cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 585 Documents
Pengaruh Konsumsi Aspartam terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan gangguan Toleransi Glukosa pada Tikus Galur Wistar ., Joshua Alvin Ariadi
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2a (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.311 KB)

Abstract

Latar Belakang. Aspartam merupakan salah satu dari non-caloric artificial sweetener (NAS) yang banyak digunakan dalam produk pangan. Aspartam banyak digunakan karena sifatnya yang rendah kalori, sehingga orang-orang dengan diabetes sering menggunakan aspartam. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aspartam dapat menyebabkan peningkatan glukosa darah puasa dan intoleransi glukosa. Metode.  Tikus dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok akuades, kelompok glukosa dan kelompok aspartam. Setiap perlakuan dilakukan selama 5 minggu. Pada akhir perlakuan, darah tikus diambil untuk mengukur kadar glukosa darah puasa dan tes toleransi glukosa oral. Hasil pengukuran akan dianalisis dengan uji OneWay ANOVA. Hasil.  Tidak terdapat perbedaan bermakna pada kadar glukosa darah puasa dan hasil tes toleransi glukosa oralantara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kesimpulan.  Konsumsi aspartam tidak menyebabkan peningkatan bermakna pada kadar glukosa darah puasa dan tes toleransi glukosa oral pada tikus galur wistar.  Kata Kunci: Aspartam, Kadar Glukosa Darah Puasa, Tes Toleransi Glukosa Oral
Efektivitas Ekstrak Akar Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) sebagai Antimalaria terhadap Jumlah Neutrofil dalam Darah Mencit (Mus musculus) yang diinfeksi Plasmodium berghei ., Pamela Rita Sari
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3b (2019): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.204 KB)

Abstract

Latar Belakang. Malaria masih menjadi masalah utama kesehatan penduduk dunia. Neutrofil berperan membantu membunuh parasit dengan cara memfagosit. Akar Pandanus amaryllifolius Roxb. memiliki senyawa yang dapat bekerja sebagai antimalaria. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan metode complete randomized design. Sampel yang digunakan sebanyak 5 kelompok diinfeksi malaria dengan Plasmodium berghei dan satu kelompok lain sebagai kelompok normal. Tiga kelompok diberi ekstrak metanol pandan wangi masing-masing dengan konsentrasi 6,5%, 13%, dan 26%, kelompok kontrol positif diberi DHP, kelompok kontrol negatif diberi aquades, dan kelompok normal tidak diintervensi.Hasil. Kelompok konsentrasi 6,5%, 13%, dan 26% memiliki aktivitas antimalaria dan berpotensi sebagai imunomodulator terhadap neutrofil. Konsentrasi paling efektif adalah 26% dengan tingkat korelasi antara tingkat parasitemia dan jumlah neutrofil (p = 0,037). Kesimpulan. Ekstrak akar pandan wangi memiliki aktivitas antimalaria paling baik pada konsentrasi 26% yang ditandai adanya penurunan jumlah parasitemia dan peningkatan neutrofil. Kata Kunci: Antimalaria, Akar Pandan, Neutrofil, Plasmodium berghei
GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PURNAMA KOTA PONTIANAK PERIODE MARET – JUNI 2016 ., Pratiwi Siman
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.236 KB)

Abstract

Latar Belakang. Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit metabolikkronik yang ditandai dengan hiperglikemia sebagai akibat kerusakan /gangguan dari sekresi insulin, aktivitas insulin, atau karena keduanya.Hiperglikemia yang terjadi pada pasien dengan diabetes melitus dapatmenyebabkan komplikasi berupa penyakit serebrovaskuler, salah satunyaadalah gangguan kognitif. Gangguan kognitif menurunkan kualitas hidup danmenyebabkan maladapsi sosial pasien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui gambaran fungsi kognitif pada pasien diabetes melitus tipe 2 diPuskesmas Purnama Kota Pontianak. Metodologi. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif kategorik dengan metode potong lintang. Penelitiandilakukan di Puskesmas Purnama Kota Pontianak selama bulan Maret – Juni2016. Data diperoleh dari wawancara menggunakan kuesioner MoCA-Inauntuk pengukuran fungsi kognitif serta rekam medis pasien diabetes melitustipe 2. Sampel pada penelitian ini sebanyak 96 orang dengan variabel yangdiamati adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan danfungsi kognitif. Hasil. Pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki proporsiterbesar fungsi kognitif adalah pada fungsi kognitif terganggu sebanyak64,6% (62 orang), dan proporsi terkecil adalah pada fungsi kognitif normalyaitu sebanyak 35,4% (34 orang). Kesimpulan. Fungsi Kognitif pasien DMTipe 2 Rawat Jalan di Puskesmas Purnama Kota Pontianak sebagian besarmasuk dalam kategori Fungsi Kognitif Terganggu yaitu sebanyak 62 orangyang banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 50 –59 tahun dengan kelompok pendidikan terakhir perguruan tinggi, dengankadar gula darah tidak terkontol, pada IMT normal, lama menderita selama 5– 10 tahun, dan pada kelompok non hipertensi serta status bukan perokok.Kata kunci: diabetes melitus, fungsi kognitif, MoCA-Ina
Hubungan antara Kadar Glycosylated Hemoglobin (HbA1c) dan Angka Kejadian Sindrom Dispepsia pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 ., Diana Putri Lestari
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2b (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.719 KB)

