cover
Contact Name
Saprizal Hadisaputra
Contact Email
rizal@unram.ac.id
Phone
+6287738066422
Journal Mail Official
pijarmipa@unram.ac.id
Editorial Address
Univesitas Mataram. Jalan Majapahit No 62 Mataram, Lombok, NTB. 83125. Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pijar MIPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19071744     EISSN : 24601500     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pijar MIPA (e-ISSN: 2460-1500 & p-ISSN: 1907-1744) is an open-access scientific periodical journal published by the Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA publishes original articles on current issues and trends in mathematics-science-science education studies. In addition, this journal addresses issues concerning environmental education and environmental science. The journal scopes are: a. Physics and Physics Education b. Chemistry and Chemistry Education c. Biology and Biology Education d. Natural Science and Science Education e. Mathematics and Mathematics Education f. Environmental and Environmental Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 506 Documents
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PEMECAHAN MASALAH BERBANTUAN JURNAL BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF Fathonah, Nurul; Ibnu, Suhadi; Suharti, Suharti
Jurnal Pijar Mipa Vol. 11 No. 1 (2016): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.515 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v11i1.1

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan metakognitif mahasiswa yang dibelajarkan dengan pemecahan masalah berbantuan jurnal belajar dengan tanpa bantuan jurnal belajar. Penelitian ini termasuk dalam eksperimen semu dengan menggunakan rancangan the matching only-Postest only control group design . Penelitian ini melibatkan dua kelas yaitu offering I sebagai kelas eksperimen dan offering G sebagai kelas kontrol. Kelas kontrol dibelajarkan dengan model pemecahan masalah dan kelas ekperimen dibelajarkan dengan model pemecahan masalah disertai penulisan jurnal jurnal belajar. Data pada penelitian ini adalah skor jurnal belajar dan lembar inventori metakognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pemecahan masalah disertai jurnal belajar  lebih tinggi daripada mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pemecahan masalah tanpa disertai jurnal belajar. Kata kunci :  pemecahan masalah, jurnal belajar,metakognitif. Abstract : The aim of this research is to find out whether the metacognitive ability of students involved in problem-solving based learning combined with learning journal is higher than that of the student in problem-solving without learning journal. This study employed a quasi-experimental by using the matching only-Postest only control group design. The population involved 2 (two) classes: offering I as an experiment group, and offering G as the control group. The control group was taught by problem-solving model, and the experiment group was taught by problem-solving augmented with learning journal. The measurements are learning journal scores and metacognitive awareness. The result shows metacognitive ability of students involved in problem-solving method combined with learning journal is higher than that of students involved in problem-solving without learning journal. Keyword: problem solving, learning journal, metacognitive
ELIMINASI GANGGUAN MATRIKS DALAM ANALISIS MERKURI HG SEBAGAI SENYAWA KOMPLEKS THIO MICHLER’S KETON SECARA SPEKTROFOTOMETRI Sukib, Sukib; Mutiah, Mutiah
Jurnal Pijar Mipa Vol. 11 No. 1 (2016): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.041 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v11i1.2

