Claim Missing Document
Check
Articles

BENTUK DAN FUNGSI KONJUNGSI DALAM NOVEL “A STOLEN LIFE” OLEH JAYCEE DUGARD (SEBUAH ANALISIS SINTAKSIS) ASTUTI, ASTUTI
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research is entitled “Forms and Functions of Conjunction In A Novel “A Stolen Life” by Jaycee Dugard. In the aspect of forms, conjunction is devided into Coordinative conjunction, Subordinative conjunction and correlative conjunction. On functional grounds, conjunction can distinguish between coordinating conjunctions (coordinators) and subordinating conjunctions (subordinators). Coordinators function as linkers between sentences, clauses, and phrases. Subordinators introduce subclauses, that is clauses functioning as constituents of sentences or phrases. This research is an attempt to identify, classify, and analyze the conjunction in the novel in terms of the forms and functions. This is a descriptive study that used the consept of Aarts and Aarts (1982). The result of this research shows that, the coordinate conjunctions found are and, but, or, and for.Tthe subordinate conjunctions found are if, while, because, unless, that, before, whether, since, yet, until, as, than, so, although, however, whenever, as soon as, as if, as well as, and such as. The correlative conjunctions found are whether…or and either…or. The functions of conjunction found are connecters between two words in one a sentence, two phrases in one sentence, clauses and clauses, clauses and phrases, and phares and clauses. Keywords:  Forms and Functions, Conjunction, A Stolen Life
Meningkatkan Aspek Perkembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini dengan Penerapan Metode Bercerita Tema Islami Kusnilawati, Kusnilawati; Fauziddin, Mohammad; Astuti, Astuti
Aulad : Journal on Early Childhood Vol 1 No 1 (2018): December, 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.98 KB) | DOI: 10.31004/aulad.v1i1.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode mercerita (Tema Islami) dapat meningkatkan Perkembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia 5-6 Tahun di POS PAUD Harapan Bunda Kecamatan Kampar Kiri Hilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik persentase. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan terhadap hasil penelitian perkembangan nilai Agama dan Moral anak sudah berkembang sangat baik. Hasil analisis dapat dilihat peningkatan yang diperoleh dari setiap siklusnya. Peningkatan perkembangan nilai agama dan moral yang diperoleh dari sebelum dilakukannya tindakan ke siklus I peningkatan sebesar 28.7%. Peningkatan perkembangan nilai agama dan moral dari siklus I ke siklus II sebesar 51.3%, dan secara keseluruhan peningkatan Perkembangan Nilai Agama dan Moral dari data awal ke siklus II sebesar 94.81%.
Degradation of the oxirane ring of epoxidized oleic acid in a liquid catalyzed reaction system Wibowo, Tri Yogo; Rusmandana, Bayu; astuti, Astuti
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.344 KB)

Abstract

Epoxidized oleic acid was produced using acetic acid as a carrier of oxygen in liquid organic media. The attack on the oxirane ring by nucleophilic ion takes place in the epoxidation process with liquid catalyst, so decreased the yield of the epoxy. We report a study of degradation of oxirane ring influenced by the amount of sulfuric acid catalyst and addition time of hexane on the epoxidation reaction of oleic acid with hydrogen peroxide. The results show that increasing amount of sulfuric acid catalyst not only can increase rate of reaction but also can affect degradation of epoxide increased. On the process conditions: temperature of 50-55 ºC; mole ratio of oleic acid: acetic acid: hydrogen peroxide = 1 : 0.4 : 1.5; and stirrer speed of 1200 rpm, the amount obtained by sulfuric acid catalyst is best at 3.5% which can result in a number epoksid oxirane and iodine numbers are 3.15 and 4.66, respectively. Meanwhile, the hexane addition did not influence on the reaction rate of double bond cleavage, however the hexane addition at the right time can decrease the degradation of oxirane ring. The addition of a 125 g hexane at the first hour gave the degradation oxirane low at 50%. Keywords: oleic acid, epoxide, oxirane ring, degradation
PENGARUH KEAKTIFAN BERORGANISASI TERHADAP INDEKS PRESTASI SEMESTER MAHASISWA ANGKATAN 2014 JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UHO astuti, Astuti; la iru, la iru; safar, misran
SELAMI IPS Vol 1, No 45 (2017): JURNAL SELAMI UHO 2017
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v1i45.8490