Abstract

Latar belakang. Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Glycosylated Hemoglobin (HbA1c) merupakan salah satu cara untuk memantau kontrol kadar glukosa darah. Diabetes melitus yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi. Dispepsia merupakan suatu sindrom atau kumpulan beberapa gejala yang menyebabkan rasa tidak nyaman yang berasal dari daerah abdomen bagian atas yaitu berupa nyeri epigastrium, rasa terbakar di epigastrium, rasa penuh setelah makan, cepat kenyang, rasa kembung pada saluran cerna atas, mual, muntah dan sendawa. Metode. Rancangan penelitian analitik cross sectional. Sampel penelitian yang digunakan sebesar 77 penderita, yaitu penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Santo Antonius Kota Pontianak. Hasil. Hasil uji Fischer pada penelitian ini didapatkan nilai p=0,00. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dan angka kejadian sindrom dispepsia pada penderita diabetes melitus tipe 2. Kata kunci: HbA1c, Sindrom Dispepsia, Diabetes Melitus Tipe 2
Pengaruh Konsumsi Kombinasi Pemanis Buatan Siklamat dan Sakarin terhadap Kadar Glukosa Darah dan Toleransi Glukosa ., Feddy Setiady
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2a (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.597 KB)

Abstract

Latar Belakang. Pemanis buatan rendah kalori adalah salah satu dari zat aditif yang paling sering digunakan diseluruh dunia. Konsumsi pemanis buatan rendah kalori direkomendasikan pada penderita obesitas ataupun diabetes, meskipun data-data ilmiah yang mendukungnya tidak jelas dan kontroversial. Metode. Penelitian ini merupakan studi eksperimental pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar yang mendapat perlakuan mengkonsumsi pemanis buatan rendah kalori (Sakarin, Siklamat dan Kombinasi Sakarin dengan Siklamat) selama 5 minggu. Pada akhir perlakuan, darah tikus diambil untuk mengukur glukosa darah dengan glucose check unit. Hasil yang didapatkan dianalisis dengan uji statistik One-way ANOVA dilanjutkan dengan post hoc test. Hasil.  Hasil yang didapat menunjukkan perbedaan bermakna rerata glukosa darah puasa antara ketiga kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol, sedangkan perbedaan  area under the curve ditemui antar kelompok akuades dengan kelompok kombinasi sakarin dan siklamat. Kesimpulan.  Konsumsi kombinasi pemanis buatan rendah kalori sakarin dan siklamat menunjukkan peningkatan glukosa darah puasa dan nilai area under the curve test toleransi glukosa oral yang bermakna pada tikus galur wistar.
DETERMINAN TERJADINYA KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA REMAJA PUTRI DI PESANTREN DARUSSHOLAH DUA KECAMATAN PONTIANAK UTARA ., Virga Azzania Ashari
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Keputihan atau Fluor albus merupakan suatu gejala gangguanalat kelamin yang dialami oleh wanita, berupa keluarnya cairan putih kekuninganatau putih kelabu dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (dalam keadaannormal) namun bisa juga bersifat patologis (karena penyakit). Tujuan:Mengetahui determinan terjadinya keputihan patologis pada remaja putri diPesantren Darussholah Dua Kecamatan Pontianak Utara. Metodologi: Penelitiananalitik observasional dengan pendekatan rancangan penelitian jenis crosssectional.Jumlah sampel sebanyak 110 orang. Variabel bebas penelitian iniadalah pengetahuan, sikap dan perilaku vulva hygiene sedangkan variabelterikatnya adalah kejadian keputihan patologis pada remaja putri di PesantrenDarussholah Dua Kecamatan Pontianak Utara. Hasil: Sebanyak 51,8% subjekpenelitian memiliki pengetahuan yang buruk terhadap vulva hygiene dankeputihan. Sebanyak 52,7% subjek penelitian memiliki sikap buruk dalammenjaga vulva hygiene. Sebanyak 50,9% subjek penelitian memiliki perilaku yangburuk dalam menjaga vulva hygiene. Berdasarkan uji statistik yang telahdilakukan terdapat hubungan yang bermakna pada ketiga variabel dengan nilaip<0,05. Serta hasil statistika multivariat didapatkan bahwa perilaku memiliki OddRatio (OR) paling tinggi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan,sikap dan perilaku vulva hygiene terhadap kejadian keputihan patologis sertafaktor determinan terjadinya keputihan patologis pada remaja putri di PesantrenDarussholah Dua Kecamatan Pontianak Utara yaitu perilaku dalam menjaga vulvahygiene.Kata Kunci: Keputihan patologis, remaja putri, pengetahua, sikap, perilaku
Hubungan antara Nilai Hematokrit dan Early Neurological Deterioration pada Pasien Stroke Iskemik Akut ., Sarah Ersha Mutiari
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3a (2019): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.987 KB)