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penyusunan metode analisis merkuri melalui pembentukan senyawa kompleks dengan 4,4'-Bis(dimethylamino)thio-benzophenone TMK. Senyawa kompleks tersebut berwarna biru kehijauan yang dapat dideteksi dengan  spektrofoto-meter pada kondisi: lmax 574 nm;  pH 3; konsentrasi TMK 0,0002 M, dan waktu tunggu selama 4–10 menit. perbandingan volume pereaksi: Hg(II), bufer pH 3, TMK 0,002 M, H2O bebas ion adalah 1:1:1:7. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini telah memenuhi validitas, yaitu: linieritas 0,05–2,0 mg/L, limit deteksi 0,008 mg/L, dan % recovery antara 98% – 102%. Gangguan matriks akibat adanya ion–ion Au(III), Ag(I), Pd(II), Cu(II), Co(II), dan Fe(II) dapat dieliminasi dengan metode ekstraksi pelarut dan adisi standar. Metode adisi standar terbukti mampu memberikan data hasil pengukuran yang dapat dipercaya pada a 5%, yaitu untuk sampel buatan sebesar (0,053 ± 0,001) mg/L, air sungai (0,034 ± 0,004) mg/L, dan sedimen sebesar (4,172 ± 0,050) mg/kg. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi pelarut dan adisi standar mampu mengeliminasi gangguan matriks pada analisis merkuri sebagai kompleks Hg-TMK secara spektrofotometriKata kunci: Metode analisis merkuri, Thio Michler’s keton, eliminasi, gangguan matriks  Abstract. A research  of analysis method for determination of mercury through formation of complex with 4,4'-bis(dimethylamino)thiobenzophenone TMK has been conducted. The green blue complex compound can be detected with spectrophoto-meter in conditions: lmax 574 nm, buffer acetate pH 3, concentration of TMK 0,0002 M, and the absorbance of complex remains stable for 4–10 minutes. The formula of reagents volume for: Hg(II): buffer acetate pH 3: TMK 0,002 M : de-ionized water is 1:1:1:7. This method is valid, with parameters such as linearity 0.05–2.00 mg/L, limit of detection 0.008 mg/L, and recovery in the range 98%-102%. Matrix interferences that are caused by Au(III), Ag(I), Pd(II), Cu(II), Co(II), and Fe(III) ions can be eliminated with solvent extraction and standard addition methods. Standard addition method is able to give data of trusty measurement result at a 5%, that is for synthesis sample as (0.053 ±  0.001) mg/L, river water (0.034 ± 0.004) mg/L, and for sediment (4.172 ± 0.050) mg/kg. From the result of this research, it can be concluded that solvent extraction and standard addition methods are able to eliminated matrix interferences in mercury analysis as Hg-TMK complex spectrophotometrically 
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DASAR MAHASISWA PENDIDIKAN IPA Wijayanti, Astuti
Jurnal Pijar Mipa Vol. 11 No. 1 (2016): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.975 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v11i1.3

Abstract

Abstrak. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan di Prodi Pendidikan IPA UST untuk mengetahui peningkatan pemahaman  konsep Fisika Dasar dan partisipasi mahasiswa Pendidikan IPA dengan menggunakan model pembelajaran TGT. Untuk mengamati proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TGT digunakan lembar observasi mahasiswa dan dosen. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi aktivitas dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar tim dan lembar tes (postest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Fisika Dasar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan pemahaman konsep dan partisipasi mahasiswa pendidikan IPA. Kata Kunci: pemahaman konsep, partisipasi mahasiswa, model pembelajaran kooperatif tipe TGT Abstract. Classroom Action Research held in Science Education UST to find an improved understanding of the concept of Basic Physics and Science Education student participation using TGT learning model. To observe the process of learning using TGT learning model used observation sheet of students and lecturers . Instruments used include observation sheet activities of faculty and students in learning activities team and a test sheet (posttest). The results showed that the learning Physics using cooperative learning model TGT can improve understanding of the concept and science education student participation. Keywords : conceptual understanding, student participation, cooperative learning model TGT
OPTIMASI SIFAT INHIBITOR KOROSI SENYAWA THIAAMIDA-PIRAZOLINDOL BERDASARKAN TEORI FUNGSIONAL KERAPATAN Hamdiani, Saprini; Arduha, Jannatin; Purwoko, Agus Abhi; Hadisaputra, Saprizal
Jurnal Pijar Mipa Vol. 11 No. 1 (2016): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.94 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v11i1.4

