cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil " : 27 Documents clear
STABILISASI TANAH GAMBUT RAWAPENING DENGAN MENGGUNAKAN CAMPURAN PORTLAND CEMENT DAN GYPSUM SINTESIS (CaSO42H2O) DITINJAU DARI NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) Nugroho, Untoro
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peat soil have the nature which not to the advantage of construction. This matter because bearing capacity or value of peat soil’s CBR low. Chemistry stabilization with stabilization materials (stabilizing agent) which can changed or lessen unfavourable nature, usually accompanied with cordage to each solid soil. Mixture between portland cement and gypsum sintetis ( Caso42H2O) fastening and ossification each other. This research is done to know influence of addition portland cement 5% and gypsum sintetis ( 0%, 5%, 10% and 15%) with a period of curing  0 day and 7. This Research wear standard of ASTM. The Result of research laboratory indicate that addition of portland cement, gypsum sintetis and a period of curing improve value of CBR. Value of CBR increase and reach maximum value at rate of portland cement 5% and gypsum sintetis15% with a period of curing 7 day that is equal to 8,985%. The value experience of increase 3 times fold from value of original CBR peat soil that is equal to 3,559%. Or value of natural CBR increase equal to 252,48%.Tanah gambut mempunyai sifat yang tidak menguntungkan bagi konstruksi. Hal ini karena daya dukung tanah atau nilai CBR yang rendah. Stabilisasi kimiawi dengan bahan stabilisasi (stabilizing agent) yang dapat mengubah atau mengurangi sifat-sifat tanah yang kurang baik, biasanya disertai dengan pengikatan terhadap masing-masing butir tanah dengan yang lainnya. Campuran antara portland cement dengan gypsum sintetis (CaSO42H2O) dapat saling mengikat dan terjadi pengerasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan portland cement sebesar 5% dan gypsum sintetis (0%, 5%, 10% dan 15%) dengan masa pemeraman (curing) 0 hari dan 7 hari dilihat dari nilai CBR. Penelitian ini memakai standar ASTM. Dari hasil penelitian laboratorium menunjukkan bahwa penambahan portland cement, gypsum sintetis dan masa pemeraman meningkatkan nilai CBR. Nilai CBR yang dihasilkan mengalami kenaikan dan mencapai nilai maksimum pada kadar portland cement 5% dan gypsum sintetis 15% dengan masa pemeraman 7 hari yaitu sebesar 8,985%. Nilai tersebut mengalami kenaikan hampir 3 kali lipat dari nilai CBR tanah gambut asli yaitu sebesar 3,559%. Atau nilai CBR mengalami kenaikan sebesar 252,46%.
PERANAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KERJA DALAM PENINGKATAN KINERJA PROYEK KONSTRUKSI Sutarto, Agung
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The system of work safety management is a very urgent to construction industry in order to create safety and peaceful atmosphere in a work area. This will help to improve the relationship between employees and their employer and will smooth the production process to be applied. This research was carried out to analyze how far the application of the system of work safety management in construction project, any kind of factors influencing it and also how its bearing with improvement of project performance. Responder in this research is the contractor which exist in Semarang. The result of research obtained express that 88,6% responder have applied the system of work safety management in each project of construction done. As for factors in application of the system of work safety management in project of divisible construction in three factor that are Management Role, Condition and Environment Work and also Awareness and Worker Quality, at a time or with having an effect on significant to Performance of Project of Construction measured in parameter of time efficiency, expense efficiency, improvement of quality result of work and also the working activity improvement. While by partial most dominant factor have an effect on to Performance of Construction Project is Condition and Environment Work.Sistem manajemen keselamatan kerja sangat penting dalam dunia industri untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan nyaman dalam lingkungan kerja. Sistem ini akan membantu meningkatkan hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja serta untuk memudahkan selama proses produksi berjalan. Penelitian ini didasarkan atas analisis tentang penerapan sistem manajemen keselamatan kerja di proyek konstruksi, beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya dan juga cara untuk peningkatan proyek. Responden dari penelitian ini adalah kontraktor yang ada di kota Semarang. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa sebanyak 88,6% dari total responden telah menerapkan sistem manajemen keselamatan kerja di proyeknya selama proyek berlangsung. Salah satu faktor dalam aplikasi sistem manajemen keselamatan kerja di proyek konstruksi, menjadi tiga faktor yaitu peran manajemen, kondisi dan lingkungan kerja dan juga kesadaran dan kualitas pekerja, dalam saat waktu pelaksanaan atau dengan efek yang signifikan terhadap manfaat proyek yang diukur dalam parameter efisiensi, nilai efisiensi, peningkatan dari hasil kualitas kerja dan juga peningkatan aktivitas pekerjaan, serta sebagian faktor yang dominan terhadap efek dari proyek penampilan kosntruksi adalah kondisi dan lingkungan kerja.