Abstract

Latar belakang. Stroke iskemik adalah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama disabilitas dan kematian di dunia. Nilai Hematokrit (Ht) memiliki peran pada proses hemokonsentrasi dan mempengaruhi tingkat keparahan stroke iskemik akibat berkurangnya aliran darah ke otak. Risiko kematian dan gangguan fungsional pada stroke iskemik terkait dengan Early Neurological Deterioration (END).  Early neurological deterioration (END) terjadi pada 10-40% stroke iskemik akut. END adalah penurunan skor Glasgow Coma Scale (GCS) ≥ 3 atau kematian dalam 72 jam setelah serangan stroke muncul. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang. Nilai Hematokrit yang diteliti adalah nilai Hematokrit saat masuk rumah sakit. Penilaian END berdasarkan skor GCS dalam 72 jam selama perawatan. Uji statistik dengan uji-t tidak berpasangan. Hasil. Dari 68 pasien yang dilibatkan pada penelitian, sebanyak 17 (25%) pasien mengalami END. Nilai hematokrit yang tinggi pada pasien dengan
UJI EFEK ANTIINFLAMASI KOMBINASI ASTAXANTHIN DAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) DENGAN PARAMETER 3 HITUNG JENIS NEUTROFIL APUS DARAH TEPI PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR ., Desra Aufar Alwafi
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.787 KB)

