cover
Contact Name
Mukhamad Irfan
Contact Email
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Phone
+6281802668223
Journal Mail Official
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Laboratory
ISSN : 26554887     EISSN : 26551624     DOI : 10.22146/ijl.v3i1
Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian dan biologi 2. Bidang Kesehatan, meliputi bidang disiplin ilmu farmasi, keperawatan, kedokteran dan kedokteran gigi 3. Bidang Sains (MIPA), meliputi bidang disiplin ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam dan geografi, 4. Bidang Teknik, meliputi bidang disiplin ilmu arsitektur, komputer, teknologi informasi, elektro, kimia, industri, nuklir, permesinan, dan geodesi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Inovasi Alat Distilasi Asap Cair dari Bahan Drum dan Pipa Stainless dengan Sirkulasi Pendingin Pompa Air Sebagai Penunjang Kegiatan Praktikum Atak Sumedi; Alfrida Alfrida
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.40948

Abstract

Peralatan distilasi di laboratorium sudah menjadi satu kebutuhan yang tidak bisa di pisahkandengan dunia praktikum atau penelitian, perlu adanya inovasi bagi para Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) untuk mengembangan dan menunjang kegiatan praktikum dan penelitian di laboratorium. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah yang di hadapi oleh para laboran atau peneliti berupa peralatan yang kurang memadahi sehingga berpengaruh terhadap kinerja laboratorium. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi keterbatasan peralatan yang ada di laboratorium sehingga kegiatan praktikum penelitian dan kegiatan pengabdian pada masyarakat dapat berjalan secara maksimal dan lancar. Proses pembuatan peralatan distilasi terdiri dari mesin las, gergaji listrik,gurinda sedangkan bahan yang digunakan tungku pengodokan kapasitas 5 liter yang berupa panci presto, yang pada tutupnya di buat lobang untuk dipasang pipa stainless berbentuk L yang berfungsi untuk penyalur uap dari tunggku dengan diameter 2 inci dengan panjang 40 cm, kemudian drum yang sudah disiapkan di buat lobang segi empat bagian tengahnya dengan ukuran 20 x15 cm, selanjutnya buat lubang ditengah antara ujung kiri kanan drum dengan ukuran 2 inci,setelah itu potong pipa stainless sesuai kebutuhan yaitu dengan ukuran panjang 125 cm, dengan diameter 2 inci dan masukkan pipa stainless tersebut kedalam lubang kanan kiri drum yang sudah di lubangi hingga tembus kemudian dilakukan pengelasan pada kedua ujungnya. selanjutnya buat lubang pada drum dan disambung dengan pipa stainlessuntuk saluran sirkulasi air pendingin pada drum sehingga air yang ada akan tetap dingin danterjadi pendinginan yang sempurna dengan pompa air tersebut. Dari hasil pengujian peralatan distilasi menunjukkan pada 5 liter asap cair grade 3 setelah dilakukan distilasi menghasilkan rendemen asap cair grade 2 sebanyak 90,4% atau 4,520 ml. Sedangkan asap cair grade 2 sebanyak 4,520 ml menghasilkan rendemen asap cair grade 1 sebanyak 90,7% atau 4,100 ml. Untuk hasil asap cair grade 1 sangat baik dan warnanya bening dan sudah sesuai dengan standart SNI. 
Pembuatan Jig pengasah Pahat Bubut dengan Memanfaatkan Motor Pompa Air Basuki Rachmat
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.40963

Abstract

Alat bantu untuk mengasah alat potong (pahat bubut HSS) diperlukan guna memperlancar berjalannya praktik proses manufaktur ketika pahat sudah aus. Untuk efisiensi dan memanfaatkan peralatan yang dimiliki Laboratorium maka pembuatan dudukan jig pengasah alat potong dibuat menggunakan mesin bubut maximat emco V13, mesin milling emco F3, dan mesin las listrik. batu gerinda yang dihubungkan dengan motor pompa Air (yang telah dimodivikasi) digunakan dalam mengasah alat potong. Pengasahan pahat akan disesuaikan dengan teori yang ada dan hasil alat potong iris yang diasah akan dibandingkan dengan berbagai variasi kecepatan potong (feedrate) kemudian didapatkan data kekasaran permukaan benda dalam proses manufaktur material aluminum cor.Hasil perbandingan uji kekasaran yang didapat ditampilkan dalam grafik print dari mesin uji ataupun input data ke Excel, apabila terjadi penyimpangan yang tipis dengan pahat bubut yang diasah oleh pabrikan (pahat baru) maka bisa dijadikan indikasi keberhasilan pembuatan alat bantu pengasah yang berarti terjadi penghematan waktu dan biaya.
Penanganan Air Limbah Cucian Alat Gelas Laboratorium dengan Metode Spektrofotometri Menggunakan Pereaksi Biru Metilen Padya Sumarwanto; Yuni Hartati
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.40964

