p-Index From 2017 - 2022
1.037
P-Index
This Author published in this journals
All Journal APTEK APTEK
Yose Rizal
Universitas Pasir Pengaraian

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISA PRESSURE DROP PADA INSTALASI PIPA ALAT UJI RUGI-RUGI ALIRAN MENGUNAKAN CFD FLUENT 6.0 Sepfitrah -; Yose Rizal
Jurnal APTEK Vol. 5 No. 1 (2013): APLIKASI TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.335 KB) | DOI: 10.30606/aptk.v5i1.72

Abstract

This study aims to determine the magnitude of the effect of component geometry pipeline and the pipe roughness on the performance of the pump and the pressure drop caused, then perform simulations to determine the fluid flow losses in pipe flow by using computational fluid dynamics program FLUENT 6.0 program package.Methods and objects used in this study is a series of piping by using various types of piping components. Installation tool is a Loss-Loss Test Equipment Flow Laboratory located in Pekanbaru STTP.From the results of tests performed in an actual magnitude of the resulting gas flow without doing the loading, when it is connected to the pipe line 1 maximum of 29 l / min at 2812 rpm rotation pump, and when connected to the pipe line 2 flow rate 35 l / min with the rotary pump 2849 rpm.
ANALISA KEGAGALAN FATIK PADA PLUNGER POMPA TORAK RECIPROCATING 5H3S Yose Rizal; Sepfitrah -
Jurnal APTEK Vol. 6 No. 1 (2014): APLIKASI TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.604 KB) | DOI: 10.30606/aptk.v6i1.93

Abstract

Pumps supply water used for steam generators in PT. CPI is a reciprocating type IR 5H3S used in the steam generators to be processed in order to supply water to steam. Compression pressure reciprocating pump is very large reaching 89.6 bars, is used to push the volume of liquid to be transferred through the exhaust system. The pressure generated by the movement of the pump plunger working pump suction and presses to compress the fluid. In fact plunger has fail until crack at the operational pressure.This study was conducted with the procedure properly. Through several stages with both the identification and investing the incident, which includes mechanical test hardness test, photo documentation fraktografi (mikrofraktografi and makrofraktografi) the material shaft patah. As approach to the truth has simulation to see the distribution of the forces acting on the piston rod (plunger rod).
PENGARUH VARIASI WAKTU PROSES HARD CHROME PADA SPROCKET GEAR DEPAN SEPEDA MOTOR TERHADAP NILAI KEAUSAN Yose Rizal; Ahmad Fathoni; Efwin Anggi Muliya Daulay
Aptek Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal APTEK Edisi XII No 1 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.878 KB) | DOI: 10.30606/aptek.v12i1.151

Abstract

Sprocket gear adalah salah satu suku cadang sepeda motor yang mempunyai usia habis pakai. Dalam pengoperasiannya sprocket gear selalu bergesekan dengan rantai, khususnya untuk sprocket gear depan memiliki beban kerja yang lebih besar dari sprocket gear belakang. Dari gesekan dan beban kerja yang besar tersebut menyebabkan keausan dan berkurangnya umur pakai. Maka dibutuhkan ketahanan aus sprocket gear yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketahanan aus sprocket gear sepeda motor dengan melakukan electroplating hard chrome. Electroplating hard chrome merupakan sebuah nama yang diadopsi oleh industri untuk proses pelapisan listrik menggunakan chromium. Parameter yang digunakan yaitu variasi waktu lama pelapisan 30, 45 dan 60 menit. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakuan electroplating hard chrome dengan variasi lama waktu pelapisan 30, 45 dan 60 menit dan menguji nilai keuasan menggunakan alat uji aus type YC90S-4 standard ISO 9001 CE sesuai dengan ASTM G65. Hasil pengujian keausan yang dilakukan menunjukkan bahwa keausan pada sprocket gear yang telah dilakukan proses hard chrome mengalami penurunan nilai keausan tertinggi terhadap spesimen dasar terjadi pada lama waktu pelapisan 60 menit yaitu sebesar 0,00013289 gram/km atau 60,03%.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH LAMA WAKTU TEMPERING PADA PERLAKUAN PANAS TERHADAP SIFAT KEKERASAN KOMPONEN POROS BELAKANG SEPEDA MOTOR Yose Rizal; Sepfitrah; Ahmad Fathoni; Saiful Anwar
Aptek Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal APTEK Edisi XI No 1 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui lama waktu tempering yang mempengaruhi nilai sifar kekerasan poros belakang sepeda motor secara signifikan. Sehingga bila diketahui tingkat perbandingan besaran nilaikekerasan dan kesesuainya terhadap kegunaannya, maka dapat dijadikan suatu referensi yang valid untukmenggunakan lama waktu yang tepat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukaneksperimen uji kekerasan Rockwell sampel Poros Roda belakang Sepeda Motor pada temperature 850oC perlakuan panas dengan faktor perbedaan lama waktu tempering pada 60 menit, 90 menit dan 120 menit. Hasil pengujiankekerasan setelah perlakuan panas dibandingkan secara komparatif terhadap specimen yang tidak dilakukanperlakuan panas. Hasil penelitian menunjukan bahwa specimen poros belakang sepeda motor yang dilakukanperlakuan panas mempunyai nilai kekerasan 25,66 HRB (waktu tempering 120 menit) pada posisi pangkal poros,nilai kekerasan 25,80 HRB (waktu tempering 90 menit) pada posisi tengah poros, serta nilai kekerasan 25,60HRB (waktu tempering 60 menit) pada posisi ujung poros. Sedangkan specimen poros belakang sepeda motoryang tidak dilakukan perlakuan panas mempunyai nilai kekerasan sebesar 21,76 HRB pada posisi pangkal porosdan 22,06 HRB pada posisi tengah poros serta 21,39 HRB pada posisi ujung poros.
ANALISIS PERISTIWA KEGAGALAN PADA ”LEAF SPRING” TRUK COLT DIESEL PENGANGKUT PASIR Sepfitrah -; Yose Rizal
Jurnal APTEK Vol. 5 No. 2 (2013): APLIKASI TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.863 KB) | DOI: 10.30606/aptk.v5i2.85

