Tri Rejeki Andayani
Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERSEPSI TERHADAP KOMPETENSI GURU DAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL (STUDENTS’ PERCEPTION OF TEACHERS’ COMPETENCE AND THEIR ANXIETY IN FACING THE NATIONAL EXAMINATION) Ayuningtyas, Rizka Putri; Andayani, Tri Rejeki; Sawitri, Dian Ratna
Jurnal Psikologi Indonesia Vol 7, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Psikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaitan antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru dengan kecemasan menghadapi ujian nasional. Penelitian ini melibatkan 134 siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Semarang, dan menggunakan paper-based questionnaires sebagai alat pengumpul datanya. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa ada kaitan negatif antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru dan kecemasan menghadapi ujian nasional (r = - 0.26; p < .05) dan bahwa persepsi terhadap kompetensi guru memberikan sumbangan efektif sebesar 6.7 % terhadap munculnya kecemasan siswa menghadapi ujian nasional.Kata kunci: persepsi terhadap kompetensi guru, kecemasan menghadapi ujian nasionalThis study aimed to examine the relationship between students’ perception of teacher competence and test anxiety in the Ujian Nasional. We obtained data from 134 grade 7 students in a state junior high school in Semarang, using paper-based questionnaire. Regression analysis showed a significant negative relationship between students perception of teacher’s competence and test anxiety in the Ujian Nasional (r = -.26, p < .05) and that students’ perception of teacher’s competence accounted for 6.7% of the variance in the test anxiety in the Ujian Nasional.Keywords: students’ perception of teacher’s competence, test anxiety, Ujian Nasional
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN ( INTELEKTUAL, EMOSI, SPIRITUAL ) DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA DEWASA MUDA PENYANDANG CACAT TUBUH DI BALAI BESAR REHABILITASI SOSIAL BINA DAKSA PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA Anggraini, Desi; Wiyanti, Sri; Andayani, Tri Rejeki
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT CORRELATION BETWEEN INTELLIGENCE (INTELLECTUAL, EMOTIONAL, SPIRITUAL) TOWARDS SELF-ACCEPTANCE OF DIFABLE YOUNG ADULTHOOD IN BALAI BESAR REHABILITASI SOSIAL BINA DAKSA PROF.DR.SOEHARSO OF SURAKARTA Desi Anggraini Psychology Study Programme of Medical Faculty Sebelas Maret University Surakarta   Self-acceptance is a positive attitude towards itself, in which individuals are able to accept the excess and the lack of their self, even if that is a difabilities condition. For young adulthood, of course, it was not an easy thing to accepted, either it was caused by native or by accident. The emotion flare which appeared from inside and outside of the self, such as perspective of others, might influence someone if they could accept or even reject theirself. In this case, the role of three kinds of intelligence(IQ,EQ,SQ) was very important to help young adulthood to overcome the pressure and be able to reach the realistic self-acceptance.The purposes of this research are to determine:1)Possitive correlation between intellectual intelligence, emotional intelligence, and spiritual intelligence with self-acceptance,2)Possitive correlation between intellectual intelligence with self-acceptance,3)Possitive correlation between emotional intelligence with self-acceptance, and 4) Possitive correlation between spiritual intelligence with self-acceptance. The population of this research were the students of Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa Prof.Dr.Soeharso Surakarta.They were 40 young aged adults between 20-30 years old, and minimal education junior high school.This research was population research.The