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ada tidaknya pengaruh positif keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi semestermahasiswa angkatan 2014 Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan UHO.Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik sampel jenuh sejumlah 36 orang, 33 orang mahasiswa pengurus HMJ PPKn FKIP UHO, dan 3 orang mahasiswa pengurus BEM FKIP UHO. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan statistik dengan regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa statistik uji t, diperoleh nilai thitung sebesar 1.262 lebih kecil dari ttabel sebesar 2.028yang artinya keaktifan berorganisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks prestasi, dengan tingkat signifikansi 0.216 yang lebih besar dari 0.05 yang juga berarti keaktifan berorganisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks prestasi semester, dan nilai koefisien regresi sebesar 0.211 yang artinya hubungan antara keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi semester rendah, serta koefisien determinasi sebesar 0.045 yang artinya bahwa pengaruh keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi adalah sebesar 4.5% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.Kesimpulan dari penelitian ini adalah keaktifan berorganisasi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap indeks prestasi semester mahasiswa angkatan 2014 jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan UHO. Hal ini terbukti dari hasil uji t yang memperoleh thitung < ttabel yaitu 1.262 < 2.028  dan nilai signifikansi lebih besar dari 0.05  yaitu 0.216> 0.05, sedangkan pengaruh keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi adalah sebesar 4.5%. Kata Kunci : Keaktifan, Organisasi Kemahasiswaan, Indeks Prestasi Semester
THE IMPORTANT OF CREATIVE THINKING ABILITY IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS FOR 4.0 ERA Astuti, Astuti; Waluya, St Budi; Asikin, Mohammad
International Journal of Educational Management and Innovation Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijemi.v1i1.1512

Abstract

The art of creative thinking needs to develop and taught to students because by thinking creativity, students are able to solve the problem they have, the students become more independent, creating reliable and talented human resources, and skillful in the future. The purpose of this research is to find out the creative thinking ability in the mathematic aspect of Elementary School Mardi Rahayu 02 Ungaran students. The data collection was done by giving four questions of students' creative thinking ability on KPK and FPB materials along with with interview the students. The research was done to 31 students of class IVC. The method used is qualitative descriptive method. Creative thinking ability is important in Era 4.0 where the development of knowledge becomes really fast. The average achievement of every creative thinking indicator is fluency 45,8% and flexibility 58,3%, whereas originality and elaboration indicator reaches 33,3%. The conclusion from this research is that the creative thinking ability of Elementary School Mardi Rahayu 02 Ungaran students need to improve
BIMBINGAN SHALAT SEBAGAI MEDIA PERUBAHAN PRILAKU Astuti, Astuti
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shalat merupakan salah satu media komunikasi vertikal kepada Allah swt. Yang dapat membangkitkan kesadaran manusia akan jati diri dan hakekat kehidupannya. Artinya shalat dapat menjadi alternatif solusi dalam berbagai persoalan hidup, karena spirit shalat adalah membangunkan  kesadaran diri yang paling dalam atas apa saja yang terjadi dan dialami oleh manusia.  Di saat manusia merasakan kegalauan diri karena dinamika kehidupan zaman yang cenderung mengalami pergeseran nilai agama dan budaya sehingga dapat berpengaruh terhadap perubahan perilaku yang ada maka sesungguhnya manusia akan mencari-cari penawar hati dari segala keresahan dan kegalauan tersebut. Di sinilah mulai bersemi kembali nilai-nilai spiritualitas yang ingin direguk untuk membasahi dahaga keringnya moralitas yang selama ini dirasakan. Kembali kepada ajaran agama yang begitu banyak menawarkan tentang arti dari kepribadian  yang berakhlak  mulia, jauh dari kerusakan dan penyimpangan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.THE   GUIDANCE  OF   PRAYER AS   MEDIA  CHANGES PRIORITISING Shalat  is one  vertical communication media  to Allah. Can raise awareness of human  identity and the essence of life. That means the prayer can be an alternative solution to the various problems of life, because the spirit of prayer was awaken consciousness deepest on what happened and experienced by humans. The current turmoil in humans  feel themselves as the dynamics of contemporary life that tend to experience a shift in religious and cultural values that can influence the behavior change that is the real man will seek out bidders hearts of all the unrest and turmoil.  This is where budding returned values of spirituality who want direguk to moisten the dry thirst morality that had been perceived. Back to the religious teachings are so many offers on the meaning of the noble personality, far from the damage and irregularities that can harm themselves and others.
IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU ASTUTI, ASTUTI
DIDAKTIKA Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/didaktika.v11i2.162

Abstract

This journal discusses the implementation of clinical supervision in improving teacher professionalism. Clinical Supervision is a guidance process aimed at assisting professional development of teachers / prospective teachers, especially in teaching performance based on observation and analysis of data accurately and objectively as guidance for the change of teaching behavior. This supervision puts pressure on the process of "professional formation and development" with the intention of responding to the main understanding and needs of teachers related to their duties. The formation of professionalism of teachers who intend to support educational reform as well as to "combat" the deterioration of education must primarily begin by teaching teachers in the classroom. With improvements and improvements expected students can learn well so that the goals of education and teaching can be achieved optimally.
SINTESIS TRIGLISERID RANTAI SEDANG MELALUI ESTERIFIKASI ENZIMATIS GLISEROL DAN ASAM LAURAT DARI MINYAK INTI SAWIT Wibowo, Tri Yogo; Handayani, Wiwik; Astuti, Astuti; Setianto, Wahyu B
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.341 KB)

