Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Adaptasi Alat Ukur Literasi Gizi untuk Mahasiswa Tahun Pertama Universitas Halu Oleo Andriani, Wa Ode Sri; Anshari, Dien; Fitirani, Yessy; Sopamena, Yoslien; Pontambing, Yulita Sirinti
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 04 No.01 (Januari, 2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.v0i0.446

Abstract

Literasi gizi adalah tingkatan dimana seseorang memiliki kapasitas untuk memperoleh, mengolah, dan memahami informasi dasar dan layanan gizi guna membuat keputusan gizi yang tepat. Penelitian mengenai literasi gizi masih belum banyak dilakukan di Indonesia karena belum banyak instrumen yang layak untuk mengukur literasi gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi instrumen The Newest Vital Sign (NVS) untuk digunakan pada mahasiswa program sarjana Universitas Halu Oleo di Sulawesi Tenggara. Tahap pertama peneliti mengadaptasi NVS melalui wawancara kognitif pada mahasiswa S1 reguler tahun pertama Universitas Halu Oleo untuk mengevaluasi kemudahan dan pemahaman akan pertanyaan dan pilihan jawabannya. Instrumen yang telah diadaptasi kemudian digunakan melalui survey daring untuk mengumpulkan data dari 379 sampel mahasiswa tahun pertama Universitas Halu Oleo. Data dianalisis untuk reliabilitas antar-item, validitas konstruk, serta statistik deskriptif. Hasil adaptasi NVS memperoleh nilai reliabilitas antar-item yang cukup (Cronbach’s Alpha=0,60), dan memiliki asosiasi positif dengan domain fungsional dari Health Literacy Scale (HLS-EU-Q16) seperti yang diharapkan (r=0.167, p<0,01). Skor rata-rata dari 6 pertanyaan NVS adalah 2.48 (SD=1,40). NVS versi adaptasi ini dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengukur literasi gizi pada mahasiswa program sarjana Universitas Halu Oleo.
Socio-Cultural Determinants of Treatment Seeking Behavior among Tuberculosis Patients: A Systematic Review of a Qualitative Study Imelda Sussanti Nailius; Dien Anshari
Health Notions Vol 6, No 3 (2022): March
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn60301

Abstract

The treatment-seeking behavior of tuberculosis patients is an important component of tuberculosis control interventions. The author undertakes a systematic review by identifying, evaluating, and interpreting the findings of similar studies to determine socio-cultural factors affecting tuberculosis patients' treatment seeking behavior. This study employs meta-synthesis of qualitative method. The researcher search articles using keywords in the databases of Proquest, Ebsco, ScienceDirect, and Springerlink yielded results (n = 111,665). Furthermore, the screening, feasibility, and selection processes were carried out in the population of tuberculosis patients based on inclusion criteria such as complete scientific articles with qualitative research designs, including socio-cultural aspects influencing tuberculosis treatment seeking behavior which published in 2016 to 2021. As a result, there are 9 research publications which eligible for systematic review and meet the criteria. Socio-cultural factors of treatment seeking behavior of tuberculosis patients include factors of knowledge, awareness, belief, economic ability, facilities access and health facilities infrastructure, communication and family support, perceptions related to poverty, social and cultural stigma of seeking alternative medicine. Socio-cultural factors can be investigated and used as inputs in subsequent qualitative and quantitative research tailored to the characteristics and socio-cultural patterns found in Indonesia's tuberculosis patient population. Keywords: socio-cultural factors; health seeking behavior; tuberculosis
ADAPTASI ALAT UKUR LITERASI KESEHATAN PADA MAHASISWA ANGKATAN PERTAMA UNIVERSITAS ANDALAS PADANG TAHUN 2019 Yessy Fitriani; Wa Ode Arin Sri Andriani; Yoslien Sopamena; Yulita Sirinti; Dien Anshari
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i1.802