data were collected using Self-Acceptance Scale, Emotional Intelligence Scale, Spiritual Intelligence Scale , and Culture Fair Intelligence Test Scale 3. This research used multivariate analysis techniques of non-parametric Ordinal Logistic Regression. The results of simultaneous test using the Likelihood Ratio Statistic (LR) indicates the value of X2=28,942 (X2hitung>X2tabel) and p = 0,000 (p<0,05), means that there was a positive correlation between intellectual intelligence, emotional intelligence, and spiritual intelligence with self-acceptance of difable young adulthood.  Partial Test of Ordinal Logistic Regression is a Wald Test. The Wald result showed that there was a significant positive correlation between emotional intelligence with self-acceptance of difable young adulthood (p=0,007; p<0,05), there was a significant positive correlation between spiritual intelligence with self-acceptance of difable young adulthood ((p=0,042; p<0,05), and there was a very low correlation although has no significancy between intelectual intelligence with self-acceptance of difable young adulthood.   Key Words: self-acceptance of difable, intelectual intelligence, emotional intelligence, spiritual intelligence
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN KONSEP DIRI DENGAN KEMANDIRIAN PADA REMAJA PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH KARANGANYAR Susilowati, Krisna; Andayani, Tri Rejeki; Priyatama, Aditya Nanda
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT CORRELATION BETWEEN PEER CONFORMITY AND SELF CONCEPT WITH AUTONOMY OF ADOLESCENT IN PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH KARANGANYAR Krisna Susilowati Psychology Programme of Medical Faculty Sebelas Maret University Surakarta Autonomy is one of developmental tasks of the adolescent. It will rapidly develop in adolescence include the adolescent in orphanage. They required a high degree of autonomy as one way to entry into adulthood and that not having dependency on caregivers. Peer conformity and positive self concept will help adolescent in orphanage achieving autonomy. The purpose of this research is  to determine: 1) positive correlation between peer conformity and self concept with autonomy of adolescent in orphanage; 2) positive correlation between peer conformity with autonomy of adolescent in orphanage; 3) positive correlation between self concept  with autonomy of adolescent in orphanage. The population of this research was adolescent in Panti Asuhan Muhammadiyah Karanganyar. They were 40 adolescent between 12 to 21 years old. This research was population research. The data were collected using Autonomy Scale, Peer Conformity Scale and Self Concept Scale. The validity of Autonomy Scale 0,249 – 0,571 and the realibility 0,851; The validity of  Peer Conformity Scale 0,257 – 0,548 and the realibility 0,823; and the validity of Self Concept Scale 0,254 – 0,653 with the realibility 0,887. Multiple Regression Analyse was conducted to analysed the first hypothesis and Partial Correlation Analyse to analysed the second and the third hyphothesis. The result of multiple regression analyse shows that correlation coefficient (R) 0,600; p = 0,000 ( p < 0,05) and F count  10,399 > F Table 3,25 means that there is a positive correlation between peer conformity and self concept with autonomy of adolescent in Panti Asuhan Muhammadiyah Karanganyar. The partial result shows that the correlation ( r ) 0,442; p=0,0002 (p<0,05), it means that there is positive correlation between self concept and autonomy of adolescent in Panti Asuhan Muhammadiyah Karanganyar and there is no significant correlation between peer conformity and autonomy of adolescent in Panti Asuhan Muhammadiyah Karanganyar. It showed by correlation coefficient (r) 0,123; p=0,229 (p>0,05).   Keywords : Autonomy of adolescent in orphanage, Peer Conformity, Self Concept
