Santa Rusmalita
IAIN Pontianak

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MANAJEMEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS MASJID DI KOTA PONTIANAK Cucu Cucu; Santa Rusmalita
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.655 KB) | DOI: 10.24260/jhjd.v13i2.1471

Abstract

The function of sosilal masjidcan be played precisely when modern management principles are applied in the management of masjid. The function of the masjid is not only a function of worship, but also a masjid can be used as a media for empowering da'wah. Da'wah empowerment of the community is a missionary movement that is a real action carried out professionally in a da'wah institution by implementing modern management functions, in order to bring about change, namely the improvement of religious quality and social quality. Community empowerment is motivated by various weaknesses in the community. Through zakat and infaq funds, masjid administrators can manage it as a source of community empowerment. Through field interviews found at the Daarul Falah Masjid in Pontianak City, there is a community empowerment program that has two objectives, namely increasing mosque funding and improving the quality of the community. The types of empowerment intended consisted of: Business capital assistance, basic food subsidy assistance, scholarship assistance, medical assistance, kiosk rental, multipurpose building rentals. In its management Daarul Falah Masjid has implemented modern management principles, namely: planning, internal and external coordination, formal and non-formal direction, and evaluation. Keywords: Management, Community Empowerment and Masjid Fungsi sosilal masjid dapat diperankan dengan tepat dikala prinsip-prinsip manajemen modern diterapkan dalam pengelolaan masjid. Fungsi masjid bukan hanya fungsi ibadah mahdlah, tetapi juga masjid dapat difungsikan sebagai media dakwah pemberdayaan. Dakwah pemberdayaan masyarakar merupakan gerakan dakwah yang bersifat tindakan nyata yang dilakukan secara professional dalam sebuah lembaga dakwah dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen modern, guna mewujudkan perubahan yakni peningkatan kualitas keagamaan dan kualitas sosial. Pemberdayaan masyarakat dilatarbelakangi adanya berbagai kelemahan pada masyarakat. Melalui dana zakat dan infak umat, pengurus masjid dapat mengelolanya menjadi sumber pemberdayaan masyarakat. Melalui wawancara lapangan ditemukan di Masjid Daarul Falah Kota Pontianak terdapat program pemberdayaan masyarakat yangmemiliki dua sasaran, yaitu peningkatan dana masjid dan peningkatan kualitas masyarakat. Jenis pemberdayaan dimaksud terdiri dari : Bantuan modal usaha, bantuan subsidi sembako, bantuan beasiswa, bantuan pengobatan, penyewaan kios, penyewaan gedung serbaguna. Dalam pengelolaannya Masjid Daarul Falah telah menerapkan prinsi-prinsip manajemen modern yaitu: perencanaan, koordinasi intern dan ekstern, pengarahan formal dan non formal, dan evaluasi. Kata Kunci: Manajemen, Pemberdayaan masyarakat dan Masjid
FAMILY INVOLVEMENT IN ECOLOGICAL DA’WAH THROUGH “SAIPUL BIMBANG” Patmawati Patmawati; Santa Rusmalita; Wardah Wardah
Raheema Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.105 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v6i2.1513

Abstract

Garbage is a classic problem in our environment, including in Banjar Serasan. The society live on the Kapuas river banks and usually throw the garbage in the river, as the river were a large garbage can that will carry their trash at low tide. They also used the river for bathing and washing, which in turn will also affect their health. This is what makes environmentalists from the village, health center, and maternal and child health services conducted ecological da’wah through “Saipul Bimbang”. It stands for "Garbage Collected Bring Weighing". The activities involved families, especially mothers who will weigh their babies while carrying a bag of trash. This research was a qualitative. The data obtained through observation, interviews and documentation. The results showed that the family played an important role in ecological da’wah through “Saipul Bimbang”. The method used was face to face, counseling and activities involving mothers and babies. The result of this ecological da’wah is the increase of society’s awareness that garbage is not an environmental disturbance, even garbage is a blessing, as long as garbage can be processed and utilized. Keywords: Ecological Da’wah, Garbage, Blessing, Saipul Bimbang Sampah adalah masalah klasik di lingkungan kita, termasuk di Banjar Serasan. Masyarakat tinggal di tepi sungai Kapuas dan biasanya membuang sampah di sungai, karena sungai itu adalah tong sampah besar yang akan membawa sampah mereka pada saat air surut. Mereka juga menggunakan sungai untuk mandi dan mencuci, yang pada gilirannya juga akan mempengaruhi kesehatan mereka. Inilah yang membuat para pencinta lingkungan dari desa, pusat kesehatan, dan layanan kesehatan ibu dan anak melakukan dakwah ekologi melalui “Saipul Bimbang”. Singkatan dari "Garbage Collected Bring Weighing". Kegiatan tersebut melibatkan keluarga, terutama para ibu yang akan menimbang bayi mereka sambil membawa kantong sampah. Penelitian ini adalah kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memainkan peran penting dalam dakwah ekologi melalui “Saipul Bimbang”. Metode yang digunakan adalah tatap muka, konseling dan kegiatan yang melibatkan ibu dan bayi. Hasil dakwah ekologis ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa sampah bukanlah gangguan lingkungan, bahkan sampah adalah berkah, selama sampah dapat diolah dan dimanfaatkan. Keywords: Da’wah Ekologi, Sampah, Sukarela, Saipul Bimbang
KOMUNIKASI EFEKTIF MEMBANGUN KEARIFAN DALAM DAKWAH Santa Rusmalita
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v8i1.70

