cover
Contact Name
Ismarti
Contact Email
ismarti@fkip.unrika.ac.id
Phone
+6281364348485
Journal Mail Official
pythagorasredaksi@gmail.com
Editorial Address
Kampus Universitas Riau Kepulauan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Jl. Batuaji Baru No.99 Batuaji Batam Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 23015314     EISSN : 26157926     DOI : https://doi.org/10.33373/pythagoras.v10i2
Core Subject : Education,
Phytagoras: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika is a peer review national journal. This journal is publishing high-quality articles in the field of mathematics education, both research and scientific studies. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of mathematic educaton in several topics, but not limited to: - Mathematic education includes media, method and math learning technology - Applied mathematics and statistic
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS" : 11 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KOMBINASI STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS USB SAGULUNG BATAM Haryani, Devi; Amelia, Fitrah; Yulia, Putri
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.23 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.583

Abstract

ABSTRAK       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif kombinasi STAD dan TGT terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di MTs USB Sagulung Batam Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini melibatkan dua kelas yaitu Kelas VIIIc sebagai kelas eksperimen (penerapan model pembelajaran kooperatif kombinasi STAD dan TGT) dan kelas VIIId sebagai kelas kontrol (penerapan pembelajaran konvensional). Materi pembelajaran yang diajarkan adalah bangun ruang sisi datar (kubus dan balok), kedua kelas diberikan post-tes dengan bentuk soal pilihan uraian. Sebelum soal diberikan kepada kelas eksperimen dan kontrol soal telah diuji Validitas dan Reliabilitas. Untuk menguji hipotesis penelitian digunakan uji t. Berdasarkan hasil uji hipotesis maka dapat ditarik kesimpulanbahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif kombinasi STAD dan TGT terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di MTs USB Sagulung Batam Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif, STAD, TGT, hasil belajar
PENERAPAN ACCELERATED LEARNING DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Putra, Jaya Dwi
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.826 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.591

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain pretest-posttest experiment group design, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan accelerated learning  terhadap peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa SMP. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Kecamatan Harau, dan pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive  sampling, yaitu dengan memilih siswa kelas VIII sebanyak dua kelas sebagai sampel. Penelitian ini terdiri dari dua kelompok pembelajaran, yaitu pembelajaran accelerated learning dan pembelajaran konvensional. Setiap kelompok terdiri dari 28 siswa yang terbagi berdasarkan kategori Kemampuan Awal Matematis (KAM), yaitu kategori KAM tinggi, sedang dan rendah di kelasnya. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan penalaran dan komunikasi matematis, angket, observasi dan wawancara. Dalam perhitungan ujicoba instrumen diggunakan program Anates dan perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 17. Perbedaan rataan peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis berdasarkan keseluruhan siswa ditentukan dengan menggunakan uji-t. Perbedaan rataan peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis berdasarkan kategori KAM ditentukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini adalah 1) peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran accelerated learning lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional ditinjau berdasarkan keseluruhan siswa serta kategori KAM sedang dan rendah, sedangkan pada kategori KAM tinggi tidak terdapat perbedaan yang signifikan ; 2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat pembelajaran accelerated learning lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional ditinjau berdasarkan keseluruhan siswa serta kategori KAM sedang, sedangkan pada kategori KAM tinggi dan rendah tidak terdapat perbedaan yang signifikan.  Kata kunci: pembelajaran Accelerated Learning, kemampuan awal matematis, kemampuan penalaran matematis, kemampuan komunikasi matematis.
PENERAPAN TEKNIK SPOTLIGHT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 2 PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT Yulia, Putri
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.635 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.579

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa, kurang bervariasinya model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam mengajar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar hasil belajar matematika siswa lebih baik adalah menggunakan pembelajaran teknik spotlight. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah hasil belajar matematika menggunakan teknik spotlight lebih baik daripada pembelajaran konvensional.Jenis penelitian adalah eksperimen, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 2 Pulau Punjung tahun pelajaran 2010/2011. Sampel penelitian  adalah kelas X.2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.3 sebagai kelas kontrol.  Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar. Bentuk tes yang digunakan adalah essay dengan reliabilitasnya 0,911. Berdasarkan hasil analisis data rata-rata hasil belajar kelas eksperimen adalah 74,03 sedangkan kelas kontrol adalah 64,56. Pengujian hipotesis menngunakan uji-t satu pihak dengan bantuan software MINITAB diperoleh P-value 0,006 pada taraf nyata α=0.05, karena P-value α maka hipotesis diterima. Jadi disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa menggunakan teknik spotlightlebih baik dari pada hasil belajar siswa dengan pembelajaran konvensional siswa kelas X SMAN 2 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.Kata kunci: Penerapan, Teknik Spotlight, Pembelajaran, Matematika
SUATU KRITERIA STABILISASI SISTEM DESKRIPTOR LINIER KONTINU REGULAR Sari, Yulian
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.776 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.584

