Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Preeklamsia Dan Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr) Di Rsu Anutapura Palu Lisnawati
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2019): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v13i1.31

Abstract

Preeklampsia didefinisikan sebagai perkembangan hipertensi dan proteinuria setelah 20 minggu kehamilan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan preeklampsia dengan BBLR di RSU Anutapura Palu. Penelitian kasus-kontrol. Populasi sebanyak 186 bayi dengan sampel BBLR sebanyak 93 bayi, matching pada usia kehamilan 37, 38, 39, dan 40 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari Ibu yang mengalami preeklamsia melahirkan bayi BBLR 16 orang (64%) dan tidak BBLR 9 bayi (36%). Sedangkan ibu yang tidak mengalami preeklamsia melahirkan bayi BBLR 77 bayi (47,8%) dan tidak BBLR 84 bayi (52,2%). Rerata BBL pada ibu preeklamsia 2232,00gr sedangkan pada ibu yang tidak preeklampsia 2363,04gr. Hasil uji kai kuadrat p-value = 0,197 (0,197>0,05) Disimpulkan meskipun prevalensi BBLR tinggi pada ibu yang mengalami preeklamsia namun tidak ada pengaruh yang signifikan antara preeklamsia terhadap kejadian bayi berat badan lahir rendah. Disarankan agar dilakukan analisis lebih lanjut dari faktor maternal lainnya terhadap kejadian BBLR di RSU Anutapura Palu
Aspirasi Jarum Halus dan Pemeriksaan Imunositokimia pada Diagnosis Kasus Timoma Mediastinum Lisnawati; Diah Setiawati
Majalah Patologi Indonesia Vol 19 No 2 (2010): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.883 KB)

Abstract

Timoma adalah tumor primer yang berasal dari sel-sel epitel timus. Pada umumnyabersifat asimptomatik dengan gejala klinik yang tidak khas, kadang-kadang disertaisindrom paraneoplastik seperti miastenia gravis. Perilaku biologi timoma tidak dapatdiprediksi. Gejala yang dapat menyebabkan keadaan darurat seperti dispneu dansindrome vena cava superior perlu penanganan yang segera dan tepat. Makalah inimenyajikan sebuah kasus timoma pada wanita usia 29 tahun yang cukup menarik yangdidiagnosis dengan Fine needle Aspiration Biopsy (FNAB) dan dibuktikan denganpemeriksaan imunositokimia. Laporan ini menekankan pentingnya peranan diagnosissitologi dengan tehnik FNAB pada kasus kegawatan. Gambaran sitologi timomamenunjukkan campuran populasi sel-sel epitel dan limfosit. FNAB dan imunositokimiamemainkan peranan yang penting dalam penetapan diagnosis dan berperan sebagaidasar diagnosis penatalaksanaan segera yang tepat pada pasien berisiko.
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat dan Pencegahan Stunting di Pondok Pesantren Husnayain Nasrul, Nasrul; Hafid, Fahmi; Lisnawati; Amsal; Masudin; Sri Musriniawati Hasan; Wijianto
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v2i2.410

Abstract

Keberhasilan gerakan masyarakat sehat tidak terlepas dari kerjasama lintas sektor. Salah satunya dengan Lembaga Pendidikan keagamaan seperti pesantren. Pesantren dapat menjadi fondasi yang kuat bagi penggalakan gerakan masyarakat hidup sehat terutama bagi santri dan pengurusnya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah terlaksananya kegiatan Sosialisasi Pesantren dan Santri Sehat Pesantren Husnayain Kota Palu. Metode pelaksanaan dengan Sosialisasi Pesantren dan Santri Sehat kepada 20 santri dan santriwati serta pengurus pesantren. Pelaksanaan pada tanggal 8-10 Februari 2021 di Pondok Pesantren Husnayain Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi Kota Palu Sulawesi Tengah. Hasil yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi ini adalah terjalinnya kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Palu dengan Pesantren Husnayain dalam rangka pembentukan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan pembinaan pesantren dan santri sehat di Kota Palu.
Faktor-faktor Histopatologik yang Memengaruhi Metastasis ke Kelenjar Getah Bening pada Karsinoma Sel Skuamosa Laring di Departemen Patologi Anatomik FKUI/RSCM Tahun 2015-2019 Ela Laelasari; Lisnawati
Majalah Patologi Indonesia Vol 31 No 2 (2022): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.49 KB) | DOI: 10.55816/mpi.v31i2.502

Abstract

BackgroundLaryngeal squamous cell carcinoma (LSCC) is the second most common epithelial carcinoma of the head and neck. This carcinomahas a poor prognosis if there have been metastases in the neck lymph nodes and did not get proper therapheutical management.The aims of the study is to determine the histopathologic characteristics of LSCC with partial or total laryngectomy and neckdissection, as well as its relationship with the incidence of metastases to lymph nodes.MethodsAnalytical descriptive study with cross-sectional design of secondary data on LSCC cases obtained through total or partiallaryngectomy accompanied by neck dissection from the archives of the Department of Anatomic Pathology FKUI / RSCM fromJanuary 2015 to December 2019. The histopathological data obtained were analyzed by comparative statistical test.ResultsKSSL was more frequently found in men as much as 155 cases (94.5%) with the most common age was over 60 years old. In thisstudy, LSCC with lymph nodes metastases was found in 65 cases, the most common was tumor size >4 cm in 40 cases (61.5%),medium differentiated tumors in 47 cases (72.3%), pT3-pT4 in 57 cases. (87.7%). There was a significant association betweenmetastasis to cervical lymph nodes with tumor size, poorly differentiated tumors, lymphovascular invasion and pT3-pT4.ConclusionHistopathologic factors including tumor size, pT3-pT4, poor differentiation, lymphovascular invasion are factors that play a role in theoccurrence of metastases to cervical lymph nodes in LSCC