Abstract

Latar Belakang: Inflamasi merupakan suatu respon protektif yang munculakibat terjadinya cedera atau kerusakan jaringan yang berfungsimenghancurkan agen penyebab cedera. Respon inflamasi yangberlebihan dapat menimbulkan suatu penyakit. Terapi yang diberikanpada respon inflamasi masih menimbulkan beberapa efek samping yangberbahaya. Astaxanthin dan ekstrak etanol 70% daun sambiloto(Andrographis paniculata Nees) diketahui memiliki efek antiinflamasidiharapkan mampu menjadi alternatif terapi yang tidak menimbulkan efeksamping yang merugikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efek antiinflamasi kombinasi astaxanthin dan ekstrak etanol70% daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees). Metode: Penelitianini merupakan ekperimental murni dengan complete randomized design.30 ekor tikus putih galur Wistar sebagai hewan uji yang dibagi menjadi 5kelompok. Kelompok 1 diberikan kombinasi astaxanthin 0,108 mg/hari danekstrak ekstrak etanol 70% daun sambiloto 900 mg/kgBB/hari; kelompok 2diberikan kombinasi astaxanthin 0,216 mg/hari dan ekstrak ekstrak etanol70% daun sambiloto 900 mg/kgBB/hari; kelompok 3 diberikan kombinasiastaxanthin 0,432 mg/hari dan ekstrak ekstrak etanol 70% daun sambiloto900 mg/kgBB/hari; kelompok kontrol positif diberikan celecoxib 18mg/kgBB/hari; dan kelompok kontrol negatif diberikan CMC 1 mL.Kemudian dilakukan induksi inflamasi menggunakan karagenin 1 jamsetelah pemberian obat. Selanjutnya dilakukan pengambilan darah padavena lateralis ekor pada jam ke-0,4,8,12 untuk dihitung jumlah neutrofilsampel. Data kemduian diuji statistik menggunakan SPSS versi 23.0.Hasil: Terjadi penekanan rerata hitung jenis neutrofil yang signifikan (LSDp<0,05) pada jam ke-12 kelompok perlakuan 1 dan 2 yang setara dengankontrol positif, kelompok perlakuan 3 tidak menunjukkan perbedaan yangbermakna dengan kontrol negatif. Kesimpulan: Kombinasi astaxanthindengan dosis efektif 0,108 mg/hari dan ekstrak etanol 70% daunsambiloto 900 mg/KgBB memiliki efek antiinflamasi. Kata Kunci: Inflamasi, Astaxanthin, Ekstrak etanol 70% daun sambiloto, Neutrofil
PERBEDAAN PERTUMBUHAN BAYI USIA 3-6 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN YANG TIDAK DIBERI ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS GANG SEHAT KECAMATAN PONTIANAK SELATAN ., Destia Ayu Conita
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bayi usia 0-6 bulan dapat tumbuh dan berkembangsecara optimal dengan hanya mengandalkan asupan gizi Air Susu Ibu (ASI). Pemberian susu formula dan makanan pendamping ASI (MP-ASI)pada bayi berumur kurang dari 6 bulan kurang baik bagi pertumbuhan bayi. Tujuan: Menganalisis perbedaan pertumbuhan antara bayi usia 3-6 bulanyang diberi ASI eksklusif dan yang tidak diberi ASI eksklusif. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectionalyang dilakukan terhadap 44 bayi usia ?6 bulan di poli Gizi Puskesmas Gang Sehat Pontianak Selatan. Data diperoleh melalui kuesioner dan KartuMenuju Sehat (KMS) kemudian dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil: Rerata kenaikan berat badan per bulan bayi yangdiberi ASI eksklusif 0,44 0,03 kg sedangkan yang tidak diberi ASI eksklusif 0,62 0,03 kg dengan selisih rerata 0,18 kg. Hasil analisis statistikmenunjukkan terdapat perbedaan rerata bermakna dengan p<0,001. Adapun rerata kenaikan panjang badan per bulan bayi yang diberi ASIeksklusif 1,96 0,14 cm sedangkan yang tidak diberi ASI eksklusif 2,08 0,15 cm dengan selisih rerata 0,11 cm. Hasil analisis statistik menunjukkantidak terdapat perbedaan rerata bermakna dengan p=0,582(p>0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pertumbuhan berat badan antara bayiusia 3-6 bulan yang diberi ASI eksklusif dengan yang tidak diberi ASI eksklusif, tetapi tidak terdapat perbedaan pertumbuhan panjang badanantara keduanya. Kata kunci: ASI eksklusif, pertumbuhan
Karakterisasi Bakteri Gram Positif Endofit Tanaman Kunyit(Curcuma longa) yang Memiliki Kemampuan Quorum Quenching ., Hendi Rizaldi
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2a (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.079 KB)

Abstract

Latar Belakang. Quorum Sensing merupakan sistem komunikasi yang mengendalikan ekspresi berbagai gen dalam mengatur kepadatan sel. Terdapat cara dalam menghambat sistem QS ini, yaitu quorum quenching (QQ). Strategi yang dapat digunakan untuk menghambat sistem quorum sensing, yaitu quorum quenching. Metode. Bakteri Gram positif endofit diisolasi dan dimurnikan dari kunyit dengan metode cawan gores. Uji aktivitas quorum quenching dengan metode difusi cakram. Bakteri yang berpotensi dikarakterisasi morfologi koloni, morfologi sel, dan aktivitas biokimia. Hasil. Tujuh dari dua puluh satu bakteri endofit yang diisolasi dari Kunyit (Curcuma longa) merupakan bakteri Gram positif. Enam isolat bakteri gram positif endofit memiliki kemampuan quorum quenching yang ditandai dengan zona hambat warna berkisar antara 7 mm-19 mm. Isolat yang memiliki kemampuan quorum quenching paling besar yaitu isolat nomor 4, dari hasil identifikasi termasuk ke dalam genus Micrococcus sp. Kesimpulan. Bakteri gram positif endofit tanaman kunyit (Curcuma longa) yang berpotensi memiliki kemampuan quorum quenching merupakan genus Micrococcus sp. Kata Kunci: Quorum quenching, bakteri Gram positif endofit, Chromobacterium violaceum

Page 1 of 59 | Total Record : 585


Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 3b (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 3a (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 2b (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2a (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 4 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 3, No 4 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 4 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Publikasi Mahasiswa PSPD FK UNTAN Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura More Issue