Abstract

Abstrak. Sifat inhibitor korosi senyawa turunan thiaamida-pirazolindol (TP) telah dikaji menggunakan teori fungsional kerapatan pada tingkatan teori B3LYP/6-31G(d). Pengaruh gugus substitusi pendonor dan penarik elektron (NH2, SH, CHCH2, CH3, OH, CHO, COOH, F, NO2) terhadap efisiensi anti korosi senyawa thiaamida-pirazolindol juga dihitung. Parameter kuantum untuk senyawa anti korosi seperti energi orbital (EHOMO dan ELUMO), potensial ionisasi (I), afinitas elektron (A) dan elektronegativitas (χ) memiliki hubungan yang linier dengan efisiensi anti korosi (IE%) senyawa turunan thiaamida-pirazolindol. Gugus pendonor elektron meningkatkan nilai IE%. Urutan kenaikan IE% adalah NO2 < CHO < COOH < F < CHCH2 < OH < CH3 < NH2. Penambahan gugus pendonor elektron amina (NH2) meningkatkan IE% hingga 98,76 % dibandingkan IE% thiaamida-pirazolindol murni 90,80 %. Penambahan gugus penarik elektron menurunkan IE% hingga mencapai 82,82 %. Kajian teoritis ini akan berkontribusi besar dalam mendesain dan sintesis senyawa inhibitor organik dengan efisiensi inhibitor tinggi.Kata kunci: inhibitor korosi, teori fungsional kerapatan, thiaamida-pirazolindolAbstract. Corrosion inhibitor properties of thiamide pyrazolindole and its derivatives has been elucidated by means of density functional theory (DFT) at B3LYP/6-31G(d) level of theory. Effect of electron donating and withdrawing groups such as NH2, SH, CHCH2, CH3, OH, CHO, COOH, F and NO2 on the corrosion inhibitor of thiamide pyrazolindole derivatives also have been studied. The quantum chemical parameters such as the frontier orbital energies (EHOMO), ionization potential (I), electron affinity (A) and electronegativity (χ) are closely related to the corrosion inhibition efficiency (IE%) of thiamide pyrazolindole derivatives. The presence of electron donating groups increases IE% values meanwhile electron withdrawing groups reduce IE% values. The enhancement of IE% follows NO2 < CHO < COOH < SH < F < CH3 < CHCH2 < OH < NH2. Electron donating NH2 group gives 98,76 % of IE%, pure thiamide pyrazolindol IE% = 90,80 %. In contrast, electron withdrawing NO2 group gives IE% only 82,82 %. This theoretical study would have a significant contribution in designing high-efficiency organic corrosion inhibitors.Keywords: corrosion inhibitors, density functional theory, thiamide pyrazolindol
FERMENTASI GLUKOSA HASIL HIDROLISIS BUAH KUMBI UNTUK BAHAN BAKU BIOETANOL Handayani, Sri Seno; Hadi, Surya; Patmala, Haryanti
Jurnal Pijar Mipa Vol. 11 No. 1 (2016): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.299 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v11i1.5

Abstract

Abstrak. Kumbi atau Voacanga foetida (blume) rolfe merupakan tumbuhan dari family Apocynaceae. Pulau Lombok merupakan daerah utama tempat tumbuhnya ‘Kumbi’ ini. Kumbi memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Selulosa merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan bioetanol. Sebelumnya telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan bioetanol dari buah Kumbi (Voacanga foetida (blume) rolfe) ini dengan kadar 14% dan % rendemen sebesar 14,793%. Hasil yang didapatkan ini sudah cukup tinggi namun belum memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai bahan baku campuran pada bahan bakar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu fermentasi terhadap rendemen bioetanol dari buah kumbi menggunakan Saccharomyces cerevisiae dan Rhyzopus oryzae. Metode yang digunakan adalah hidrolisis dengan HCl dan fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae dan Rhyzopus oryzae. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bioetanol dari buah kumbi dapat diproduksi melalui proses hidrolisis dan fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae dan Rhyzopus oryzae dengan variasi suhu fermentasi 28°C, 30°C, 32°C, 34°C, 36°C, 38°C dan 40°C, dan destilasi pada suhu 78 oC, menghasilkan rendemen bioetanol kasar pada suhu optimum 36 °C sebesar 66,02% (w/w) menggunakan Saccharomyces cerevisiae sedangkan dengan rasio yang sama menggunakan Rhyzopus oryzae suhu optimum dicapai pada 32°C, menghasilkan rendemen bioetanol kasar sebesar 88,14% (w/w). Kata kunci: Bioetanol, Buah Kumbi, Hidrolisis, Fermentasi      Abstract.    Kumbi or Voacanga foetida (blume) Rolfe is a plant of the family Apocynaceae.  Lombok Island is the main area where the growth of Kumbi. Kumbi has a high cellulose content. Cellulose is a raw material in the manufacture of bioethanol. Research for bioethanol production from fruit Kumbi (Voacanga foetida (blume) Rolfe) generates yield of 14.793%. These results are not yet eligible to be used as raw material in the fuel mixture. This study aims to determine the effect of temperature on the yield of bioethanol fermentation of fruit Kumbi using Saccharomyces cerevisiae and Rhyzopus oryzae. The method used is by HCl hydrolysis and fermentation with Saccharomyces cerevisiae and Rhyzopus oryzae. The results showed that ethanol from Kumbi fruit can be produced by the hydrolysis and fermentation using Saccharomyces cerevisiae and Rhyzopus oryzae. Fermentation temperature variation used was 28 °C, 30 °C, 32 °C, 34 °C, 36 °C, 38 °C, 40 °C and distilled at a temperature of 78 C. The yield of bioethanol 66.02% (w/w ) obtained using Saccharomyces cerevisiae at a temperature of 36 °C while the same ratio used Rhyzopus oryzae produce bioethanol yield of 88.14% (w / w) at a temperature of 32 oC.Keywords: Bioethanol, Fruit Kumbi, hydrolysis, fermentation
IMPLEMENTASI SCIENTIFIC APPROACH PADA OUTDOOR LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN IPA Ernawati, Tias
Jurnal Pijar Mipa Vol. 11 No. 1 (2016): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.02 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v11i1.6

