Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Application of Adaptive Structure based on Natural Inspiration on Biomimicry Architecture Riri Chairiyah; Ahmad Sarwadi; SyamRachma Marcilia
Journal of Architectural Design and Urbanism Vol 1, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jadu.v1i1.3247

Abstract

Today the advancement of technology and human science has developed rapidly. These developments give a number of technological innovations that were used to solve and facilitate human life. One of the advances in technological innovation is the development of buildings that are designed and established using modern technology. However, the development of these advances, especially man-made buildings, on the contrary, also have a lot of adverse effects on the environment in which humans live. These adverse impacts cause environmental degradation to result in the extinction of a number of natural species around human habitation. These problems are mostly sourced from people who lack environmental awareness. A number of experts to scientists, especially those in charge of development problems, began to look for ways to reduce these adverse impacts. One way that is done especially by architects is to study the process of natural adaptation with its environment which is included in the Biomimicry Architecture. The adaptation process carried out by nature is reflected in how forms, processes and systems that nature uses to respond to its environment. The inspiration was then applied by the architect into the building. Architects in terms of building design must pay attention to three important aspects that exist in the building design process, namely aesthetics, function and strength. However, the aspect of power design in the discussion of biomimicry architecture has a smaller portion than aesthetics and function. While the need for building strength innovations in this regard is very necessary in the building structure against the background of the lack of innovative and environmentally friendly structural design aspects. Based on this problem, this study then used content analysis method with qualitative inductive type. The study was conducted by analyzing written information data that discussed the case of selected buildings, namely The Eden Project Building, The Gherkin Tower and The Eastgate Center. The results of the research are descriptive explanations related to how the adaptive principles applied by the architect into the building use natural inspiration. The benefits of this research are expected to provide an illustration for architects to design buildings that are adaptive to the environment, especially from structural systems and can expand the science of Biomimicry Architecture.
PENATAAN LINGKUNGAN KAMPUS UNTUK PENGKONDISIAN KECEPATAN ANGIN (KASUS: KAMPUS 1 UNISA YOGYAKARTA) Chairiyah, Riri
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 3, No 2 (2020): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v3i2.1661

Abstract

Bangunan yang digunakan sebagai ruang public harus memenuhi kelaikan fungsi bangunan. Kenyamanan adalah salah satu aspek kelaikan fungsi. Yang mana kenyamanan pengguna di bangunan kampus semakin penting dikarenakan peningkatan jumlah mahasiswa setiap tahun cukup tinggi. Salah satu aspek kenyamanan adalah psikologis pengguna terhadap kecepatan angin yang dirasakan pengguna. Kecepatan angin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memberikan efek tidak nyaman bagi pengguna. Kecepatan angin dominan dirasakan di area lingkungan luar, dimana lingkungan antar bangunan kampus menjadi area penting sebagai area mobilitas pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah penataan lingkungan antar bangunan kampus dengan menggunakan metode studi literatur. Penggalian permasalahan lingkungan dibantu oleh software ENVI-met. Adapun hasil penelitian berupa penataan lingkungan kampus untuk menurunkan kecepatan angin yang tinggi, yang dapat dilakukan pada emelen arsitektur dan elemen lansekap. Penataan elemen arsitektur yaitu penggunaan naungan/kanopi, penggunaan pagar berlubang, penggunaan sirip-sirip horizontal pada fasad bangunan dan penggunaan platform pada bangunan tinggi. Sedangkan penataan elemen lansekap yaitu pemilihan vegetasi khususnya jenis pohon berdaun rapat. Vegetasi minimal tinggi 2m dengan pola susun yang tidak terlalu rapat. Vegetasi dapat diletakan di area datangnya angin serta permukaan tanah dibuat bergelombang atau berkontur.
Perancangan Kafe Terapung di Desa Lendang Are Mahendra, Erdinsyah; Chairiyah, Riri
JAS: Journal of Architecture Students Vol 2, No 1 (2021): MEI
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v2i1.1872

Abstract

Bangunan terapung menjadi hobi yang cukup banyak diminati untuk mampu mengeksplor lebih jauh potensi tapak yang berupa perairan, terutama sebagai destinasi wisata. Bendungan Lendang Are memiliki cukup banyak potensi untuk menjadi destinasi wisata air dan mampu menunjang perekonomian warga di sekitarnya. Salah satu fasilitas yang harus ada pada sebuah destinasi wisata air adalah rumah makan, restoran, warung, kafe atau sejenisnya yang melayani kebutuhan konsumsi pengunjung. Dalam prosesnya, perancangan dan eksplorasi desain, terdapat beberapa tahapan seperti perumusan gagasan, pengumpulan informasi, analisis dan sintesis, perancangan, dan evaluasi yang menghasilkan sebuah hasil rancangan berupa kafe terapung. Perancangan kafe terapung harus memperhatikan kelestarian lingkungan dengan menghindari reklamasi, maka kehidupan satwa air di bendungan dan sekitarnya tidak terganggu. Bentuk dan ruang pada bangunan didesain dengan mempertimbangkan keseimbangan beban terhadap plat atau struktur apung. Struktur apung harus memenuhi standar untuk menahan beban bangunan dan penggunanya. Sistem tambat digunakan untuk menjaga posisi bangunan dan menyesuaikan bangunan dengan ketinggian air yang suatu waktu dapat berubah.
Nadoofa Station Sebagai Instrumen Penanganan Grey Water Limbah Covid-19 Kinanthi, Dita Nur; Siregar, Rizki Agung Syah Putra; Kurniadi, Hendi; Haydar, Anggita; Nengsih, Desty Widia; Wahyuningsih, Hapsari; Chairiyah, Riri
JAS: Journal of Architecture Students Vol 2, No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jas.v2i2.2054

