Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGEMBANGAN APLIKASI INFO LAGU NUSANTARA BERBASIS ANDROID UNTUK MELESTARIKAN WARISAN BUDAYA INDONESIA Purnomo, Agus; Hartono, Rudi; Hartatik, Hartatik; Riasti, Berliana Kusuma; Hidayah, Insani Nur
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 7, No 2 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 2 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.214 KB) | DOI: 10.24176/simet.v7i2.764

Abstract

Lagu nusantara merupakan warisan kekayaan budaya Indonesia. Pengenalan lagu nusantara sudah banyak dilakukan melalui pendidikan sekolah dasar sampai pendidikan menengah atas. Upaya ini dilakukan untuk melestarikan budaya Indonesia. Dalam pengenalan terhadap siswa banyak ditemukan kendala yaitu sulitnya siswa menghafal lirik dan menyanyikan berbagai lagu nusantara. Siswa belajar dari buku yang hanya menyediakan liriknya saja dan cara menyanyikan masih harus dibimbing oleh guru seni musik mereka. Untuk mempermudah siswa belajar, maka perlunya media yang mempermudah siswa untuk belajar. Teknologi yang dibahas pada penelitian ini adalah teknologi pemanfaatan smartphone berbasis android untuk memudahkan siswa dalam belajar lagu nusantara. Metode pengembangan aplikasi meliputi studi literatur, analisis, perancangan, pemprograman dan pengujian. Aplikasi dirancang dapat berjalan di perangkat android dengan operating sytem versi ics atau lebih terbaru. Model aplikasi yang dibuat berupa model client-server. Aplikasi client diperuntukan bagi pengguna yaitu siswa dan aplikasi server diperuntukkan untuk update info lagu nusantara yang dilakukan oleh administrator. Aplikasi yang dikembangkan menyajikan informasi lagu nusantara disetiap daerah berupa lirik lagu, suara pelantunanya dan video. Aplikasi info lagu nusantara dinilai mampu menjadikan media pembelajaran bagi siswa dalam mempelajari lagu-lagu nusantara hal ini dibuktikan dengan 78% responden menjawab setuju dari total responden 19 orang pengguna. 78% pengguna menganggap aplikasi info lagu nusantara memiliki tampilan yang menarik, susunan navigasi yang mudah, menyajikan informasi yang mudah dipahami,informatif dan edukatif. Kata kunci: aplikasi android, lagu nusantara, media pembelajaran.
PENGARUH KOPERASI SEKOLAH TERHADAP PEMBELAJARAN ORGANISASI DAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI SD NU KEPANJEN KABUPATEN MALANG hartatik, Hartatik
Jurnal Inspirasi Vol 4, No 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurnal Inspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SD NU Kepanjen adalah salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Malang yang mempunyai koperasi sekolah dan digunakan untuk pembelajaran berorganisasi serta mendidik karakteristik siswa dilingkungan sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Cara pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yaitu (1) wawancara mendalam (indepth interview); (2) observasi; dan (3) dokumentasi. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti dengan dibantu alat bantu kamera, pedoman wawancara, dan alat-alat lain yang diperlukan secara insendental. Hasil penelitian menunjukkan siswa mulai memahami tentang (1) Organisasi merupakan kumpulan orang yang bekerja sama sesuai dengan posisi dan keberadaannya dalam organisasi. (2) Dalam organisasi setiap orang diharuskan mematuhi aturan yang berlaku dalam organisasi. (3) Di dalam organisasi, sesekali akan muncul masalah. (4) Organisasi itu dinamis. (5) Dalam organisasi, setiap orang dituntut untuk selalu melakukan pembelajaran diri dan mengembangkan diri. Sedangkan aspek pendidikan karakter melalui suri tauladan para guru; (1) Perilaku disiplin dalam kinerja guru. (2) Sikap mental untuk tidak menerima yang bukan haknya. (3) Keyakinan yang tinggi terhadap motivasi dan pencapaian tujuan. Sedangkan dari aspek interaksi siswa dengan koperasi sekolah, utamanya transaksi kebutuhan muncul: (1) Perilaku menghargai orang lain dengan antri. (2) Perilaku mandiri. (3). Perilaku jujur melalui pembayaran. (4) Berkomunikasi baik dalam bertransaksi. Kata kunci: Koperasi Sekolah, Organisasi, Pendidikan Karakter
PEMBUATAN MOBILE TOUR GUIDE MUSEUM SANGIRAN DENGAN AUGMENTED REALITY BERBASIS MARKERLESS TRACKING Purnomo, Fendi Aji; Pratisto, Eko Harry; Hartatik, Hartatik; Purbayu, Agus; Ariani, Hana Septi
Jurnal Simetris Vol 6, No 2 (2015): JURNAL SIMETRIS VOLUME 6 NO 2 TAHUN 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.774 KB)

