Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Between Boredom and Frustration: Predictor of Compulsive Internet Use Rahayu Hardianti Utami; Elrisfa Magistarina; Mario Pratama; Andhita Nurul Khasanah
Jurnal Neo Konseling Vol 3, No 4 (2021): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00617kons2021

Abstract

Internet users have various purposes or motives for using internet service. Furthermore, internet usage proliferated by 40 percent amidst the COVID-19 pandemic social confinements. Interestingly, there is a tendency to do activities with the internet when under load or overload circumstance. This study aims to look at these two contradictory conditions and determine whether when someone is in a state of the tendency to be bored or depressed due to stressful conditions becomes a predictor for using the internet maladaptively. This study uses a quantitative approach with an accidental sampling technique. We recruited 235 internet users from adolescents to middle adulthood. The result showed boredom proneness and frustration intolerance predicted 34.4% of internet users' compulsive internet use. This study also showed a more significant impact of boredom to compulsive internet use rather than frustration intolerance. These findings indicate that people tend to use the internet more frequently in under load than overload conditions.
A Descriptive Study about Passion in Universitas Negeri Padang’s Alumni in the Workplace Elrisfa Magistarina; Verlanda Yuca; Rahayu Hardianti Utami; Rahmi Dwi Febriani
Jurnal Neo Konseling Vol 3, No 3 (2021): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00560kons2021

Abstract

A supportive job is when someone enjoys their work; they feel that they can develop and achieve goals. In this context, supportive means a job that is related to their Passion. However, people nowadays seem to have dissatisfaction with their occupation that is not related to their Passion. It requires the students to get more information about their Passion and a job related to it before starting their careers. This study has 261 respondents that come from the alumni of UNP. The data collection was a questionnaire TYPI (Tari Yuca Passion Inventory) about Passion with 43-items and a descriptive statistic used to analyze the data. The result found that there was incongruence between their study and job that related to their Passion. Hence, the contribution of several stakeholders, such as the university, lecturers, academic advisors, and counseling service, is needed.
Internet-related Behavior and Mind Wandering Rahayu Hardianti Utami; Rizal Kurniawan; Elrisfa Magistarina
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rapun.v12i1.112854

Abstract

Awareness of attention, especially mind-wandering, is more prominent nowadays because of the development of technology that empowers a person to do several jobs and focus on several things simultaneously. This study examines internet-related behavior, namely online fear of missing out and compulsive internet use on mind wandering on active internet users. This study involved 327 internet users aged 17-40 years selected by convenience sampling. This research confirms that fear of missing out and compulsive internet use positively correlate with mind wandering. Furthermore, mind wandering and fear of missing are contrarily related with age.This study explicates that the contribution of internet-related behavior is significant to the incidence of mind wandering, which proves the influence of internet use on inattention, especially in young internet active users. Therefore, the younger generation must be cognizant of and monitor the use and impact of internet use, especially concerning the necessity to maintain focus when handling task demands. This study proposes addressing the adverse consequence of FOMO, compulsive internet use, and mind-wandering on productivity and wellbeing further, notably for the young age.
Pengembangan Helping Skill Pada Remaja Smp N 2 Sungayang Kabupaten Tanah Datar Elrisfa Magistarina; Rahayu Hardianti Utami; Nurmina Nurmina; Mutiara Fitriani; Ratih Permata Sari
PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Volume 1, Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v1i2.2894

Abstract

Helping skills adalah kemampuan dasar yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang, begitu juga pada remaja. Hal ini disebabkan karena pada remaja yang berada pada tahapan identity vs. identity confusion mengalami banyak permasalahan sehingga tidak sedikit dari mereka merasa kurangnya nyaman untuk menceritakannya kepada orang dewasa. Adanya kemampuang helping skill terhadap teman sebaya dapat berguna untuk mereka agar saling membantu, karena remaja lebih dipengaruhi oleh teman sebayanya. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan helping skills, maka dilakukan pelatihan konseling teman sebaya. Pelatihan ini dilakukan di UPT SMP N 2 Sungayang Kabupaten Tanah datar. Peserta pelatihan adalah 30 orang siswa kelas VII, VIII, dan IX. Metode yang digunakan berupa pemberian materi, tanya jawab, simulasi, dan role play. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta mampu melakukan attending dan listening skill, menjaga kerahasiaan permasalahan yang diceritakan teman sebayanya, merasa bertanggung jawab untuk membantu teman sebayanya, serta mampu melakukan probing.
Validation of Online Fear of Missing Out (ON-FoMO) Scale in Indonesian Version Rizal Kurniawan; Rahayu Hardianti Utami
Jurnal Neo Konseling Vol 4, No 3 (2022): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00651kons2022

