cover
Contact Name
Mukhlis Amin
Contact Email
mukhlis.amin@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
mukhlis.amin@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pekommas
ISSN : 25021893     EISSN : 25021907     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Pekommas is a journal published by the BBPSDMP Kominfo Makassar with the aim of disseminating information on scientific developments in communication, informatics and mass media. The manuscript published in this journal is derived from research and scientific study conducted by researchers, academics and observers of communication, informatics and mass media. Rises with frequency of 2 times a year, namely in April, October.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
Pengelolaan Radio Komunitas Kampus di Kota Makassar Nur, Emilsyah
Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika dan Media Massa Vol 16, No 1 (2013): April 2013
Publisher : BBPPKI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.139 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan radio komunitas kampus dan permasalahan yang dihadapi mulai dari : Penguatan Jaringan (frekwensi), Advokasi (legitimasi hukum dan kebijakan), Fundraising (ketersediaan sarana dan pra-sarana pendukung Penyiaran), Financial (Ketersediaan dana operasional penyiaran), dan Hubungan Internasional Antar Negara Anggota Radio Komunitas. Penelitian ini dilaksanakan di kota Makassar dari bulan Januari sampai Maret 2013 dengan mengambil sampel sebanyak 3 (tiga) informan radio kampus yang mewakili keseluruhan radio kampus yang ada di Makassar dengan teknik deskritif kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Metode pengumpulan datanya menggunakan observasi dan wawancara mendalam (indepth interview) dengan penarikan sampel acak proposional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan serta kreatifitas radio komunitas kampus di kota Makassar masih mengalami hambatan dibidang regulasi kebijakan alokasi frekwensi, kebebasan dalam penyiaran tertentu, kesiapan SDM pengelola siaran radio kampus, infrastrktur pendukung sarana penyiaran, dan financial dukungan operasional radio kampus tersebut.
Operator Seluler Model Franchise di Daerah Rural Parewe, Nurfadillah A.; Hasan, Taufik; Kurniawan, Adit
Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika dan Media Massa Vol 16, No 1 (2013): April 2013
Publisher : BBPPKI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.139 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi mendorong pelaku perdagangan beralih membentuk bisnis telekomunikasi dan berkompetisi dengan menawarkan berbagai produk telekomunikasi. Namun sangat disayangkan, 50,21% dari total penduduk Indonesia yang tinggal di pedesaan (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2010) hampir tidak terjangkau akses telekomunikasi. Masalahnya adalah para operator merasa berat berinvestasi di pedesaan karena biaya pembangunan jaringan seluler konvensional yang sangat tinggi dan tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. Selain itu keterbatasan spektrum menjadi kendala bagi calon operator baru yang ingin mengambil peran. Guna mengatasi masalah tersebut, dihasilkan sebuah model operator berbasis kerjasama franchise yang disesuaikan dengan kebutuhan pedesaan. Operator model franchise yang dimaksud dapat memberi solusi keterbatasan spektrum frekuensi karena operator hanya perlu memanfaatkan spektrum frekuensi dari operator berlisensi sehingga tidak membutuhkan alokasi frekuensi yang baru. Namun pelaksanaan franchising ini sangat tergantung pada regulasi atau peraturan telekomunikasi yang berlaku di Indonesia. Sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai Undang-Undang maupun Peraturan Pemerintah yang dapat berdampak bagi franchising operator ini. Teknologi openBTS yang dipilih sebagai solusi teknologi seluler pedesaan hanya memerlukan biaya investasi sekitar Rp 223 juta untuk membangun satu site infrastruktur di daerah terpencil. Biaya investasi ini jauh lebih murah dibandingkan biaya pembangunan infrastruktur seluler konvensional. Didukung dengan model bisnis franchise yang akan mengurangi biaya operasional operator, maka desain ini dapat menjadi peluang bisnis baru bagi operator eksisting maupun untuk memberi dukungan dalam meningkatkan produktifitas dan efisiensi infrastruktur telekomunikasi dan informasi di pedesaan.
Peran Spin Doctor Dalam Pembentukan Opini Publik Kandidat Walikota dan Wakil Walikota Kendari Dalam Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah Handayani, Rivi
Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika dan Media Massa Vol 16, No 1 (2013): April 2013
Publisher : BBPPKI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.139 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa perlunya hak publik atas transparansi informasi dan entitas negara yang selalu mengandalkan adanya publik yang berdaulat. penyelenggaraan kekuasaan harus bersifat akuntabel, transparan dan aksesebel bagi publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriktif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan tipe penelitian ini menggunakan data kualitatif untuk menjelaskan fenomena yang sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data dengan mengutamakan kualitas subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran kelompok dan tokoh masyarakat dalam memberikan sumbangsih pemikiran terkait dengan rancangan peraturan daerah tentang keterbukaan informasi publik menunjukkan adanya suara pro dan kontra untuk menjadikan Ranperda ini menjadi Perda.
Studi Pemanfaatan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) di Kabupaten Pinrang Djaffar, Rachmawaty
Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika dan Media Massa Vol 16, No 1 (2013): April 2013
Publisher : BBPPKI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.139 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan PLIK pada masyarakat Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemanfaatan PLIK penggunaannya dalam kategori tinggi oleh masyarakat,sebagian besar masyarakat memanfaatkan PLIK untuk digunakan sebagai bahan belajar  dan penyelesaian tugas sekolah. Respon/penerimaan masyarakat  terhadap PLIK sangat besar baik dari segi penggunaan dan pemanfaatannya terbukti masyarakat  menggunakannya dan sesuai dengan tingkat kebutuhannya.
Perancangan Sistem Informasi Pendukung Laporan Absensi Elektronik BBPPKI Makassar Alam, Nur
Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika dan Media Massa Vol 16, No 1 (2013): April 2013
Publisher : BBPPKI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.139 KB)

