Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TINGKAT KENYAMANAN TAMAN HONDA TEBET SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL Rona Fika Jamila
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.469 KB) | DOI: 10.22441/vitruvian.2019.v8i3.007

Abstract

Taman kota kini makin dilirik warga kota sebagai sebagai salah satu ruang public untuk untuk berkumpul dan melakukan interaksi-interaksi social. Salah satu taman kota yang ramai dikunjungi oleh warga kota Jakarta dari segala usia adalah Taman Honda Tebet. Di taman ini terdapat berbagai kegiatan public seperti senam, tae kwon do, jogging, kegiatan promosi, temu komunitas, dan lain-lain. Oleh karena itu penelitian ini ingin menguji bagamanakah kenyamanan Taman Honda Tebet sebagai ruang interaksi masyarakat perkotaan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif  dan metode pengumpulan datanya menggunakan observasi dan kuosioner. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa nyaman Taman Honda Tebet sebagai ruang interaksi social masyarakat perkotaan.Kata Kunci : Taman Honda Tebet, Taman Kota, Interaksi Sosial
STUDI KOMPARASI TAMAN HONDA TEBET DENGAN TAMAN HUTAN KOTA TEBET Rona Fika Jamila
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2021.v10i2.006

Abstract

Taman merupakan salah satu ruang public untuk untuk berkumpul dan melakukan interaksi-interaksi social. Salah satu taman kota yang ramai dikunjungi oleh warga kota Jakarta dari segala usia adalah Taman Tebet. Terdapat dua taman Tebet, yaitu Taman Tebet Honda dan taman bibit Tebet. Kedua taman ini memiliki karakteristik yang berbeda, taman Honda Tebet memiliki ruang terbuka dengan perkerasan yang luas, sedangkan taman bibit Tebet ini lebih rimbun dan banyak terdapat pohon-pohon besar. Untuk itu peneliti ingin melakukan pembandingan antara kedua taman yang berbeda karakter tersebut, dilihat dari sudut pandang taman sebagai wadah interaksi social, dengan kata lain peneliti ingin membandingkan yang manakah yang memiliki tingkat kenyamanan lebih tinggi dalam fungsinya sebagai ruang interaksi social. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dan metode pengumpulan datanya menggunakan observasi dan kuosioner. Tujuan penelitian ini adalah untuk manakah diantara kedua Taman di Tebet yang berbeda karakter ini yang lebih dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya untuk berinteraksi social masyarakat perkotaan. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat berpendapat taman Honda Tebet itu ruang yang baik untuk berinteraksi social, karena dilihat dari kelima kriterianya yaitu vegetasi yang mendominasi, sarana prasarana yang memadai, kebersihan, keindahan visual dan kesejukan, semua kriteria ini memiliki penilaian yang sama atau rata yaitu baik. Pada Taman Bibit Tebet, masyarakat berpendapat taman Bibit Tebet itu ruang yang baik untuk berinteraksi social, jika dilihat dari ketiga kriterianya yaitu sarana prasarana yang memadai, kebersihan, keindahan visual. Sedangkan untuk kriteria vegetasi yang mendominasi dan kesejukan masyarakat menilai taman Bibit Tebet sangat baik untuk dijadikan ruang berinteraksi social. Park is one of the public spaces to gather and carry out social interactions. One of the city parks that is crowded with residents of Jakarta of all ages is Taman Tebet. There are two Tebet parks, namely Taman Tebet Honda and Tebet nursery. The two parks have different characteristics, the Honda Tebet park has open space with wide pavements, while the Tebet nursery park is lush and has lots of large trees. For this reason, the researcher wants to make a comparison between the two parks with different characters, seen from the perspective of the park as a place for social interaction, in other words, the researcher wants to compare which one has a higher level of comfort in its function as a social interaction space. The method used is descriptive quantitative and data collection methods using observation and questionnaires. The purpose of this study is for which of the two parks in Tebet have different characters that can provide more comfort for users to interact socially with urban communities. The results of this study are that the community believes that the Honda Tebet park is a good space for social interaction, because seen from the five criteria, namely dominant vegetation, adequate infrastructure, cleanliness, visual beauty and coolness, all of these criteria have the same or average assessment, namely good. At the Tebet Nursery Park, the community believes that Tebet Seed Park is a good space for social interaction, when viewed from the three criteria, namely adequate infrastructure, cleanliness, visual beauty. Meanwhile, for the criteria of vegetation that dominates and the coolness of the community, the Tebet Nursery Garden is very good for being a social interaction space.
PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP KONDISI FISIK TAMAN HONDA TEBET Rona Fika Jamila; Gentina Pratama Putra
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.414 KB)

