cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 91 Documents
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIDIO POWERPOINT TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA KONDISI PANDEMI COVID-19 KUSMIYATI KUSMIYATI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i1.10

Abstract

Dimasa pandemi Covid-19 dimana terjadi peningkatan jumlah kasus penyakit yang meluas di Indonesia, berdampak pada dunia pendidikan yang mengharuskan siswa belajar di rumah melalui pembelajaran jarak jauh (daring). Kendala yang dihadapi siswa pada saat pembelajaaran daring antara lain tidak bisa dengan cepat memahami materi pembelajaran seperti pembelajaran tatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan media vidio powerpoint terhadap peningkatan hasil belajar Biologi melalui pembelajaran daring terhadap siswa MAN 2 Banjarnegara kelas XII IPA-1 dimasa pandemi Covid-19. Penelitian ini bersifat kualititatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket, soal dan diskusi melalui WhatsApp Group yang dilakukan pada 44 siswa kelas XII IPA-1 MAN 2 Banjarnegara tahun pelajaran 2020/2021, dengan metode penelitian tindakan bidang pendidikan model Kemmis. Hasil penelitian terdapat 70,45% (31 siswa) yang menyatakan kesulitan belajar tanpa media, 0 % menyatakan mudah dan 29,54% (13 siswa) menyatakan sedang. Hasil nilai ulangan harian menunjukkan hasil ketuntasan dengan KKM 77 pada KD-1 88,63% (39 siswa) tuntas dan 21,37% (9 siswa) tidak tuntas, ulangan harian ke dua untuk KD-2 dengan KKM 70 diperoleh data 65,90% (29 siswa) tuntas dan 34,09% (15 siswa) tidak tuntas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran vidio powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar Biologi pada siswa kelas XII IPA-1 MAN 2 Banjarnegara di masa pandemi Covid-19.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA MTsN 1 BANTUL ASIH BUDIATI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i1.11

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa MTsN 1 Bantul. Penelitian ini berupa PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan dua pertemuan pada setiap siklusnya. Setiap siklus terdiri empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIE MTsN 1 Bantul yang berjumlah 31 siswa. Waktu penelitian pada bulan Februari-April 2020. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh selama tindakan dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan cara kategorisasi/penggolongan meliputi reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Akhir penelitian diperoleh data bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis hingga akhir siklus II mencapai jumlah melebihi atau sama dengan 76% , yang meliputi mengidentifikasi masalah 83%, menemukan penyebab peristiwa 81%, menilai dampak peristiwa 81%, memprediksikan dampak lanjut 76% dan merancang solusi menyelesaikan masalah 81%. Untuk hasil belajar mengalami peningkatan yang berarti dari pembelajaran sebelum tindakan hingga akhir siklus II, yaitu nilai rata-rata meningkat 18 point dari nilai 63 menjadi 81, dan jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat 18 anak dari 6 menjadi 24.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IXB SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 7 BATANG TAHUN PELAJARAN 2019/2020 TERHADAP MATA PELAJARAN SENI BUDAYA MELALUI PENDEKATAN APRESIASI CHUCIK UBAIDAH
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i1.12

Abstract

Kita sering melihat dalam proses belajar-mengajar siswa seringkali kurang aktif, terutama dalam pembelajaran yang berhubungan dengan seni budaya. Mereka sering menyepelekan pelajaran seni budaya karena dianggap tidak menentukan kelulusan anak. Hasil pengamatan dan pengalaman selama mengajar di SMP Negeri 7 Batang, penulis merasakan bahwa kondisi seperti yang telah diungkapkan didepan benar-benar terjadi sehingga mata pelajaran seni budaya merupakan pelajaran pelengkap saja. Upaya yang penulis lakukan untuk mengatasi fenomena tersebut, melalui Motivasi belajar peserta didik, dimana siswa diberi motivasi dalam pembelajaran seni budaya dalam hal ini belajar membuat poster. Sehingga penulis mendapatkan hasil data dari penugasan siswa dari instumen prosedur dan unjuk kerja Siswa, pada Siklus 1 dengan mendapatkan ketuntasan belajar siswa mencapai 73,68%, pada Siklus 2 mendapatkan ketuntasan belajar siswa sebesar 84,21% dan pada Siklus 3 mendapatkan ketuntasan belajar siswa sebesar 92,11%. Dengan demikian dari hasil tersebut bahwa pembelajaran pendekatan apresiasi cukup efektif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dibandingkan dengan kondisi awal.
PENINGKATAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN dan KETERAMPILAN BERCERITA MELALUI METODE PAIRED STORYTELLING pada SISWA KELAS IX E MTs NEGERI 2 SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 QODARIANA FAUZIAH
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i1.13