Abstract

Latar Belakang: Literasi kesehatan adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan, memproses dan memahami informasi serta pelayanan kesehatan dasar yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang tepat mengenai kesehatan. Penelitian mengenai bagaimana literasi kesehatan berkaitan dengan status kesehatan seseorang masih belum banyak dilakukan di Indonesia, terutama karena belum adanya instrumen yang layak untuk mengukur tingkat literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi versi singkat dari instrumen Health Literacy Scale yang dikembangkan di Uni Eropa (HLS-EU-Q16) agar dapat digunakan untuk kelompok usia remaja akhir dan dewasa muda di Sumatera Barat. Metode: Penelitian kualitatif ini mengambil data melalui wawancara kognitif dengan 10 mahasiswa tingkat pertama di Universitas Andalas, Sumatera Barat yang direkrut secara purposif pada Juni 2019. Panduan wawancara dikembangkan dari 16 pertanyaan dalam instrumen HLS-EU-Q16 yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil: Secara umum informan banyak yang kurang paham dengan penggunaan frasa yang baku (seperti “mengambil keputusan”, “membutuhkan pemeriksaan kesehatan” dan “menilai mana perilaku sehari-hari” serta informan mengakui kesulitan memahami kosa kata “dokter lain atau second opinion”). Kesimpulan: Instrumen HLSE-EU-Q16 dapat digunakan untuk kalangan usia remaja akhir dan dewasa muda dengan penyesuaian pada pilihan frasa yang lebih mudah dipahami.
ASOSIASI LITERASI KESEHATAN DAN HEALTH BELIEF MODEL DENGAN PRAKTIK SADARI PADA MAHASISWI UNIVERSITAS INDONESIA Dian Priharja Putri; Dien Anshari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v11i2.75

Abstract

Kanker payudara menempati urutan pertama dengan jumlah kasus baru (43,3%) dan kematian akibat kanker (12,9%) pada wanita di dunia [1]. Lebih dari 70% pasien datang ke layanan kesehatan pada stadium  kenker yang telah lanjut [2]. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dilakukan setiap bulan merupakan metode deteksi dini termurah dan paling sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri oleh wanita. Meskipun telah direkomendasikan selama bertahun-tahun, praktik BSE masih rendah. Lebih dari 80% orang tidak memahami praktik SADARI [3]. Program ini tidak dapat dipisahkan dari literasi kesehatan. Teori Health Belief Model dianggap dianggap sesuai untuk melihat mengapa bebrapa orang memilih untuk tidak melakukan SADARI. Penelitian ini untuk melihat asosiasi literasi kesehatan dan Health Belief Model dengan praktik SADARI, menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 251 mahasiswa S1 Reguler dari Universitas Indonesia angkatan 2018/2019. Hasil yang diperoleh mahasiswi memiliki tingkat pengetahuan yang rendah (51,4%) dan memiliki literasi kesehatan yang rendah (49,0%). Literasi kesehatan mempunyai hubungan yang bermakna dengan praktik SADARI (p = 0,000; α = 0,05) setelah dikontrol oleh rumpun ilmu, sumber  informasi, dan pengetahuan. Persepsi terhadap kemampuan diri melakukan SADARI mempunyai hubungan bermakna dengan praktik SADARI (p = 0,000; α = 0,05) setelah dikontrol oleh rumpun ilmu, sumber informasi, dan pengetahuan.  Kata Kunci- Breast Cancer, BSE, Health Literacy, Health Belief Model
Adaptasi Alat Ukur Literasi Gizi Pada Mahasiswa Angkatan Pertama Program Sarjana Di Universitas Pattimura, Maluku Yoseline Sopamena; Yulita Sirinti Pongtambing; Wa Ode Arin Sri Andriani; Yessy Fitriani; Dien Anshari
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 9 No. 2 (2020): Vol. 9, No.2, November 2020
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v9i2.18946