Perilaku Adiksi Game-online Ditinjau dari Efikasi Diri Akademik dan Keterampilan Sosial pada Remaja di Surakarta Christy Pratiwi, Pradipta; Andayani, Tri Rejeki; Karyanta, Nugraha Arif
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Adiksi Game-online Ditinjau dari Efikasi Diri Akademik dan Keterampilan Sosial pada Remaja di Surakarta     Behavior Online Game Addiction Viewed from Academic Self Efficacy and Social Skills among Adolescent in Surakarta     Pradipta Christy Pratiwi, Tri Rejeki Andayani, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret       ABSTRAK   Perkembangan internet menyuguhkan banyak penawaran yang menarik, alih-alih menggunakan internet untuk menyelesaikan tugas sekolah  atau pekerjaan, kenyataannya banyak yang beralih pada game online. Remaja membutuhkan efikasi diri akademik dan keterampilan sosial untuk memenuhi tanggung jawab perkembangannya dalam berprestasi dan relasi sosial yang positif, perilaku adiksi game-online pada remaja yang marak saat ini diduga berhubungan dengan kurangnya kompetensi-kompetensi tersebut dalam diri remaja. Tujuan penelitian ini adalah            1) mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dan keterampilan sosial dengan perilaku adiksi game-online pada remaja di Surakarta; 2) mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dengan perilaku adiksi game-online pada remaja di Surakarta; dan 3) mengetahui hubungan antara keterampilan sosial dengan perilaku adiksi game-online pada remaja di Surakarta. Populasi penelitian ini adalah remaja di Kota Surakarta yang memiliki karakteristik yaitu usia 13-18 tahun (masih duduk di bangku SMP sampai dengan SMA) dan mengalami kecanduan game-online (Young,  2004). Subjek penelitian ini sejumlah 76 remaja yang secara kebetulan di lima game center yang terletak Surakarta. Sampling yang digunakan adalah purposive incidental samping. Instrumen penelitian ini menggunakan Game-online Addiction Test yang mengacu pada Internet Addiction Test (Young, 1998) dengan 17 aitem valid dan reliabilitas 0,802. Skala Efikasi Diri Akademik menggunakan modifikasi dan adaptasi dari College Academic Self Efficacy Scale (Froman & Owen, 1988) dengan 29 aitem valid dan reliabilitas 0,828. Skala Keterampilan Sosial dengan 23 aitem valid dan reliabilitas 0,813. Perhitungan dengan analisis regresi berganda menghasilkan nilai Fhit 10,412 > Ftab 3,114 dan                       p = 0,000 (p < 0,05) serta R 0,471. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa ada hubungan antara efikasi diri akademik dan keterampilan sosial dengan perilaku adiksi game-online. Arah hubungan kedua variabel prediktor dengan variabel kriterium adalah negatif, dengan nilai rpar x1y = -0,363  (p = 0,001; p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif antara efikasi diri akademik dengan perilaku adiksi game-online. Nilai rpar x2y = -0,289 (p = 0,012;  p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif antara keterampilan sosial dengan perilaku adiksi game-online. Nilai R square 0,222 berarti efikasi diri akademik dan keterampilan sosial secara bersama-sama memberikan kontribusi 22,2% pada perilaku adiksi game-online. Kontribusi efikasi diri akademik sebanyak 13,5% dan keterampilan sosial 8,7% untuk variabel perilaku adiksi game-online.   Kata kunci: perilaku adiksi game-online, efikasi diri akademik, keterampilan sosial, remaja
Proses Penerimaan Anak (Remaja Akhir) terhadap Perceraian Orangtua dan Konsekuensi Psikososial yang Menyertainya ., Aminah; Andayani, Tri Rejeki; Arif Karyanta, Nugraha