Abstract

Pelaksanaan kebijakan pengisian daftar hadir berbasis elektronik di BBPPKI Makassar menyebabkan perlunya peran serta sistem informasi atau aplikasi guna mempermudah dalam hal pengelolaan dan pengisian form data pendukung laporan absensi elektronik. Perancangan aplikasi ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pengumpulan data dengan studi kepustakaan dengan membaca aturan-aturan atau kebijakan mengenai penerapan absensi elektronik,  analisis data dengan menggunakan alat bantu pemodelan seperti bagan alir dokumen, diagram arus data  serta  desain sistem yang meliputi desain basis data, desain keluaran sistem serta desain masukan sistem. Hasil dari rancangan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sebuah aplikasi yang mampu mempermudah pengelolaan absensi elektronik khususnya dalam menyiapkan dan mengisi form data pendukung dengan lebih simple, cepat dan akurat.
Objektivitas Berita Korupsi Pada Surat Kabar (Analisis Isi Berita Pada Surat Kabar Kompas Periode Januari-Oktober 2012) Juditha, Christiany
Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika dan Media Massa Vol 16, No 1 (2013): April 2013
Publisher : BBPPKI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.139 KB)

Abstract

Objektivitas merupakan salah satu syarat sebuah berita agar dikatakan berkualitas. Namun kini banyak media massa tidak mampu menerapkan objektivitas dalam pemberitaan mereka. Banyak berita khususnya tentang korupsi yang cendering berat sebelah dan menghakimi. Karena itu, penelitian ini bertujuan menjelaskan objektivitas berita korupsi pada surat kabar Kompas periode Januari – Oktober 2012 dengan menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa berita tentang korupsi pada surat kabar Kompas mayoritas memiliki tingkat objektivitas yang tinggi yaitu memiliki unsur mainpoint berita (tidak mencampuadukkan antara fakta dan opini), pencampuran fakta dan opini), melakukan cek dan ricek kepada sumber berita, unsur 5W+1H (semua fakta dan peristiwa telah diberitakan seluruhnya), source bias (tidak menampilkan satu sisi pemberitaan saja serta tidak memberikan penilaian).
Semiotika Dalam Metode Penelitian Komunikasi Mudjiyanto, Bambang; Nur, Emilsyah
Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika dan Media Massa Vol 16, No 1 (2013): April 2013
Publisher : BBPPKI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.139 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian semiotik mempelajari hakikat tentang keberadaan suatu tanda, dimana persepsi dan pandangan tentang realitas, dikonstruksikan oleh kata-kata dan tanda-tanda lain yang digunakan dalam konteks sosial. Tanda membentuk persepsi manusia, lebih dari sekedar merefleksikan realitas yang ada. Tradisi semiotika mencakup teori utama mengenai bagaimana tanda mewakili objek, ide, situasi, keadaan, perasaan, dan sebagainya yang berada diluar diri. Metode yang digunakkan dalam penelitian ini adalah studi kajian literatur mengenai tanda pada kajian semiotika yang dilakuakan pada bulan Januari sampai Maret 2013 yang  tidak saja memberikan jalan atau cara dalam mempelajari komunikasi, tetapi juga memiliki efek besar pada hampir  setiap aspek (perspektif) yang digunakan dalam teori komunikasi.
Efek Game online Terhadap Tindakan Kekerasan Anak Jalanan Zulkifli, Nurul Ilmi
Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika dan Media Massa Vol 16, No 1 (2013): April 2013
Publisher : BBPPKI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.139 KB)