Abstract

Background: Nutrition literacy indicate the competence to earn, gather, understand, interpret and practice nutrition information to make proper health decision. Objective: To assess validation and reliability of modified-Newest Vital Signs (NVS) instrument. Method: Data collection divided into two phases: (1) Qualitative, where we conducted cognitive interview to 10 first year college students at Pattimura University using HLS-EU-Q16 for health literacy measurement, subsequently with NVS questionnaire which has 6 questions for nutrition literacy measurement that had been translated into Bahasa on previous research. Thereafter, (2) a quantitative survey (n=362) was performed for confirming the NVS against functional domain of HLS-EU-Q16. Result: Mean score for participants done the survey was 2,35 (SD 0,01). Spearman-P coefficient correlation between HLS-Q16 functional domain met the instrument validation standard (r=0,11, p-value=<0,001). Cronbach alpha was 0,590 indicating weak internal consistency. Conclusion: The Newest Vital Sign has validity to measure functional level of nutritional literacy of first year college students of Pattimura University.
Determinan Sosial Terhadap Tingkat Literasi Kesehatan Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kota Cilegon Sahroni Sahroni; Dien Anshari; Tri Krianto
Faletehan Health Journal Vol 6 No 3 (2019): Faletehan Health Journal
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.876 KB) | DOI: 10.33746/fhj.v6i3.94

Abstract

Studi terdahulu telah menunjukkan hubungan yang positif antara literasi kesehatan dengan status kesehatan serta pemanfaatan layanan kesehatan, namun belum banyak penelitian mengenai literasi kesehatan pada penderita hipertensi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan sosial yang mempengaruhi tingkat literasi kesehatan pada pasien hipertensi di Kota Cilegon, Banten. Dengan menggunakan disain potong lintang, penelitian ini mengambil data dari pasien hipertensi di delapan puskesmas di Kota Cilegon (n=138). Pengukuran literasi kesehatan dilakukan menggunakan instrumen Health Literacy Scale European Union dengan 16 pertanyaan yang telah diadaptasi. Analisis dilakukan menggunakan model regresi linier ganda dengan literasi kesehatan sebagai variabel dependen dan determinan sosial seperti jenis kelamin, kelompok usia, pendidikan, penghasilan, dan pekerjaan sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor literasi kesehatan pada penderita hipertensi adalah 58.4 (SD=14.2) dari skala 100. Hasil analisis regresi linier ganda menunjukkan hubungan yang bermakna antara skor literasi kesehatan dengan usia (b=-6.1, SE=1.8, p=0.01), pendidikan (b=12.5, SE=2.7, p<0.001), dan penghasilan (b=9.1, SE=2.2, p<0.001). Hasil ini mengindikasikan perlunya penanganan ekstra pada penderita hipertensi yang berusia lanjut, berpendidikan kurang dari SMA, dan berpenghasilan di bawah upah minimum regional.
Literasi Kesehatan Mental Orang Dewasa dan Penggunaan Pelayanan Kesehatan Mental Trisni Handayani; Dian Ayubi; Dien Anshari
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 2, No. 1, Juni 2020
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47034/ppk.v2i1.3905

