cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Profesi Kependidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
Memahami Perbedaan Pebelajar dan Kebutuhan Belajar Menurut Teori Kognitif dan Behaviorisme S. Megawati
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 1, No 1 Apr (2012)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang pentingnya memahami perbedaan pebelajar dan kebutuhan belajar yang ditinjau berdasarkan teori kognitif dan behaviorisme. Setiap individu adalah unik, artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain mulai dari perbedaan intelegensi, perbedaan dalam pemrosesan kognitif maupun perbedaan gaya belajar. Perbedaan individual ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap kebutuhan belajar pebelajar itu sendiri. Bagi pebelajar normal mungkin mereka tidak akan terlalu sulit dalam proses pemerolehan pembelajaran akan tetapi bagi pebelajar yang berkebutuhan khusus tentu saja memerlukan perlakuan khusus agar mereka dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka sebagaimana pebelajar normal.  Menurut teori kognitif belajar atau pembelajaran adalah suatu proses yang lebih menitik beratkan proses membangun ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek yang bersifat intelektualitas lainnya, atau dengan kata lain bahwa belajar merupakan bagian yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks dan komprehensif. Sedangkan teori behaviorisme mengatakan bahwa seseorang telah dianggap belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan tingkah lakunya karena belajar menurut teori ini yang terpenting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan pembelajar kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh pembelajar tersebut. Kata Kunci: Perbedaan pebelajar, kebutuhan belajar, Kognitivisme, Behaviorisme.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar S. Intang
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 1, No 1 Apr (2012)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Benteng setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Penelitian ini adalah pra eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Subyek populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Benteng. Sedangkan sampel adalah siswa kelas VIII Ahmad Yani yang diambil melalui pengacaakan kelas dengan asumsi kelas homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis deskriptif dan inferensial terdapat peningkatan minat dan hasil belajar fisika siswa setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada taraf nyata a = 0,05. Kata kunci: kooperatif, team games tournament, minat, hasil belajar
Analisis Pandangan Behavioral, Kognitif serta Dampaknya terhadap Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Samsu, Andi
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 1, No 1 Apr (2012)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan dibangun melalui proses asimilasi, akomodasi dan Organisasi. Pandangan kognitif memandang bahwa dalam pemrosesan informasi melibatkan encoding, storage, dan retrieval. Seluruh sistem ini dipandu oleh control process, yang menentukan bagaimana dan kapan informasi akan mengalir ke seluruh sistem.  Menurut teori motivasi, di dalam kelas terdapat berbagai ragam siswa. (i) Ada siswa yang termotivasi oleh faktor-faktor ekstrinsik, menetapkan tujuan kinerja, takut gagal dan melihat kemampuan sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah. Siswa tersebut dapat berupa siswa sukses yang menghindari kegagalan. (ii) Ada siswa yang termotivasi oleh faktor- faktor intrinsik. Ia menetapkan tujuan belajar di bidang yang diminatinya, tetapi hanya ingin tampil lumayan di bidang-bidang lain. (iii) Ada siswa yang termotivasi oleh faktor-faktor ekstrinsik, menetapkan tujuan kinerja, takut gagal, dan melihat kemampuan sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah. Tipe ini termasuk siswa yang bersifat failure avoiding student. Oleh karena menghindari tugas, dan ia dapat segera menjadi failure accepting student, yaitu siswa yang menerima kegagalan. (iv) Ada siswa yang mengalami kecemasan yang melemahkan. Penerapan teori behavioral, kognitif dan motivasi di dalam kelas akan meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: Teori behavioral, kognitif dan motivasi
Sistem Among, Sistem Dalton dan Shanti Niketan (Kajian Komparatif Sistem Pendidikan Indigenious Indonesia, Amerika, dan India serta Implikasinya bagi Kemajuan Pendidikan di Indonesia) Ahmad Tanaka
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 1, No 1 Apr (2012)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kajian literatur terhadap sistem pendidikan di tiga negara, yakni Indonesia, Amerika, dan India yang dilakukan dengan analisis komparatif. Ketiga sistem ini telah dirintis dan dipraktekkan oleh para tokoh pendidikan pada ketiga negara tersebut pada zamannya. Ketiga sistem pendidikan yang merupakan pendidikan indigenious hasil karya tokoh pendidikan dari ketiga negara berdampak positif dan  bagi sistem pendidikan nasional. Implikasi dari sistem-sistem pendidikan tersebut dapat dilihat dari beberapa hal. Misalnya, fakta sosial bahwa karakter bangsa telah berada pada posisi yang memprihatinkan bangsa ini sehingga pendidikan karakter yang justru telah dipraktekkan oleh Sistem Among dan Shanti Niketan menjadi sangat relevan kembali bagi pendidikan kita. Demikian pula dengan pendidikan berbasis keluarga, pendidikan humanis, learning by doing pada Sistem Among, pendidikan sejawat, pendidikan multicultural, enjoy learning, moving class pada Sistem Dalton, serta pendidikan di alam terbuka dan sekolah berasrama pada Shanti Niketan menjadi issu yang terus aktual dan menjadi khazanah dalam memperkaya sistem pendidikan nasional. Simak Baca secara fonetik Kata Kunci: Sistem Pendidikan, Among, Dalton, Shanti Niketan, Implikasi.