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa implementasi scientific approach pada outdoor learning dalam mata kuliah Ilmu Lingkungan dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Semester Genap T.A. 2014/2015. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan dan observasi, serta refleksi. Pelaksanaan tindakan dilakukan dengan menerapkan scientific approach yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring pada kegiatan outdoor learning. Peserta didik diarahkan untuk aktif mengamati, bertanya, memikirkan, bereksperimen atau mencoba, sampai dengan menyampaikan dan mengomunikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi scientific approach pada outdoor learning dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Motivasi belajar mahasiswa mengalami kenaikan sebesar 5,08% dari prasiklus sampai dengan siklus 2 dengan kategori kualifikasi motivasi tinggi. Motivasi belajar pada prasiklus sebesar 72,65%, pada siklus 1 sebesar 73,57% dan pada siklus 2 sebesar 77,73%.Kata kunci: scientific approach, outdoor learning, motivasi, penelitian tindakan kelas Abstract. This study aims to find out that the implementation of the scientific approach to the outdoor learning courses in Environmental Science can increase learning motivation of students in the academic year 2014/2015. This research is a classroom action research which has two cycles. Each cycle consists of action planning, execution and observation, and reflection. Implementation of the actions carried out by applying a scientific approach that includes observing, asking, reasoning, trying, forming networks in outdoor learning activities. Students are directed to actively observing, questioning, thinking, experimenting, up to convey and communicate. The results showed that the implementation of the scientific approach to the outdoor learning can increase student motivation to learn. The motivation of student learning has increased by 5.08% from pre-cycle to the second cycles with high motivation qualification category. Learning motivation is 72.65%, 73.57% and 77.73% for pre-cycle, the first cycle, and the second cycle, respectively. Keywords: scientific approach, outdoor learning, motivation, class action research
PENGEMBANGAN LKS DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Azizah, Nur
Jurnal Pijar Mipa Vol. 11 No. 1 (2016): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.403 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v11i1.7