Abstract

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl:125) Dakwah merupakan kegiatan mengajak manusia menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Demi tercapainya tujuan kegiatan tersebut, maka diperlukan komunikasi yang sesuai dengan objek dakwah. Beragam latar objek dakwah menjadikan Da’I harus pandai-pandai memilih jenis komunikasi yang disampaikan. Ada qaulan baligha, Qaulan maisura, qaulan layyin, qaulan ma’rufa, qaulan karima dan qaulan sadiida. Setiap bentuk komunikasi tersebut memiliki makna dan titik tekan masing-masing.
KUALIFIKASI DAI SEBAGAI PEMBIMBING HAJI DAN UMRAH DI KEMENTERIAN AGAMA RI WILAYAH KALIMANTAN BARAT Santa Rusmalita
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v15i2.2111

Abstract

Dai bukanhanyaberdakwah di lingkupa majlis taklim atau menjadi khotib shalat Jumat, namun Dai juga berperan dalam membimbing berlangsungnya ibdah haji dan umrah. Oleh sebab itu penulisingin menemukan kecocokan antara standar yang seharusnya dimiliki oleh dai yang melaksanakan proses bimbingan haji dan umrah dengan kenyataan yang terjadi. Penulis ingin melihat secara langsung kualifikasi pembimbing pada kementerian Agama RI wilayah Kalimantan Barat. Adapun rumusan masalah dalam penulisan ini yaitu Kualifikasi dai sebagai Pembimbing  Haji Dan Umroh Pada Kementrian Agama Wilayah Kalimantan Barat. Untuk lebih memudahkan dalam pembahasan maka dirinci dengan rumusan sebagai berikut: (1) Bagaimana kemampuan daipada kementerian Agama RI wilayah Kalimantan Barat dilihat dari kompetensi pedagogiknya? (2) Bagaimana kemampuan dai dilihat dari kompetensi profesional? (3) Bagaimana kemampuan daidilihat dari kompetensi kepribadiannya?Permasalah tersebut dibahas melalui studi lapangan. Untuk memperoleh data penulisan di gunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Kemudian seluruh data di analisis dengan pendekatan sosiologis melalui paparan data dan pembahasan.Dari penulisan ini ditemukan bahwa Kemampuan dai pada Kementerian Agama RI wilayah Kalimantan Barat pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dilihat dari kompetensi pedagogik, profesional, dan kepribadian sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan jamaah haji maupun kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBHI) di lapangan. .
Internalisasi Nilai-Nilai Dakwah pada Anak Usia Dini di Taman Kanak Islam Terpadu (TKIT) Al Karima Santa Rusmalita
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v11i2.850

Abstract

Anak yang sholeh merupakan cahaya mata kedua orangtua. Setiap orangtua mengharapkan anak-anaknya memiliki kepribadian yang baik. Pendidikan anak bukan dimulai dari remaja, namun sudah semestinya dimulai dari kecil. Pembelajaran di rumah tidak cukup untuk membentuk anak berkarakter mulia, namun juga dibarengi dengan bimbingan guru di sekolah. Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) sebagai wadah pendidikan usia dini memiliki peran besar membentuk karakter baik anak. Tulisan ini memfokuskan pembahasan pada bentuk komunikasi yang dilakukan oleh guru pada murid. Selanjutnya juga penelitian ini melihat metode dalam menyampaikan pesan. Selain itu juga yang akan dilihat adalah pesan-pesan yang disampikan oleh guru kepada murid saat melakukukan pembelajaran. Tulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan Pendekatan teologis-normatif, Pedagodis, dan Psikologis. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil pengamatan di lapangan, menunjukkan hasil bahawa komunikasi yang dilakukan oleh guru dalam menyampaikan pesan berada pada posisi komunikasi Islam dalam bentuk komunikasi interpersonal. Metode dalam menyampaikan pesan adalah dengan metode qishah (bercerita), metode tajribi (pengamalan) dan metode uswah (keteladanan), metode nasihat, tabsyir dan tanzhir. Adapun pesan yang disampaikan adalah pesan verbal yang berupa qaulan baligha, Qaulan maisuran, dan qaulan sadiidan.
Internalisasi Budaya Kerja Berbasis Al-Fatihah dalam Meningkatkan Kinerja pada Tenaga Kependidikan Harjani Hefni; Fitri Sukma Wati; Santa Rusmalita
Jurnal Psikologi Islam dan Budaya Vol 2, No 1 (2019): JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya
Publisher : Faculty of Psychology, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpib.v2i1.2946

Abstract

This research aims to evaluate the effectiveness of working culture internalization based on Alfatihah in order to encourage performance among educational employee through mixed method with quntitative-qualitative paradigm.  Result shows that there is a significant differences on means of employee performance in which before having treatment and after having treatment.  Therefore, treatment method with Alfatihah effectively increased performance of educational employee. This research is expected to be used as an input to develop positive working culture.