Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN BUKU AJAR BERBASIS REPRESENTASI KIMIA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Nasiruddin Nasiruddin; Noor Fadiawati; Ila Rosilawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.87 KB)

Abstract

This research aimed at developing a buffer solution textbook based chemical representation; describe the characteristics of a buffer solution textbook based chemical representation; describe the teachers’ feedback and students’ response to a buffer solution textbook based chemical representation; and knowing the obstacles encountered when developing a buffer solution textbook based chemical representation. The research method used is the Research and Development. From the results of limited test data showed that compliance with the chemical content of the textbook curriculum is very high at 82,5%, the aspect graph/the attractiveness is very high at 95% and levels of legibility is very high at 89,55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar larutan penyangga berbasis representasi kimia; mendeskripsikan karakteristik buku ajar larutan penyangga berbasis representasi kimia; mendeskripsikan tanggapan guru dan siswa terhadap buku ajar larutan penyangga berbasis representasi kimia; dan mengetahui kendala-kendala yang dihadapi ketika mengembangkan buku ajar larutan penyangga berbasis representasi kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian dan Pengembangan. Dari hasil uji coba terbatas diperoleh data bahwa pada aspek kesesuaian isi buku ajar kimia dengan kurikulum sangat tinggi sebesar 82,5%, aspek grafika/kemenarikan sangat tinggi sebesar 95% dan tingkat keterbacaan sangat tinggi sebesar 89,55%.Kata kunci: buku ajar, larutan penyangga, representasi kimia
SALING BEREBUT TUHAN; PANDANGAN BASSAM TIBI TENTANG FUNDAMENTALISME Nasiruddin Nasiruddin

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.046 KB)

Abstract

Islamic fundamentalism is not only a problem for non-Muslims but also for Muslims, as evidenced by the emergence of many pros and cons against this phenomenon. Islamic fundamentalism is just one type of a new global phenomenon in world politics. This movement represents a political ideology, not a religion as a culture, and even trapped in the trap of clash between civilizations in a socio-political context. Therefore, for Bassam it is important to distinguish between Islam as a religion and civilization and Islam as a political ideology ( Fundamentalism). Then Bassam Tibi insists that fundamentalism is not a spiritual belief but as a political ideology based on religious politicization for socio-political and economic purposes. There are several teachings of Islamic fundamentalism more a manifestation of a collection of political theories than religious theology and practice. They have made Islam a political ideology. As the religion of Islam is drawn into the political area by formulating the legality of Islam (syari'at Islam), realizing it, and building an Islamic system and then maintaining it in such a way in the life of the nation and state. According to Bassam Tibi, Islam as a political ideology is actually something new in Islam. For him, there is no legal basis in the Qur'an and al-Hadith which expressly enjoined the politicization of Islam developed by the fundamentalist movement. Bassam Tibi added that the word hukumah (government) or daulah (state) does not exist in the Qur'an and Hadith. Thus, this is a new interpretation of Islam, or a new phenomenon recently discovered in modern times.
Telaah Penafsiran Wahbah al-Zuḥaylī dalam al-Tafsīr al-Munīr tentang Penistaan Agama dalam al-Qur’ān Nasiruddin, Nasiruddin
Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Vol 5 No 1 (2019): JUNI
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.281 KB) | DOI: 10.35719/islamikainside.v5i1.38

Abstract

The plurality of society, which consists of races, ethnicity, tribes, and religions, often generates a number of complex social problems such as harassment behavior against other different groups, including religious defamation. There have been Qur’anic verses which tell us how to deal with other groups who slandered Islam. Al-Qur’ān uses the terms al-istihzā’ and al-sukhrīyah most, when it discusses the issue. This article deliberates to discuss the issue of religious defamation focusing on Wahbah al-Zuḥaylī’s al-Tafsīr al-Munīr. To do so, the author will classify the relevant verses on the issue based on their asbāb al-nuzūl. The author will also find the relevant Ḥadīth to confirm the discussed matter. Al-Qur’ān has clearly informed us how to respond to those who commit religious defamation against Islam. It tells Muslims to not appoint them as leaders, not to support them when they are committing defamation with any means, and to advise them for their despicable deed.
Pembentukan Karakter Anak melalui Keteladanan Orang Tua Nasiruddin, Nasiruddin
Jurnal Kependidikan Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.699 KB) | DOI: 10.24090/jk.v6i2.1933