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Penerimaan Anak (Remaja Akhir) terhadap Perceraian Orangtua dan Konsekuensi Psikososial yang Menyertainya     Processes of Adolescents Acceptance to Divorce and Psychosocial Consequence that Attended     Aminah, Tri Rejeki Andayani, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret       ABSTRAK   Penerimaan terhadap perceraian orangtua adalah suatu hal yang tidak dapat dicapai secara spontan oleh anak dengan orangtua bercerai, tetapi melewati tahapan-tahapan tertentu terkait dengan kehidupan pasca perceraian, termasuk berbagai konsekuensi atau dampak yang dirasakan baik dampak psikologis maupun dampak sosial yang menyertainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penerimaan anak (remaja akhir) terhadap perceraian orangtua serta dampak yang dirasakan baik dampak psikologis maupun dampak sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, pengumpulan data dilakukan dengan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang dengan kriteria yaitu remaja akhir yang mengalami perceraian orangtua dan usia antara 18-21 tahun. Proses penelusuran subjek dilakukan dengan dengan mendatangi subjek dari orang ke orang dengan bantuan Pengadilan Agama Kabupaten Karanganyar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penerimaan remaja akhir terhadap perceraian orangtua berbeda-beda pada setiap individu terkait dengan tahapan yang dilalui. Tahapan-tahapan tersebut meliputi tahap penolakan (denial), tahap marah (anger), tahap penawaran (bargaining), tahap depresi (depression), tahap penerimaan (acceptance), tahap rekonstruksi (reconstruction), dan tahap depresi berulang (intermitten depression). Dalam penelitian ini, ketiga subjek mengalami tahapan yang sama, yaitu tahap penolakan, tahap kemarahan, tahap depresi, tahap penerimaan, dan tahap depresi berulang. Tahapan penerimaan yang dialami masing-masing individu akan membedakan bagaimana individu menjalani proses penerimaan terhadap perceraian orangtua, termasuk konsekuensi/dampak psikologis yang meliputi dampak kognisi, dampak emosi, dampak konasi/psikomotor maupun dampak sosial yang menyertainya.   Kata kunci: Penerimaan, Konsekuensi Psikososial, Remaja Akhir yang Mengalami Perceraian Orangtua
Hubungan antara Citra Tubuh Saat Hamil dan Kestabilan Emosi dengan Postpartum Blues di Puskesmas Grogol Sukoharjo HASNI, NAFISAH ITSNA; Karini, Suci Murti; Andayani, Tri Rejeki
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Citra Tubuh Saat Hamil dan Kestabilan Emosi dengan Postpartum Blues di Puskesmas Grogol Sukoharjo     Relationship between Body Image During Pregnancy and Emotional Stability with Postpartum Blues in Grogol Primary Health Care, Sukoharjo     Nafisah Itsna Hasni, Suci Murti Karini, Tri Rejeki Andayani Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Wanita akan mengalami perubahan kondisi psikologis pasca melahirkan, sehingga diperlukan penyesuaian. Namun, tidak semua wanita mampu melakukan penyesuaian terhadap perubahan tersebut, sehingga menyebabkan wanita mengalami ganguan suasana hati dalam 14 hari pertama setelah melahirkan (postpartum blues). Citra tubuh saat hamil dan kestabilan emosi yang baik diperlukan agar wanita mampu melewati fase ini. Citra tubuh saat hamil merupakan penilaian mengenai tubuh selama masa kehamilan. Kestabilan emosi merupakan kemampuan bersikap tenang dalam situasi stres. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh saat hamil dan kestabilan emosi dengan postpartum blues, (2) hubungan antara citra tubuh saat hamil dengan postpartum blues, serta (3) hubungan antara kestabilan emosi dengan postpartum blues di Puskesmas Grogol Sukoharjo. Populasi penelitian adalah wanita yang tercatat menjadi pasien di Puskesmas Grogol, Sukoharjo saat masih hamil sampai dengan setelah melahirkan. Teknik sampling yang digunakan yakni purposive quota incidental sampling, dengan karakteristik sampel yaitu usia kehamilan ≥ 36 minggu dan saat hari ke-7 hingga 14 setelah melahirkan, serta tinggal bersama suami. Sampel penelitian berjumlah 40 wanita. Pengumpulan data