cover
Contact Name
Sudirman
Contact Email
p3m_plj@lp3i.id
Phone
+6282111388734
Journal Mail Official
p3m_plj@lp3i.id
Editorial Address
https://plj.ac.id/ojs/index.php/jrakt/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL LENTERA AKUNTANSI
ISSN : 23392991     EISSN : 27456978     DOI : 10.34127/jrakt
Core Subject : Economy, Science,
urnal Lentera Akuntansi (ISSN 2339-2991, E-ISSN 2745-6978) ini merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan dan studi pustaka di bidang disiplin ilmu akuntansi meliputi ilmu Ekonomi, Akuntansi, Perpajakan, Analisa Laporan Keuangan Terbit pada Mei dan November setiap tahunnya. Naskah dikirim kapan pun melalui online (Registrasi). Pengiriman naskah Desember s/d April akan diterbitkan dibulan Mei dan pengiriman naskah Juni s/d Oktober akan diterbitkan dibulan November.
Articles 73 Documents
AKUISISI INTERNAL DALAM TINJAUAN PASAR MODAL Bambang Hermanto
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol 1, No 1 (2013): JURNAL LENTERA AKUNTANSI
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.887 KB) | DOI: 10.34127/jrakt.v1i1.145

Abstract

Dalam strategi perusahaan (corporate strategy) untuk mendapatkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif akusisi dianggap sebagai salah satu komponen penting, dengan tujuan utama guna memaksimalkan kekayaan para pemegang saham. Akuisisi internal menguntungkan seluruh pemegang saham jika didalam akuisisi internal menciptakan nilai (creating value) bagi semua pemegang saham. Dalam konteks strategi perusahaan, akuisisi internal menguntungkan pemegang saham jika implementasi strategi perusahaan dapat dioptimalkan agar akuisisi internal dapat membawa hasil lebih baik dari pada tidak melakukan akuisisi internal. Secara prinsip akuisisi tidak berbeda dengan proyek investasi lain yang dijalankan perusahaan dalam rangka mengimplementasikan strateginya. Suatu proyek dinilai feasible jika kekayaan pemegang saham akan lebih tinggi dangan adanya proyek tersebut dibandingkan tanpa proyek, demikian juga criteria yang dipakai untuk menilai kelayakan suatu akuisisi internal. Dalam suatu investasi harus memperhitungkan opportunity cost dari dana yang dipergunakan untuk melakukan investigasi yang feasible jika memberikan rate of return lebih tinggi daripada opportunity cost atau cost of capital-nya, dalam perhitungan Net Present Value (NPV) tercermin sebagai discount rate yang digunakan. Opportunity cost dari dana yang dipakai untuk melakukan akuisisi internal adalah required rate of return tertinggi dari alternative-alternatif investasi yang memiliki resiko setara dengan investasi lewat akuisisi internal. Tingkat suku bunga deposito menurut peneliti terlalu rendah jika dipakai sebagai pembanding opportunity cost dari dana untuk akusisi internal, karena resiko akuisisi internal jelas lebih tinggi daripada mendepositokan uang. Jadi hendaknya dipahami bahwa opportunity cost dari sejumlah uang tidak ditentukan dari mana uang itu berasal, tapi kemana uang itu digunakan. Keyword : Saham, Akuisisi,Strategi Perusahaan dan Opportunity Cost
PENGARUH ASIMETRI INFORMASI, TINGKAT LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN INDEKS LQ-45 DI BURSA EFEK INDONESIA Featy Octaviany
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol 1, No 1 (2013): JURNAL LENTERA AKUNTANSI
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.142 KB) | DOI: 10.34127/jrakt.v1i1.146