Abstract

Minyak inti sawit (PKO) merupakan minyak yang diolah dari kernel sawit. Minyak ini mengandung asam lemak rantai sedang seperti asam kaprilat, asam kaprat, asam kaproat, dan asam laurat, dimana asam lemak ini dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan kimia yang banyak manfaatnya seperti trigliserid rantai sedang (medium chain triglyceride). Produk MCT telah dimanfaatkan untuk pengobatan penderita HIV, kanker, gangguan jantung, dan gangguan pada pencernaan. Rancangan percobaan Box-Behnken dipakai untuk menguji parameter proses pada produksi medium chain triglyceride (MCT) dari asam laurat melaui proses esterifikasi enzimatis menggunakan katalis enzim Rhizomucor miehei. Parameter esterifikasi yang diuji mencakup rasio mol gliserol dan asam laurat, suhu reaksi dan waktu reaksi. Produk MCT mencapai nilai terbaik pada kondisi operasi rasio mol gliserol dengan asam laurat 1:6, selama 6 jam, dan pada suhu 60 °C dengan rendemen MCT 48.81% dan konversi asam laurat sebesar 88.19%. Sementara itu, konversi terendah dihasilkan pada kondisi operasi selama 24 jam, pada suhu 55 °C dan rasio mol gliserol dengan asam laurat 1:9 dengan konversi hanya 24%
KINERJA ALSIN SANGRAI KOPI TIPE FLUIDISASI DAN UJI KUALITAS KOPI SANGRAI Widodo, Wahyu Eko; Atmaji, Gigih; Yohanes, Heryoki; Astuti, Astuti
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.79 KB)

Abstract

Citarasa kopi merupakan aspek utama dalam menentukan kualitas kopi. Banyak hal yang mempengaruhi citarasa kopi yaitu jenis, lokasi tumbuh, iklim, proses panen dan pasca panen, proses sangrai, grinding dan cara seduhan. Proses sangrai kopi bertujuan untuk mengembangkan aroma dan rasa kopi dengan karakteristik tertentu dan memudahkan proses grinding dan ekstraksi, tetapi dengan proses sangrai yang benar akan diperoleh kopi sangrai yang mempunyai aktivitas antioksidan. Secara umum terdapat dua tipe utama sangrai kopi yaitu silinder berputar dan fluidisasi. Pusat Teknologi Agroindustri (PTA) - BPPT telah merancang bangun mesin sangrai model fluidisasi dengan kapasitas 500 g/batch. Sangrai kopi tipe fluidisasi menggunakan udara panas bertekanan untuk mengaduk dan menyangrai kopi, perpindahan panas dominan secara konveksi, sedangkan silinder berputar dominan konduksi. Kopi yang digunakan adalah Kopi Arabika Java Sindoro Sumbing. Pengujian dilakukan untuk 4 jenis kopi Natural, dry, Honey dan Labu dengan 3 derajat kematangan yang berbeda yaitu Light (200 °C), Medium (220 °C), dan Dark (230 °C). Hasil pengujian proses sangrai menunjukkan kinerja alsin bekerja dengan baik, ditunjukkan dengan konsistensi profil temperatur selama proses sangrai dan produk yang dihasilkannya. Semua Proses roasting dengan derajat kematangan, Light roasting (200 °C) menghasilkan kopi dengan nilai citarasa diatas 80 (kategori specialty). Sebagai pembanding digunakan kopi jenis dry, yang diproses menggunakan rotating cylinder dengan derajat kematangan Light. Hasil pengukuran aktivitas antioksidan tipe fluidisasi menghasilkan 51%, sedang tipe Silinder Berputar 43% atau selisih 8%, sementara hasil uji cita rasa tidak menunjukkan perbedaan yang berarti, nilai total tipe fluidisasi 84.13, dan silinder berputar 84.38. 
PENGARUH PENYANGRAIAN DENGAN TEKNOLOGI VIBRO-FLUIDIZED TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BIJI KAKAO Wibowo, Tri Yogo; Manalu, Lamhot P.; Astuti, Astuti; Jakfar, Jusuf
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.436 KB)