dilakukan dengan Skala Citra Tubuh Saat Hamil dan Skala Kestabilan Emosi yang diberikan saat hamil, serta Skala Postpartum Blues diberikan pasca melahirkan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, dengan nilai F-hitung 21,818 > F-tabel 2,86 dan R 0,736, berarti terdapat hubungan antara citra tubuh saat hamil dan kestabilan emosi dengan postpartum blues. Secara parsial, terdapat  hubungan antara citra tubuh saat hamil dengan postpartum blues dengan t-hitung 3,160 > t-tabel 2,021, dan sebesar -0,315; serta terdapat hubungan antara kestabilan emosi dengan postpartum blues dengan t-hitung 2,539 > t-tabel 2,021, dan sebesar -0,234. Kesimpulannya yaitu (1) semakin positif citra tubuh saat hamil dan semakin tinggi kestabilan emosi, maka intensitas gejala postpartum blues semakin ringan. (2) Semakin positif citra tubuh saat hamil, maka intensitas postpartum blues yang dialami semakin ringan. (3) Semakin tinggi tingkat kestabilan emosi, maka postpartum blues yang dialami semakin ringan intensitasnya.   Kata Kunci: postpartum blues, citra tubuh saat hamil, kestabilan emosi
Hubungan antara Penerimaan Diri dan Dukungan Suami dengan Kecemasan Wanita dalam Menghadapi di Kecamatan Jebres, Surakarta Kaheksi, Idea Estetik; Yuliadi, Istar; Andayani, Tri Rejeki
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Penerimaan Diri dan Dukungan Suami dengan Kecemasan Wanita dalam Menghadapi di Kecamatan Jebres, Surakarta     The Relationship between Self Acceptance and Husband’s Support Toward Women’s Anxiety in Undergoing Menopause in Jebres, Surakarta     Idea Estetik Kaheksi, Istar Yuliadi, Tri Rejeki Andayani Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Salah satu masalah yang terjadi dalam kehidupan wanita adalah menopause. Fenomena wanita yang menghadapi menopause, baik di dunia maupun di Indonesia, meningkat dari tahun ke tahun. Walaupun jumlah wanita menopause yang mengalami kecemasan sangat tinggi, sesungguhnya kecemasan dalam menghadapi menopause dapat diatasi apabila wanita memiliki penerimaan diri dan mendapat dukungan dari suami. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan simultan antara penerimaan diri dan dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, serta hubungan parsial masing-masing variabel bebas (penerimaan diri dan dukungan suami) dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause). Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang sedang menghadapi menopause di Kecamatan Jebres, Surakarta dengan jumlah sampel 100 orang yaitu 50 orang untuk uji coba dan 50 orang lainnya untuk penelitian, dengan menggunakan purposive quota incidental sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Kecemasan Wanita dalam Menghadapi Menopause dengan validitas 0,371-0,566 serta reliabilitas 0,768, Skala Penerimaan Diri dengan validitas 0,353-0,561 serta reliabilitas 0,816 dan Skala Dukungan Suami dengan validitas 0,326-0,695 serta reliabilitas 0,876. Peneliti menggunakan teknik analisis Regresi Logistik Ordinal. Hasil uji simultan menggunakan statistik Likelihood Ratio (LR) dengan nilai X2=18,419 (X2hitung>X2tabel) dan p=0,000 (p<0,05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dan dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Kontribusi penerimaan diri dan dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause dengan análisis Cox and Snell’s R Square adalah sebesar 22%. Hasil uji parsial menggunakan uji Wald. Uji Wald antara penerimaan diri dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause sebesar p=0,000 (<0,05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Uji Wald antara dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause sebesar p=0,033 (<0,05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Kata kunci: penerimaan diri, dukungan suami, kecemasan wanita dalam menghadapi menopause.