KEBIJAKAN DAN TANTANGAN PELAYANAN ANGKUTAN UMUM Siswoyo, M. Pujo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public city transportation is an integral part of the system of the city that make both interaction between the pattern of area with the system of transportation. If the public transportation is bad, so the captive group will try to fulfill necessity of transpotation service becomes choice group which usually happen in the cuty. In preparation of the system of public transportation service involve user, operator and regulator. Regulator is a controller between operator and user, to instruct the performance system in operational technic or financial economic and give the specification for the system of public transportation. The diserection of policy becomes a standard for the grade of public transportation supply which leader by service concept, with anticipate a number of challenge in order to get a dracnetion whicih can answer the problem effectivelly and correctly.Pelayanan angkutan umum perkotaan merupakan bagian integral dari sistem kota yang menyusun interankasi timbal balik antara pola tata guna lahan dengan suatu sistem transportasi. Bila pelayanan angkutan umum itu buruk, maka kelompok captive akan berusaha memenuhi kebutuhan jasa transportasi menjadi kelompok choice yang banyak terjadi di masyarakat perkotaan. Dalam penyelenggaraan sistem pelayanan angkutan umum itu melibatkan user (pengguna), operator (pengusaha) dan regulator (pemerintah). Regulator sebagai pihak pengontrol antara operator dan user, mengkaji performansi sistem dalam teknik operasional maupun ekonomi finansial, dan memberikan spesifikasi bagi sistem pelayanan sistem angkutan umum. Kebijakan regulator menjadi tolak ukur bagi tingkat pelayanan suplai transportasi umum yang dilandasi oleh konsep pelayanan, dengan mengantisipasi sejumlah tantangan agar kebijakan yang diambil dapat menjawab secara tepat dan efektif.
PEMODELAN KETERSEDIAAN AIR UNTUK PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR KALI BLORONG KABUPATEN KENDAL Setyowati, Dewi Liesnoor
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At centered of Blorong watershed happened switching function of farm run quickly, towards to form of setlement area, causes happened improvement of floods at downstream Kali Blorong. Making base concept of water availability model is water balance. Software yielded in the form of KTSAIRDAS.EXE is made with program delphi version 7. Result of examination shows relationship enough signifikan between debits result of model with result of measurement in field. Test value t-tes shows value t-model 0,97 bigger than t-table 0,576, told model applicable to analyse water availability in Blorong watershed by doing simulation. Debit ratio value yielded from various alternative of land uses shows smallest debit ratio value at first alternative 27,64. The biggest ratio value at alternative of 3 is 28,48. Although result of debit ratio in Blorong watershed still at tolerance threshold boundary, but current debit Kali Blorong has value to range from 27,64 to 28,48 closing stall number. Degradation of ratio is not followed with improvement of farm production rate. Evaluated from aspect produce of farm, hence composition of farm wide in the form of reduction of area of rice field and garden, can reduce debit ratio but produce of farm declines.DAS