cover
Contact Name
I Made Juniastra, ST.,MT
Contact Email
juniastra@gmail.com
Phone
+6281236329290
Journal Mail Official
vastuwidya@universitasmahendradatta.ac.id
Editorial Address
Jalan Ken Arok No.10-12, Penguyangan, Denpasar-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Vastuwidya
ISSN : 26203448     EISSN : 27235548     DOI : https://doi.org/10.47532/jiv.v3i2
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Scopes: Logistics and Supply Chain Management, Product Design dan Eco Product, Production System, Productivity Industrial System, Quality Management, Quality Engineering, Lean Manufacturing, Ergonomics, Human Factors Engineering, Performance Measurement Systems, Decision Analysis, Strategic Management, Project Management, Reliability, Industrial Human Resource Management, Marketing Management
Articles 83 Documents
KAJIAN TEORITIS APLIKASI LOGIKA FUZZY DALAM OPTIMASI JUMLAH PRODUKSI PADA SEBUAH INDUSTRI L. Virginayoga Hignasari
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v4i2.321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi logika fuzzy dalam optimasi jumlah produksi dalam suatu industri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi Pustaka. Literatur yang telah terkumpul kemudian dikaji utnuk mengetahui secara konsep dan teoritis bagaimana aplikasi logika fuzzy dalam menentukan optimasi jumlah produksi. Dalam menentukan nilai optimasi jumlah produksi menggunakan logika fuzzy ada tiga tahap yang dilakukan yaitu, mendefinisikan variabel fuzzy, inferensi, defuzzyfikasi. Dalam penetuan jumlah optimal suatu produksi ada 3 variabel yang harus dimodelkan yaitu permintaan, persediaan, dan produksi barang. Langkah sistematis dalam aplikasi logika fungsi dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan terhadap jumlah produksi yang optimal di periode berikutnya. Dalam pengaplikasianya logika fuzzy memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan dari logika fuzzy adalah konsep matematis yang mendasari penalaran logika fuzzy sangat sederhana dan mudah dimengerti sehingga sangat fleksibel untuk diaplikasikan.
IMPLEMENTASI RUANG PUBLIK PREVENTIF COVID-19 DI BALI Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v4i2.316

Abstract

Pandemi covid-19 yang melanda dunia saat ini, memberikan perubahan besar khususnya dalam pemanfaatan ruang publik. ­Public space yang sebelumnya dibangun tanpa adanya batasan ruang, kini diwajibkan untuk dapat beradaptasi guna mencegah penyebaran virus. Adaptasi penggunaan ruang dalam menangani setiap wabah atau bencana, memerlukan sebuah analisa sebagai wujud partisipasi dalam membangun psikologi postif yang mendukung kesehatan masyarakat. Arsitektur lahir dari interaksi manusia dengan spatial setting yang ada di sekitarnya. Membentuk ruang sebagai wadah untuk berinteraksi dengan sesama. Beragam penafsiran masyarakat muncul dalam mengimplementasikan sebuah ruang preventif. Social distancing adalah prinsip dasar perencanaan sebuah ruang di masa pandemi. Minimnya panduan dasar terkait desain ruang preventif covid-19, memunculkan beragam desain ruang yang berpengaruh terhadap sistem kerja dan sistem pelayanan di masyarakat, khususnya yang berada pada ruang publik. Kajian ini bersifat kualitatif deskriptif, dengan mengambil studi kasus pemanfaatan ruang publik di Bali selama pandemi covid-19. Sejauh mana masyarakat memahami dan mengimplementasikan physical distancing dalam sebuah ruang publik, serta seberapa besar fenomena ini dapat mempengaruhi desain dan ergonomi kerja, merupakan analisa dasar yang wajib diketahui bersama, sebelum merencanakan dan mengimplementasikan ruang preventif covid-19 untuk pelayanan publik.
Perancangan Penataan Sentra Kuliner Dan Toilet Umum Di Taman Kota Denpasar I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v4i1.250