Abstract

ABSTRAK   Museum Purbakala Sangiran merupakan salah satu museum yang menyimpan benda purbakala. Digitalisasi objek purbakala merupakan salah satu usaha pelestarian yang dilakukan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan digitalisasi informasi benda-benda purbakala di ruang pamer Museum Sangiran dengan menggunakan teknologi Augmented reality berbasis Android. Metodologi penelitian dalam pengembangan Augmented reality untuk Mobile Guide Museum Sangiran menggunakan metode waterfall, yaitu tahap analisis, perancangan, desain & script, serta pengujian dilakukan melalui survey kuisioner. Analisis pengujian aplikasi terhadap daya tarik pengunjung dilakukan berbasis angket kuisioner dengan skala butir pertanyaan menggunakan skala Likert dengan skala 6. Hasil analisis berupa validitas dan realibilitas menghasilkan alpha cronbach 0,97 sehingga semua butir pertanyaan dinyatakan valid dan reliable. Tanggapan responden terhadap aplikasi Mobile Guide Museum Sangiran bernilai setuju-sangat setuju diwujudkan dalam 5 aspek yaitu ketertarikan terhadap aplikasi 93%, kemudahan mendapatkan informasi 97%, kemudahan navigasi 100%, interaktifitas aplikasi 94%, dan inovasi aplikasi 97%. Kata kunci: benda purbakala, markerless, mobile augmented reality.
Diagnosa Jenis Tuberculosis Dengan Algoritma Bayes Hartatik, Hartatik
Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I) 2015
Publisher : Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.543 KB)

Abstract

Manurut data dari WHO pada tahun 2012, Tuberculosis atau yang biasa disingkat TB adalah salah satu penyakit menular yang menyebabkan masalah kesehatan terbesar kedua di dunia. Penyakit Tuberculosis tidak hanya menyerang bagian pernapasan paru-paru (disebut Pulmonary Tuberculosis) saja seperti anggapan kebanyakan orang, namun juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti otak (disebut Miningitis Tuberculosis), kalenjar getah bening (Lymphedenopathy Tuberculosis), paru-paru bagian luar (Pleyrisy Tuberculosis), kulit (Miliary Tuberculosis), tulang (Spin of Tuberculosis), dan saluran urogenital (Urogenital Tuberculosis). Lama tidaknya pengobatan bagi penderita Tuberculosis tergantung pada jenis Tuberculosis yang diderita, parah tidaknya infeksi yang terjadi dan lama penanganan penderita dari awal terinfeksi hingga waktu pengobatan. Semakin cepat seseorang sadar terdiagnosa penyakit Tuberculosis dan melakukan pemeriksaan, maka proses penyembuhan yang dilakukan dimungkinkan akan semakin cepat dengan asumsi semakin dibiarkan penyakit infeksi Tuberculosis akan semakin berat. Merujuk pada alasan tersebut, maka dibuatlah sistem pakar untuk mendeteksi infeksi Tuberculosis dan kemungkinan jenis Tuberculosis yang menginfeksi menggunakan Algoritma Bayes. Algoritma Bayes akan menghitung nilai probabilitas pada semua hipotesa (jenis TB). Nilai probabilitas hipotesa yang terbesar akan keluar sebagai solusinya.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY BERBASIS CTL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI KARANGREJO 2 DEMPET, DEMAK Hartatik, Hartatik
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.042 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p28-41

Abstract

SD Negeri Karangrejo 2 terletak di Kecamatan Dempet Kabupaten Demak sangat jauh dari pusat Kecamatan. SD Negeri Karangrejo 2 termasuk SD dalam kategori ranking 10 besar di Kecamatan Dempet. Oleh karena itu potensi peserta didik SDN Karangrejo 2 termasuk cukup baik. Potensi tersebut perlu ditumbuhkembangkan. Berdasarkan data nilai guru, rata–rata nilai peserta didik kelas IV masih rendah, yaitu 6,5. Berdasarkan kondisi awal, peneliti menerapkan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya dalam materi pokok Rangka Manusia. Rumusan masalahnya, bagaimana meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam materi pokok Rangka Manusia? Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya pada materi pokok Rangka Manusia. (2) Untuk meningkatkan aktifitas belajar peserta didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran IPA khususnya pada materi pokok Rangka Manusia. Setelah PTK dilaksanakan, maka hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: (1) Rata– rata hasil belajar peserata didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran IPA khususnya pada meteri pokok Rangka Manusia dapat ditingkatkan, yaitu 7,2. (2) Aktifitas belajar peserata didik setelah diterapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkat, solid, dan terkoordinasi. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, maka dapat disarankan sebagai berikut: (1) Perlu dilakukan PTK lanjutan untuk materi pokok yang lain pada pelajaran IPA. (2) Model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat diterapkan untuk kelas–kelas yang lain di SDN Karangrejo 2 Kecamatan Dempet.
EKSISTENSI RUMAH RUMAH ADAT BANJAR DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 10, No 2 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 2 Oktober 2016
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v10i2.127