Abstract

Limbah cucian alat gelas laboratorium merupakan salah satu limbah yang dapat mencemari lingkungan dan berdampak buruk bagi manusia. Komponen limbah cucian alat gelas laboratorium yang paling utama adalah deterjen dengan bahan aktifnya surfaktan. Dampak lingkungan dengan adanya limbah surfaktan yang di atas ambang maksimal akan berakibat rusaknya air tanah yang akan berimbas pada kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar surfaktan dalam air limbah cucian alat gelas laboratorium, dalam jumlah limbah 10 liter perhari. Sampel terdiri dari air limbah bilasan pertama dan air limbah bilasan kedua. Metode penelitian adalah spektrofotometri sinar tampak dengan menggunakan pereaksi biru metilen yang dilanjutkan dengan ekstraksi menggunakan kloroform. Penghitungan kadar didasarkan pada persamaan kurva baku yaitu hubungan absorbansi dari seri konsentrasi larutan standar surfaktan yang berupa dodesil benzene sulfonate (DBS). Hasil pengukuran absorbansi sampel dan perhitungan konsentrasi didapat kadar DBS dari air bilasan pertama adalah 31,3449 + 0,2993 ppm, sedangkan air bilasan kedua adalah 8,98645 + 0,775484 ppm, yang telah melebihi ambang batas maksimal yang diijinkan, yaitu 200 ug/L (Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001). Kesimpulannya penggunaan deterjen untuk mencuci alat gelas dalam laboratorium bisa diminimalkan dengan mengganti dengan mengganti larutan pencuci yang lebih ramah lingkungan.
Pengaruh Penambahan Serum Dan Lama Waktu Inkubasi Lateks Terhadap Aktivitas Fagositosis Makrofag Tikus Sprague Dawley (SD) Dalam Menunjang Kegiatan Penelitian Istini Istini; Budi Santoso
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.40965

Abstract

Fagositosis makrofag peritoneal dari hewan coba merupakan salah satu penelitian yang berkaitan dengan sistem imun tubuh. Fagositosis merupakan reaksi makrofag memfagosit/memakan lateks, tetapi reaksi tersebut kadang terkendala karena lateks tidak difagosit oleh makrofag. Perlu penambahan serum normal dari hewan coba bersangkutan, namun waktu inkubasi masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serum pada lateks dan lama waktu inkubasi sehingga terjadi reaksi fagositosis yang optimal untuk selanjutnya dapat dipakai peneliti sebagai patokan dalam bekerja. Waktu inkubasi menggunakan 5 perlakuan : (1) makrofag + lateks tanpa serum inkubasi 60 menit, (2) makrofag + lateks + serum inkubasi 60 menit, (3) makrofag + lateks + serum inkubasi 45 menit, (4) makrofag + lateks + serum inkubasi 30 menit, (5) makrofag + lateks + serum inkubasi 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penambahan lateks yang mengandung serum dan diinkubasi selama 60 menit dan 45 menit yaitu lateks yang difagosit oleh makrofag terlalu banyak, sedangkan untuk waktu inkubasi 30 menit dan 15 menit lateks yang difagosit makrofag tidak terlalu banyak. Kesimpulan: apabila penelitian fagositosis makrofag dari tikus Sprague Dawley(SD) dengan lateks mengalami kendala yaitu lateks tidak di fagosit oleh makrofag maka dapat ditambahkan serum pada lateks, sedangkan waktu inkubasi makrofag dengan lateks yang mengandung serum selama 15-30 menit
Penyaringan Metode Buchner Sebagai Alternatif Pengganti Penyaringan Sederhana Pada Percobaan Adsorpsi Dalam Pratikum Kimia Fisika Prastyo Prastyo; Ani Sri Rahayoe
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.40966