Abstract

Taman kota ibarat oase di padang pasir beton di perkotaan, sehingga keberadaannya membuat warga kota hidup lebih manusiawi. Namun begitu kondisi fisik taman yang seperti apakah yang membuat warga memilih suatu taman kota untuk dikunjungi? untuk menjawabnya maka dilakukan penelitian ini, maka diambillah teori preferensi untuk mengupasnya. Sehingga penelitian ini bertujuan meneliti kecenderungan masyarakat memilih Taman Honda Tebet jika dilihat dari preferensinya. Metode yang digunakan adalah Post Positivistik Rasionalistik, karena kesimpulan yang dihasilkan oleh penelitian di Honda Tebet ini, diharapkan dapat melengkapi teori sebelumnya. Dan dari penelitian ini dihasilkan kesimpulan bahwa kondisi fisik taman Tebet sebagai RTH public, Playground maupun Tempat Rekreasi terbukti secara signifikan berkaitan atau berpengaruh terhadap masing-masing aspek preferensi yaitu koherensi, kompleksitas, misteri dan keterbacaan.Kata Kunci : preferensi, taman kota, Tebet
PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP TAMAN SUDIRMAN SEMARANG SEBAGAI PLAYGROUND Rona Fika Jamila
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.362 KB)

Abstract

ABSTRACTThe Park is part of the open space that cannot be removed from the face of the city. Active parks is a vital necessity for the city, but in reality, not all active parks in the city of Semarang is visited by the public. That way this study wanted to find out people's favorite active Park, by taking the example of a Sudirman park that is crowded with visitors enough every day, either morning, afternoon, evening or night.The research will be studied using quantitative paradigm of post-positivistic methodology and rationalistic in which case it is learned by using existing theories, and research results is expected to enrich the existing theory.In this study, the physical condition of Sudirman park that will be the independent variable, as the playground.Grand theory that used for this study is the theory about human preferences theory which this theory which has the framework aspect of mystery, complexity, and legibility.The purpose of this study was to test the theory of preference in case of Sudirman park and the results of the research is expected that we can identify what kind of park as the playground, favored by the society of Semarang.Keywords : city park, the public nature of the green open spaces , preferenceABSTRAKTaman adalah bagian dari ruang terbuka yang tidak bisa dilepaskan dari wajah kota. Taman aktif merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat kota, namun pada kenyataannya tidak semua taman aktif di kota Semarang ini ramai dikunjungi oleh masyarakat. Untuk itu penelitian ini ingin mengetahui kesukaan masyarakat terhadap taman aktif, dengan mengambil contoh kasus taman Sudirman yang cukup ramai dikunjungi masyarakat setiap harinya baik pagi, siang, sore maupun malam.Penelitian ini akan diteliti dengan menggunakan paradigma kuantitatif dan metodologi post positivistik rasionalistik dimana kasus ini diteliti dengan menggunakan teori yang sudah ada, dan hasil dari penelitian ini diharapkan akan dapat memperkaya teori yang sudah ada. Dalam penelitian ini, kondisi fisik taman Sudirman yang akan menjadi variabel bebas, yaitu kondisi fisik taman Sudirman sebagai playground.Grand theory yang dipakai untuk penelitian ini adalah teori tentang kesukaan atau kecenderungan manusia yaitu teori preferensi, dimana pada teori ini yang mempunyai aspek kerangka koherensi, kompleksitas, misteri dan keterbacaan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji teori preferensi dalam kasus taman Sudirman dan hasil dari penelitian ini diharapkan kita dapat mengidentifikasi taman sebagai playground yang bagaimana yang disukai oleh masyarakat Semarang.Kata kunci : taman kota, ruang terbuka hijau publik, preferensi
EVALUASI DESAIN RUANG PUBLIK RAMAH ANAK DI RPTRA AKASIA Rona Fika Jamila
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.483 KB)