Abstract

Covid-19 belum juga membaik. Angka dari kasus Covid-19 bertambah setiap harinya, tidak hanya di Indonesia saja namun juga di dunia. Kebijakan untuk mencuci tangan sesering mungkin guna menekan penyebaran virus Covid -19 selain dapat menyebabkan meningkatnya limbah grey water yang dihasilkan juga berdampak secara tidak langsung terhadap kebutuhan ketersediaan air bersih. Saat ini, kondisi fasilitas cuci tangan yang tersedia secara umum belum mengutamakan efisiensi penggunaan air dan belum mengatasi timbulan limbah grey water yang dihasilkan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan inovasi desain wastafel yang efisien dan menerapkan sistem daur ulang dari limbah grey water yang menjadi sebuah green solution dalam merespon kondisi dan kebutuhan new normal. Variabel penelitian terdiri dari 3 variabel yaitu karakteristik virus Covid-19, Pengolahan limbah grey Water dan Karakteristik Wastafel. Analisis yang digunakan adalah literatur review dan analisis perancangan dan eksplorasi desain. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengolahan limbah grey water dilakukan secara fisikalis, kimiawi dan biologis, proses kimiawi menggunakan Calcium Chloride. Kesimpulan penelitian ini adalah Nadoofa Station sebagai wastafel portabel ramah lingkungan dengan sistem recycle dan reuse dapat menjadi solusi penanganan limbah grey water serta langkah penghematan penggunaan air yang meningkat akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut sesuai dengan penamaan Nadoofa Station dari hadist yang berbunyi “An- Nadhafatu Minal Iman“ yang artinya kebersihan adalah sebagian dari iman. Nadoofa diambil dari kata “Nadhafatu” yang artinya kebersihan.Kata Kunci: Covid-19, daur ulang air, limbah grey water, wastafel. 
Constructional Design of Bamboo Slanted Ceiling for Lower Material Surface’s Temperature and Humidity Levels Nabila Afif; Eugenius Pradipto; Maria Ariadne Dewi Wulansari; Riri Chairiyah
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2019.017.02.5

Abstract

In Indonesia, a bamboo slanted ceiling is one of the most commonly used types of ceiling. It occurs for numerous reasons, including technical and cultural aspects. However, practically, it has low durability and is difficult to maintain as it is used in place which is prone to rainwater seepage and installed in the form of large woven sheet material. Therefore, in this research, three alternative models of construction for a bamboo slanted ceiling were proposed: (1) one layer of dense bamboo slats, (2) two layers of dense bamboo slats; and (3) two overlapping layers of sparsely weaved bamboo slats. Each model was developed on a real scale prototype and tested in terms of its material’s temperature and humidity level. The construction strategies used for these models were focused on the arrangement and orientation of pieces of ‘Bambu Kuning’ within the roof structure. The measurement result shows that the third model had the lowest temperature with >5°C different compared to the other models during the hottest hour of the day (from 9 AM to 3 PM). Then, in terms of the humidity measurement, data shows that the second model had the lowest humidity measurement with 1.93% different compared to the first model and 1.22% different compared to the third model. Furthermore, other potential benefits of the proposed models are also presented.
Fasilitas Pendukung Protokol Kesehatan untuk Ibu dan Anak pada Era Normal Baru di Masjid Al Amanah Riri Chairiyah; Indah Pujiyanti
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 3 No. 1 (2021): DECEMBER - MARET 2022
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.874 KB) | DOI: 10.55314/jcoment.v3i1.219

Abstract

Masjid adalah salah satu fasilitas umum yang berfungsi sebagai pusat peribadatan umat islam yang masih digunakan untuk kegiatan selama masa era normal baru. Adanya kebutuhan ruang untuk kegiatan keagamaan di masjid memerlukan fasilitas protocol kesehatan yang baik terutama untuk mendukung kegiatan ibu dan anak yang cukup rutin dilaksanakan di Masjid Al Amanah. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui fasilitas protocol Kesehatan yang sesuai di ruang masjid untuk mendukung kegiatan ibu dan anak di era normal baru. Berdasarkan hasil kajian didapatkan 4 aspek dengan 11 penyesuaian fasilitas protocol Kesehatan yang dapat mengotimalkan penggunaan ruang masjid Al Amanah di Era Normal baru. Diharapkan hasil kajian ini dapat menjadi acuan/ arahan dalam penerapan fasilitas protocol Kesehatan yang sesuai untuk masjid Al Amanah selama era normal baru sehingga kegiatan keagamaan khususnya untuk ibu dan anak dapat berlangsung secara nyaman.