PENGUNGKAPAN DIRI MAHASISWA TAHUN PERTAMA UNIVERSITAS DIPONEGORO DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN HARGA DIRI Sari, Retno Puspito; Andayani, Tri Rejeki; Masykur, Achmad Mujab
Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.055 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.2.11 - 25

Abstract

Pengungkapan diri perlu dilakukan oleh mahasiswa tahun pertama karena merupakan salah satu cara agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Pengungkapan diri antara lain dipengaruhi oleh jenis kelamin dan harga diri. Kategori jenis kelamin pelaku pengungkapan diri turut menyebabkan tinggi-rendahnya pengungkapan diri. Harga diri individu mempengaruhi cara berkomunikasi dan penilaian terhadap orang lain, sehingga harga diri dapat mendukung maupun menghambat pengungkapan diri kepada orang lain.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengungkapan diri berdasarkan jenis kelamin dan hubungan antara harga diri dengan pengungkapan diri. Sampel penelitian adalah 346 mahasiswa tahun pertama Universitas Diponegoro. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan Skala  Pengungkapan Diri yang merupakan adaptasi dan modifikasi dari Jourard Self-Disclosure Questionaire (Jourard, 1964, h. 161) dan Skala Harga Diri yang disusun berdasarkan aspek harga diri dari Buss (1995, h. 178). Hasil analisis dengan independent sample t-test  menghasilkan  t = -7,138 p=0,00 (p<0,05). Koefisien korelasi yang dihasilkan dari teknik analisis regresi sederhana untuk subjek pria sebesar rxy = 0,441, p = 0,00 (p<0,05) dan untuk subjek wanita rxy = 0,347, p 0,00 (p<0,05). Sumbangan harga diri terhadap pengungkapan diri untuk subjek pria sebesar 19,5% sedangkan untuk subjek wanita sebesar 12,1%. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pengungkapan diri mahasiswa pria lebih rendah dari mahasiswa wanita. Perbedaan tersebut disebabkan karena peran instrumental dari pria tidak mengijinkan pria mengungkapkan diri terlalu banyak, sementara peran ekspresif wanita mendukung wanita untuk mengungkapkan diri. Hubungan positif antara harga diri dengan pengungkapan diri menunjukkan bahwa semakin tinggi harga diri maka semakin tinggi pula pengungkapan diri, dan sebaliknya.     Kata Kunci: pengungkapan diri, harga diri, jenis kelamin, mahasiswa.
PERILAKU SEKSUAL REMAJA DITINJAU DARI EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DENGAN ORANG TUA DAN KONTROL DIRI DI SMA 5 SURAKARTA Supratiwi, Mahardika; Makmuroch, .; Andayani, Tri Rejeki
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.587 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.45

Abstract

Fenomena perilaku seksual remaja seperti maraknya pergaulan bebas semakin meningkat dari tahun ke tahun. Aktifnya hormon-hormon seksual pada remaja diikuti rasa ingin tahu yang besar mendorong remaja untuk mencari informasi mengenai seksualitas melalui berbagai sumber. Informasi tentang seksualitas yang kurang tepat dapat mendorong remaja untuk melakukan perilaku seksual remaja. Pemberian informasi yang tepat mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi pada masa remaja dan cara mengatasinya dapat diberikan melalui pihak orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas komunikasi dengan orang tua dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja di SMA N 5 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA N 5 Surakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster stratified random sampling. Metode pengambilan data menggunakan Kuesioner Perilaku Seksual Remaja, Skala Efektivitas Komunikasi dengan Orang Tua, dan Skala Kontrol Diri. Indeks daya beda aitem Skala Efektivitas Komunikasi dengan Orang Tua adalah 0,229 sampai dengan 0,684 dan reliabilitasnya 0,914. Indeks daya beda aitem Skala Kontrol Diri adalah 0,237 sampai dengan 0,587 dan reliabilitasnya 0,793. Indeks daya beda aitem Kuesioner Perilaku Seksual Remaja adalah 0,592 sampai dengan 0,889 dan reliabilitasnya 0,905. Pada penelitian ini, dilakukan konversi data sebanyak dua kali pada variabel tergantung, yaitu konversi data interval menjadi ordinal dan konversi data ordinal menjadi data nominal. Konversi data interval ke ordinal dilakukan karena cara skoring kurang dapat menggambarkan tingkatan perilaku seksual remaja yang ingin diukur. Data ordinal menyebabkan data tidak dapat dianalisis sesuai dengan rencana awal penelitian, yaitu menggunakan analisis Regresi Linear Ganda. Berkaitan dengan hal tersebut, selanjutnya dilakukan konversi data menjadi data nominal yang dikotomus untuk menyesuaikan dengan analisis Regresi Logistik Biner. Hasil pengolahan data diperoleh angka korelasi antara efektivitas komunikasi dengan orang tua dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja adalah -0,588; p=0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara efektivitas komunikasi dengan orang tua dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja di SMA N 5 Surakarta.   