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang keteladanan orang tua dalam membentuk karakter anak. Keluarga sebagai unit terkecil yang utama dan pertama. Keluarga sebagai pendidikan yang pertama dan utama. Kehidupan seorang anak akan melihat dan merasakan secara langsung pola pergaulan dan kehidupan yang dialami bersama orang-orang terdekat di sekitarnya yang menjadi penghuni dalam rumah keluarganya seperti ibu, ayah, kakak dan adik, kakek dan nenek, maupun anggota keluarga lainnya. Anak paling banyak menghabiskan waktu dan hari-harinya bersama kedua orang tuanya. Kondisi demikian menjadikan anak sangat sering melihat sikap, tingkah laku, dan ucapan kedua orang tuanya. Pemberian teladan yang baik perlu dilakukan mengingat anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Anak adalah harapan masa depan orang tua bahkan bangsa yang akan membentuk sebuah generasi penerus para orang tua. Maka peningkatan pengetahuan dan keterampilan, pembinaan mental dan moral harus selalu ditingkatkan. Menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan berbagai perubahan tata nilai, maka anak harus mendapat pembinaan intensif dan terpadu agar menjadi anak yang memiliki karakter unggul seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Untuk itu orang tua harus memperhatikan perkembangan jasmani, ruhani, dan akal anak-anaknya sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana yang mereka harapkan.
IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN FIQIH TERHADAP SIKAP KRITIS SISWA Rozi, Syaikhu; Nasiruddin, Nasiruddin; Herawati, Heni
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol 2 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.457 KB)

Abstract

Dalam proses pembelajaran, guru Fiqih MTs Negeri 1 Mojokerto dan MTs Mamba?ul Ulum menggunakan strategi pembelajaran yang bermacam-macam. Hasil wawancara awal peneliti, diketahui bahwa guru sama-sama menggunakan strategi pembelajaran ekspositori dan strategi pembelajaran kontekstual. Permasalahan yang kemudian muncul adalah walaupun menggunakan strategi yang sama, namun kadar sikap kritis yang ditunjukkan siswa berbeda antar kedua situs. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis melakukan penelitian dengan tujuan : Pertama, Mengetahui Penerapan Strategi Pembelajaran Fiqih di MTs Negeri 1 Mojokerto dan MTs Mamba?ul Ulum. Kedua, Mengetahui Implikasi Strategi Pembelajaran Fiqih Terhadap Sikap Kritis Siswa. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus multi situs. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan terdiri dari tiga alur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Setelah dilakukan penelitian lapangan, hasilnya : pertama, pada MTs Negeri 1 Mojokerto, guru menerapkan strategi pembelajaran ekspositori, kontekstual, dan active learning. Di MTs Mamba?ul Ulum, guru menerapkan strategi pembelajaran ekspositori dan kontekstual. Kedua, Implikasi tiga strategi pembelajaran yang diterapkan guru MTs Negeri 1 Mojokerto membuat siswa kritis dengan bertanya, berpendapat, dan diskusi. Sementara dua strategi pembelajaran yang diterapkan guru MTs Mamba?ul Ulum membuat siswa kritis dengan bertanya dan sharing.
Metode Pembelajaran Qawâ’id (Nahwu-Sharaf) dengan Pendekatan Integrated System Nasiruddin Nasiruddin
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2019.42-06

Abstract

تعليم القواعد (النحو والصرف) يعاملها غالبا في المعاهد والمدارس أكثرها العلوم اللغة العربية ولانها النحوي اللغوية فيها قليلة العناية. القواعد تجعل مقاصدها تعليما وليست مقاصد القواعد تعليم علم الالة التي تقصد تباعد عن اللحن والخطاء عن الكتابة و مفهوم النص اللغة العربية. النظر اللغوي في تعليم اللغة العربية أهم بمقاصد التعليم المهارات اللغوية . لذالك تعليم القواعد بنظرية الاتية: (1) تعليم القواعد (النحو والصرف) أساسيا بالنظرية الوحدة (2) النظرية الوحدة أتم المقاصد للتعليم المهارات اللغوية : مهارة الكلام ومهارة القراءة ومهارة الاستماع و مهارة الكتابة (3) طريقة التعليم تختار بمناسبة النظرية الوحدة : احداها الطريقة المباشرة و الطريقة السمعية الشفوية (4) تقنية التعليم مناسبة الطريقة المختارة بالتمارن الجمل والفقرة والنصوص والنماذج.