Abstract

ABSTRAKBelakangan ini di kota Jakarta sedang digalakkan RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak) yang sesuai namanya, diklaim sebagai ruang publik yang ramah anak. Namun pada kenyataannya tidak semua RPTRA ramah anak. Hal ini membuat peneliti ingin mencaritahu apakah benar yang ada sudah benar-benar layak anak?. Dan studi kasus yang diangkat adalah RPTRA Akasia yang berada di daerah Tebet. RPTRA ini didirikan oleh Tanoto Foundation dan merupakan salah satu RPTRA yang dikelola dengan baik, dan cukup lengkap fasilitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif, dan metode pengumpulan datanya menggunakan observasi dan kuosioner. Kriteria yang digunakan untuk mengukur kelayak-anakan RPTRA adalah kriteria pengendalian perancangan taman bermain anak-anak ini terdiri dari 6 kriteria yaitu : Keselamatan, Kesehatan, Kenyamanan, Kemudahan, Keamanan, Keindahan. Dan berdasarkan kriteria tersebut RPTRA Akasia yang didirikan oleh lembaga CSR Tanoto Foundation adalah layak anak baik menurut observasi maupun persepsi orang tua anak. Kata kunci : RPTRA, Taman layak anak
Studi Perbandingan Kenyamanan Pengguna RPTRA (Studi Kasus: RPTRA Akasia dan RPTRA Pandawa) Dea Putri Ghassani; Mona Anggiani; Rona Fika Jamila
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.398 KB) | DOI: 10.22441/vitruvian.2018.v8i2.001

Abstract

ABSTRAKSalah satu kebutuhan manusia dalam menjalani hidup ini adalah melakukan kegiatan pada ruang terbuka. Ruang terbuka saat ini, sudah cukup mulau bermunculan, dan banyak yang dinamakan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). RPTRA mulai ada pada tahun 2015, sebagai salah satu usaha untuk mewujudkan program Kota Layak Anak (KLA). RPTRA yang berada di tengah area perumahan ini, ada yang dibangun atas dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta ada yang dibangun atas dana Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan ada atau tidaknya perbedaan pada kedua RPTRA yang dibangun dengan sumber dana yang berbeda tersebut. Dengan metode penelitian yang dilakukan, yaitu metode penelitian kuantitatif, penelitian ditujukan untuk melihat perbedaannya. Kata kunci: ruang public, ruang terbuka, ruang terbuka public, rptra.
HUBUNGAN KAMPUS D1 UNIVERSITAS MERCUBUANA DENGAN KEBERAGAMAN ACTIVITY SUPPORT DI SEKITARNYA (LOKASI ACTIVITY SUPPORT : RUAS JALAN GANCENG) Gentina Pratama Putra; Rona Fika Jamila
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.834 KB)

Abstract

Kawasan kampus D1 Universitas Mercubuana terletak di jalan raya Kranggan yang sedang berkembang permukimannya. Dan pada kenyataannya activity support terus berkembang di sekitar kampus ini. Apakah pertumbuhan activity support ada karena keberadaan kampus ataukah karena perumahan-perumahan baru di sekitarnya? Ini merupakan permasalahan yang diangkat pada penelitian ini. Metode yang digunakan untuk mengupasnya adalah kualitatif deskriptif. Dan hasil survey yang didapat ternyata memang menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen yang dituju oleh activity support- activity support ini adalah para mahasiswa kampus D1 Universitas Mercubuana. Penelitian ini mengambil responden yang berada di jalan Ganceng yang terletak di samping kampus, dan disarankan bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian serupa yang mengambil responden dari lokasi lain.Kata Kunci : Kampus, Activity Support, Jalan Ganceng