Abstract

Penyaringan merupakan pemisahan fisik antara cairan dan padatan dalam campuran. Selain menggunakan gravitasi untuk memaksa cairan melewati medium septum dapat pula digunakan gaya pendorong dengan vakum. Pada percobaan adsorpsi dalam praktikum kimia fisika masih menggunakan penyaringan sederhana. Metode ini memerlukan waktu lama dan filtrat secara visual belum jernih. Hal tersebut memunculkan ide penggunaan metode Buchner sebagai alternatif untuk mendukung pelaksanaan praktikum yang lebih efisien. Telah diujicobakan metode Buchner dengan vakum pompa dengan power ¼ HP, voltage 220V/50Hz, Model RS-1 (BVP), metode Buchner dengan vakum air kran (BVAK), dan metode penyaringan sederhana sebagai pembanding. Suspensi yang digunakan adalah 2 gram zeolit dimasukan kedalam erlenmeyer 250 ml berisi larutan 35 ml asam asetat 1 N, penyaringan dengan kertas saring whatman. Hasil proses penyaringan metode BVP memerlukan waktu berkisar 2,33-3 menit (paling cepat) dengan filtrat jernih; proses penyaringan metode BVAK memerlukan waktu antara 3,5-4,25 menit dengan filtrat jernih; dan waktu penyaringan sederhana memerlukan waktu antara 9,5-11 menit dengan filtrat masih keruh. Mempertimbangkan waktu dan filtrat maka metode Buchner dengan vakum pompa (BVP) maupun dengan vakum air kran (BVAK) dapat digunakan sebagai alternatif pengganti metode penyaringan pada percobaan adsorpsi dalam praktikum kimia fisika.
Rancang Bangun Sistem Informasi Layanan Analisis Sampel Berbasis Android Pada Laboratorium Fisika Unnes Rodhotul Muttaqin; Natalia Erna S.; David Mubarok
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.40967

Abstract

Laboratorium Fisika telah memiliki layanan analisis sampel untuk beberapa jenis pengujian seperti analisis struktur kristal, analisis morfologi permukaan sampel, analisis gugus fungsi sampel dan lain-lain. Proses layanan pengujian sampel selama ini masih menggunakan berkas-berkas fisik berupa form kertas yang harus ditulis untuk mengajukan pengujian sampel. Berkas-berkas fisik ini rentan hilang atau tercecer sehingga dipandang kurang efektif dan tidak sejalan dengan kebijakan Unnes yang mengedepankan konservasi dan meminimalkan penggunaan kertas (paperless). Sistem informasi layanan pengujian sampel online memberikan kemudahan dalam mengakses informasi secara realtime mengenai status proses pengerjaan sampel melalui aplikasi android yang dikembangkan. Pada penelitian ini dilakukan kegiatan rancang bangun sistem informasi layanan analisis sampel berbasis android pada Laboratorium Fisika Unnes. Sistem informasi berbasis website dikembangkan dengan framework Code Igniter versi 3 dan MySQL sebagai sistem basis data (database). Aplikasi android dikembangkan dengan menggunakan Software Opensource berupa Android studio dari Google. Metode yang digunakan adalah metode waterfall. Pengujian yang dilakukan pada sistem adalah dengan menggunakan alpha test dan beta test. Hasil pengujian menunjukkan sistem dapat diimplementasikan dengan baik sehingga sistem dapat berjalan sesuai kebutuhan.
Pemanfaatan Oasis Basah Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Media Konvensional Pada Pencangkokan Tanaman Mangga (Mangifera indica, L) di Laboratorium Tanaman Ujang Tri Cahyono; Muhammad Hasan
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.40968

Abstract

Salah satu kegiatan laboratorium tanaman adalah untuk meneliti mengenai pengelolaan tanaman hortikultura agar didapatkan tanaman yang bersifat unggul dan cepat berproduksi. Ketersediaan bibit berkualitas merupakan salah satu kendala dalam meningkatkan hasil dan kualitas buah mangga. Dalam hal untuk mendapatkan tanaman mangga yang berproduksi lebih cepat dan menghasilkan buah yang berkualitas serupa dengan tanaman induknya. Maka perbanyakan vegetatif melalui cangkok merupakan salah satu alternatifnya. Mencangkok merupakan salah satu teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang pembentukan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase keberhasilan pencangkokan tanaman mangga menggunakan media oasis basah, mengetahui efektifitas penggunaan oasis basah sebagai pengganti media konvensional. Penelitian ini terdiri dari 2 perlakuan dengan jumlah 15 cangkokan pada masing-masing perlakuan, sehingga didapatkan jumlah populasi 30 cangkokan. Perlakuan terdiri dari: (Co) perlakuan cangkok dengan menggunakan media konvensional; (C1) perlakuan cangkok dengan menggunakan media oasis basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keberhasilan cangkokan tanaman mangga menggunakan media oasis basah sama dengan penggunaan media konvensional. Kajian ini dapat memberikan sebuah solusi alternatif bahwa media oasis basah dapat dijadikan sebagai bahan pengganti media konvensional dalam kegiatan praktikum pencangkokan tanaman.
Pengaruh Waktu Distilasi Minyak Biji Pala (Myristica fragrans) dengan Metode Distilasi Uap dan Identifikasi Komponen Kimiawi Rini Astuti
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i2.44741