merupakan suatu ekosistem yang memiliki kekomplekan variabel, untuk mempermudah dalam melakukan analisis sistem maka diperlukan pemodelan. Pemodelan dapat menyederhanakan sistem dengan tetap mempertahankan karakteristiknya. Model ketersediaan air disusun dalam rangka  melakukan upaya perencanaan pengelolaan DAS, dinamakan software model KTSAIRDAS. EXE. Pengujian model secara grafis dan uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan cukup signifikan antara debit hasil model dengan hasil pengukuran lapangan. Model dapat digunakan untuk analisis ketersediaan air suatu DAS dengan melakukan simulasi berbagai alternatif penggunaan lahan. Nilai rasio debit Kali Blorong berkisar antara 27,64 sampai 28,48 mendekati angka kritis. Berdasarkan aspek produksi lahan, pengurangan lahan sawah dan kebun, dapat menurunkan rasio debit dan produksi juga menurun. Analisis aspek ekonomi termasuk merugikan karena terganggunya suplai beras dan tanaman tegalan yang diperlukan untuk menopang kehidupan masyarakat. Upaya pengendalian banjir Kali Blorong dapat ditekan dengan melakukan perencanaan simulasi penggunaan lahan sampai memperoleh angka rasio debit kecil, dengan harapan produksi lahan juga meningkat sehingga dari aspek ekonomi menguntungkan masyarakat.
KERANGKA EVALUASI PENGEMBANGAN TERMINAL BUS ANTAR KOTA Apriyanto, Totok
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of an inter-city bus terminal with its evaluations frame set are intended to reduces traffic congestion, improve services and capacity of the terminal, drives city developing through city’s hinterland, and increasing internal city’s income. This study conducted to determine the location of the new bus terminal based on the method of determining the location along with the theoritical assumption approach. Local governments must integrating between the various transportation modes and inter-city bus operator’s needs, inter-city bus terminal derived from traffic evaluation, the level of congestion, air pollution levels, the impact of the development of economic activities, and the level of community mobility. Study for developing better inter-city terminal location, can be more acceptable for users and bus operators, so terminal relocation won’t be the only choice we had.Pengembangan suatu terminal bus antar kota dengan kerangka evaluasinya dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas, meningkatkan pelayanan pengguna jasa dan kapasitas terminal, mengarahkan pembangunan ke pinggiran kota, serta meningkatkan pendapatan asli daerah. Studi dilakukan untuk menentukan lokasi terminal bus baru dengan menerapkan metode penentuan lokasi beserta asumsi pendekatan teoritisnya.  Pemerintah daerah harus melakukan integrasi antar berbagai moda transportasi dan kepentingan operator kendaraan antar kota, sehingga terwujud suatu pengembangan terminal bus antar kota dengan mengevaluasi tingkat kemacetan lalulintas, tingkat polusi udara, dampak pengembangan aktivitas ekonomi, dan tingkat mobilitas masyarakat. Kajian tentang pengembangan terminal menjadi lebih baik dan keberadaan terminal bus antar kota lebih bisa diterima oleh pengguna dan operator bus, sehingga tidak akan terjadi lagi pengembangan terminal yang hanya memiliki salah satu alternatif yaitu pemindahan  lokasi  ke terminal  baru.
EVALUASI LAYANAN BUS KOTA DI KOTA SEMARANG DAN YOGYAKARTA Sriwidodo, .