Abstract

Remaja menghabiskan waktu rata-rata 7 jam per hari untuk mengakses media. Fenomena yang terjadi saat ini adalah paparan kekerasan melalui media khususnya game online. Sebagian besar game online mengandung unsur kekerasan. Salah satu kelompok yang rentan menjadi korban ataupun sebagai pelaku tindakan kekerasan adalah anak jalanan usia remaja. Kecenderungan remaja memilih game online bertema kekerasan dapat memicu remaja melakukan tindakan kekerasan. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara bermain game online dengan tindakan kekerasan anak jalanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 277 anak jalanan usia 10-19 tahun di Kota Makassar. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara bermain game online dengan tindakan kekerasan anak jalanan (p=0,013; φ=0,149). Penelitian ini menyarankan kepada pemerintah agar menyediakan fasilitas berupa perpustakaan keliling yang ditempatkan di titik anak jalanan bekerja sehingga dapat menarik minat anak jalanan dan mengisi waktu luangnya untuk membaca buku. Anak jalanan sebaiknya memanfaatkan fasilitas internet untuk mencari informasi yang bermanfaat seperti pelajaran sekolah
Franchise Cellular Operator in Rural Areas (Operator Seluler Model Franchise di Daerah Rural) Nurfadillah A. Parewe; Taufik Hasan; Adit Kurniawan
Jurnal Pekommas Vol 16, No 1 (2013): April 2013
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development in telecommunication motivates organizations or business person to gain some profits in telco-based business. However, very limited Indonesian villagers had access to these technologies.  This problem was caused by the less attractive condition (even  unfeasible) to invest in the rural areas because the cost to build a conventional telecommunication infrastructure was very high, eventhough this was a potential new market. The other is the limitations of the spectrum allocated for new wireless access operator. This study formulated a new network cellular business model that met the rural needs, called franchise operator which is able to solve the problem of the frequency spectrum limitations, because new operators could make use of the frequency spectrum of the legal operators, though a new proposed business scheme, whereby the new operator does not require a new frequency allocation. However, the implementation of this franchising model is highly dependent on telecommunication regulation in Indonesia. So that further studies is needed regarding the regulation that will permit the creation of franchising operator. Open BTS technology as selected village cellular technology, requires an investment only of Rp 223 million to build telecommunication infrastructure in rural areas. This is much cheaper than to deploy a conventional infrastructure. Supported by franchise business model, operating cost could be decreased, making this model feasible to be implemented as a breakthrough of the telecommunication infrastructure development in rural areas.Perkembangan teknologi mendorong pelaku perdagangan beralih membentuk bisnis telekomunikasi dan berkompetisi dengan menawarkan berbagai produk telekomunikasi. Namun sangat disayangkan, 50,21% dari total penduduk Indonesia yang tinggal di pedesaan (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2010) hampir tidak terjangkau akses telekomunikasi. Masalahnya adalah para operator merasa berat berinvestasi di pedesaan karena biaya pembangunan jaringan seluler konvensional yang sangat tinggi dan tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. Selain itu keterbatasan spektrum menjadi kendala bagi calon operator baru yang ingin mengambil peran. Guna mengatasi masalah tersebut, dihasilkan sebuah model operator berbasis kerjasama franchise yang disesuaikan dengan kebutuhan pedesaan. Operator model franchise yang dimaksud dapat memberi solusi keterbatasan spektrum frekuensi karena operator hanya perlu memanfaatkan spektrum frekuensi dari operator berlisensi sehingga tidak membutuhkan alokasi frekuensi yang baru. Namun pelaksanaan franchising ini sangat tergantung pada regulasi atau peraturan telekomunikasi yang berlaku di Indonesia. Sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai Undang-Undang maupun Peraturan Pemerintah yang dapat berdampak bagi franchising operator ini. Teknologi openBTS yang dipilih sebagai solusi teknologi seluler pedesaan hanya memerlukan biaya investasi sekitar Rp 223 juta untuk membangun satu site infrastruktur di daerah terpencil. Biaya investasi ini jauh lebih murah dibandingkan biaya pembangunan infrastruktur seluler konvensional. Didukung dengan model bisnis franchise yang akan mengurangi biaya operasional operator, maka desain ini dapat menjadi peluang bisnis baru bagi operator eksisting maupun untuk memberi dukungan dalam meningkatkan produktifitas dan efisiensi infrastruktur telekomunikasi dan informasi di pedesaan.   
Study of Utilization of Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) in Pinrang (Studi Pemanfaatan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) di Kabupaten Pinrang) Rachmawaty Djaffar
Jurnal Pekommas Vol 16, No 1 (2013): April 2013
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was to discover the utilization of PLIK by public in Kabupaten Pinrang, South Sulawesi and to find out the public responds to PLIK. It uses descriptive-quantitative methods. The research result showed that the utilization of PLIK  was relatively in high category. Some of them utilized it as learning materials and completion of school project. They accepted PLIK well. It was proven due to their utilization of it according to their want.Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan PLIK pada masyarakat Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemanfaatan PLIK penggunaannya dalam kategori tinggi oleh masyarakat,sebagian besar masyarakat memanfaatkan PLIK untuk digunakan sebagai bahan belajar  dan penyelesaian tugas sekolah. Respon/penerimaan masyarakat  terhadap PLIK sangat besar baik dari segi penggunaan dan pemanfaatannya terbukti masyarakat  menggunakannya dan sesuai dengan tingkat kebutuhannya.

Page 1 of 21 | Total Record : 209