Abstract

Tanaman Pala (Myristica fragrans) adalah tanaman asli Indonesia. Indonesia merupakan negara pengekspor biji dan fuli terbesar di dunia. Biji Pala menghasilkan fixed oil 20-40% yang terdiri dari asam miristat, trimiristin dan gliserida dari asam laurat, stearat dan palmitat. Diperoleh kandungan minyak terbanyak pada lama distilasi 3 jam.Trimiristisin yang terkandung dalam biji pala mencapai 85% dan dimanfaatkan pada industri kosmetik. Minyak atsiri dari biji pala diperoleh dengan metode distilasi uap dan dianalisis komponen kimia minyak atsiri dengan metode GC-MS. . Dalam penelitian ini, lama waktu distilasi yang dilakukan adalah 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Diperoleh minyak 1ml , 1,5 ml dan 1,8 ml. Dari hasil penelitian diperoleh minyak atsiri yang terbanyak 1,8 ml pada waktu 3 jam lama distilasi uap dan  berwarna kuning jernih dan beraroma khas pala. Identifikasi komponen kimiawi dengan metode GC-MS menunjukkan minyak atsiri biji pala hasil isolasi mengandung Sabinene (42,76%), α-Pinene (3,61%), cyclobutane (15,01%), β Phelladrene (6,94%); Gamma Terpinene (5,41%), Terpinolene(1%); Terpineol-4 (4,98%), Safrene (4,12%); α Phellandrene (3,32%); Myristicin (0,95%).
Aplikasi Metode Aktivasi Fisika dan Aktivasi Kimia pada Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Kelapa (Cocos nucifera L) Farida Aryani
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i2.44743

Abstract

Kebutuhan arang aktif di Indonesia semakin meningkat, seiring dengan kemajuan teknologi dan industri  di tanah air. Kebutuhan yang meningkat ini harus didukung pula oleh peneliti dan pengusaha yang berkecimpung dibidang arang aktif agar dapat memproduksi arang aktif yang bermutu baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dalam rangka mengembangkan metode pembuatan arang aktif dilaboratorium maka dilakukan penelitian pembuatan arang aktif dengan menggunakan dua metode aktivasi  yaitu metode aktivaasi fisika dan metode aktivasi kimia.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui evektivitas dari metode aktivasi fisika dan kimia pada pembuatan arang aktif tempurung kelapa.  Aktivasi fisika dilakukan dengan pembakaran pada suhu 500° C selama 4 jam, sedang aktivasi kimia dilakukan dengan melakukan perendaman menggunakan larutan NaOH 0,2 N selama 18 jam.  Pengujian kualitas mengacu pada SNI 06-3730-1995 tentang syarat mutu dan pengujian arang aktif.  Hasil Analisis arang aktif metode aktifasi fisika diperoleh rendemen sebesar 86.7%, kadar abu 8,46%, kadar air 6,0%, kadar zat mudah menguap 37,12%, dan daya serap iodium sebesar 555,32mg/g. Metode aktifasi kimia menghasilkan rendemen sebesar 63,7%, kadar abu 0,75%, kadar air 3,6%, kadar zat mudah menguap 35,06%, dan daya serap iodium sebesar 317,25mg/g.
Optimasi Waktu Ekstraksi Lemak dengan Metode Soxhlet Menggunakan Perangkat Alat Mikro Soxhlet Pargiyanti Pargiyanti
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i2.44745

Abstract

Lemak dan minyak terdapat pada hampir semua jenis bahan pangan dan masing-masing mempunyai jumlah kandungan yang berbeda-beda. Oleh karena itu analisis kadar lemak suatu bahan pangan sangat penting dilakukan untuk menghitung kalori suatu bahan makanan. Penentuan kadar lemak menggunakan metode Soxhlet memerlukan waktu ekstraksi antara 4 sampai 6 jam untuk mencapai 5 - 6 sirkulasi. Pada penelitian ini analisis lemak menggunakan perangkat alat ekstraksi mikro soxhlet sehingga untuk mencapai 1 kali sirkulasi membutuhkan waktu yang lebih pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lama waktu ekstraksi sehingga analisis lemak dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Sampel yang dianalisis adalah jagung, kedelai dan wijen dengan variasi waktu ekstraksi selama 0,5; 1; 1,5; dan 2 jam, dibandingkan dengan 4 jam. Hasil menunjukkan bahwa analisa lemak sampel jagung memerlukan waktu selama 1 jam (3,62 ±0,05%), sampel kedelai memerlukan waktu 1,5 jam (19,40 ±0,11%) sedangkan untuk sampel wijen memerlukan waktu 2 jam (19,40 ±0,11%) untuk mendapatkan hasil yang sama dengan lama ekstraksi 4 jam. Lama ekstraksi lemak pada sampel bisa dilakukan selama 2 jam.