Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Program Keahlian di SMK Syubbanul Wathon Magelang Hartanti, Ninik Tri; Kusrini, Kusrini; Amborowati, Armadyah
Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I) 2015
Publisher : Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.899 KB)

Abstract

Sistem Penerimaan Siswa Baru SMK Syubbanul Wathon merupakan sistem yang sangat penting dalam hal penentuan kualitas dan kuantitas siswa SMK. Data yang dihasilkan dari sistem tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan untuk menentukan program studi/jurusan yang ada di SMK. Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu alat untuk memberikan kemudahan bagi manajer atau pengambil keputusan untuk mengambil sebuah keputusan. Data yang diperlukan adalah data nilai raport SMP, nilai Ujian Nasional SMP, nilai hasil tes tertulis (placement test) dan minat siswa. Sistem yang digunakan merupakan sistem yang memadukan dua algoritma (K-Means dan AHP) sehingga diharapkan data yang dihasilkan bersifat valid, sesuai dengan minat dan kemampuan siswa. Data yang didapatkan akan dikelompokkan dengan algoritma K-Means kemudian data akan dirangking dengan menggunakan algoritma AHP.
Measuring Students' Level of Understanding in Programming Courses with the K-Means Clustering Algorithm Ninik Tri Hartanti
SISFOTENIKA Vol 12, No 1 (2022): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30700/jst.v12i1.1210

Abstract

The structured programming course is one of the courses that must be taken by second semester students at Amikom University Yogyakarta. This course is a prerequisite course for the data structure course in the fourth semester, so evaluation materials are needed for the results of the learning process. These results are identical to the student's ability to understand the course material during the learning period, so the evaluation results are needed to determine whether or not students are eligible to continue to the next semester. The purpose of the study was to measure the level of understanding of students in receiving programming material. The research method is carried out by applying the Elbow method and the K-Means clustering algorithm, so that a group will be formed from each class whose category can be determined based on the level of student ability. The clustering process involves 5 criteria, namely assignment scores, UTS, UAS, Final Project and attendance. The number of clusters determined is 3, cluster1 for the highest average value, cluster2 for the average value enough, and cluster3 for the lowest average value. Based on the results of calculations using K-Means clustering, it was found that in cluster1 there were 17 students in class A and B, and 18 students in class C. Then in cluster3 there were 5 students in class A, 7 students in class B and 9 students in class C.
Metode Elbow dan K-Means Guna Mengukur Kesiapan Siswa SMK Dalam Ujian Nasional Ninik Tri Hartanti
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 6, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v6i2.2020.82-89

Abstract

Keberhasilan siswa dalam menempuh ujian nasional (UN) dapat terlihat dari perolehan nilai mata pelajaran yang diujikan, tiga diantaranya adalah nilai matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Mengukur kesiapan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional sangat diperlukan demi keberhasilan siswa. Untuk mengukur tingkat kesiapan siswa algoritma yang digunakan adalah K-Means. Penerapan metode Elbow untuk menentukan optimasi banyaknya cluster yang selanjutnya akan digunakan dalam perhitungan clustering dengan algoritma K-Means. Proses perhitungan K-Means diawali dengan penentuan jumlah cluster, dengan menggunkan metode Elbow. Penerapan algoritma K-Means adalah untuk membentuk kelompok-kelompok siswa berdasarkan nilai rata-rata ketiga mata pelajaran UN (matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris). Penentuan jumlah optimal cluster menggunakan metode Elbow, yang menunjukkan banyaknya cluster optimal adalah 3, kemudian dihasilkan 3 cluster yang terdiri dari cluster kategori “Siap”, “Cukup Siap” dan Tidak Siap”. Dengan masing-masing kategori terdiri dari 7 siswa, 30 siswa, dan 29 siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengelompokkan skor nilai siswa SMK Syubbanul Wathon terhadap tiga mata pelajaran UN (matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris), sehingga mempermudah pihak sekolah mengambil tindakan lebih lanjut demi keberhasilan siswa dan predikat sekolah.
EDUCATION DATA MINING UNTUK MENENTUKAN KELOMPOK BELAJAR UJIAN NASIONAL DI SMK Ninik Tri Hartanti
Jurnal Tekno Kompak Vol 12, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jtk.v12i2.123