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kemampuan bercerita siswa MTs N 2 Sragen dengan metode paired storytelling. Perolehan data bersumber dari informan, dokumen, dan proses pembelajaran. Pengumpulan data melalui analisis dokumen, observasi, wawancara, dan tes yang dianalisis dengan teknik deskriptif komparatif dan analisis kritis. Uji validitas data menggunakan review informan, trianggulasi sumber data, dan trianggulasi metode. Hasil penelitian yaitu kualitas proses pembelajaran mengalami peningkatan yang dari tiap siklusnya. Rata-rata nilai bercerita siswa mengalami peningkatan dari pratindakan sebesar 26,4 % menjadi 52,9% pada siklus I. Kemudian meningkat menjadi 73% pada siklus II. Metode paired storytelling dilakukan sebagai berikut: (1) guru meminta siswa menentukan pasangan; (2) guru membacakan cerpen dan meminta siswa untuk menyimak; (3) siswa menentukan urutan alur dan pesan moral dari cerpen; (4) siswa membuat ringkasan cerpen berdasarkan alur cerita; (5) siswa berlatih bercerita bersama pasangannya; (6) siswa tampil menceritakan cerpen dengan pasangannya.
PENGGUNAAN METODE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA SOFIANITA SOFIANITA
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui berbagai materi IPA yang terdiri dari getaran, gelombang dan bunyi. Peningkatan tersebut dilakukan dengan menggunakan model Student Teams-Achievment Divisions (STAD). Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri 1 Kudus, di mana subyek penelitian adalah siswa kelas VIII J MTs Negeri 1 Kudus tahun ajaran 2018/2019 sejumlah 32 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Deskriptif komparatif merupakan metode dalam menjelaskan data penelitian di mana dilakukan dengan cara membandingkan data dari kondisi awal, siklus I, siklus II dan siklus III yang terdiri dari aktifitas maupun hasil belajar pada siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran dengan menggunakan Student Teams-Achievment Divisions (STAD) cukup baik dalam upaya meningkatkan tingkat keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VIII J MTs Negeri 1 Kudus tahun pelajaran 2018/2019. Pada hasil siklus I menunjukkan bahwa tingkat keaktifan pada siswa masih cukup baik yang ditandai dengan hasil keaktifan sebesar 1,75. Pada siklus II tingkat keaktifan mengalami peningkatan dari 1,75 menjadi 2,28. Selanjutnya pada siklus III terdapat peningkatan keaktifan yang cukup signifikan dengan tingkat keberhasilan mencapai 2,9. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada siklus III dikatakan berhasil karena mempunyai nilai lebih besar dari 2,5. Sedangkan untuk peningkatan siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebesar 66 persen, siklus II sebesar 81 persen, dan siklus III sebesar 99,97 persen siswa tuntas belajar.
PENINGKATAN HASIL DAN PROSES BELAJAR IPA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA MENGGUNAKAN MODEL EKSPLORER ENVIRONMENT DAN EKSPERIMENT LEARNING BINTI NASHIROTUN
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i1.15

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) peningkatan hasil dan proses belajar IPA materi Sistem Ekskresi Manusia dengan Model eksplorer Environment dan eksperiment Learning (E3L). Penelitian dilaksanakan di MTs N 4 Klaten kelas 8E tahun pelajaran 2017/2018 dengan subyek penelitian guru IPA dan siswa kelas 8E yang terdiri dari 17 siswa dan 16 siswi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dan masing masing siklus terdiri dari 2 pertemuan , setiap pertemuan mempunyai empat tahap yaitu:(1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan tindakan, (3) tahap pengamatan, dan (4) tahap refleksi. Hasil penelitian dianalisis dengan teknik deskriptif analitik, yaitu dengan menganalisa perubahan hasil belajar dan proses belajar antara keadaan awal dengan siklus 1, menganalisa perubahan siklus 1 dan siklus 2 dan menganalisa perubahan keadaan awal dan siklus 2. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa: Penerapan model eksplorer environment dan eksperiment (E3L) dapat meningkatkan hasil belajar dan proses belajar IPA materi sistem eksresi manusia di kelas 8E MTs N 4 Klaten semester genap tahun pelajaran 2017/2018
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN DARING DI SMA KRISTEN 1 TOMOHON YANI PIETER PITOY
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i1.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penguatan pendidikan karakter diimplementasikan dalam LMS Edmodo serta meneliti bagaimana implementasi ini berdampak pada kehidupan peserta didik SMA Kristen 1 Tomohon. Penelitian ini menggunaan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei online dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penguatan Pendidikan Karakter dalam pembelajaran daring tetap dapat dilakukan dengan memanfaatkan Learning Management System. Implementasinya dapat dilakukan dengan memberikan pesan teks/gambar yang memuat pesan-pesan reliogitas atau pesan moral; (2) sebanyak 86% dari responden mengakui bahwa ada tindakan/perilaku yang diinspirasi dari pesan-pesan yang dikirimkan lewat LMS Edmodo;(3) pesan-pesan moral/reliogitas dalam bentuk gambar lebih disukai daripada hanya berbentuk teks; (4) semua responden memandang penting/sangat penting pesan-pesan bernuansa reliogitas/moral disampaikan dalam kegiatan pembelajaran.
METODE MAKE A MATCH DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VII MATERI KLASIFIKASI SISTEM 5 KINGDOM EVY ALDIYAH
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i1.4