Abstract

Rumah adat Banjar merupakan salah satu sumber daya budaya yang memiliki nilai penting bagi sejarah perkembangan arsitektur, seni dan sejarah budaya lokal. Materialnya yang terbuat dari bahan kayu menyebabkan rumah adat ini rentan terhadap kerusakan, baik karena ulah manusia, cuaca maupun faktor biologis. Di balik keterancamannya, rumah adat mempunyai nilai yang dapat diambil manfaatnya untuk masa kini dan masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan realitas pengelolaan dari sisi pemerintah dan masyarakat, sejauhmana keberadaan rumah adat Banjar sebagai salah satu sumber daya budaya dapat dimanfaatkan dalam pembangunan berkelanjutan, serta pesan apa saja yang dapat ditangkap oleh masyarakat dalam memaknai rumah adat ini. Tulisan ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan metode dekriptif, pengambilan data dilakukan dengan survei dan kajian pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan penalaran induktif. Dari analisis diketahui bahwa keberadaan rumah adat Banjar belum dikelola secara maksimal, belum ada kerjasama yang harmonis terutama antara pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten. Perjuangan dari penggiat budaya lokal membawa hasil, kini bangunan panggung telah diadopsi menjadi sebuah Peraturan Daerah. Hal tersebutmenunjukkan adanya apresiasi terhadap budaya leluhur dan keberlanjutan kearifan lokal yang mampu menjaga keseimbangan lingkungan rawa.
PENGEMBANGAN APLIKASI E-LEARNING SEKOLAH MENENGAH ATAS purnomo, agus; Hartatik, Hartatik; Cahyaningsih, Iskandar Jati; Hartono, Rudi; Tri Bawono, Sahirul Alim
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 8, No 2 (2017): JURNAL SIMETRIS VOLUME 8 NO 2 TAHUN 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.656 KB) | DOI: 10.24176/simet.v8i2.1553

Abstract

Permasalahan didunia pendidikan meliputi  kualitas pendidikan dan kuantitas pendidikan. Kualitas pendidikan terkait dengan mutu pendidikan yang diharapkan oleh masyarakat sedangkan kuantitas pendidikan terkait dengan pemerataan memperoleh akses pendidikan tanpa ada kesenjangan dan pengecualian. Kondisi geografis  menjadikan tantangan bagi kementrian pendidikan indonesia untuk memberikan layanan yang bermutu dan merata untuk semua khalayak masyarakat. Solusi yang bisa dikembangkan adalah optimalisasi peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan pendidikan diwujudkan dengan pengembangan pembelajaran online (e-learning).  Pada penelitian ini, e-learning dikembangkan berfokus pada Sekolah Menengah Atas. Aplikasi e-learning dikembangkan dengan teknologi web. Aktor yang terlibat meliputi admin, guru dan siswa. Fitur yang diberikan meliputi upload materi, upload tugas, diskusi, dan quiz online. Pada aplikasi ini juga ditambahkan fitur absensi ibadah sholat jum’at bagi siswa yang beragama islam. 
PERANAN SUNGAI BARITO DALAM PERSEBARAN SUKU DAYAK DI KALIMANTAN BAGIAN TENGGARA Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 11, No 2 (2017): Naditira Widya Volome 11 Nomor 2 Oktober 2017
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v11i2.211

