

Abstract

Tujuan penelitian adalah, (1) mengetahui adalah pengaruh penambahan variasi jeramipadi dengan perekat lem kayu jenis PVAc sebagai bahan isi batako terhadap berat isibatako, kuat tekan dan daya serap air (absorption), (2) mengetahui berat isi batako yangdihasilkan termasuk beton ringan, (3) Untuk mengetahui variasi dimensi jerami padi yangoptimal yang menghasilkan batako dengan kuat tekan maksimal dan sesuai standar yangberlaku, (4) Untuk mengetahui daya serap air batako yang dihasilkan sesuai standar dayaserap air bata beton ringan untuk pasangan dinding.Penelitian ini menggunakan metodekuantitatif eksperimen dan teknik analisa data menggunakan analisis regresi. Variabelyang mempengaruhi dalam penelitian adalah (1) variabel terikat: berat isi, kuat tekan dandaya serap air batako, (2) varibel bebas: penambahan jerami padi dalam bentuk balokdengan dimensi jerami (lebar : tinggi : panjang); 5cm: 5cm: 25cm, 5cm: 10 cm: 25cm,5cm: 15cm: 25cm, 5cm: 5cm: 30cm, 5cm: 10cm: 30cm, 5cm: 15cm: 30cm. Berdasarkanhasil penelitian disimpulkan bahwa, (1) penambahan jerami padi pada batakoberpengaruh terhadap berat isi batako, kuat tekan dan daya serap air batako (absorption)(2) hasil pengujian berat isi batako menunjukkan batako dengan penambahan jerami padidalam bentuk balok termasuk kategori beton ringan sesuai SNI 03-2834-2000, yaitudengan hasil antara 1000 kg/m3-2200 kg/m3, (3) variasi optimal jerami padi dalam bentukbalok sebagai bahan pengisi batako yang menghasilkan kuat tekan batako maksimalsesuai SNI 03-0349-1989 terdapat pada pada variasi jerami dengan ukuran 5cm: 5cm: 25cm yaitu sebesar 25,64 Kg/cm2. (4) hasil pengujian daya serap air (absorption) batakodengan penambahan jerami padi dalam bentuk balok masih di bawah syarat penyerapanair rata-rata maksimal batako sesuai SNI 03-349-1989 yaitu < 25% termasuk dalamtingkat mutu bata beton pejal I.
“PENGARUH PENGGUNAAN TERAK dan FLY ASH SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP KUAT TEKAN PAVING BLOCK SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN AJAR MATERI MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON PTB FKIP UNS” Rudy Wibisono; Anis Rahmawati; Ida Nugroho Saputro
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 2, No 2 (2016): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.604 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v2i2.22572

Abstract

Penelitian  mengenai paving  block bertujuan  untuk  mengetahui ketebalan  minimum paving  block dengan  bahan  tambah  terak  dan fly  ash jika ditinjau  terhadap  kuat  tekannya  berdasarkan  SNI  03-0691-1996.  Penelitian  ini, membuat 7 variasi ketebalan dengan 2 variasi penambahan fly ash yang  proporsi campuran  pertama  1  pc  :  6  ps  :  3t, fly  ash 5%  dengan  variasi  ketebalan  7  cm,  6 cm, 5 cm, 4 cm, 3 cm dan 2 cm  serta perbandingan proporsi yang ke dua adalah 1  pc : 6 ps : 3t, fly ash 10% dengan variasi ketebalan 7 cm, 6 cm, 5 cm, 4 cm, 3 cm dan 2 cm . Pada penelitian ini menggunakan faktor air semen mendekati 0,5. Semen yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen portland tipe I dengan benda uji dites dalam umur 28 hari.Ketebalan minimum paving block terdapat pada ketebalan 5 cm dengan penggunaan fly ash 10% yang menghasilkan kuat tekan rata – rata 9,861 MPa dimana pada ketebalan ini termasuk paving block mutu kelas D dengan tujuan penggunaanya adalah penggunaan pada taman.

Page 1 of 14 | Total Record : 136