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengembangkan LKS dan menerapkannya dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) untuk meningkatkan hasil belajar materi kesetimbangan kimia siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batulayar tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus 1 dengan sub materi kesetimbangan dinamis, jenis kesetimbangan, dan tetapan kesetimbangan sedangkan siklus 2 dengan sub materi faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui observasi, tes hasil belajar dan dokumentasi. Data hasil observasi aktivitas belajar siswa dianalisis dengan menghitung rata-rata skor aktivitas siswa  sedangkan data hasil belajar dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata siswa dan ketuntasannya secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan: 1) skor rata-rata aktivitas belajar siswa meningkat dari 19,83 menjadi 22,82 dengan kategori aktif, 2) hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata 65 dengan ketuntasan klasikal 45,45% menjadi 75 dengan ketuntasan klasikan 81,82%. Kata Kunci: LKS, Model Pembelajaran Kooperatif, Tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions), AktivitasBelajar, Hasil Belajar. Abstract: Classroom action research has been conducted to develop worksheets and apply them in cooperative learning STAD (Student Teams Achievement Divisions) to improve learning outcomes topic of chemical equilibrium class XI IPA SMAN 1 Batulayar in the academic year 2015/2016. This study was conducted in two cycles. The first cycle with the topic of dynamic equilibrium, the type of equilibrium, and the equilibrium constant. The second cycle with the topic of the factors that influence the equilibrium shifts. This research data obtained through observation, achievement test, and documentation. Data from observation of student activity was analyzed by calculating the average score of student activity while learning outcomes data were analyzed by calculating the average student and classical completeness. The results showed: 1) the average score of student activity increased (19.83 into 22.82) categorized as active, 2) student learning outcomes increased from an average of 65 with classical completeness 45.45% to 75 with classical completeness 81.82 %.  Keywords: Worksheet, Cooperative Learning Model, STAD (Student Teams Achievement Divisions), Learning Activity, Learning Outcomes.
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP DAN MISKONSEPSI BIOLOGI DENGAN TEKNIK MODIFIKASI CERTAINTY OF RESPONSE INDEX PADA SISWA SMP SE-KOTA SUMBAWA BESAR Maesyarah, Maesyarah; Jufri, A Wahab; Kusmiyati, Kusmiyati
Jurnal Pijar Mipa Vol. 10 No. 1 (2015): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.132 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v10i1.8

Abstract

Abstrak: Salah satu tujuan pembelajaran IPA di SMP/Mts adalah meningkatkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguasaan konsep dan miskonsepsi biologi pada siswa SMP Se-Kota Sumbawa Besar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri Se-Kota Sumbawa Besar tahun ajaran 2013/2014. Sampel penelitian dipilih berdasarkan lokasi sekolah yaitu SMP pusat kota, SMP di pinggiran kota, dan SMP di luar yang ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen penelitian berupa pengembangan tes pilihan ganda dengan teknik modifikasi Certainty of Response Index. Hasil penelitian yaitu (1) penguasaan konsep biologi pada siswa SMP di pusat kota tergolong tinggi, penguasaan konsep biologi pada siswa SMP di pinggiran kota tergolong sedang, dan penguasaan konsep biologi pada siswa SMP di luar kota tergolong rendah;(2) miskonsepsi yang terjadi pada siswa SMP di pusat Kota, SMP di pinggiran kota, dan SMP di luar kota termasuk dalam kategori sedang; (3) miskonsepsi materi ciri-ciri makhluk hidup tergolong tinggi,, miskonsepsi materi keanekaragaman makhluk hidup tergolong sedang dan miskonsepsi materi tingkat organisasi kehidupan tergolong sedang; (4) retensi penguasaan konsep selama dua minggu pada SMP di pusat kota meningkat sebesar 5,70%, retensi penguasaan konsep siswa pada SMP di pinggiran kota meningkat sebesar 11,69%, dan retensi penguasaan konsep siswa pada SMP di luar kota  meningkat sebesar 5,75%. Perbedaan tingkat penguasaan konsep biologi dari ketiga kelompok sampel kemungkinan disebabkan karena perbedaan minat belajar siswa. Salah satu penyebab terjadinya miskonsepsi biologi pada siswa SMP se-kota Sumbawa Besar adalah kurangnya kemampuan dalam mengolah informasi dan rendahnya tingkat penalaran. Miskonsepsi pada materi ciri-ciri mahluk hidup tergolong tinggi disebabkan siswa hanya mampu menyebutkan dan memberi contoh, tanpa mampu menjelaskan konsep ciri-ciri makhluk hidup. Perbedaan retensi penguasaan konsep siswa pada ketiga kelompok sampel dapat dipengaruhi oleh faktor kelupaan pada siswa. Retensi dapat ditingkatkan dengan penggunaan strategi pembelajaran aktif dan pembelajaran bermakna.Kata kunci: penguasaan konsep, miskonsepsi, teknik modifikasi CRIAbstract: One of the objectives science in secondary school is to improve the student’s knowledge, attainment concept, and process skills science. This descriptive research is aimed to analyze the understanding concept and misconception of Biology in the Junior high school’s students at Sumbawa Besar City. The kind of this research is descriptive. The population consist of 1197 students of eight grade in six Junior High School at Sumbawa Besar City in academic year of 2013/2014. The sample of this research was selected based on school location consist of junior high school in central town, suburban, and rural area of Sumbawa Besar City which were determined by Cluster Random Sampling. The research’s instrument is developing multiple-choice test with modification technique of CRI. The results of this research shows : (1) understanding concepts of biology in junior high schools’ students in central town is classified as high, while that students in suburban is classified as moderate, and students in rural area of Sumbawa Besar City is classified as low; (2) misconceptions that occur in material  about characteristic of living thing, diversity of living thing, and levels of live organization at junior high schools’ students in central town, suburban and rural area of Sumbawa Besar City are classified as moderate; (3) misconceptions occur in characteristic of living things material classified as high, misconceptions occur in of living things materials and levels of life organization  are classified as moderate; (4) retentions of  understanding concept during two weeks of the junior high school’s student in central town is increase by 5.50 % ,while that of student in suburban is increase by 11.38 % , and student in rural area of Sumbawa Besar City is increase by 5.55 % . Difference in the level of attainment concepts of the three sample groups is probably due to difference interest in learning of student. One of the causes of biological misconceptions on junior high school students at Sumbawa Besar city  is the lack of ability to process information and low level of reasoning. Misconceptions on the material characteristics of living thing is high because students were only able to mention and give examples, without being able to explain the concept of the characteristics of living thing. Differences in students' attainment concepts retention in l three groups of samples can be affected by factors on student forgetfulness. Retention can be enhanced with the use of active learning strategies and meaningful learning.Keywords : understanding concepts, misconceptions, technique of modified CRI
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR KALSINASI TERHADAP BARIUM M-HEKSAFERIT DIDOPING Zn MENGGUNAKAN FOURIER TRANSFORM INFRA RED Doyan, Aris; Halik, Ilham; Susilawati, Susilawati
Jurnal Pijar Mipa Vol. 10 No. 1 (2015): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.959 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v10i1.9