Abstract

Abstrak. Sungai Barito merupakan sungai besar yang berhulu di Pegunungan Schwaner Muller di bagian utara Kalimantan Tengah dan bermuara di Banjarmasin menuju Laut Jawa. Sebagai sungai terpanjang di Kalimantan, sungai ini terkenal sejak ratusan tahun silam hingga kini. Berbagai mitos dan legenda tercipta di sekitar aliran sungai ini. Situs-situ kuno bertebaran dari hilir hingga hulu sungai, seperti situs Kerajaan Banjar di Banjarmasin, situs Patih Muhur di Batola, dan permukiman suku Dayak di bagian tengah hingga hulu Sungai Barito. Artikel ini akan membahas tentang keberadaan Sungai Barito (dan anak sungainya) kaitannya dengan persebaran suku Dayak di Kalimantan bagian tenggara. Tujuan dari tulisan ini adalah mengetahui persebaran suku Dayak berdasar persebaran data arkeologi, sejarah dan tradisi di sepanjang Sungai Barito dan anak-anak sungainya di bagian tenggara Kalimantan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptip dengan penalaran induktif. Data diperoleh dari berbagai sumber terutama hasil penelitian Balai Arleologi Kalimantan Selatan dan studi pustaka. Keberadaan sungai berpengaruh pada konsep religi dan bentuk pola hunian. Dalam konsep religi, Sungai Barito sering disebut dalam mantra balian sebagai tempat tinggal pidara. Dari hasil analisis pemanfaatan ruang dan persebaran hunian diketahui pola hunian yang cenderung mengelompok tidak jauh dari sungai, meskipun ada juga yang memanjang di tepi sungai. Persebaran suku Dayak di Kalimantan bagian tenggara dimungkinkan melalui sungai Barito dan anak-anak sungainya, seperti Sungai Negara dan Martapura.Kata Kunci : Sungai Barito, persebaran, suku Dayak, situs, balianAbstract. Barito River is a large river headwaters in Schwaner Muller Mountains in the northern part of Central Kalimantan and empties in Banjarmasin to the Java Sea. As the longest river in Kalimantan, the river is famous since hundreds of years ago to the present. Various myths and legends created around this river. Site-fashioned situ scattered from downstream to upstream, such as the site of Banjar Kingdom in Banjarmasin, Patih Muhur sites in Batola, and settlement Dayak tribe in the middle to upper Barito River. This article will discuss about the existence of the Barito River (and its tributaries) relation with the spread of the Dayak tribe in southeast Kalimantan. The purpose of this paper is to determine the distribution of the Dayak tribe-based distribution of archaeological data, historical and tradition along the Barito River and its tributaries in the southeastern region of Kalimantan. The method used is descriptive with inductive reasoning. Data obtained from various sources specially the results of Balai Arkeologi Kalimantan Selatan research, and supported by the literature. The existence of rivers affects the religion concept occupancy patterns and shapes. In the religion concept, the Barito River often called in the balian spell as a residence of pidara. The results of spatial analysis and settlement spread known that patterns of occupancy is cluster near the river, although there is elongated riverside. The spread of the Dayak tribe in the southeastern part of Kalimantan possible through of the Barito River and its tributaries, such as the Negara River and Martapura River.Key Words : Barito River, spread, Dayak tribes, sites, balian
RUMAH PANJANG DAN PERUBAHAN FUNGSINYA KAJIAN SOSIAL PADA MASYARAKAT DAYAK DI KABUPATEN KUTAI BARAT Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 3, No 2 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.2
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v3i2.149

Abstract

A long house is a traditional communal house, which is occupied by a number of Dayak families. Such house usually accomodates traditional ceremonies sush as marriage, mortuary and other traditional gatherings. Today, most of the long houses are abandoned and deteriorate, and what is left is mere symbol of old custom which is also gradually dimishing. This article discusses the archaeological and sociological perspective on factors causing of the degrading existence and function of long houses of the Dayak in Kutai Barat.
PERBANDINGAN BAHASA DAN DATA ARKEOLOGI PADA SUKU TIDUNG DAN DAYAK DI WILAYAH NUNUKAN: DATA BANTU UNTUK REKONSTRUKSI SEJARAH DAN PERUBAHAN BUDAYA Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 8, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v8i1.104

Abstract

Suku Tidung merupakan salah satu suku asli Nunukan yang beragama Islam dan mengakui bahwa dirinya merupakan orangDayak. Hal tersebut berbeda dengan suku lainnya yang telah memeluk Islam, biasanya tidak menganggap dirinya sebagai orangDayak. Masalah dalam artikel ini adalah adakah hubungan antara suku Tidung dengan suku Dayak di wilayah Nunukan (Tahol,Tenggalan, dan Agabag)? Bagaimana perbandingan bahasa, data arkeologi, dan tradisi dapat menjadi data bantu untuk merekonstruksisejarah dan perubahan budaya suku Tidung kaitannya dengan suku Dayak lainnya di Nunukan? Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui ada tidaknya hubungan antara suku Tidung dengan Dayak Tahol, Agabag, dan Tenggalan melalui perbandingan bahasa,data arkeologi dan tradisi, serta peluangnya sebagai data bantu untuk merekonstruksi sejarah dan perubahan budayanya. Darianalisis perbandingan bahasa, tradisi, dan data arkeologi diketahui bahwa suku Tidung mempunyai persamaan yang signifikandengan suku Dayak Tahol, Tenggalan, dan Agabag. Dari hasil perbandingan itu disimpulkan bahwa suku Tidung mempunyai hubungandengan ketiga suku Dayak tersebut karena berasal dari rumpun yang sama. Suku Tidung mempunyai pergerakan yang lebih dinamisdari pada suku Dayak lainnya sehingga mereka menyebar jauh dari pedalaman dan melakukan kontak dengan pendatang muslim,sehingga kini suku Tidung pun identik dengan muslim.