Abstract

Taman Kota Denpasar atau yang lebih umum disebut Lapangan Lumintang memang menjadi pusat rekreasi dan olahraga di Kota Denpasar. Letaknya yang strategis di pusat permukiman dan perkantoran dan di pinggir jalan utama (Jl. Gatot Subroto) menyebabkan aktivitas di taman kota menjadi sangat ramai. Demikian juga keberadaan lapangan umum di sebelah selatan, Art Centre Darma Negara Alaya di sebelah barat, dan Pura Agung Lokanatha Denpasar di sudut timur laut taman kota menegaskan pentingnya keberadaan taman kota menjadi pusat orientasi kawasan. Keberadaan area kuliner dan toilet umum tentu sangat penting untuk menunjang fungsi taman kota dan fasilitas publik lain di sekitarnya.  Keberadaan area kuliner dan toilet umum sekarang terletak di lereng sungai yaitu sebelah selatan pura dan tepat di samping panggung seni terbuka, sehingga mengganggu pemandangan dan kebersihan dari taman kota. Penataan zonasi ruang, pencahayaan dan penghawaan, sirkulasi pencapaian, serta struktur menjadi titik penting dari perancangan agar bisa mewadahi fungsinya dan menunjang keindahan taman kota. Perancangan penataan dilakukan dengan memanfaatkan potensi site di pinggir sungai dengan kondisi berlereng. Bangunan direncanakan bertingkat kebawah. Area kuliner dan public toilet diletakkan di lantai bawah (basement) dan lantai atas berupa pelat beton menjadi bersih dan terbuka untuk dijadikan lapangan dan taman hijau. Demikian juga keberadaan sungai menjadi sisi depan dari area kuliner sehingga otomatis akan lebih terjaga kebersihannya.
Studi Permasalahan Titik Banjir Pada Drainase Sekunder Di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali Sagung Putri Chandra Astiti
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v4i1.246

Abstract

Permasalahan banjir masih menjadi dilema dalam kehidupan masyarakat, karena dapat menyebabkan hal yang merugikan seperti adanya penyakit, aktifitas kegiatan yang terganggu, dan hal lainnya. Hal ini perlu mendapat perhatian dan penanganan yang serius dalam segenap komponen masyarakat yang ada agar permasalahan banjir tidak menjadi ancaman yang menakutkan untuk kelangsungan hidup kedepannya. Permasalahan banjir pada umumnya masih menjadi permasalahan serius dalam suatu wilayah, dimana dalam hal ini permasalahan banjir yang diteliti yaitu permasalahan dalam Kecamatan Blahbatuh.Tingginya tingkat aktifitas serta kepadatan penduduk di Kecamatan Blahbatuh menyebabkan pentingnya penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Penyediaan sarana dan prasarana untuk menunjang aktifitas tersebut, salah satunya yang sangat diperlukan adalah penyediaan saluran drainase yang tepat dan aman dalam penggunaannya. Drainase memiliki peranan yang sangat penting dalam membawa aliran air menuju saluran pembuangan, sehingga permasalahan banjir yang menghambat aktifitas kegiatan masyarakat dapat diminimalisir. Untuk memberikan penanganan yang tepat, hal yang harus dilakukan yaitu mengetahui jenis permasalahan yang ada, dimana dalam hal ini salah satu permasalahan banjir disebabkan oleh permasalahan pada drainase sekundernya.
ANALISIS KERAPATAN VEGETASI MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT SENTINEL-2A DI KABUPATEN TABANAN Sagung Putri Chandra Astiti; Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v4i2.315

Abstract

Tabanan adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Bali yang memiliki potensi wilayah pertanian dan ruang terbuka hijau yang cukup besar. Peningkatan jumlah demografi penduduk diiringi dengan pesatnya perkembangan industri pariwisata di Kabupaten Tabanan, membuat ruang terbuka hijau dengan vegetasi alami semakin berkurang. Minimnya data pemetaan vegetasi yang dimiliki oleh Kabupaten Tabanan, membuat evaluasi terhadap kelestarian lingkungan semakin sulit. Tingkat alih fungsi lahan di sebuah kawasan sangat sulit untuk diidentifikasi akibat terbatasnya data, serta kondisi topografi wilayah yang relatif tinggi, memerlukan sebuah kajian data satelit untuk membantu Kabupaten Tabanan membuat pemetaan vegetasi yang akurat. Salah satu metode penginderaan jauh untuk mengetahui keberlanjutan dalam pengembangan potensi pertanian dan vegetasi adalah dengan melakukan analisis kerapatan vegetasi atau yang dikenal dengan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Data yang digunakan untuk melakukan analisis NDVI adalah data citra satelit Sentinel-2A yang memiliki resolusi spasial 10 m dengan tahun analisis 2016 - 2020. Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis luas lahan (ha) untuk kelas vegetasi yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa nilai kerapatan vegetasi di Kabupaten Tabanan termasuk dalam kelas vegetasi rapat, yang didominasi berada pada Kecamatan Pupuan, Kecamatan Selemadeg Barat, Kecamatan Selemadeg Timur, Kecamatan Selemadeg dan Kecamatan Penebel.
ANALISIS MINAT MASYARAKAT TERHADAP PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI (STUDI KASUS : TAKSI ONLINE (GRAB) DAN TAKSI KONVENSIONAL (BLUE BIRD)) Ni Ketut Sri Astati Sukawati; Cokorda Putra Wirasutama; Deajeng Intan Oktarianingtyas
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v4i2.314