Abstract

Abstract.The regular descriptor linear time-invariant system, or shorthandly this system is denoted by  are used in many applications, especially in mathematical modeling for engineering, biology, and economics. In this paper, the characterization of stabilization of this systems. Feedback control  for some  and  is used for stabilizing the system  such that the closed-loop system  is stable. Some examples is given to illustrate this characteristic. Keywords: regular descriptor linear time-invariant system, stabilization, stabilizable.
VARIASI SOAL MATEMATIKA DENGAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Daniyati, Nadzifah Ajeng
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.078 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.580

Abstract

ABSTRAKPada Standar Isi (SI) khususnya dalam pelajaran matematika untuk semua jenjang pendidikan dasar dan menengah dinyatakan bahwa tujuan mata pelajaran matematika di sekolah adalah agar siswa mampu memahami konsep matematika, menggunakan penalaran, memecahkan masalah, mengomunikasikan gagasan, memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. Salah satu metode yang mendukung tercapainya tujuan tersebut adalah metode problem  solving.Metode problem solvingadalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih peserta didik dalam menghadapi berbagai masalah baik itu perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri dan atau bersama-sama. Menggunakan metode problem solving diharapkan siswa dapat berpikir kritis terhadap suatu masalah. Untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, dapat dilakukan dengan memberikan variasi soal matematika.Kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa akan dapat memahami konsep, rumus, prinsip, dan teori-teori matematika sambil belajar memecahkan masalah. Intinya, suatu rumus, konsep, atau prinsip dalam matematika, seyogyanya ditemukan kembali oleh para siswa di bawah bimbingan guru (guided re-invention). Kata Kunci: problem solving, berpikir kritis, pemecahan masalah, konsep matematika
BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBASIS OPEN-ENDED PROBLEM Agustyaningrum, Nina
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.979 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.586

Abstract

ABSTRAKParadigma pembelajaran matematika yang mengalami perubahan dari pembelajaran konseptual menjadi kontekstual salah satu kompoennya adalah mewajibkan para guru untuk mampu membekali peserta didik dengan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Setting pembelajaran yang sesuai tentu harus diupayakan guru untuk mendorong peserta didik agar mampu berpikir kritis dan kreatif. Contextual Teaching and Learning berbasis Open Ended Problem diindikasikan mampu menjadi salah satu solusi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual berbasis open ended problem  materi disajikan melalui konteks yang bervariasi dan berhubungan dengan kehidupan siswa baik di rumah, di sekolah maupun di masyarakat secara luas, dan pengetahuan didapat oleh siswa secara konstruktivis. Masalah-masalah yang disajikan adalah open ended problem atau masalah terbuka yang memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih dari satu. Dengan setting pembelajaran seperti ini, akan mampu memberikan kesempatan yang luas kepada para peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Kata Kunci: Berpikir kritis dan kreatif, pembelajaran matematika, contextual teaching andlearning, dan open ended problem
PERBANDINGAN METODE DISKUSI DAN DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG KELAS VIII MTs USB SAGULUNG BATAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Dian Mayasari; Ismarti Ismarti
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.809 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.581

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar matematika siswa yang pembelajarannya menggunakan metode diskusi dan demonstrasi di kelas VIII MTs USB Sagulung Batam tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian adalah penelitian komparatif.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs USB Sagulung Batam yang berjumlah 4 kelas.  Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling.  Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIIA dan VIIIB dengan total 62 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t.Dari analisis data dengan uji t pada taraf signifikansi α=0,05 dan dk = 60 diperoleh nilai thitung (2,914) ttabel (2,000) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.  Dari uji statistic disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan bangun ruang kelas VIII MTs USB Sagulung Batam yang pembelajarannya menggunakan metode diskusi dengan metode demonstrasi. Kata kunci: metode diskusi, metode demonstrasi, hasil belajar matematika      siswa.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE JIGSAW DENGAN TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 BATAM TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014 Wuryani, Siska; Gusmania, Yesi; Akhmad, Farid
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.246 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.589