Abstract

ABSTRAK Latar belakang. Prevalensi penduduk Indonesia yang menderita gangguan mental emosional mengalami peningkatan, dimana prevalensi sebesar 6% pada tahun 2013 meningkat menjadi 9,8% pada tahun 2018. Pelayanan kesehatan jiwa bagi setiap orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) belum diwujudkan secara optimal di wilayah Kecamatan Bogor Timur. Masih sedikit ODMK yang memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwaTujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan mental dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan jiwa.Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Responden adalah orang dengan masalah kejiwaan yang bertempat tinggal di Kecamatan Bogor Timur. Teknik multistage random sampling digunakan untuk memilih 139 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik ganda.Hasil. Nilai rerata literasi kesehatan mental sebesar 73,08 (skala 100). Sebanyak 56,1% ODMK telah memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa dan 57,6% responden berumur ≥30 tahun. Pada mereka yang mempunyai literasi kesehatan mental tinggi, sebanyak 64,9% telah memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa. Hasil analisis multivariat menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan jiwa pada ODMK setelah variabel jenis kelamin dan ketersediaan pelayanan kesehatan jiwa dikendalikan.Kesimpulan. Orang dengan literasi kesehatan mental yang tinggi cenderung memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa dibanding dengan mereka dengan literasi rendah.  ABSTRACTBackground. In Indonesia, prevalence of emotional mental disorder has increased from 6% in 2013 to 9.8% in 2018. Mental health service has not optimally utilized by people with mental health problems in East Bogor sub-district. Objective. This study aimed to determine the relationship of mental health literacy with mental health service use. Method. This study used a cross sectional design with a quantitative approach. Respondents were people with mental health problems who lived in East Bogor Sub-District. A total of 139 respondents were selected using multistage random sampling technique. Data were collected by in-person interview using a questionnaire. Data were analysed using a multiple logistic regression test for multivariate model selection. Results. The results of this study showed that the mean score of mental health literacy was 73.08 (scale of 100). There were 56.1% respondents utilized mental health services. As many as 57.6% respondents aged ≥30 years. Among those who have high mental health literacy, 64.9% of them have utilized mental health services.  Results from multivariate analysis showed that there was a significant relationship between mental health literacy and the use of mental health service in people with mental health problems, after adjustment with gender and mental health service availability.Conclusion. People with high mental health literacy tended to use mental health services compared to those with low literacy.
Persepsi Remaja Terhadap Kesan Menakutkan Pada Peringatan Kesehatan Bergambar Di Bungkus Rokok Ditinjau Dari Extended Parallel Process Model Andi Annisa Dwi Rahmawati; Rita Damayanti; Dien Anshari
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 1, No. 1, April 2018
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.273 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v1i1.2120

Abstract

Latar Belakang. Tujuan pencantuman Peringatan Kesehatan Bergambar (PKB) pada bungkus rokok adalah mencegah remaja dari kebiasaan merokok. Dengan melihat gambar menakutkan pada PKB, remaja perokok juga diharapkan termotivasi berhenti merokok.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan persuasif yang berusaha memunculkan rasa takut berperan dalam proses penerimaan atau penolakan pesan pada siswa yang pernah mendapat intervensi program berhenti merokok bernama Not on Tobacco (NOT)  dengan yang belum pernah mendapatkannya. Metode. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain Rapid Asessment Procedures (RAP). Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang mendapat intervensi program berhenti merokok memiliki keyakinan diri yang lebih tinggi untuk dapat mengurangi konsumsi rokok atau berhenti merokok dengan mudah dibandingkan siswa yang tidak mendapat intervensi. Mereka yang mendapat intervensi juga menunjukkan penerimaan pesan paling baik. Hal ini terlihat dari perubahan niat, sikap, dan perilaku informan ke arah yang positif, berkaitan dengan perilaku merokok. Sementara itu, siswa yang tidak mendapat intervensi menunjukkan penolakan pesan akibat tidak dapat mengendalikan rasa takut. Hal ini tercermin dari perilaku siswa yang menghindari melihat PKB.
Bagaimana Media Memberitakan Produk Pangan? Analisis Isi Artikel Media Daring Tentang Susu Kental Manis Dien Anshari; Mochamad Mochamad Wachyu; Nadia H. Qatrunnada; Ahmad Syafiq
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 1, No. 1, April 2018
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.97 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v1i1.2100