Abstract

The purpose of this research is to test the asymmetry of information variable, levels of leverage, and the company size that are expected to affect earnings management in annual reporting companies included in the LQ-45 firms in Indonesia Stock Exchange. The population data in this research is consists of 78 companies, while the sample data that is used is 26 companies that includes LQ-45 index in the period February 2008 to January 2011 using annual reports from each company for the fiscal year 2008 to 2010. Data were analyzed by using the classical assumption test and multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that the asymmetry of information variable and the company size variable had no significant effect on earning management in corporate annual reports. This is proved by the Significant Value of the asymmetry of information variable is 0,129 and the correlation coefficient is -0,183 that shows that the asymmetry of information variable has a weak relation with the earnings management. While the company size variable had a Significant Value about 0,069, and the correlation coefficient is -0,138 that shows that the company size variable  has a weak relation with the earnings management. The two variables had a greater value than the significant level. While levels of leverage variabel indicates that this variabel had significant effect on earnings management in corporate annual reports. This is proved by the Significant Value of levels of leverage variable is 0,000 which is below than the significant level and the correlation coefficient is 0,509 that shows that levels of leverage variable has enough strong relation with the earnings management. It can be concluded that the companies included in the LQ-45 never had done earning management in their company although there is the asymmetry of information, and also had no significant effect to the size of the company that included in the LQ-45 so that the two factors used in this study does not significantly affect earning management in annual reporting. Meanwhile, level of leverage can affect earning management in annual reporting because sometimes a company that has a high levels of leverage usually do earning management by increasing or decreasing the profit of the company compare to the company that has a low levels Of leverage. Keywords: information asymetry, level of leverage, size of the company, earning management
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PT NIPPON INDOSARI CORPINDO TBK ( DITINJAU DARI LIKUIDITAS, SOLVABILITAS & PROFITABILITAS ) Muhammad Setiadi Hartoko
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol 1, No 1 (2013): JURNAL LENTERA AKUNTANSI
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.023 KB) | DOI: 10.34127/jrakt.v1i1.147

Abstract

Aims of this study are to analyse the financial performance of PT Nippon Indosari Corpindo Tbk In Bekasi, West Java in paying short-term liabilities by using the ratio of liquidity, to assess financial performance of PT Nippon Indosari Corpindo Tbk In Bekasi, West Java in accomplishing debts if the company got liquidated by using the ratio of solvency, and to analyse its performance in generating profits by using the ratio of profitability. Tools of analysis used to assess company's financial performance are the ratio of liquidity, the ratio of solvency and the ratio of profitability. Analysing PT Nippon Indosari Corpindo Tbk In Bekasi, West Java by using the ratio of liquidity has shown that current ratio and Cash Ratio indicates that the company has owned a poor-managed performance since it still has disability to pay its current liabilities by using current assets possessed. According to the ratio of solvency, Increase of ratio of Total Debt to Total Assets and Total Debt to Equity shows that the company has managed poor for it can cover its debts by managing its assets. By looking at analysis of the ratio of profitability, Return on Assets and Return on Equity is decline in each year points out a poor performance of the company. Even though its profit has increased year by year but it is not comparable to the larger assets for the company does not maximize in making profit. Keywords: Ratio of liquidity, ratio of solvency, ratio of profitability.
ANALISIS PENERAPAN SPT MASA PPN DAN HUBUNGANNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PT. DUTA FIRZA Darmansyah Darmansyah; Hafifa Hafifa
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol 1, No 1 (2013): JURNAL LENTERA AKUNTANSI
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364 KB) | DOI: 10.34127/jrakt.v1i1.148