Abstract

ABSTRAKProses penyangraian biji kakao dapat mempengaruhi mutu kakao. Akibat suhu yang tinggi pada proses penyangraian, aktivitas antioksidan biji kakao dapat menurun. Oleh karena itu, untuk mengurangi tingkat penurunan aktivitas antioksidan biji kakao maka perlu dilakukan proses penyangraian yang lebih efektif (waktu penyangraian yang lebih cepat dan pemanasan yang lebih merata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyangraian biji kakao secara cepat dan efektif dengan menggunakan alat vibro-fluidized roaster, sehingga penurunan aktivitas antioksidan biji kakao dapat dikurangi. Biji kakao yang tidak di fermentasi dipilih untuk disangrai menggunakan alat vibro-fluidized roaster atau disangrai menggunakan penyangrai konvensional. Proses penyangraian dilakukan pada suhu 140 °C selama waktu tertentu sehingga kadar airnya mencapai 2–2.5%. Selanjutnya, biji hasil sangrai dipecah dan dipisah antara nib kakao dengan kulit kakao. Nib kakao dianalisa antioksidannya dan laju penurunan kadar airnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk biji kakao yang dihasilkan dari proses penyangraian menggunakan vibro-fluidized roaster memiliki kandungan anti oksidan sebesar 46.86%, sedangkan produk yang dihasilkan menggunakan penyangrai konvensional sebesar 38.16%. Laju penurunan kadar air dari hasil penyangraian menggunakan alat vibro-fluidized roaster lebih cepat dari pada menggunakan penyangrai konvensional ABSTRACTA roasting process of cocoa beans can influence to the quality of cocoa beans product, specifically the use of high temperature on roasting process could reduce the activity of antioxidant. Therefore, in order to diminish levels of reducing activity of antioxidant on cocoa beans, it needs to manage the effectivity of a roasting process such as time and temperature. This research aims to determine the effect of length of roasting time using vibro-fluidized roaster which could reduce the decreasing of level the antioxidant activity of cocoa bean. In this experiment, the unfermented cocoa beans were selected for a roasting process using a vibro-fluidized roaster or roasted apparatus using conventional roasters. The roasting process was carried out at 140 °C for a certain time resulted the water content reached 2-2.5%. Furthermore, roasted beans were broken down and separated between cocoa nib with cocoa shell. The antioxiant activity of cocoa nib and the decreasing of water content were analyzed and the results showed that cocoa beans produced contains antioxidant 46.86% while the conventional products 38.16%. It can be conclude that the rate of decreasing moisture content from roasting process using a vibro-fluidized roaster is faster than a conventional roaster
Co-Authors Abdul Rozak Alvionita, Vinny Amirullah -, Amirullah Aristi, Rian Asli, Kartika Asrida Asrida, Asrida Ayda, Puspa Nur Azriadi, Riza Bayu Rusmandana Daulay, Benni Irwan Deskianditya, Resa Budi Dorce Banne Pabunga, Dorce Banne Efendi, Zudit Elly Susanti Erviany, Nunung Ezaldi, Dicky Firmansyah, Eri Hakim Gigih Atmaji, Gigih Gultom, Dinar Agnes Eviyanti Hamdan Tri Atmaja Hasibuan, Devi Syahfitri Heryoki Yohanes, Heryoki Hidayat, Ahid Jusuf Jakfar, Jusuf Khairul Azwar, Khairul Kurniaan, Rengga Adit Kusnilawati, Kusnilawati la iru, la iru Lamhot P. Manalu Mairoza, Ayu Maiza, Rahmah Khairati Mascita, Dede Endang Masrul Masrul Misran Safar, Misran Mohammad Asikin Mohammad Fauziddin, Mohammad Mulyani, Eka Riski Nani Nurhaeni Ningsi, Sulastriya Noviardilla, Iska Nurfitri Nurfitri, Nurfitri Nurhidayah Sari, Nurhidayah nurlia nurlia, nurlia Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Putri Pratiwi Putri, Melani Felantini Retno, Deddy Purnomo Risali, Hafizah Rizki, Miftahur Sahara Sahara Silitonga, Hery Pandapotan Siti Aisyah Sri Ayem, Sri St. Budi Waluya Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Sulfatimah, Sulfatimah Sumarsih Sumarsih Supitriyani, Supitriyani Suryani, Lina Syakir, Ahmad T, Marina Novianty Tamimi, Zulfadli Tri Yogo Wibowo Ummul Khair Wahyu B Setianto, Wahyu B Wahyu Eko Widodo, Wahyu Eko Wiwik Handayani Wiyantoko, Bayu Yanti, Winda Rahayu Okta Yayah, Yayah Yelvi Rahmadani Yudiyanta Yudiyanta, Yudiyanta yunasfi yunasfi Zaini, Abdul Kudus Zelviani, Sri Zulfah Zulfah Zulhendri Zulhendri