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika dengan menggunakan kedua model pembelajaran tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Batam dan sampel yang diambil adalah dua rombongan belajar yang terdiri dari kelas XI IPS.2 berjumlah 44 siswa  dengan perlakuan menggunakan model pembelajaran tipe jigsaw dan kelas XI IPS.3 berjumlah 46 siswa dengan perlakuan menggunakan model pembelajaran tipe TGT. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dengan teknik statistik deskriptif dengan menggunakan uji t (t-test) pada kelompok perlakuan dengan taraf signifikan yaitu α = 0,05 tidak terdapat perbedaan pada hasil belajar matematika menggunakan model pembelajaran tipe Jigsaw dengan model pembelajaran tipe TGT.   hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran tipe TGT dengan rata-rata nilai sebesar 76,52 dan dengan menggunakan model pembelajaran tipe Jigsaw dengan rata-rata nilai sebesar 73,18. Kata kunci:  Hasil Belajar Matematika, Jigsaw, TGT
CAN REMEDYING INDUCE CONCEPTUAL CHANGE IN STUDENTS’ MISCONCEPTION OF LINEARITY? Risma, Dwi Afrini
PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.113 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.582

Abstract

AbstractDalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan masalah-masalah yang dapat dimodelkan ke dalam persamaan linear. Kenyataan ini menimbulkan persepsi dan generalisasi bahwa konsep linearitas dapat diaplikasikan terhadap semua permasalahan. Persepsi dan generalisasi ini tentu saja tidak benar. Generalisasi yang berlebihan dan persepsi ini seringkali ditemukan ketika siswa bekerja dengan konsep nonlinear, yakni siswa cenderung menggunakan konsep linearitas ketika menyelesaikan masalah nonlinear. Kesalahan seperti ini tentu saja bukan hanya kesalahan persepsi saja tetapi juga telah menjadi kesalahan konseptual. Banyak studi telah dilakukan guna mengetahui sumber kesalahan konseptual ini. Banyak pula studi yang dilakukan guna mengubah kesalahan konseptual pada siswa.  Salah satu studi terkini dan sering diperbincangkan adalah studi yang dilakukan oleh Van Dooren, Hessel, Janssens, dan Verschaffel (2004). Dalam studinya, Van Dooren et.al (2004). melakukan intervensi terhadap 35 orang siswa kelas 8 di Finladers, Belgia. Terdapat beberapa aspek yang diabaikan dalam riset tersebut, dan berlawanan dengan konsep perubahan konseptual yang disampaikan. Berkaitan dengan masalah tersebut, pada artikel ini penulis akan mendiskusikan dan mengritisi  studi yang dilakukan oleh Van Dooren et. al. (2004). Keywords: conceptual change, linearity problem, nonlinearity problem
KECEMASAN MATEMATIKA DAN CARA MENGURANGINYA (MATHEMATIC ANXIETY AND HOW TO REDUCE IT) Saputra, Paulus Roy
PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.445 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.590

Abstract

ABSTRAKPembelajaran matematika merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan ilmu matematika yang merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan yang menjadi tonggak untuk kemajuan suatu negara. Pengembangan tersebut sudah dilakukan dari sejak dulu dan diberikan kepada masyarakat Indonesia mulai sejak dini. Usaha pengembangan tersebut tidak serta merta berjalan begitu saja, terdapat hambatan yang terjadi khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran matematika atau pandangan beberapa siswa terhadap matematika itu sendiri. Kecemasan merupakan salah satu hal yang melanda sistem pembelajaran khususnya pembelajaran matematika. Beberapa tokoh telah mendefinisikan kecemasan matematika sebagai sebuah gangguan psikologi berupa perasaan takut dan cemas dalam menyelesaikan persoalan matematika. Tokoh-tokoh yang lain juga sudah banyak memberikan definsi mengenai kecemasan matematika dan mereka meneliti bentuk-bentuk kecemasan yang ada dari tinjauan yang berbeda. Selain memberikan definisi dan bentuk, kecemasan juga bisa dikurangi dengan langkah-langkah yang bisa dilakukan sesuai dengan hasil penelitian tokoh maupun akademisi di bidang pendidikan dan psikologi. Beberapa langkah tersebut kiranya dapat mengurangi kecemasan yang ada untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, menyenangkan dan berpusat pada siswa. Kata Kunci: kecemasan, kecemasan matematika, pembelajaran matematika, gejala kecemasan

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2014 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2023): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022): PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 10, No 2 (2021): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017): PYTHAGORAS Vol 6, No 1 (2017): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016): PYTHAGORAS Vol 5, No 1 (2016): PYTHAGORAS JOURNAL Vol 5, No 1 (2016): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2015): PYTHAGORAS JOURNAL Vol 4, No 2 (2015): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015): PYTHAGORAS Vol 4, No 1 (2015): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015): PYTHAGORAS Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika More Issue