Abstract

Terdapat beberapa jenis transportasi baik dalam bentuk kendaraan pribadi seperti mobil, sepeda motor serta angkutan umum baik angkutan online maupun offline. Transportasi online dan offline bersaing dalam menawarkan berbagai pelayanan dan promosi yang dapat menarik minat masyarakat dalam memilih moda transporasi mana yang akan dipilih dalam melakukan aktifitas dari dan menuju Bandara. Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis minat masyarakat terhadap pemilihan moda transportasi taksi online (Grab) dan taksi konvensional (Blue Bird) dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan analisa regresi logistik biner yang diolah melalui program SPSS 17.0. Penentuan pilihan moda transportasi dilakukan dengan survey kuisioner menggunakan media onine. Hasil penelitian dari 100 responden menentukan preferensi pemilihan moda terdapat 90 responden memilih taksi online (Grab) dan 10 responden memilih taksi konvensional (Blue Bird).Berdasarkan hasil analisis diatas, moda transportasi yang lebih diminati masyarakat adalah moda transportasi online (Grab) dilihat dari beberapa aspek yang ditawarkan penyedia jasa online maupun konvensional, seperti tarif sebesar 49%, kemudahan mendapat moda sebesar 78% dan kualitas pelayanan sebesar 85%.
Roti, Pemilihan Bahan Dan Proses Pembuatan Ni Putu Decy Arwini
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v4i1.249

Abstract

Roti adalah sebuah penganan sumber karbohidrat yang dianggap sangat praktis untuk kehidupan masa kini yang serba cepat dan praktis. Banyak kaum milenial sarapan pagi hanya dengan roti dan susu atau teh. Begitu juga dengan makan malam. Rasa yang enak dan beragam, bentuk yang unik tanpa mengurangi kandungan gizi didalamnya menjadi alasan utama mengapa roti menjadi sebuah pilihan utama dalam menu sehari-hari.Bahan dasar pembuatan roti adalah tepung, air, ragi, garam, gula, lemak, susu, telur dan bread improver. Tepung merupakan bahan dasar pembuatan roti. Tepung dibedakan berdasarkan kandungan glutennya. Air digunakan sebagai pelarut dari berbagai bahan yang digunakan dalam adonan roti. Selain itu, air juga digunakan sebagai pengontrol suhu. Ragi digunakan sebagai pengembang agar roti mempunyai tekstur yang lembut. Gula digunakan sebagai penambah rasa. Lemak digunakan untuk membuat roti yang dihasilkan menjadi lembut dan tidak lengket di loyang. Telur bermanfaat untuk menambah kandungan protein dan membantu proses pengembangan adonan. Sedangkan bread improver digunakan sebagai bahan tambahan untuk mengawetkan roti.Proses dalam pembuatan roti terdiri dari pengadukan bahan yaitu pencampuran bahan-bahan yang digunakan dalam komposisi yang tepat. Proses kedua yaitu peragian untuk mendapatkan tekstur roti yang mengembang. Selanjutnya adalah proses pembentukan. Langkah terakhir adalah pemanggangan.Roti memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan juga dapat dikerjakan oleh industri kecil. Berbagai macam varian yang ada dengan nilai jual terjangkau dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat
PENERAPAN MATERIAL ALAMI PADA BANGUNAN BALI Siluh Putu Natha Primadewi
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v4i2.320