Abstract

Abstrak: Barium M-heksaferit (BaM) merupakan bahan magnet permanen yang tergolong hardmagnetic tetapi tidak sesuai untuk beberapa aplikasi, sehingga perlu dilakukan rekayasa untuk menurunkan sifat kemagnetannya menjadi softmagnetic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur kalsinasi terhadap barium M-heksaferit didoping Zn menggunakan pengukuran FTIR. Proses sintesis barium M-heksaferit menggunakan metode kopresipitasi dengan memvariasikan konsentrasi dopannya 0,0; 0,3; 0,6; dan 0,9 serta memvariasikan temperatur kalsinasi 80oC, 400oC, 600oC dan 800oC. Setelah melakukan proses sintesis selanjutnya dilakukan pengujian sampel menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red). Penelitian ini telah berhasil melakukan sintesis dengan hasil berupa serbuk barium M-heksaferit berwarna coklat muda hingga coklat tua. Berdasarkan hasil pengujian FTIR didapatkan puncak-puncak pada bilangan gelombang 3447cm-1, 2345cm-1, 1615cm-1, 530cm-1, 470cm-1 masing-masing mengindikasikan adanya gugus fungsi O-H, Ba-O, Fe-O dan Zn-O pada sampel. Puncak yang timbul pada ikatan O-H semakin mengecil menandakan bahwa ikatan pada gugus fungsi tersebut semakin melemah atau bahkan hilang. Hasil pengujian FTIR tersebut menyatakan bahwa temperatur kalsinasi sangat berpengaruh pada proses sintesis BaM. Semakin tinggi temperatur kalsinasi, bahan pengotor seperti air dan CO pada barium M-heksaferit semakin berkurang, ini menunjukkan barium M-heksaferit yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan softmagnetic.Kata Kunci: Barium M-Heksaferite, sintesis, kopresipitasi, magnet, FTIR Abstract: Barium M-hexaferrite (BaM) is a permanent magnetic material which is relatively hardmagnetic but it is not appropriate for some applications that need to be engineered to degrade the nature of  magnetism to be softmagnetic. This study aims to determine the effect of calcinations temperature on Zn doped BaM using FTIR measurements. Synthesis of BaM using coprecipitation method by varying the concentrate of dopan 0,0; 0,3; 0,6; dan 0,9 and varying the calcinations temperature 80oC, 400oC, 600oC dan 800oC. After synthesis of BaM and than the samples were studied using FTIR (Fourier Transform Infra Red). This study has success to synthesis of BaM and the product is a brown powder. Based on the test result of FTIR has been obtained peaks in wave number 3447cm-1, 2345cm-1, 1615cm-1, 530cm-1, 470cm-1 indicated a functional group O-H, Ba-O, Fe-O dan Zn-O on the powder sample. The peak on O-H shrinking indicates that the bond of functional groups are weakened or even disappear.The result of FTIR said that calcinations temperature has effect to BaM synthesis process. It is found that water and CO decrease with increase in calcinations temperature, it is showed the product BaM can be used to softmagnetic.Key Words : Barium M-Hexaferrites, synthesis, coprecipitasi, magnet, FTIR
ANALISIS PEMETAAN PENELITIAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNIVERSITAS MATARAM Gunada, I Wayan; Harjono, Ahmad
Jurnal Pijar Mipa Vol. 10 No. 1 (2015): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.858 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v10i1.10

