Yakub Hendrawan Perangin Angin
Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Prinsip-prinsip dalam Membangun Pernikahan Kristen yang Kuat Yakub Hendrawan Perangin Angin; Yonatan Alex Arifianto
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Vol 1, No 2 (2019): Januari 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v1i2.129

Abstract

Kompetensi utama yang harus dimiliki oleh suami istri dalam membangun pernikahan yang kokoh sangatlah berharga untuk itu setiap pasangan suami istri harus dipersiapkan sejak awal pernikahan agar terbangun pernikahan yang abadi. Pernikahan yang sehat dan bahagia merupakan impian dari setiap pasangan suami istri. Pernikahan yang dijalani dengan berhasil dapat memberikan gelora bagi suami dan istri dalam melalui dan mengatasi berbagai persoalan dan tekanan yang dihadapi dan semakin teguh dan kuat seiring usia pernikahannya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dari berbagai jurnal dan buku yang ditulis oleh konselor dan pakar pembina pernikahan Kristen. Hasil dari penelitian ini ada 6 cara yang harus dibangun oleh pasangan suami istri yang merindukan pernikahan yang tangguh, yaitu: Pertama, Menjadikan Kristus Sebagai Pusat Kehidupan Pernikahan.  Kedua, Mengembangkan Keterampilan Pernikahan Melalui Kursus dan Sekolah Keluarga. Ketiga, Mengembangkan Kreativitas Dalam Mempertahankan Kemesraan Pernikahan. Keempat, Bersama Sengaja Bertumbuh Terus Menerus. Kelima, Berdoa Bersama Pasangan dan Saling Memperkaya. Keenam, Menjadi Penjaga Pernikahan Lainnya.  
Ketahanan Iman Kristen di Tengah Era Disrupsi Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v1i1.12

Abstract

Christian Faith Resilience Amidst the Era of Disruption. The current era of disruption which is marked by the birth of various innovations and new technologies cannot be avoided by all people, organizations and churches. The era of disruption will affect the Christian faith, so that the attitudes, policies and culture adopted by believers who are Christian to the influence caused by this era of disruption will greatly determine the continuity of their Christian faith, whether it will continue to grow or will die completely. With a descriptive qualitative method with a literature study approach, the author proposes a conceptual frame of the role of the challenge of Christian faith in the era of disruption. The main source of analysis includes research results contained in journals and books, which are analyzed by looking at the relationship and compatibility with the title of the writing. The results of this study on the era of disruption and dimensions of Christian faith are then used to formulate the concept of resilience of the Christian faith in the era of disruption. There are eight main attitudes that must be developed in order to maintain Christian faith in this era of disruption.
Implementasi Pengendalian Konflik Keluarga bagi Relasi Suami Istri Kristen Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.666 KB) | DOI: 10.52489/jupak.v2i1.18

Abstract

Conflict arises in every marriage. It is a part of life that naturally occurs in every household, anywhere, including Christian marriages, even though they are blessed in the church, they are not immune to conflict free. Controlling conflict has an impact on whether the husband and wife relationship is strong in Christian marriages, so knowing the sources of triggers or causes of conflict in a Christian marriage family is very important so that we can anticipate and take conflict resolution in appropriate ways. The method in writing this journal is carried out by analyzing relevant sources from books and research literature, so that application suggestions are obtained for increasing the stronger relationship between husband and wife because they can control conflict well. Husband and wife need to put the reconciliation process that Allah created for the husband and wife relationship to be applied in all marital relations that are disturbed or even damaged.
Implikasi Strategi Pemuridan Yesus dalam Gereja Meregenerasi Pemimpin Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati; Lindin Anderson
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.317 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v2i1.20

Abstract

There is a statement, "Christianity without discipleship is Christianity without Christ. And the fact is that until now there are still quite a lot of churches that practice Christianity without discipleship, so that the existence of the church today is still ineffective in carrying out its calling role in this world. Even the most dangerous effects of an exemplary and Jesus-like Christianity have created leaders addicted to recognition and success simply without. So the Christian problem is unchanging faith. This research was conducted using the literature method. The result of this research is that the method that Jesus taught and inherited to His church in regenerating leaders is still the most effective method. And a church that wants to do a pattern like Jesus did at least must consider important factors: Prayer, Authority and power from God, Awareness (awareness) is blessed to be a blessing, Carry out the process of evangelism and discipleship, multiplication (multiplication - training of trainer) , Starting from serving the family and the church, committed and consistent for a continuous change in spiritual life, and becoming a great commission church.  Abstrak:Ada pernyataan ”Kekristenan tanpa pemuridan adalah kekristenan tanpa Kristus. Dan faktanya sampai saat ini masih cukup banyak gereja yang menerapkan kekristenan tanpa pemuridan, sehingga keberadaan gereja saat ini masih ada yang tidak efektif dalam melakukan peran panggilannya di dunia ini. Bahkan dampak paling membahayakan dari kekristenan tanpa kehidupan yang meneladani dan serupa Yesus telah menciptakan para pemimpin yang kecanduan akan pengakuan dan kesuksesan semata tanpa. Jadi masalah umat Kristen adalah iman yang tidak mengubahkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah metode yang Yesus ajarkan dan wariskan kepada gereja-Nya dalam meregenerasi pemimpin masih merupakan metode yang paling efektif. Dan Gereja yang mau melakukan pola seperti yang Yesus lakukan paling tidak harus mempertimbangkan faktor-faktor pentingnya: Doa, Otoritas dan kuasa dari Allah, Awareness (kesadaran) diberkati untuk menjadi berkat, Melakukan proses penginjilan dan pemuridan, Pelipatgandaan (multiplikasi - training of trainer), Bermula dari melayani keluarga dan gereja, Komitmen dan konsisten untuk perubahan hidup rohani yang berkesinambungan, dan Menjadi gereja amanat agung. 
Deskripsi Serupa Seperti Kristus Sebagai Tujuan Pendidikan Karakter Kristen Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2021): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506 KB) | DOI: 10.53814/eleos.v1i1.2