Analisis Hasil Ujian Nasional dalam Rangka Pemetaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan dan Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan Eko Hadi Sujiono
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 1, No 1 Apr (2012)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian UN,  faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian SK, KD, dan SKL, dan bagaimana merumuskan model peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa SKL yang bermasalah adalah SKL yang berkaitan dengan  data, grafik, dan tabel. Faktor penyebabnya yaitu minimnya pemahaman orang tua tentang arti pendidikan, siswa kurang dalam hal menganalisis data, grafik, dan tabel, dan tidak tersedianya soal latihan yang berstandar UN. Model peningkatan mutu yang dapat diterapkan adalah model “BANGMUDIK di TAKALAR” dengan teknik School Review.Kata Kunci : UN,   SKL, Mutu Pendidikan, BANGMUDIK, School Review
Strategi Pembelajaran Inovatif untuk Peningkatan Mutu Pendidikan: (Suatu Tinjauan Konseptual dengan Pendekatan Teknologi Pendidikan) A. Abdullah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 1, No 1 Apr (2012)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education, that is conducted in order to fulfill the demand of the 1945 Constitution to educate the nation, is a very complex process. Internationally, we are still unable to compete and lag behind education-wise. Nevertheless, government of Indonesia has always given their utmost attention to the quality of education by finding new approach to teaching and learning. A variety approach such as Development Program of Instructional System (PPSI), Student Active Learning (CBSA), Competency Based Curriculum (KBK), and Level of Education Curriculum (KTSP) were applied once in a time to find instructional strategy that suit to the demand of the era. Unfortunately, we have yet to improve the quality of instruction that we dream about. This paper presents an innovative instructional strategy that focuses on instructional vision, systematical approach, and valid and reliable measurement in order to facilitate students to fulfill the required goals. Furthermore, this paper also discusses the need of visionary educational strategy that is able to help students to create their future dream. At the end, the paper presents the important of the user, the school, and the students, or otherwise known as the safety triangle that represents stakeholders, in setting the level of education relevance. Key words: quality of education, innovative instructional strategy, safety triangle
Pengembangan Paket Pembelajaran Berbasis Kewirausahaan: Suatu Inovasi Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak M Djufri; . Suardi
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 1, No 1 Apr (2012)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mengembangkan Paket Pembelajaran Berbasis Kewirausahaan di Taman Kanak-Kanak. Gagasan ini mengacu pada konsep life skill anak usia dini. Penelitian ini menggunakan rancangan riset pengembangan dengan memadukan prinsip-prinsip dan alur kerja pengembangan teknologi pendidikan dengan berbagai pendekatan riset dan strategi evaluasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis konseptual dan kebutuhan belajar anak usia dini, serta karakteristik lapangan. Subjek penelitian ini adalah guru Taman Kanak-Kanak Kota Makassar. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, Roundtable Discussion, dan angket. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar kompetensi kurikulum 2004 di Taman Kanak-kanak belum mencantumkan secara eksplisit pembelajaran berbasis kewirausahaan. Meskipun demikian, tema pembelajaran tertentu dapat dioptimalkan untuk membangun jiwa kewirausahaan anak. Keterlibatan guru dinilai belum optimal, cenderung prosedural dalam pengelolaan kelas, dan masih lemah dalam penilaian hasil belajar. Hasil penelitian ini dijadikan acuan  penyusunan paket Pembelajaran Berbasis Kewirausahaan. Kata Kunci: anak usia dini, jiwa kewirausahaan
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri 7 Ketapang Dina Priatina; Jusniar Jusniar; Masniaturofikoh Masniaturofikoh
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 2, No 1 Apr (2021)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 7 Ketapang. Masalah yang diselidiki adalah rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA materi zat aditif dan adiktif. Adapun jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIIIA. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan observasi. Hasil analisis penilaian tiap siklus, persentase daya serap klasikal mengalami peningkatan dari siklus I adalah 76,00%, pada siklus II menjadi 80,00%, dan pada siklus III menjadi 86,00. Hasil dari pelaksanaan tindakan menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning baik digunakan dalam pembelajaran IPA.Kata Kunci : Problem Based Learning, Hasil Belajar IPA
Upaya Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Erna Wiji Astutik; Jusniar Jusniar; Masniaturofikoh Masniaturofikoh
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 2, No 1 Apr (2021)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIIIA melalui model pembelajaran Problem Based Learning di SMP YAPIS Kaimana.. Hasil penelitian, setelah menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning, menunjukkan peningkatan hasil blajar IPA. Hasil belajar siswa telah meningkat setelah dilakukan tes hasil belajar maka dapat dilihat dengan nilai rata-rata siklus I untuk rata-rata nilai pengetahuan yaitu 71,43. Hasil belajar meningkat 77,00 pada siklus II dan 83,00 pada siklus III. Disarankan kepada guru untuk menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pengajaran IPA ke mata pelajaran lain sebagai cara alternatif untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.Kata kunci: hasil belajar, model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA SMP Nurul Afiyati; Khaeruddin Khaeruddin; Satwika Trianti Ngandoh
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 2, No 2 Okt (2021)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA peserta didik SMP Ma’arif Tegalsambi melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learnig (PBL). Subjek pada penelitian ini berjumlah 15 peserta didik. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang mengacu pada model Kemmis dan Taggart. Penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus yang terdiri dari tahap penyusunan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan observasi, dan refleksi. Data penelitian berupa hasil belajar kognitif diambil dengan teknik tes pilihan ganda dan uraian. Hasil belajar pada siklus I sebesar 53,33%, pada siklus II sebesar 71,42%, dan 86,67% pada siklus III. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.Kata Kunci : problem based learning, hasil belajar, IPA SMP, PTK, model pembelajaran

Page 1 of 10 | Total Record : 97