Abstract

Latar Belakang: Media massa dapat menentukan agenda publik dan mengarahkan cara pandang publik terhadap isu tertentu.Tujuan:Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana media daring membingkai susu kental manis (SKM) sebagai salah satu produk pangan.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi kuantitatif dalam ilmu komunikasi. Data untuk penelitian berupa semua artikel yang memuat frase”susu kental manis” yang terbit sepanjang 2016-2017 di situs media daring kompas.com (n=64), tempo.co (n=49), detik.com (n=142) dan vemale.com (n=120).Hasil: Dari total 375 artikel tentang SKM, ada 34 artikel dengansentimen negatif, 24positif, sedangkan sisanya netral. SKM dibingkai secara negatif karena tinggi kandungan gula dan lemak, tidak termasuk produk susu, serta dapat menyebabkan diabetes, obesitas, masalah pencernaan, dan kerusakan gigi.Sementara SKM dibingkai secara positif karena dapat meningkatkan cita rasa makanan/minuman, harganya terjangkau, termasuk kebutuhan pokok, serta merupakan sumber energi dan protein. Sebagian bingkai negatif terhadap SKM baru ditemukan pada 2017. Penerbitan artikel dengan bingkai negatif terlihat memiliki pola tertentu dan tidak dilandasi kasus spesifik.Kesimpulan: Media daring dalam membingkai SKM terlihat mengabaikan prinsip baku jurnalisme seperti dampak (significance), urgensi, dan verifikasi faktual. Penelitian dengan pendekatan politik ekonomi bisa menggali lebih dalam mekanisme maupun motif media daring dalam membuat artikel tentang produk pangan.
Hubungan Health Locus of Control dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Kota Depok Tahun 2020 Shania Adhanty; Dian Ayubi; Dien Anshari
Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 3, No. 1, Juni 2021
Publisher : Perkumpulan PPKMI & Dept. PKIP FKM UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.513 KB) | DOI: 10.47034/ppk.v3i1.4150

Abstract

Latar Belakang. Diabetes Mellitus (DM) telah menyebabkan 4,2 juta kematian pada tahun 2019. Di Indonesia, penyakit DM merupakan salah satu PTM yang menyebabkan kematian utama. Kepatuhan diet menjadi perilaku yang sangat penting dan diperlukan kendali diri.Tujuan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan lokus kendali diri untuk sehat baik dimensi internal, orang berpengaruh, keberuntungan dan faktor lainnya dengan kepatuhan diet pasien DM tipe 2 di RSUD Kota Depok tahun 2020.Metode. Penelitian menggunakan desain cross-sectional, pengambilan data dilakukan melalui convenience sampling pada 52 pasien DM tipe 2 yang berkunjung ke poli penyakit dalam RSUD Kota Depok.Hasil. Pasien memiliki nilai kepatuhan diet yang cukup yaitu 66,23 dari skala 100. Hasil uji korelasi pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang dan positif antara lokus kendali untuk sehat dimensi internal dan dimensi orang berpengaruh dengan kepatuhan diet (r= 0,46 dan r= 0,28) diikuti dengan dimensi keberuntungan menunjukkan kekuatan sedang dan negatif terhadap kepatuhan diet (r= -0,28).Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara health locus of control dimensi internal, powerful others dan chance dengan kepatuhan diet dengan kekuatan hubungan sedang dan arah korelasi positif pada dimensi internal dan powerful others sedangkan negatif pada dimensi chance. ABSTRACTBackground. Diabetes Mellitus (DM) caused 4.2 million deaths in 2019. In Indonesia, DM is an NCD that causes major deaths. Dietary adherence becomes a vital behavior and requires self-control. Objective. This study aimed to determine the relationship between health locus of control on internal, powerful-others, chance dimensions and other factors with dietary adherence among type 2 DM patients at Depok City Hospital in 2020.Method. This study used a cross-sectional design and data collection through convenience sampling on 52 type 2 DM patients who visited internist poly in Depok City Hospital.Results. This study indicates that patients have adequate dietary adherence values 66,23 on a scale of 100. Pearson correlation test results show a significant relationship between health locus of control on internal and powerful-others dimensions with a moderate and positive relationship with dietary adherence (r= 0,46 and r= 0,28). Meanwhile, the chance dimension shows a moderate and negative relationship with dietary adherence (r= -0,28).Conclusion: There is a significant relationship between health locus of control internal, powerful others and chance dimensions with dietary compliance with moderate strength. The direction of the correlation is positive on the internal dimension and powerful others while negative on the chance dimension.