Abstract

Abstract Many Christians never deal with God, but only deal with religion, church, and pastors. Although many Christians still feel they have dealt with God, thus making them Christians who do not experience God personally, and certainly do not experience the discipleship process. Through descriptive qualitative methods, it can be concluded that Christians should have the character of Christ according to the title Christian first appeared in Antioch which was assigned to students who learned the Gospel from Paul Barnabas for being followers of Jesus Christ. People who are in Christ must wear passion, spirit, and desire as Jesus wore so that the behavior of believers who call Christians behave like Christ. This must continue to be fought for because it cannot happen automatically, it takes a high and serious and consistent effort for a long time until the end to be found to be in Christ.   Abstrak Banyak orang Kristen tidak pernah berurusan dengan Tuhan, tetapi hanya berurusan dengan agama, gereja, dan pendeta. Walaupun banyak orang Kristen tetap merasa sudah berurusan dengan Tuhan, sehingga menjadikannya orang Kristen yang tidak mengalami Tuhan secara pribadi, dan tentu tidak mengalami proses pemuridan. Melalui metode kualitatif deskritif dapat disimpulkan bahwa orang Kristen sudah seharusnya berkarakter Kristus sesuai sebutan Kristen pertama kali muncul di Antiokhia yang disematkan kepada murid-murid yang belajar Injil dari Paulus Barnabas karena menjadi pengikut Yesus Kristus. Orang yang ada di dalam Kristus haruslah mengenakan gairah, spirit, dan hasrat seperti yang Yesus kenakan agar perilaku orang percaya yang menyebut Kristen perilakunya seperti Kristus. Hal ini harus terus diperjuangkan karena tidak dapat terjadi secara otomatis, diperlukan usaha yang tinggi dan serius serta konsisten dalam waktu yang panjang sampai akhir agar didapati berkeadaan ada di dalam Kristus.
Kajian Teologis Peran Kepala Keluarga Kristen Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Yerusalem Baru, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.182 KB) | DOI: 10.51615/sha.v1i2.21

Abstract

AbstractMany husbands do not understand their responsibility to love their wives at all, and for centuries, many fathers have become fathers who do not play their roles properly so that they do not feel their positive contribution to society. The research method used in this research is the library research method. The purpose of this research is to review the important role of a man as head of a Christian family through theological studies. The results of this study conclude that the role as head of a Christian family is a mission of life responsibility and the correct response to the cultural mandate of God, and to be an effective head of a Christian family must have a vision of a great obsession that is planned, focused and has a goal according to biblical truth. AbstrakBanyak para suami sama sekali tidak memahami tanggung jawabnya untuk mengasihi istrinya, dan juga sudah berabad-abad, banyak kaum bapa yang telah menjadi seorang ayah yang tidak memerankan perannya dengan baik sehingga tidak dirasakan kontribusinya yang  positif bagi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kembali peran penting seorang pria sebagai kepala keluarga Kristen melalui kajian teologis. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa  peran sebagai kepala keluarga Kristen adalah sebuah misi pertanggungjawaban kehidupan dan respon yang benar atas mandat budaya dari Allah, dan untuk menjadi kepala keluarga Kristen yang efektif harus memiliki visi obsesi agung yang terencana, fokus dan mempunyai tujuan seturut kebenaran Alkitab
Implikasi Pemahaman Bahasa Cinta bagi Relasi Suami Istri Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v2i1.17

Abstract

Effective communication is actually not based on whether many or a few messages are communicated by both the husband and wife, but lies in the reasons and the delivery procedures. It is rare for a married couple and a family to have the same language of love or the main language of love. Married couples have a tendency to use their respective primary love languages, and in the end, husband and wife often get confused if they don't even understand what their husband or wife actually communicates. This is the crux of the problem. The method used in writing this journal is an analysis based on a bibliography so as to find the concept of the language of love for husband and wife relationships.
Gereja dan Pemuridan: Pilar Pendidikan Agama Kristen dan Implikasinya bagi Murid Kristus Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.15 KB) | DOI: 10.52489/jupak.v2i1.42