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

City-bus service represents integral parts from town system arranging the reciprocal interaction between land utilizing with the transportation system.  If city-bus service wasn’t adequate, then the captive group will try to fulfill the needs of transportation become choise group that almost take place in urban society.  The subjective of this     city-bus public transportation research was to evaluate some of city-bus transportation route services in Semarang and Yogyakarta that mean to study the passenger accumulation and also load-factor in nodes along the transportation route, transportation route  characteristic, delays between buses and some passanger reaction to the bus services.  The bus service was conducted at transportation of route No.5          in Yogyakarta  and  transportation  route  of  Mangkang - Bukit Kencana Jaya,  PRPP - Klipang   and  Terboyo - Gunungpati in Semarang City.  Problem raises because of       the limitation of accessibility rate, that makes umable to serve all of town area and        the waiting time was longer.  To anticipate this problem, the accessibility rate need to be develope and need the comprehensive of city-bus serviceLayanan bus-kota merupakan bagian integral dari sistem kota yang menyusun interaksi timbal-balik antara pola tata guna lahan dengan sistem transportasi. Bila pelayanan bus-kota kurang memadai, maka kelompok captive berusaha memenuhi kebutuhan akan jasa transportasi menjadi kelompok choise yang banyak terjadi di masyarakat perkotaan. Tujuan penelitian angkutan bus-kota ini adalah untuk mengevaluasi layanan beberapa trayek bus-kota di Semarang dan Yogyakarta, yang dimaksudkan untuk mengkaji komulasi penumpang serta load-factor di node-node sepanjang trayek, karakteristik rute, selang waktu antar bus-kota dan tanggapan beberapa penumpang terhadap layanan bus. Layanan bus-kota dilakukan pada trayek 5 Yogyakarta dan trayek Mangkang-Bukit Kencana Jaya, PRPP-Klipang, dan Terboyo-Gunungpati Semarang. Permasalahan timbul akibat tingkat aksesibilitas terbatas sehingga kurang mampu untuk melayani seluruh wilayah kota dan waktu tunggunyapun semakin lama. Untuk mengantisipasi permasalahan ini maka tingkat aksesibilitas perlu dikembangkan dan perlu adanya perencanaan  layanan  bus-kota  secara  komprehensif.
PENGARUH KEHIDUPAN SOSIO-KULTURAL TERHADAP SPASIAL PERMUKIMAN DI KELURAHAN SEKARAN SEBAGAI DAERAH PINGGIRAN KOTA SEMARANG Prihanto, Teguh
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of This research are: (1) to explain The Government’s policies which applied to Sekaran Village as urban fringe area; (2) to explain the influences of Unnes Campus to the socio-cultural life of Sekaran peoples; (3) to explain the physical configuration of spatial settlements of Sekaran Village since Unnes Campus existed. The researcher applied rationalistic which based on the grand concept that may be as the grand theory. The design of rationalistic approach built from the results of previous research, the contextual theories and the expert’s minds. The results of this research are generally describes that Sekaran Village as the hinterland of Semarang City is the sprouting up area as well as the city agglomeration. That was regulated by Detailed Urban Plan 2000-2001 section 13 of Semarang City which located on Part of Urban Region VIII. One of the regulations is determined that Sekaran Village as an higher educational area. The specific results of this research are: (1) There is a socio-cultural change, from mutual cooperation to profit; (2) Based on the typological study, the first building is the owner house and the last is the commercial building which grew up nearest the main street since 1990; (3) Commonly, the functions of spatial are: external yard, internal yard, owner  house, boarding house, shop and toilet; (4) In hierarchy, the outer side is a shop and the inner side is a boarding house; (5) The communal places existed in a boarding house terrace and a owner house terrace (6) There are open accesses between owner house, boarding house and