Malka, St.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kepatuhan Antenatal Care (ANC) dan Dukungan Suami dengan Kelancaran Persalinan di Desa Bulu Allapporenge Kecamatan Bengo Kabupaten Bone Malka, St.
Nursing Inside Community Vol 1 No 3 (2019): Nursing Inside Community
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.533 KB) | DOI: 10.35892/nic.v1i3.215

Abstract

Pemeriksaan ANC bagi ibu hamil bertujuan untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang mungkin ada atau akan timbul selama kehamilan .Apabila cepat diketahui akan dapat segera diatasi sebelum berpengaruh tidak baik terhadap kehamilan dengan melakukan pemeriksaan ANC secara rutin dan teratur.Tujuan penelitian untuk mengetahui kepatuhan ANC dan dukungan suami dengan kelancaran persalinan di Desa Bulu Allapporenge.Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional.Populasi penelitian dalam penelitian ini adalah ibu yang telah melahirkan ? 24 bulan.Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 46 orang.Uji statistik menggunakan Chi Square dengan nilai signifikan ? 0,05 diperoleh hasil perhitungan dengan nilai ? value 0,00, artinya ada hubungan antara kepatuhan ANC dan dukungan suami dengan kelancaran persalinan di Desa Bulu Allapporenge.Diharapkan kepada ibu untuk lebih termotivasi melakukan kunjungan ANC dan diharapkan suami dapat mendampingi istri pada proses persalinan sehingga dapat membantu proses kelancaran persalinan.
FAKTORKEHAMILAN DINI, ANTENATAL CARE, ASI EKSKLUSIF DAN PENGETAHUAN GIZI TERHADAP STUNTING PADA BALITA RESIKO STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN BONE Malka, St.; Musni, Musni; Fatimah, Sitti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3364

Abstract

ABSTRACT EARLY PREGNANCY, ANTENATAL CARE, ESCLUSIVE BREASTFEEDING AND NUTRITIONAL KNOWLEDGE TO STUNTING IN CHIDREN UNDER FIVE Background: stuntingis a major nutritional problem that will have an impact on social and economic life in society. Stunting is a problem because it is associated with an increased risk of illness and death, suboptimal brain development, resulting in delayed motor development and stunted mental growth. Bone is one of the district in south Sulawesi high prevalence of stunting compared with province and national.Purpose  To determine risk factors early pregnancy, antenatal care, esclusive breastfeeding and nutritional knowledge on stunting among children 12-59 months old.Mathods:The study used is quantitative witch a designed  case-control study. It was conducted in Kading health centre, Bajoe health centre, and Usa health centre.  with the research time May-Juli 2020. The subjects were children between 12-59 month. The sample in this study were 120 consisting of 40 stunted and 80 normal with gender matching. Subject were chosen by purposive sampling methode. The risk factor were early pregnancy, antenatal care, esclusive breastfeeding, and nutritional knowledge. Data were analyzed by univariate, bivariate with chis-quare test and odds ratio with 95% confidence interval   Results: The results showed that factors associated with stunting were early pregnancy (P = 0.003) and antenatal care with (P = 0.033), while exclusive breastfeeding (P = 0.892) and maternal nutritional knowledge (P = 0.404) were not associated with stunting in under-five. . Early pregnancy variable is the dominant variable in the occurrence of stunting in children under five. Early childhood pregnancy has a 5.00 times higher risk of stunting in children under five compared to mothers who are pregnant at adulthood, and mothers not antenatal care during pregnancy have 2.68 times the risk of stunting compared to mothers antenatal care visit during pregnancy.Conclusion: The risk factors for stunting  were early pregnancy and antenatal careSuggestion It is hoped that the government will be even more stringent on the implementation of early marriage, so that there will be no more early marriages and can prevent stunting in toddlers. Keywords: stunting, early pregnancy,  antenatal care ABSTRAK Latar belakang :Stunting adalah masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat.  Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan menungkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motoric terlambat  dan terhambatnya pertumbuhan Kabupaten Bone meruapakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan dengan angka stunting yang cukup signifikan melebihi prevalensi stunting provinsi dan nasional.Tujuan: untuk menganalisis factor risiko kehamilan usia dini, antenatal care, ASI eksklusif dan pengetahuan gizi ibu terhadap stunting pada balita usia 12 – 59 bulanMetode : Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Case Control Study. Penelitian dilakukan di tiga puskesmas yaitu Puskesmas Kading, Puskesmas Bajoe dan Puskesmas Usa. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juli 2020. dengan subjek adalah anak umur 12 – 59 bulan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 balita yang terdiri dari 40 kasus (balita stunting) dan 80 kontrol (balita normal/tidak stunting) dengan Matching jenis kelamin. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Factor risiko yang diukur adalah kehamilan usia dini, antenatal care (ANC), ASI eksklusif dan pengetahuan gizi ibu. Data dianalisis dengan chi square dan Odds Ratio (OR) 95% CI.Hasil :  Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan stunting adalah kehamilan usia dini (P=0,003) dan antenatal care dengan (P=0.033), sedangkan ASI eksklusif  (P=0,892) dan pengetahuan gizi ibu (P=0,404) tidak berhubungan dengan stunting pada balita. Variabel kehamilan usia dini merupakan variable dominan terjadinya stunting pada balita. Kehamilan usia dini memiliki risiko 5,00 kali lebih tiinggi untuk mengalami stunting pada balita dibandingkan ibu yang hamil pada usia dewasa, ibu yang tidak melakukan antenatal care memiliki risiko 2,68 kali mengalami stunting dibanding ibu yang melakukan pemeriksaan antenatal care. Kesimpulan: kehamilan usia dini dan antenatal care merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balitaSaran Diharapkan pemeritah lebih ketat lagi terhadap pelaksanaan pernikahan usia dini, agar tidak ada lagi pernikahan usia dini dan bisa mencegah terjadinya stunting pada balita Kata kunci : stunting, kehamilan Dini, antenatal care