Abstract

Many churches and Christians are still unfamiliar with the practice of discipleship, and even if they are familiar with the term discipleship, there are still many who are reluctant or less serious in making discipleship the core of church ministry. It is for this purpose that this research was conducted. The method used is a literature study from discipleship and church experts which is analyzed to get the root of the problem and concepts that should be according to the Bible so that applications can be drawn for today, especially for Christian education patterns in church discipleship or churches that make disciples. The result of this research is the discovery of several applications that are very important for the perspective of Christian religious education related to the church and discipleship that must be continuously worked on, namely: First, Discipleship is the responsibility of all Christians. Second, Discipleship of the church has a strong impact on the spiritual growth of believers. Third, sending students to make disciples is an effective pattern of Christian education. Fourth, the importance of having a fellow disciple disciple in the same vision.
Pendidikan Keluarga Kristen: Regenerasi Pemimpin melalui Pemuridan dan Implikasinya Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 4 No. 2 (2021): Pentecostalism, Worship & Ecclesiology
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v4i2.55

Abstract

Gagasan mengenai pemuridan pribadi secara perlahan mengalami kemunduran. Para pemimpin gereja mulai memposisikan para pendeta sebagai satu-satunya orang yang memiliki hak prerogatif untuk memimpin gereja. Perbedaan hak antara pendeta dan jemaat awam inilah yang menyebabkan pemuridan pribadi itu dirampas dari tangan orang-orang keluarga Kristen. Sejak orang-orang Kristen awam disingkarkan dari pelayanan-pelayanan penting di gereja, pemuridan pribadi menjadi tidak bermakna dan benar-benar dilupakan oleh sebagian besar orang Kristen. Padahal sejak awal mula, Allah telah merancang dan mendesain, bahwa melalui keluarga pesan-Nya harus disampaikan kepada generasi-generasi selanjutnya. Penulisan ini dilakukan dengan menggunakan metode kepustakaan. Adapun hasil dari penulisan ini adalah: Pemuridan yang dilakukan dalam keluarga Kristen sangatlah strategis dalam menghasilkan regenerasi pemimpin masa depan yang mewarisi iman Kristen melalui keteladanan hidup dan hubungan relasi yang sangat erat. Pola pemuridan seperti ini sungguhlah efektif karena berbasiskan prinsip-prinsip pendidikan dan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Alkitab. The idea of ​​personal discipleship is slowly degenerating. Church leaders began to position pastors as the only people who had the prerogative to lead the church. It is this difference in rights between the pastor and the lay congregation that causes personal discipleship to be deprived of the hands of Christian families. Since lay Christians were excluded from important ministries of the church, personal discipleship has become meaningless and has been completely forgotten by most Christians. Whereas from the very beginning, Allah has designed and designed, that through the family His message must be conveyed to future generations. This writing is done using the literature method. The results of this writing are: Discipleship that is carried out in Christian families is very strategic in producing the regeneration of future leaders who inherit the Christian faith through exemplary life and very close relationships. This pattern of discipleship is really effective because it is based on educational principles and the principles taught by the Bible.
Integrasi Iman dan Pekerjaan sebagai Sebuah Strategi Misi Tri Astuti Yeniretnowati; Yakub Hendrawan Perangin Angin
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 1 (2021): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (April 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.608 KB) | DOI: 10.52879/didasko.v1i1.3

Abstract

Penulis Kitab Kejadian menggambarkan penciptaan dunia oleh Allah sebagai kegiatan bekerja, dan umat manusia sebagai ciptaan Allah juga bekerja di firdaus.  Setiap anak Tuhan dimanapun berada dalam segala kegiatannya harus menjadi terang dan garam dunia. Misi bukan hanya sebagai usaha memberitakan keselamatan tetapi juga menghadirkan kerajaan Allah di tengah-tengah dunia. Setiap orang percaya harus turut menanggung beban dan terlibat dalam misi Allah atau pelayanan pekerjaan Tuhan, karena amanat agung Tuhan Yesus yang harus dikerjakan dengan setia, terus-menerus dan sampai akhir. Respon terhadap tanggung jawab misi ini adalah sesuai dengan panggilan masing-masing. Setiap orang memiliki fungsi dan peran yang berbeda – beda sesuai dengan panggilan Allah, setiap orang percaya harus menemukan secara tepat dimana dan bagaimana ia harus berkarya bagi Tuhan. Untuk menggenapi rencanaNya Tuhan menempatkan setiap orang percaya pada tempat yang spesifik dan unik, sehingga dalam menggenapi misi Allah semua orang percaya baik rohaniawan maupun pekerja sekuler/profesional memiliki panggilan yang sama dalam penggenapan misi Allah.