Kata kunci: perilaku seksual remaja, efektivitas komunikasi dengan orang tua, kontrol diri, remaja
INTENSITAS PENGGUNAAN KOMUNIKASI BERMEDIA DAN KEHANGATAN DALAM PERTEMANAN PADA SISWA SMA DI SURAKARTA Abdillah, Hasan; Andayani, Tri Rejeki; Scarvanovi, Berliana Widi
Indigenous Vol. 4 No. 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i1.7098

Abstract

Kehangatan menjadi salah satu hal yang penting dalam suatu hubungan pertemanan, dengan adanya kehangatan dalam pertemanan seseorang akan lebih mudah dalam bersosialisasi dan menyesuaikan diri. Salah satu hal yang dapat meningkatkan kehangatan dalam pertemanan adalah dengan komunikasi. Komunikasi di era yang modern ini lebih banyak dilakukan melalui smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan komunikasi bermedia dengan kehangatan dalam pertemanan pada remaja di Surakarta. Sampling yang digunakan dihitung menggunakan formula Isaac dan Michael dan dilakukan dengan multistage cluster random sampling, didapatkan sample 254 siswa dari populasi yang berjumlah 16.692 siswa. Pengambilan data dilakukan menggunakan Skala Kehangatan dalam Pertemanan (reliabilitas Alpha cronbach=0,836) dan Skala Intensitas Penggunaan Komunikasi Bermedia (reliabilitas Alpha cronbach=0,863). Hasil uji hipotesis dengan analisis regresi linier sederhana didapatkan nilai korelasi (R) sebesar 0,458 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan sumbangan pengaruh variabel bebas terhadap varibel tergantung sebesar 21%. Sumbangan pengaruh tiap aspek dari varibel bebas terhadap variabel tergantung antara lain durasi berkomunikasi 9,3%, kedalaman pesan saat berkomunikasi 6,4%, keluasan pesan saat berkomunikasi 3,4% dan frekuensi berkomunikasi 1,9%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara intensitas penggunaan komunikasi bermedia dengan kehangatan dalam pertemanan pada remaja di Surakarta. Penggunaan komunikasi bermedia dapat membuat pertemanan menjadi lebih hangat ketika komunikasi yang dilakukan berlangsung dalam waktu yang lama dan bersifat mendalam.Kata kunci: intensitas penggunaan komunikasi bermedia, kehangatan dalam pertemanan Warmth is one of important thing in friendship. Warmth will be easier for someone to socialize and adapt with other. Warmth in friendship can be improved by communication. In this modern era, people often use smartphone to communicate with other. This research aims to find out the relation between intensity of using mediated communication and warmth in friendship on teenagers at Surakarta. Sampling technique use Isaac and Michael?s formulas with multistage cluster random sampling obtained 254 students from 16.692 students of population. Instrument used in this research was Warmth in Friendship Scale (Alpha Cronbach?s reliability=0,836) and Intensity of Using Mediated Communication Scale (Alpha Cronbach?s reliability=0,863). Based on hypothesis test result with simple linear regression showed that value of correlation (R) was 0,458 with signification value was 0,000 (p<0,05) and the contribution of the intensity of using mediated communication to warmth in friendship was 21%. Contribution percentage each aspect of independent variable to dependent variable are duration of communication 9,3%, message depth when communicating 6,4%, message extent when communicating 3,4%, and frequency of communication 1,9%. Based on the result of this research, it can be concluded that there is positive relation between intensity of using mediated communication and warmth in friendship on teenagers at Surakarta. The use of mediated communication will improve warmth in friendship when the communication is deeper and the duration is longer. Keyword: intensity of using mediated communication, warmth in friendship