Abstract

Pajak merupakan salah satu pendapatan yang utama di Indonesia yang sangat penting peranannya bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Untuk membiayai kegiatan dan kebutuhan negara, maka pemerintah memerlukan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Oleh karena itu, salah satu cara untuk membiayai kebutuhan negara diperlukan sumber dana yang bersifat rutin yaitu dengan menggali sumber dana yang berasal dari dalam negeri berupa pajak. Untuk itu, pemerintah memberikan suatu peraturan guna meningkatkan penerimaan negara melalui pajak, salah satunya adalah melalui Pajak Pertambahan Nilai.Sistem pemungutan pajak yang dianut Indonesia saat ini adalah self assessment system. Dengan sistem pemungutan pajak self assessment yang berarti perhitungan sendiri pajak yang terutang oleh wajib pajak, maka pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada wajib pajak untuk memperhitungkan, menyetor, dan melaporkan kewajiban perpajakannya. Dari berbagai jenis pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan salah satu jenis pajak yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang cukup besar bagi penerimaan negara.PPNmerupakan jenis penerimaan pajak yang didasarkan pada Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai yang terbaru yaitu Undang-Undang No.42 tahun 2009. Oleh karena itu, setiap wajib pajak diwajibkan untuk mencatat seluruh jumlah harga perolehan dan penyerahan Barang dan Jasa Kena Pajak setiap bulannya. Keyword : Pajak, Pajak Pertambahan Nilai, Wajib Pajak dan Penerimaan Negara
IMPLEMENTASI PEMBIAYAAN MUDHARABAHMUQAYYADAH DAN PEMBIAYAAN MUDHARABAH MUTLAQOH PADA BMT TA’AWUN Lasimun Lasimun; Maryam Jamilah
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol 1, No 1 (2013): JURNAL LENTERA AKUNTANSI
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.084 KB) | DOI: 10.34127/jrakt.v1i1.149

Abstract

Pada dasarnya BMT (Baitul Maal wa Tamwil) tidak mengenal pinjaman uang tetapi yang ada adalah kemitraan atau kerja sama dengan prinsip bagi hasil, halinimerupakan sesuatu yang menarik untuk diteliti mengingat maraknya perbankan yang menjalankan operasinya dengan peminjaman uang yang menggunakan sistem bunga. Sementara peminjaman uang pada BMT hanya dimungkinkan untuk tujuan sosial tanpa ada imbalan apapun. Produk pembiayaan syariah berupa bagi hasil dikembangkan dalam produk mudharabah dan musyarakah, sedangkan dalam bentuk jual beli adalah murabahah, salam, dan istishna, serta dalam sewa yakni ijarah dan ijarah muntahia  bittamlik.Kenyataan didunia maupun diIndonesia, produk pembiayaan masih didominasi oleh produk pembiayaan jual beli.Secara Internal, kalangan perbankan belum memahami secara baik tentang konsep dan praktek bagi hasil, karena syarat resiko utamanya yang berkaitandengan pelanggan. Alasan ini muncul disebabkan oleh faktor eksternal bank, yaitu kondisi masyarakat pengguna jasa pembiayaan bagi hasil, kondisi yang dimaksud adalah keadaan tingkat kejujuran dan amanah masyarakat dalam menjalankan pembiayaan bagi hasil.Pada prinsipnya,dalam pembiayaan mudharabah tidak ada jaminan, namun agar mudharibtidak melakukan penyimpangan, Lembaga Keuangan Syariah(LKS)dapat meminta jaminan dari mudharib atau pihak ketiga. Jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila mudharib terbukti melakukan pelanggaran terhadap hal-halyang telah disepakati bersama dalam akad.Dalam penelitian ini dibahas tentang “ImplementasiPembiayaanMudharabah Muqayyadah dan PembiayaanMudharabah Mutlaqoh pada BMT Ta’awun” pada kantor pusatnya di Cipulir.Key word : Pinjaman Uang, Jaminan, Pembiayaan Mudharabah Muqayyadah dan Pembiayaan Mudharabah Mutlaqoh
ANALISA RASIO LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT PENILAIAN KESEHATAN PERUSAHAAN PADA PT. BENS PROMOSINDO JAKARTA Hamizar Hamizar; Dewi Susanti
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol 1, No 1 (2013): JURNAL LENTERA AKUNTANSI
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.287 KB) | DOI: 10.34127/jrakt.v1i1.150

