Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perancangan Fasilitas Kerja Proses Pengelasan yang Ergonomis dengan Menggunakan Metode Design For Manufacture And Assembly (DFMA) di Bengkel Las Wen Nofirza Nofirza; Anwardi Anwardi; Rika Rika; Fajar Sidik Rudini
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 18, No 1 (2019): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.18.1.29824

Abstract

The "wen" welding workshop business does welding with bad work postures that cause muscle injury (Musculoskeletal Disorders). For this reason, it is necessary to design a work facility for an efficient welding process. The Nordic Body Map (NBM) questionnaire was used to find out which body parts had complaints that they were not sick, enough pain, illness and evaluation using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method to become an input to improve the operator's work posture to be better. The design of welding facilities is carried out using the Design For Manufacture and Assembly (DFMA) method because it can evaluate the costs and material of new design facilities with pre-existing design facilities in the testing phase. The design results are in the form of a workbench that has a footrest, a welding wire, a material laying place, a bow and vise in a facility, based on testing the lower the REBA score results so that the work posture is better, the facility can be used to weld all products to the workshop weld and efficiency compared to the previous tool at 35%.
Perancangan Alat Bantu Perakitan Spring Bed yang Ergonomi Berdasarkan Analisa RULA dan REBA Anwardi Anwardi; Nofirza Nofirza; Vira Vilhelmina; Wresni Anggraini; Silvia Silvia
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 7 No 1 (2021): Volume 7 N0 1 June 2021
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2021.v07.i01.p10

Abstract

CV. XYZis an industry engaged in the field of furniture producing spring bed, cabinets, buffets, chairs and others. At the spring bed assembly station, the worker assembles a springbed frame on the floor with a work position bent, squatting or sitting up to form a working posture with angles of 450 to 700 and does not use tools to support ergonomic position and posture. The purpose of this study was to design an ergonomic tools for conducted work activities on the skeleton spring bedassembly station use the RULA-REBA methods. The method of research is done by compared scores and levels before and after assembly tool design. The results show that REBA score is at 9/11 level and RULA is at 7/7 level which means that the current working condition must be improved and very unsafe for workers. After assembling the assembly tool use SolidWork software with dimension size is determined based on anthropometry data, where the height is 102 cm, length 204 cm, and width 134 cm. Then simulated use ErgoFellow 2.0 software, obtained REBA 4 and 5 score from 11 total level and RULA score is 3/7 level which means the risk of injury to worker in assembly station of skeleton of springbed can be minimized.
Value Stream Mapping Pada Proses Produksi Plywood Untuk Meningkatkan Process Cycle Efficiency wresni anggraini; Maisaroh Hutagalung; Nofirza nofirza; Tengku Nurainun
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2018: SNTIKI 10
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.543 KB)

Abstract

PT. Asia Forestama Raya Pekanbaru merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kayu bulat (logs) menjadi kayu lapis (plywood). Dari survey pendahuluan diketahui bahwa terdapat beberapa jenis pemborosan / waste yang terjadi selama proses produksi. Pemborosan-pemborosan yang terjadi menyebabkan rendahnya efisiensi lini produksi yaitu sebesar 29,29 %. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi lini produksi dengan cara mengurangi pemborosan dan non value added activities yang terjadi pada proses produksi dengan menggunakan Value Stream Mapping Analysis Tool (VALSAT). Waste Relationship Matrix (WRM) digunakan untuk mengetahui hubungan antar waste. Waste Assessment Questionnaire (WAQ) digunakan untuk mengetahui waste yang paling dominan. Untuk mengetahui penyebab terjadinya waste digunakan fishbone diagram. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini: waste dominan yang terjadi adalah defect sebesar 24,51% waiting sebesar 23,32%, inappropriate process sebesar 12,57% dan overproduction/overprocessing sebesar 11,57%.  Berdasarkan Process Activity Mapping terdapat 13 aktivitas berkategori value added activity ( 29,67%), 22 aktivitas berkategori necessary but non-value added (35,65%) dan 17 aktivitas berkategori non value added activity  (34,68 %). Dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP) dan usulan penjadwalan perawatan minor pada mesin produksi, maka diperoleh Expected Future Value Stream Mapping dengan tingkat efisiensi lini produksi harapan sebesar 51,86%, meningkat 22,57 % dari kondisi awal.
UJI COBA DAN EVALUASI KERAMBA HASIL ISLAMIC- ERGONOMIC DESIGN DENGAN METODE USABILITY TESTING Wresni Anggraini; Nofirza Nofirza
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2017: SNTIKI 9
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.782 KB)

Abstract

Perancangan keramba apung untuk budidaya ikan jelawat yang sudah dilakukan pada penelitian sebelumnya membutuhkan pembuktian empiris, sehingga pengoptimalan fungsi dapat dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji coba keramba apung hasil perancangan ulang berdasarkan konsep Islamic-Ergonomic Design dengan metode usability testing. Aspek yang ditinjau yaitu kepuasan, efektifitas dan efisiensi dengan melakukan pengukuran langsung kepada pengguna user dan eksperimen lapangan. Metode usability testing yang digunakan yaitu: critical design by expert, desain eksperimen, dan Focus Group Discussion (FGD). Pengumpulan data dilakukan dengan menyemai bibit ikan nila dan ikan jelawat, dan mencatat pertumbuhan ikan tersebut selama kurang lebih 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian aspek usability testing yaitu: aspek kepuasan untuk indikator kualitas bahan, kemudahan aktifitas dalam keramba dan safety keramba bernilai 4.67 (level mendekati nilai sangat baik), aspek efektifitas untuk indikator penurunan jumlah kematian ikan akibat terbentur, kelancaran arus dan ketersediaan cahaya adalah 4.33 (level melewati nilai baik) dan aspek efisiensi dengan indikator kemudahan pemindahan keramba dan kontrol keramba, memperoleh nilai 3 (level sedang/biasa). Hasil ini mengindikasikan bahwa keramba hasil rancangan dinilai layak untuk dikembangkan dengan beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian, sehingga pencapaian hasil budidaya ikan dapat optimal.