Abstract

The main objective of this study was to examine the psychometric properties of the online fear of missing out (ON-FoMO) scale in the Indonesian version. This research consists of two stages. In the first stage, this study also examines the dimensional structure of the ON-FoMO scale. A total of 327 respondents were involved in this process. The analysis used is exploratory factor analysis (EFA). In the second stage, this study was conducted to test the validity of the ON-FoMO scale. This test was carried out by calculating the correlation of the ON-FoMO scale with the fear of missing out (FoMO) scale and the big five inventory personality. This process involved as many as 245 respondents. This study indicates that the scale dimensions formed from the EFA testing process are the same as the dimensions of the original scale, namely four dimensions: anxiety, need to belong, addiction, and need for popularity. The anxiety dimension has contributed to the most significant variance value, 17.85%. The correlation of the four dimensions of ON-FoMO ranged from  r = .41 to r = .21. The results of the convergent validity test showed that the ON-FoMO scale was significantly correlated with the FoMO scale, neuroticism personality type, and openness personality type. Overall, the ON-FoMO scale has good validity. The correlation between ON-FoMO and the openess personality types is further discussed.
STRES PADA REMAJA KECANDUAN INTERNET: SYSTEMATIC REVIEW Rosa Emaniar; Rahayu Hardianti Utami
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3395-3398

Abstract

Kecanduan internet di usia remaja menimbulkan risiko lebih besar mengalami masalah psikologis, sehingga diperlukan penanganan khusus pada remaja kecanduan internet tersebut. Tujuan penelitian adalah diidentifikasinya beberapa penelitian yang sudah meneliti tentang stres pada remaja kecanduan internet. Metode dalam systematic review menggunakan tiga sumber data diantaranya Google Scholar dan PubMed dengan empat artikel yang berkaitan. Hasil review didapatkan dalam mengatasi permasalahan stres pada remaja kecanduan internet yang dapat dilakukan mulai dari lingkungannya seperti hubungan yang baik dengan orang tua. Kesimpulan: mengatasi stres harus diikuti dengan memberikan edukasi dan membuat kebijakan tentang konsekuensi dari kecanduan Internet untuk dapat mencegah adiksi atau kecanduan internet.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRES DIGITAL PADA REMAJA DAN DEWASA AWAL: SEBUAH STUDI LITERATUR Siti Intan Cahyani; Rahayu Hardianti Utami
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3408-3413

Abstract

Penetrasi pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan pada periode tahun 2021-2022 sebanyak 6,78% dari periode sebelumnya, yaitu sebanyak 77,02% (APJII, 2022). Kemudahan akses digital saat ini menjadikan pengguna terkoneksi dengan internet secara permanen untuk membangun komunikasi sehingga memberikan rasa memiliki dan dukungan sosial. Namun, di sisi lain terkoneksi dengan internet secara permanen memberikan jalur yang negatif bagi pengguna, yaitu kondisi stress yang berhubungan dengan media digital maupun internet. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah stress digital, yaitu kondisi stress dan kecemasan yang disebabkan oleh pemberitahuan yang aktif dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi melalui media seluler maupun sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi stress digital. Metode penelitian ini adalah studi literature atau literature riview dengan artikel penelitian berbahasa inggris tahun 2021-2022. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat beberapa faktor yang kompleks yang berkaitan dengan kondisi stress digital, yaitu: kebutuhan penggunaan media digital dan internet dan perbedaan kepribadian. Rekomendasi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan lebih banyak artikel untuk dikaji sehingga dapat diperoleh lebih banyak informasi tentang stress digital dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Gambaran Stres Digital pada Remaja Awal Rosa Emaniar; Rahayu Hardianti Utami
YASIN Vol 3 No 6 (2023): DESEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v3i6.1891