Abstract

Dalam perekonomian modern laporan keuangan sudah merupakan media   penting dalam proses pengambilan keputusan ekonomis. Laporan keuangan  yang  diterbitkan perusahaan merupakan  salah satu sumber informasi mengenai posisi keuangan perusahaan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang sangat berguna untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat. Agar informasi yang disajikan menjadi lebih bermanfaat maka datakeuangan harus di konfersi menjadi informasi yang lebih berguna dalam pengambilan keputusan ekonomis. Model yang sering digunakan dalam melakukan analisis tersebut adalah dalam bentuk rasio-rasio keuangan. Oleh karena itu, laporan  keuangan merupakan hal yang penting dalam suatu organisasi.Disamping itu, manajemen dalam sebuah perusahaan harus dapat mengetahui sejauh mana kondisi keuangan perusahaannya saat ini.Suatu laporan keuangan harus bisa menjadi informasi kerena sangat penting dalam menilai kondisi perusahaan. Analisa yang dilakukan bias dengan cara membandingkan setiap periode ataupun setiap tahun. Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang sangat penting yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi perusahaan. Dengan melakukan analisa laporan keuangan, informasi yang ada dalam laporan keuangan akan menjadi lebih transparan, akurat, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan secara tepat.Keyword : Analisa, Rasio, Laporan Keuangan, dan Kehesatan Perusahaan
ANALISA RASIO LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS TAHUN 2009 – 2010 PADA PT KHARISMA GEOPHYSICAL BUMIPUTRA JAKARTA Rudy Supriyanto; Watiah Watiah
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol 1, No 1 (2013): JURNAL LENTERA AKUNTANSI
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.932 KB) | DOI: 10.34127/jrakt.v1i1.151

Abstract

Seorang manager keuangan atau pihak-pihak lain yang berkepentingan juga ingin mengetahui sejauh mana kondisi keuangan perusahaannya. Adapun kinerja perusahaan dapat di ukur dengan melakukan analisa terhadap laporan keuangan. Kemudian pihak manajemen yang berkepentingan dalam perusahaan tersebut dapat melanjutkan langkah berikutnya dengan mengaju pada hasil analisa laporan keuangan tersebut sehingga pihak manajemen tidak akan  salah dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan aktifitas operasional perusahaan umumnya ingin memperoleh laba yang maksimal, supaya tujuan tersebut dapat tercapai maka perusahaan harus dikelola dengan baik, salah satu aspek pengelolanya dengan melakukan pencatatan dalam suatu sistem pembukuan yaitu akuntansi.Analisa ini hanya dapat di lakukan jika data akuntansi dan laporan keuangan telah tersedia. Begitu juga halnya, aspek keuangan selalu penting bagi setiap organisasi bisnis yang bertujuan memperoleh laba, tentu saja sangat perlu mendalami berbagai masalah keuangan yang ada dalam perusahaannya dan mengelolanya dengan baik oleh internal perusahaan sendiri. Pihak eksternal perusahaan seperti kreditor, para investor, maupun pemerintah (pajak). Key word : Analisa Rasio, Likuiditas, Laporan Keuangan dan Aspek Keungan
PENERAPAN METODE PENYUSUTAN GARIS LURUS PADA AKTIVA TETAP BERWUJUD DI BALAI BESAR PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN (BP3IP) Enggun Gunawan; Irmawati Irmawati
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol 1, No 1 (2013): JURNAL LENTERA AKUNTANSI
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.401 KB) | DOI: 10.34127/jrakt.v1i1.152