Abstract

Pada pembelajaran materi Klasifikasi Sistem 5 Kingdom, banyak siswa menuturkan cukup merasa kesulitan memahami dan menghafalkan materinya, serta keaktifan siswa juga kurang maksimal. Dari permasalahan tersebut maka penulis mencoba mencari solusi dengan melakukan perubahan metode pembelajaran, diharapkan terjadi peningkatan terhadap keaktifan siswa selama proses pembelajaran materi tersebut dan hasil belajar siswapun meningkat. Metode pembelajaran kooperatif make a match dianggap sesuai dalam proses pembelajaran materi Klasifikasi Sistem 5 Kingdom. Tujuan penelitian ini untuk mencari solusi terhadap masalah pembelajaran siswa pada materi Klasfifikasi Sistem 5 Kingdom menggunakan pembelajaran kooperatif make a match serta meningkatkan motivasi belajar, keaktifan dan nilai hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Analisis Deskriptif, yang dilaksanakan pada 2 kelas paralel (7A dan 7C) dengan karakter siswa yang sama. Pada kelas sampel 7A dilakukan pembelajaran konvensional sementara pada kelas sampel 7C dilakukan kegiatan belajar dengan pendekatan make a match. Penelitian dilakukan selama 3 kali pertemuan sesuai dengan pemberian materi yang diagendakan. Pengumpulan data dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dengan 3 tahap yaitu observasi, evaluasi belajar berupa pos test, dan wawancara. Hasil yang diperoleh adalah terjadi peningkatan signifikan terhadap persentase nilai hasil belajar dan keaktifan siswa pada kelas sampel yang diberikan pembelajaran kooperatif metode make a match. Sementara kelas sampel yang tidak diberikan hanya sedkit menampakkan peningkatan. Disimpulkan bahwa ada pengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode make a match, peningkatan terjadi pada keaktifan dan hasil belajar siswa pada kelas yang diberikan pembelajaran dengan make a match dibandingkan siswa pada kelas yang diajar dengan metode konvensional.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS LAPORAN DALAM BENTUK KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS VIII A MTS NEGERI LUWU UTARA MELALUI PENERAPAN STRATEGI NEIGHBORHOOD WALK NOFITA JAYA
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i1.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa Kelas VIII A MTs Negeri Luwu Utara dalam menulis laporan dalam bentuk karangan deskripsi melalui strategi pembelajaran Neighborhood Walk. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A/ MTs Negeri Luwu Utara Semester ganjjil tahun pelajaran 2017/2018, yang berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan portofolio. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis dengan melalui tahap-tahap: (1) menelaah seluruh data, (2) mereduksi data, (3) menyajikan data, dan (4) menyimpulkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama laporan dalam bentuk karangan deskripsi yang dibuat siswa hanya 5 (23,8%) siswa yang mencapai nilai KKM (60), sedangkan 16 (76,2%) siswa nilainya masih berada di bawah nilai KKM. Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus kedua, hasil penilaian tulisan siswa menunjukkan bahwa hanya 1 (4,76%) siswa yang nilainya tidak mencapai nilai KKM. Sedangkan 20 (95,24%) siswa yang nilainya mencapai bahkan melampaui nilai KKM. Jadi, penerapan strategi Neighborhood Walk dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII A MTs Negeri Luwu Utara menulis laporan dalam bentuk karangan deskripsi.
PENGGUNAAN METODE MIND MAPING UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS VIII B SEMESTER II SMP NEGERI 1 BOJONGGENTENG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 NINA GANTINA KUSTIAN
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i1.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat pada siswa kelas VIII B SMPN 1 Bojonggenteng tahun Pelajaran 2017/2108 dengan menggunakan metode Mind Mapping. Metode penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII B SMPN 1 Bojonggenteng Tahun Pelajaran 2017/2018. Kemampuan mengemukakan pendapat siswa kelas VIII B SMPN I Bojonggenteng tahun pelajaran 2017/2018 mengalami peningkatan. Peningkatan yang cukup tinggi dicapai oleh siswa bernama Suhendi. Pada siklus I siswa tersebut hanya mendapat nilai 4 sedangkan pada siklus II mendapat nilai 8, dengan demikian presentase yang dicapai siswa tersebut adalah 100%. Sedangkan peningkatan paling rendah ditunjukkan oleh siswa yang bernama Agus Setiawan, pada siklus I siswa tersebut mendapat nilai 11 sedangkan pada siklus II mendapat nilai 12. Dengan demikian siswa tersebut mendapat presentase kenaikan sebesar 9%.Dengan memperhatikan tentang kinerja siswa maka kemampuan mengemukakan pendapat pada siswa kelas VIII B SMPN I Bojonggenteng tahun pelajaran 2017/2018 semester II terjadi peningkatan 44,15%.Peningkatan itu terlihat pada waktu siklus II diadakan yaitu siswa menjawab dan mengajukan pendapat lebih tenang, suaranya dapat terdengar, lebih berani, tidak takut salah, tidak grogi, tidak takut ditertawakan teman dan lebih percaya diri dalam menjawa pertanyaan atau mengemukakan pendapatnya.Dari data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa “Jika siswa diajak belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping maka kemampuan mengeluarkan pendapat akan meningkat

Page 1 of 10 | Total Record : 91