Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS REGRESI KELAS LATEN UNTUK DATA KATEGORIK DENGAN SATU KOVARIAT Haeruddin, Haeruddin; Tirta, I Made; Dewi, Yuliani Setia
BERKALA SAINSTEK Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : My Home

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.268 KB)

Abstract

Analisis regresi kelas laten merupakan analisis multivariat untuk data kategorik. Estimasi parameter pada analisis regresi kelas laten menggunakan algoritma EM (ekspektasi-maksimisasi) yang dilanjutkan dengan metode Newton-Raphson. Dalam penelitian ini, analisis regresi kelas laten digunakan untuk mengklasifikasikan responden berdasarkan persepsinya terhadap peluang (opportunity) dan ancaman (treath) bagi distributor produk Unilever, PT. Panahmas Dwitama Distrindo Regional Jember. Lamanya responden berlangganan terhadap distributor ini dijadikan sebagai kovariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan persepsinya terhadap opportunity, responden dikelompokkan menjadi tiga kelompok, sedangkan terhadap treath dikelompokkan menjadi dua kelompok.
Analisis Statistik Pada Ekstraksi Kelurusan Morfologi Untuk Mendukung Pemetaan Sumberdaya Mineral Haeruddin, Haeruddin; Sari, Riska Laksmita
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1789.975 KB)

Abstract

Kelurusan merupakan fitur linier yang muncul akibat proses geologi berupa adanya rekahan, struktur geologi, dan dapat diindentifikasi melalui teknologi penginderaan jauh. Kelurusan dapat diperoleh dengan menggunakan data DEM SRTM yang diekstrak menggunakan metode mSTA. Proses diawali dengan membuat multishaded relief DEM SRTM, kemudian dilanjutkan dengan ekstraksi dan grouping kelurusan. Dalam hal ini, proses akhir menggunakan perhitungan statistik untuk mendapatkan kelurusan yang akurat sangat diperlukan. Hasil akhir kelurusan menunjukkan panjang 1-2 km, dengan rata-rata 1,36 km. Adapun arah umum kelurusan yang diperoleh yaitu NW-SE dan SE-NW. Dengan demikian, hasil ekstraksi kelurusan ini dapat digunakan lebih lanjut untuk mendukung pemetaan sumberdaya mineral
Tinjauan Terhadap Pengembangan Potensi Panas Bumi Blawan-Ijen, Jawa Timur Sari, Riska Laksmita; Haeruddin, Haeruddin
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.831 KB)

Abstract

Seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat, maka kebutuhan akan energi listrik juga semakin meningkat. Untuk itu, usaha dalam meningkatkan pasokan energi listrik harus dilakukan secara serius melalui peningkatan kapasitas pembangkit atau penemuan cadangan energi baru. Sehubungan dengan itu, Indonesia mempunyai 40% potensi energi panas bumi di dunia, namun sampai saat ini hanya 5,8% yang dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Wilayah jawa timur mempunyai potensi panas bumi yang tersebar di 13 lokasi, salah satunya adalah daerah Blawan-Ijen yang ditandai dengan adanya mata air panas dan solfatara. Potensi yang terdapat di Blawan-Ijen memiliki sumber daya 92 MW (hipotetik) dan cadangan 185 MW (terduga). Dari hasil eksplorasi diperkirakan bahwa puncak reservoir berada di kedalaman 1200-1400 m dengan temperatur reservoir sebesar 250-300ºC. Adapun kapasitas terpasang untuk PLTP direncanakan pada tahun 2021 dan 2022 dengan kapasitas masing-masing adalah 55 MW. Untuk merealisasikan rencana tersebut, maka diperlukan kajian komprehensif agar pemanfaatan panas bumi dapat berjalan sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan. Di sisi lain, pengembangan panas bumi ini harus memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan daerah khususnya di kabupaten Bondowoso dan sekitarnya
An Integrated Survey of the Geochemical Study at the Blawan-Ijen Area, East Java Riska Laksmita Sari; Firman Sabila; Haeruddin Haeruddin; Eriska Saputri; Welayaturromadhona Welayaturromadhona; Hadziqul Abror; Sartika Purwandari; Agus Triono
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 10 No. 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jeee.2021.5263

Abstract

Geothermal energy is a renewable alternative energy source. One of the analyses used to determine the characteristics of a geothermal field is water geochemical analysis. The target of this research is the Blawan-Ijen geothermal prospect area, Bondowoso. The geochemical analysis was carried out using AAS, Spectrophotometer and acid-base titration. This survey shows the characteristics of the geothermal system and geothermal fluid in the Blawan area, Ijen. From the chemical analysis of hot water, we found that the types of geothermal water fluids in the Blawan Ijen area vary. In samples BL1, BL2 and BL5 included in the type of Sulphate Water with the dominant elemental Sulphate (SO4) content is also known as Sulfuric Acid Water (Acid-Sulphate Water). Then for the BL4 sample included in the type of chloride water. This type of water is a type of geothermal fluid found in most areas with high-temperature systems. Areas with large-scale hot springs flowing with high Cl concentrations originate from deep reservoirs and indicate permeable zones in those areas. However, this area may not be located above the main upflow zone. There are several other possibilities, such as topographic influences, which can significantly impact hydrological control. The presence of chlorine gas can also identify high zones' permeable areas (e.g., faults, breccia eruptions or conduit). In contrast, BL3 samples are included in the Bicarbonate Water-type. The element HCO3 (bicarbonate) is the most dominant element (main anion) and contains CO2 gas from the chemical analysis results. HCO3 water is generally formed in marginal and near-surface areas in systems dominated by volcanic rocks, where CO2 gas and condensed water vapour into groundwater. The vapour condensation can either heat the groundwater or be heated by steam (steam heated) to form an HCO3 solution