Abstract

Setiap perusahaan didirikan untuk mendapatkan keuntungan (profit)semaksimal mungkin, sehingga dapat memperluas jaringan usaha yang dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya.Untuk itu diperlukan adanya metode penilaian dan pencatatan yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka mengelola segala aktivitas perusahaan.Setiap perusahaan memiliki aktiva tetap yang berwujud maupun tidak berwujud karena aktiva merupakan modal terpenting dalam suatu perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya seperti tanah, bangunan/gedung, peralatan kantor, mesin, kendaraan serta alat yang mendukung kegiatan perusahaan. Sebagai alat yang dapat mendukung suatu kegiatan perusahaan aktiva tetap biasanya memiliki masa pemakaian yang cukup lama, sehingga biasa diharapkan dapat memberi manfaat bagi perusahaan selama bertahun-tahun.Namun demikian, manfaat yang diberikan aktiva tetap umumnya semakin lama semakin menurun karena pemakaiannya terus–menerus sehingga menyebabkan terjadinya penyusutan (Depreciation).Penyusutan biasanya dicatat pada akhir tahun dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Penyusutan ini dalam aktiva tetap ini akan membahas tentang penggolongan aktiva tetap, perolehan aktiva tetap, metode penyusutan aktiva tetap dan pencatatan beban penyusutan aktiva tetap. Keyword :Aktiva Tetap, Penyusutan, Laporan Keuangan, dan Aktivitas Perusahaan
ANALISA RASIO PROFITABILITAS PADA KOPERASI AXA Minanari Minanari; Anis Yuli Susanti
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol 1, No 1 (2013): JURNAL LENTERA AKUNTANSI
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.928 KB) | DOI: 10.34127/jrakt.v1i1.153

Abstract

Dengan berkembangnya zaman mempengaruhi berkembangnya koperasi dimana koperasi yang awalnya sebagai organisasi yang bersifat sosial kini berubah menjadi organisasi yang memberikan keuntungan bagi anggotanyaKoperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat 1. Dengan adanya penjelasan UUD 1945 pasal 33 ayat 1 koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional.Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi kemajuan kesejahteraan anggota. Maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsip – prinsip koperasi dan kaidah – kaidah ekonomi.Koperasi perlu dibina secara professional baik dalam bidang organisasi maupun dalam bidang mental dan usaha. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, koperasi tidak hanya dituntut untuk meningkatkan profitabilitas dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan anggotanya, tetapi juga harus mampu menjaga keberlangsungan usahanya sehingga dapat bertahan dalam persaingan.  Keyword : Promosi,  Koperasi, Keuangan, Profitabilitas dan Penjualan
EVALUASI PENYUSUTAN AKTIVA TETAP PADA PT. ADHIMIX PRECAST INDONESIA Litdia Litdia; Didi Suardi
JURNAL LENTERA AKUNTANSI Vol 1, No 1 (2013): JURNAL LENTERA AKUNTANSI
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.368 KB) | DOI: 10.34127/jrakt.v1i1.154

Abstract

Dalam sebuah badan usaha  baik formal maupun informal pada umumnya mempunyai motif yang sama yaitu mencari laba yang sebesar-besarnya dan mengeluarkan biaya yang sekecil-kecilnya. Oleh karena itu, setiap usaha dituntut untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan didirikannya sebuah usaha.Disetiap perusahaan pasti memiliki aktiva tetap, baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun dan memenuhi batasan materialitas biaya perolehan yang ditetapkan oleh perusahaan. Aktiva tetap tidak berwujud adalah harta tetap yang bersifat abstrak, yang tidak tertangkap dengan panca indera, terutama mata.Aktiva tetap mempunyai peranan yang sangat penting didalam kegiatan operasi perusahaan. Aktiva tetap digunakan oleh perusahaan untuk jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, pembebanan aktiva tetap dicatat per periode pembukuan. Hal ini sangat perlu diperhatikan karena akan berpengaruh baik dalam perhitungan laba atau rugi maupun dalam neraca perusahaan. Adapun pencatatan pembebanannya dicatat pada akun beban penyusutan aktiva tetap. Keyword: Aktuva, Penyusutan, Perhitungan Laba dan Neraca Perusahaan.