Abstract

Pengayaan materi untuk materi ajar merupakan salah satu persiapan siswa untuk menempuh ujian nasional. SMK Syubbanul Wathon Magelang dalam menerapkan langkah ini hanya dengan melihat nilai rapor  semester 1 sampai dengan semester 5, sehingga proses pengelompokan kemampuan siswa untuk pengayaan materi ajar di SMK SW masih belum maksimal. Oleh karena itu,untuk menambah keakuratan data maka diperlukan data nilai tambahan yaitu berupa tes tulis sesuai dengan kemampuan siswa.  Metode K-means clustering digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Data yang digunakan untuk pengelompokan kemampuan siswa ini adalah data rapor semester 1 sampai dengan semester 5 dan nilai tes tulis, sehingga akan terbentuk kelompok belajar yang sesuai dengan kemampuan siswa,. Penelitian ini menghasilkan proses K-Means sebanyak 6 kali, dan jumlah siswa untuk kelompok IND cluster 1 terdapat 24 siswa, cluster 2 terdapat 43 siswa, dan cluster 3 terdapat 44 siswa, dan untuk  kelompok ING cluster 1 terdapat 131 siswa, cluster 2 dan cluster 3 tidak ada siswa, kelompok MAT cluster 1 terdapat 7 siswa, cluster 2 terdapat 114 siswa, dan cluster 3 tidak ada siswa, kelompok MM cluster 1 dan cluster 3 tidak ada siswa, tetapi cluster 2 terdapat 120 siswa, kelompok PAI cluster 1 terdapat 31 siswa, cluster 2 terdapat 36 siswa, dan cluster 3 terdapat 21 siswa, kelompok PPKN cluster 1 dan cluster 2 tidak ada siswa, tetapi cluster 3 terdapat 100 siswa, selanjutnya kelompok KKPI cluster 1 terdapat 30 siswa, cluster 2 terdapat 50 siswa, dan cluster 3 terdapat 42 siswa. 
Pelatihan Akuntansi Bagi Karang Taruna Sebagai Upaya Peningkatan SDM Dusun Bolu Kecamatan Seyegan Ninik Tri Hartanti; Mei Maemunah; Emigawaty Emigawaty; Laksmindra Saptyawati; Nur’aini Nur’aini; Sri Mulyatun
Journal of Community Development Vol. 3 No. 3 (2023): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v3i3.115

Abstract

Yogyakarta is a province that has many features, both cultural and natural. One of the factors driving the economic growth of a region is the agricultural sector, which can be a promising opportunity, apart from being a producer of economic growth it can also have the opportunity to be a driver of growth in other development sectors in an area. One of them is the expansion of the agro-tourism business from Bolu hamlet, Seyegan sub-district, Yogyakarta, which will empower the younger generation, especially youth organizations, as managerial actors in tourism villages. Improving financial management skills for the community, especially in agro-tourism villages, is one of the solutions to existing problems. Through this community service activity, it is hoped that the community, especially youth organizations, will understand the concept and meaning of a cash book, namely a financial journal that contains notes on cash receipts and payments, and understand the benefits of a cash book, namely being able to know the financial condition of a business based on detailed and consistent recording. , as well as a reference to see which part of the business can be the biggest sales driver or discover what causes the biggest expenses. The result of this community service activity is to add insight to the community, especially youth organizations about the bookkeeping system, recording daily transactions so that the business being carried out can provide the expected benefits.
PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING DALAM PEMILIHAN MAKANAN BAGI PENDERITA HIPERTENSI Dina Maulina; Ageng Ari Nugroho; Ninik Tri Hartanti; Melany Mustika Dewi
Information System Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Information System Journal (INFOS)
Publisher : Universitas Amikom Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/infosjournal.2022v5i2.983

Abstract

Masalah dalam dunia kesehatan diantaranya adalah penyakit, yang pada dasarnya terdapat 2 golongan, yaitu penyakit menular dan tidak menular. Apabila penderita tak mampu untuk mengatasinya, maka 2 golongan penyakit tersebut dapat berpotensi menjadi penyebab kematian. Seperti pada penyakit hipertensi, salah satu penyakit tidak menular, apabila kondisi tekanan darah penderita telah mencapai tingkat toleransi normal untuk sistolik yaitu 120 mmHg dan untuk nilai toleransi normal diastolik adalah 80 mmHg, serta berlaku dalam waktu yang lama, maka kondisi tersebut akan dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit lain seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung. Diadakannya penelitian ini adalah untuk membangun SPK dengan menerapkan salah satu metode dalam sistem pendukung keputusan yaitu profile matching, dalam menentukan peringkat dari makanan berdasarkan kualitas ataupun komposisinya. Adapun data yang dibutuhkan adalah data makanan disertai komposisi dan kandungan dari makanan tersebut. Hasil akhir dari perhitungan SPK ini memberikan rekomendasi makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita hipertensi yaitu makanan yang tinggi protein dan rendah lemak serta natrium
A INFORMASI PENENTUAN TEMPAT MAGANG SISWA SMK DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) ninik tri hartanti; Ridwan Dwi Irawan
Jurnal Nasional Teknologi Komputer Vol 3 No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : CV. Hawari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/jnastek.v3i3.86

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang dalam pola pembelajarannya lebih banyak prosentase memberikan keterampilan atau praktek yang bertujuan untuk membekali para lulusannya sehingga memiliki keterampilan yang bisa diunggulkan terutama di dunia industri atau usaha. Pembekalan tersebut dilaksanakan dengan mengadakan kerjasama diantara pihak sekolah dengan pihak industri atau usaha, dengan melaksanakan praktek kerja (magang). Pihak sekolah akan memberikan beberapa pilihan tempat untuk siswa melaksanakan magang. Tujuan penelitian ini adalah membantu pihak sekolah dan siswa dalam menentukan tempat magang, dengan harapan siswa dapat melaksanakan magang dengan merasa aman, nyaman, tenang dan memperolah hasil kinerja yang memuaskan. Sistem informasi untuk menentukan tempat magang para siswa ini menerapkan salah satu metode perhitungan dalam data mining, yaitu Simple Additive Weighting (SAW). Sistem akan memudahkan dalam proses penentuan tempat magang, dengan beberapa kriteria yaitu jarak tempat magang, kesesuaian dengan jurusan, ada tidaknya tempat kos untuk sementara, kebersihan tempat magang, dan luas tempat magang.