Abstract

Vehicle for pengakut goods such as trucks, have tended to point loading up backward toward the center of the body. The back of the truck so the suspension will experience a greater deflection than the suspension on the front. Truck rear suspension system uses leaf springs, which will undergo the toughest conditions in the compressive load over and over again, so the potential for failure due to material fatigue limit passing.In this research investigation into the leaf springs on trucks carrying sand in the form of a broken failure. A broken spring release of a series of truck suspension system to cut the rupture area and certain areas that want to be observed as a test specimen.
Saiful Bachelor of Engineering: PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PENJEPIT PAHAT RADIUS, KHUSUSNYA HOLDER TOOLPOST PADA MESIN BUBUT(LATHE MACHINE) UNTUK LABORATORIUM DAN MODUL AJAR Saiful Anwar; Yose Rizal; Aprizal .
Aptek Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal APTEK Edisi XI No 2 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.071 KB) | DOI: 10.30606/aptek.v11i2.148

Abstract

Abstrak— Seiring bertambahnya ilmu pengetahuan khususnya dibidang permesinan, terutama pada pembubutan radius pada Mesin Bubut konvensional dengan kelemahan: Contour yang dihasilkan kurang akurat, Ukuran cutter radius memiliki keterbatasan, Setiap pergantian ukuran radius yang dibubut membutuhkan waktu rata-rata 10 (sepuluh) menit, pada saat pembubutan radius dalam, pengasahan pahat cukup rumit, penentuan start dan end point radius cukup rumit. penelitian kali ini akan merancang penjepit pahat radius pada bagian Holder toolpost. Hasil dari perancangan menunjukkan bahwa desain radius tool post yang terbaik yang akan dirancang. Alat ini juga mampu menghasilkan radius ukuran besar hingga R100, keakurasian (Rmax) alat dapat mencapai kurang dari 100 mikron dengan waktu yang diperlukan pada saat setting pergantian ukuran radius adalah hanya 25 detik.
Pembuatan Mesin Pencacah Single Blade Kapasitas 100 kg/jam dengan Metode Pahl & Beitz Heri Suripto; Sukarman; Aprizal; Yose Rizal; Saiful Anwar
Aptek Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal APTEK Edisi XIII No. 2 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i2.830

Abstract

Penelitian ini akan membuat mesin pencacah single blade kapasitas 100 kg/jam dengan metode Pahl & Beitzh, dimana mesin ini akan digunakan untuk mencacah rumput sebagai bahan pupuk kompos. pupuk kompos adalah pupk organik yang baik untuk tanaman yang proses pembuatannya dengan proses fermentasi. Proses pembuatan pupuk kompos dengan bahan-bahan organik seperti rumput cacabean, eceng gondok dan bonggol pisang proses ini memerlukan teknologi untuk mencacah yang efisien. Metode yang digunakan dalam perancangan dan pembuatan adalah metode Palhl & Beitzh dan metode dalam pengujian yang digunakan adalah metode eksperimen. Hasil perancangan dan pembuatan menghasilkan ukuran panjang 60 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 80 cm, untuk pengujian menunjukan bahwa pencacahan material jenis cacabean mesin mampu mencacah sebanyak 101 Kg/Jam, untuk material jenis bonggol pisang mesin mampu mencacah sebanyak 103 Kg/Jam dan pada material jenis eceng gondong mesin mampu mencacah sebanyak 99 Kg/Jam. Putaran mesin mampu memutar pisau sebesar 1500 rpm.
Tinjauan Tinjauan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Produksi Kertas Terhadap Standar JIPM Sepfitrah; Siswo Pranoto; Yose Rizal; Rinaldi
Aptek Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal APTEK Edisi XIV No. 2 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas produksi memanfaatkan hasil perhitungan nilai OEE (Overall Equipment Effectiveness). OEE adalah salah satu cara untuk mencari dan  memonitor efektivitas proses kerja dari suatu perusahaan.Setiap perusahaan menginginkan tingkat efektif yang tinggi dalam proses produksi yang dilakukannya. Salah satu upaya yang dilakukan guna menganalisa efektivitas proses produksi dalam hal ini adalah proses pada Paper Machine#3 di PT. XYZ. Dengan sistem TPM (Total Productive Maintenance), yaitu melibatkan operator sebagai pemeran utama untuk melakukan perawatan mesin, penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi kerugian peralatan (Equipment Losses) dan mengukur pencapaian nilai OEE satu lini produksi. Dari periode penelitian yang dilakukan pada Paper Machine#3 (Desember 2016 – July 2018) didapatkan nilai Availability 81,6%, nilai Performance 87,8%, Rate of Quality 92,65% dan nilai OEE 66,85%. Nilai ini masih dibawah nilai OEE standar yaitu  84%. Rata-rata losses terbesar pada Paper Machine#3 terdapat pada Equipment Failure yaitu 44,6%, Set-up & Adjust yaitu 19.05%, Reduce Speed Loss yaitu 12,5%  dan Rewinder Broke Loss yaitu 10,6%. Untuk meningkatkan nilai OEE ke nilai standar perlu diambil tindakan seperti membina kerjasama antar lini produksi dan manajemen agar terbentuk tim kerja yang solid. Perlunya dilakukan pelatihan guna meningkatkan kemampuan tim  maintenance dalam bertindak cepat dan tepat