Abstract

Current use of digital media and the internet can contribute to stress. So this research aims to see how digital stress looks in early adolescents. This type of research is quantitative with descriptive methods. The population in this study were early adolescents at junior high school (SMP) education level. The sampling technique uses Nonprobability Sampling. The research results showed that 107 people (39.3%) had low digital stress and 165 subjects (60.7%) had high digital stress. In conclusion, this research shows that early adolescents have high digital stress.
The GAMBARAN PERSEPSI TERHADAP HUKUMAN PADA NARAPIDANA DI RUTAN KELAS IIB MANINJAU Faizi Jamali Putra; Rahayu Hardianti Utami; Nurmina; Prima Aulia
CAUSALITA : Jurnal Psikologi Vol 1 No 3 (2023): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : Causalita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v1i3.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Gambaran Persepsi terhadap Hukuman pada Narapidana di Rutan Kelas II B Maninjau. Penelitian  ini meggunakan metode kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah narapidana yang berada di Rutan Kelas IIB Maninjau. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan teknik sampling purposive criterion. Sampel pada penelitian ini berjumlah 3 orang narapidana yang berada di Rutan Kelas IIB Maninjau. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif fenomenologis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik  analisis data dengan Interpretative Phenomenological Analiysis (IPA). Hasil analisis data yang didapatkan adanya narapidana yang melakukan pelanggaran terhadap hukuman di Rutan Kelas IIB Maninjau. hasil  penelitian  yang  telah  dilakukan,  dapat  disimpulkan  bahwa  Gambaran Persepsi terhadap Hukuman pada Narapidana di Rutan Kelas IIB Maninjau dapat ditinjau dari aspek persepsi serta faktor yang mempengaruhi yang ditinjau dari theory of planned behavior yang mana sikap terhadap perilaku yang menunjukkan persepsi seseorang tentang apa yang dilakukan maka, Narapidana yang sebelum masuk sel tidak pernah melaksanakan sholat lima waktu, sejak menjalani masa hukuman sudah mulai menunaikan sholat wajib, Perubahan perilaku narapidana dari tidak pernah puasa sunah, sejak menjalani masa tahanan sudah mulai melaksanakan puasa senin kamis, Perubahan berikutnya yang dirasakan oleh narapidana yang dulunya jarang membaca Al-qur’an dan sekarang sejak menjalani masa tahanan sudah mulai membaca Al-qur’an. Serta narapidana mulai merasakan nikmat yang diberikan Allah SWT.
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL COMPARISON DENGAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA KOMUNITAS K-POP "K-POPERS PADANG" Gesta Oprita Oprita; Rinaldi; Niken Hartati; Rahayu Hardianti Utami
CAUSALITA : Jurnal Psikologi Vol 1 No 3 (2023): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : Causalita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v1i3.45

Abstract

Fear of missing out adalah perasan dimana seseorang merasa gelisah dan takut tertinggal, ketika orang lain terlibat dan merasakan sesuatu yang lebih seru dan menarik daripada dirinya sendiri. Fenomena fear of missing out bisa terjadi pada penggemar K-Pop, dan fear of missing out sendiri dapat ada karena adanya social comparison dan persepsi bahwa orang lain lebih baik daripada diri mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Social Comparison dengan Fear of Missing Out pada Komunitas K-Pop “K-popers Padang”. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi pada penelitian ini merupakan seluruh penggemar K-Pop yang berada pada komunitas K-Pop “K-Popers Padang” dengan jumlah subjek sebanyak 140 orang. Purposive sampling merupakan teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala social comparison dan skala fear of missing out dengan menggunakan kuesioner online berbentuk skala likert. Teknik uji korelasi product moment merupakan teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara social comparison dengan fear of missing out pada komunitas K-Pop “K-Popers Padang (r = 0.498; p = 0.000). Kesimpulannya semakin tinggi social comparison maka akan semakin tinggi juga fear of missing out pada komunitas K-Pop “K-popers Padang”.