external yard which has more less owner’s control.Tujuan penelitian ini adalah: (1) menjelaskan penerapan kebijakan Pemerintah terhadap spasial Kelurahan Sekaran sebagai daerah pinggiran kota; (2) menjelaskan pengaruh Kampus Unnes terhadap kehidupan sosio-kultural masyarakat Sekaran; dan (3) menjelaskan pola perubahan spasial permukiman Kelurahan Sekaran sejak keberadaan Kampus Unnes. Peneliti menggunakan pendekatan rasionalistik yang bertolak dari konstruksi “grand concept” yang mungkin sudah merupakan “grand theory”. Desain penelitian rasionalistik yang bertolak dari kerangka teori, dibangun dari pemaknaan hasil penelitian terdahulu, teori-teori yang dikenal dan pikiran para pakar. Kesimpulan umum menggambarkan bahwa Kelurahan Sekaran merupakan kawasan tumbuh kembang seiring terjadinya aglomerasi Kota Semarang. Hal tersebut telah diatur dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota  (RDTRK) Tahun 2000 – 2010  pasal 13 Kota Semarang Bagian Wilayah Kota (BWK) VIII, yang salah satunya sebagai kawasan perguruan tinggi. Kesimpulan khusus penelitian adalah: (1) Adanya perubahan sosial dari kehidupan gotong royong ke arah profit; (2) Dari kajian tipologi bangunan ditemukan bahwa: bangunan pertama berfungsi sebagai rumah hunian pemilik dan yang terbaru berfungsi sebagai tempat usaha komersial yang tumbuh mendekati jalan utama sejak Tahun 1990an; (3) Secara umum, fungsi spasial permukiman berupa: halaman luar, rumah pemilik, rumah kos, kios, halaman dalam dan kamar mandi; (4) Hierarki ruang terluar adalah kios yang terdalam adalah rumah kos; (5) Ruang komunal berada di teras rumah kos dan teras rumah pemilik; (6) Terbukanya akses antara pemondok dan lingkungan luar secara tidak langsung memberikan keleluasaan kontrol pemilik kos.
STUDI PERENCANAAN PENATAAN KAWASAN ALUN-ALUN KOTA BREBES Santoso, Eko Budi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The physical meaning of Brebes Square has decline todays. It is happen because the square elevation is almost same as the elevation of streets arround it, the increasing number of street hawkers and the less arrangement of utilities. For that reasons, the Brebes Square planning and arranging study is needed. The planning methods using continuation, togetherness, conflict minimalization and sustainability basic approachs. The programs are arrangement inside, including increase the elevation up to 75 cm from the streets arround it, create the water absorbtion and drainage, change the pedestrian ways, rearrangement the lamp nodes, increase the plants, arrangement the street hawkers, removing the main flag mast, relocation the statue, to mislay the gate, and increase the utilities. The arrangement outside including increase the elevation of pedestrian ways up to 25 cm from the streets arround it, increase the plants, change the pedestrian ways, increase the utilities and excuse from the advertisement board.Alun-alun Kota Brebes saat ini mengalami kemunduran makna fisiknya, disebabkan ketinggian alun-alun hampir sama dengan jalan disekelilingnya, banyaknya pedagang kaki lima dan kurang tertatanya sarana prasarana yang ada. Untuk itu diperlukan studi perencanaan penataan kawasan Alun-alun Kota Brebes. Metode perencanaan menggunakan pendekatan asas pelestarian, kebersamaan, minimalisasi konflik dan keberlanjutan. Program penataan kawasan alun-alun Kota Brebes meliputi penataan dalam alun-alun yang terdiri dari peninggikan alun-alun menjadi 75 cm dari jalan sekelilingnya, membuat resapan air dan drainase, mengganti trotoar, penataan kembali titik lampu, penambah tanaman, menata pedagang kaki lima, pemindahan tiang bendera utama, merelokasi patung, menghilangkan gerbang alun-alun dan menambah sarana prasarana; penataan luar alun-alun terdiri dari peninggian pedestrian menjadi 25 cm dari jalan sekelilingnya, menambah tanaman, mengganti trotoar, menambah sarana prasarana dan bebas dari papan reklame
PENGARUH PENGGUNAAN HIGH VOLUME FLY ASH PADA KUAT TEKAN MORTAR Maryoto, Agus