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memetakan hasil – hasil penelitian pendidikan mahasiswa PS. Pendidikan Fisika FKIP Unram. Metode penelitian ini menggunakan  penelitian studi kasus (casus study research). Variabel lain yang terlibat dalam penelitian ini adalah subjek penelitian, jenis- jenis penelitian, bidang kajian penelitian, isu-dan isu bidang pendidikan. Subjek penelitian ini adalah hasil penelitian akhir atau skripsi mahasiswa  Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unram selama kurun waktu 6 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek penelitian yang paling banyak diteliti oleh mahasiswa adalah SMP/MTs, jenis penelitiannya kategori penelitian eksperimen. Sedangkan isu-isu utama penelitian pendidikan yang banyak diteliti oleh  mahasiawa adalah model pembelajaran dan metode pembelajaran, sedangkan isu –isu skunder yang paling banyak diteliti adalah hasil belajar dan prestasi belajar.Isu-isu pendidikan yang masih memungkinkan diteliti lebih lanjut adalah keadaan lab, kognitif, life skills, keterampilan berpikir, pendalaman konsep, dan miskonsepsi.  Kategori jenis penelitian pengembangan perlu diarahkan ke siswa. Hasil pemetaan ini diharapkan dapat  memberikan masukan bagi dosen – dosen di lingkungan PS. Pendidikan Fisika dalam mengarahkan dan menentukan judul penelitian yang diajukan oleh mahasiswa. Pemetaan hasil penelitian ini memungkinkan adanya pengembangan jenis penelitian, variabel, desain, isu atau kajian penelitian yang memungkinkan diteliti lebih lanjut oleh mahasiswa.Kata Kunci: Pemetaan penelitian mahasiswa , Pendidikan Fisika                                 Abstract: The purpose of this study is to identify, analyze, and map the results of student research in Physics Education Study Program, FKIP Unram. This study used a case study research. The variables involved in this research were the subject of research, type of research, field study research and educational issues. Subjects in the study were the result of the final research thesis on Physics Education Study Program FKIP Unram during the period  of  6  years.  The  results  showed  that  most  research  subjects  is  SMP/MTs,  the  type  of  research  is experimental research category. The main issue of research is a model of learning and teaching methods, the secondary issue most studied is the result of learning outcomes and achievement. Education issues that could be examined further are the state lab, cognitive, life skills, thinking skills, deepening concepts and misconceptions. This type of research should be directed to the development of students. This mapping result is expected to provide input for lecturers in Physics Education Study Program in directing and determining title research to be conducted by the students. This  mapping result could contribute to the development of research types, variables, designs, issues or research studies that can be further investigated by the students in Physics Education Study Program, FKIP Unram. Keywords: Maping student research, Physics Education 

Page 1 of 51 | Total Record : 506