Abstract

Unit hunian masyarakat Bali tersusun atas banyak masa. Kondisi topografi wilayah Bali yang berbeda di setiap kabupaten kota, memberikan warna berbeda dalam pembentukan tampilan bangunan. Peraturan Daerah Bali Nomor 5 Tahun 2005 menjadi pedoman dasar dalam penerapan material bangunan, dimana bangunan tradisional Bali diwajibkan menggunakan bahan lokal yang ada di sekitarnya. Penerapan material pada bangunan private maupun bangunan publik, tetap mengacu pada konsep tri angga. Sejauh mana penerapan material alami pada bangunan Bali sehingga mampu memberikan citra local wisdom yang membedakan bangunan tersebut dengan bangunan lain yang ada di wilayah Indoensia, hal ini memerlukan kajian lebih mendalam. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didasari atas fenomena perkembangan pembangunan yang ada di Bali saat ini. Dokumentasi dan wawancara terhadap para arsitek lokal, yang kemudian dinarasikan dalam bentuk uraian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan material alami pada bangunan Bali bergantung pada sejauh mana pemahaman arsitek sebagai perancang dalam memahami konteks filosofi dan material lokal. Topografi wilayah sebagai penentu struktur bangunan memberikan pengaruh pada konteks bentuk dan pemilihan material yang akan dipergunakan.
ANALISIS LAJU KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MINI PEMBANGKIT LISTRIK 6000 WATT BERTENAGA BIOGAS I Gede Artha Negara
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v4i2.319

Abstract

Krisis energi fosil merupakan sebuah ancaman bagi semua negara khususnya Indonesia yang tidak bisa lepas dari penggunaan energi fosil. Oleh karena itu diperlukan strategi untuk mencari sumber energi alternatif terbarukan agar dapat mensuplai kebutuhan energi primer. Penelitian ini menggunakan sumber energi terbarukan biogas yang berasal dari limbah ternap sapi Bali sebagai bahan bakar pada mini pembangkit listrik 6000 watt. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui laju konsumsi bahan bakar biogas pada mini pembangkit listrik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa laju konsumsi bahan bakar biogas yang dimurnikan dari H20, H2S, CO2 tertinggi didapatkan pada biogas dengan beban 300 watt yaitu sebesar 45.35 liter/menit, dan laju konsumsi bahan bakar biogas dimurnikan dari H20, H2S, CO2 terendah didapatkan pada  biogas dengan beban 0 watt yaitu sebesar 44.15 liter/menit.
Dinamika Kampung Kota Berkelanjutan Di Tengah Pandemi Covid-19 Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jiv.v4i1.248

Abstract

Kampung kota sebagai salah satu wujud permukiman di Indonesia, dimasukkan dalam kategori permukiman kumuh (Slums). Kehidupan perkotaan yang dipandang mampu memberikan harapan penghidupan bagi masyarakat desa, membawa arus bawaan yaitu perpindahan penduduk sehingga ruang publik yang ada di perkotaan menjadi semakin berkurang. Lokalitas yang terkandung pada tatanan kampung akan memberi karakter bagi pembentukan semangat urbanisme baru yang sesuai dengan karakter masyarakat. Perwujudan urbanitas dan ruang kota yang berkelanjutan dapat dicapai dengan rumusan prinsip-prinsip yang telah lama diwariskan oleh nenek moyang bangsa ketika membentuk sebuah kampung tradisional. Namun, di tengah pandemi covid-19 yang melanda dunia, keberadaan kampung kota di Indonesia mengalami gejolak yang cukup besar. Masyarakat urban yang dulu nya membentuk sebuah kampung di daerah perkotaan, kini memilih kembali pulang ke daerah asal akibat minimnya pekerjaan yang tersedia di kota. Banyak pekerja dirumahkan tanpa pesangon, dengan tuntutan hidup yang besar, membuat kaum urban memilih pulang kembali ke kampung halaman. Kawasan permukiman yang sebelumnya tumbuh tidak direncanakan, kini ditinggalkan. Ilegal settlement yang dahulu meresahkan, semenjak pandemi berubah menjadi kampung tidak bertuan. Ketika sebuah permukiman yang awalnya dianggap sebagai sebuah beban dan merusak citra kawasan kini ditinggalkan, apakah kota menjadi lebih baik, apakah kehidupan sosial masyarakat kota menjadi baik atau sebaliknya. Fenomena ini memerlukan sebuah kajian mendalam. Citra buruk kota yang sebelumnya selalu dibebankan pada permukiman kumuh, kini bisa dilihat bagaimana permasalahan agraria yang sebenarnya. Dalam permukiman kumuh tumbuh sistem kekerabatan baru yang saling menguatkan antar orang perantauan, membentuk sebuah ruang publik informal yang mendukung kaum individualistis yang hidup di kota.