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effort of fly ash recycling for masonry work and mortar will give double effects. First reduce Portland Cement usage and negative effect if fly ash is disposed on the open area. The aim of this research is to investigate influences of fly ash in mortar compressive strength and  cost efficiency. Compressive Strength Specimen is cube 50 x 50 x 50 mm and tested at 7 and 28 days. Dosages of fly ash addition are 30%, 40% and 50% for cement replacement. Ratio of  binder (fly ash and cement) and sand are 1:6, 1:8 and 1:10.The results indicated that mortar compressive strength with ratio 1:6 meet the standard for mortar type N and the ratio 1:8 and 1:10 didn’t meet the standard. Mortar, ratio 1:6 with 50% fly ash has cost efficiency 58.030,- or 32% lower than price of non fly ash mortar.Upaya pemanfaatan abu terbang (fly ash) untuk pasangan batu dan plesteran akan mendatangkan efek ganda, yaitu mengurangi penggunaan semen Portland dan sakaligus mereduksi dampak negatif jika bahan sisa ini dibuang begitu saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu terbang (fly ash) terhadap kuat tekan dan efisiensi biaya pada pasangan batu dan plesteran (mortar). Benda uji kaut tekan berbentuk kubus ukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada saat mortar berumur 7 dan 28 hari dengan kadar penambahan fly ash sebesar 30 %, 40 % dan 50 %. Perbandingan semen dan pasir yang digunakan adalah 1 : 6, 1 : 8 dan 1:10. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan mortar dengan perbandingan semen dan pasir sebesar 1 : 6 memenuhi kuat tekan standar mortar tipe N. Mortar dengan perbandingan semen : pasir = 1 : 8 dan  1 : 10 tidak memenuhi standar kuat tekan standar mortar tipe N. Mortar dengan perbandingan semen dan pasir = 1 : 6 dengan kadar fly ash 50 % mempunyai efisiensi  biaya Rp 58.030,- atau sekitar 32% dari harga mortar tanpa fly ash.
STUDI PERENCANAAN PENATAAN KAWASAN ALUN-ALUN KOTA BREBES Santoso, Eko Budi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v10i2.6956

Abstract

The physical meaning of Brebes Square has decline todays. It is happen because the square elevation is almost same as the elevation of streets arround it, the increasing number of street hawkers and the less arrangement of utilities. For that reasons, the Brebes Square planning and arranging study is needed. The planning methods using continuation, togetherness, conflict minimalization and sustainability basic approachs. The programs are arrangement inside, including increase the elevation up to 75 cm from the streets arround it, create the water absorbtion and drainage, change the pedestrian ways, rearrangement the lamp nodes, increase the plants, arrangement the street hawkers, removing the main flag mast, relocation the statue, to mislay the gate, and increase the utilities. The arrangement outside including increase the elevation of pedestrian ways up to 25 cm from the streets arround it, increase the plants, change the pedestrian ways, increase the utilities and excuse from the advertisement board.Alun-alun Kota Brebes saat ini mengalami kemunduran makna fisiknya, disebabkan ketinggian alun-alun hampir sama dengan jalan disekelilingnya, banyaknya pedagang kaki lima dan kurang tertatanya sarana prasarana yang ada. Untuk itu diperlukan studi perencanaan penataan kawasan Alun-alun Kota Brebes. Metode perencanaan menggunakan pendekatan asas pelestarian, kebersamaan, minimalisasi konflik dan keberlanjutan. Program penataan kawasan alun-alun Kota Brebes meliputi penataan dalam alun-alun yang terdiri dari peninggikan alun-alun menjadi 75 cm dari jalan sekelilingnya, membuat resapan air dan drainase, mengganti trotoar, penataan kembali titik lampu, penambah tanaman, menata pedagang kaki lima, pemindahan tiang bendera utama, merelokasi patung, menghilangkan gerbang alun-alun dan menambah sarana prasarana; penataan luar alun-alun terdiri dari peninggian pedestrian menjadi 25 cm dari jalan sekelilingnya, menambah tanaman, mengganti trotoar, menambah sarana prasarana dan bebas dari papan reklame

Page 1 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 1 (2023): April 2023 Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue