Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemeriksaan Kadar Hemoglobin dengan Metode POCT (Point of Care Testing) sebagai Deteksi Dini Penyakit Anemia Bagi Masyarakat Desa Sumbersono, Mojokerto Nidianti, Ersalina; Nugraha, Gilang; Aulia, Ilmiah Alvi Nisa; Syadzila, Saumia Khoirunnisa; Suciati, Sri Surya; Utami, Nila Dwi
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.29-34

Abstract

Kasus anemia di Indonesia masih cukup tinggi hasil menunjukkan bahwa angka prevalensi anemia secara nasional pada semua kelompok umur adalah 21,70 %. Sedangkan prevalensi anemia di Provinsi Jawa Timur sebesar 5,8 %. Anemia adalah kondisi penyakit dimana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Kondisi ini biasa disebut sebagai kekurangan darah. Anemia dapat dideteksi dengan melakukan pengukuran kadar hemoglobin (Hb) menggunakan metode POCT (Point of Care Testing). Metode POCT merupakan metode yang dilakukan untuk pemeriksaan sederhana dengan menggunakan sampel dalam jumlah sedikit, mudah, cepat serta efektif dilakukan di daerah-daerah dengan jumlah fasilitas kesehatan seperti pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), rumah sakit yang relatif sedikit khususnya di lokasi pengabdian masyarakat di Desa Sumbersono, Mojokerto. Jenis metode yang digunakan adalah observasional analitik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk skrining (pemeriksaan) kadar hemoglobin sebagai deteksi dini penyakit anemia dengan metode POCT, mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan terhadap kejadian anemia serta sebagai upaya preventif (pencegahan) untuk meminimalisir penyakit anemia. Hasil menunjukkan dari 48 reponden (laki-laki 11 orang), (perempuan 37 orang) bahwa kejadian anemia pada perempuan 40 % lebih besar dibandingkan dengan laki-laki 6 %. Jumlah  kasus anemia terbanyak terjadi pada umur ≥ 60 presentase 36,36 % dibandingkan kelompok umur lainnya. Jumlah kejadian anemia terbanyak dengan presentase 46 % pekerjaan Petani dibandingkan pekerjaan lainnya. Jumlah anemia dengan pendidikan sekolah dasar presentase 16,67 % terbanyak dibandingkan dengan pendidikan lainnya. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan terhadap penyakit anemia bagi masyarakat desa Sumbersono, Mojokerto.Kata kunci: Anemia, Kadar Hemoglobin . POCT, Faktor AnemiaAbstract Cases of anemia in Indonesia are still quite high. The results show that the national prevalence of anemia in all age group is 21.70%. While the prevalence of anemia in East Java Province was 5.8%. Anemia is a disease because the number of red blood cells is lower than the normal number. This condition is commonly referred to blood deficiency. Anemia can be detected by measuring of hemoglobin (Hb) levels using the POCT (Point of Care Testing) method. The POCT method is a method that is carried out for a simple examination using a small samples, easy, fast and effective carried out in areas with a number of health facilities such as community health centers, hospitals that are relatively small, especially in community service locations in the village Sumbersono, Mojokerto. The type of method used is analytic observational. This community service activities aims to screening (examining) hemoglobin levels as an early detection of anemia using the POCT method, to find out the relationship between age, education, work and anemic events and as a preventive measure (prevention) to minimize anemia. The results showed there were 48 population, while (11 men), (37 women) that the incidence of anemia in women was 40% greater than 6% men. The highest number of anemia cases occurred at age ≥ 60 is 36.36% compared to other age groups. The highest number of anemia occurrences with 46% of Farmers' work compared to other occupations. The highest number of anemia with primary school education level is 16.67% compared to other education levels. Conclution There was no significant correlation between age, educational background, works and anemia cases in community the Sumbersono village, Mojokerto.
EVALUASI TOKSISITAS OBAT HERBAL DENGAN KOMBINASI NANOPARTIKEL BOVINE SERUM ALBUMIN DAN ASAM FOLAT SEBAGAI KANDIDAT PENGOBATAN KANKER Nidianti, Ersalina; Wulan, Wieke Sri; Amalia, Rizka
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i1.1030

Abstract

Kanker adalah penyakit tidak menular yang menyebabkan mordibitas dan mortalitas di seluruh wilayah dunia. Mortalitas penyakit kanker yang terus meningkat setiap tahunnya menjadi satu tantangan terbesar bagi dunia kesehatan. Kasus penyakit kanker di Indonesia pada tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kasus kematian karena penyakit kanker. Salah satu pengobatan kanker adalah dengan menggunakan obat herbal. Akan tetapi obat tersebut memiliki efek samping yang bersifat toksik jika dikonsumsi dalam dosis dan waktu tertentu. Untuk meminimalisir efek toksik yang dihasilkan dan mengoptimalkan sistem pengiriman obat maka dalam penelitian ini dikembangkan pengobatan kanker dari tanaman herbal yang dikombinasi dengan nanopartikel bovine serum albumin (BSA) dan asam folat untuk meningkatkan kelarutan, bioavailibilitas dan diharapkan mampu menurunkan efek toksisitas dalam terapi kanker dan sebagai alternative kombinasi pengobatan kanker dimasa depan. Obat herbal kanker yang dikombinasi dengan nanopartikel Bovine Serum Albumin dan Asam Folat memiliki range toksisitas rendah. Hasil analisis probit LC50 diperoleh NP-BSA-Oh memiliki konsentrasi yang lebih tinggi (69.23 ppm) dibandingkan dengan As-NP-BSA-Oh (56.56 ppm). Asam folat mampu menurunkan toksisitas obat kanker dan dapat digunakan sebagai kandidat obat dalam terapi kanker. Kata kunci: Nanopartikel BSA, Toksisitas obat.
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF SILVER NANOPARTICLES CONTAIN CURCUMIN AS AN EARLY CANDIDATE FOR ANTICANCER DRUG Nidianti, Ersalina; Wulandari, Devyana Dyah; Aini, Fadlilah Nur; Sari, Herliani Rahmania
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v7i2.3458

Abstract

Cancer treatment can be done with tumor surgery, radiotherapy, immunotherapy, and chemotherapy. These treatments effectively kill cancer cells but have side effects and are resistant to patients. Based on this, further research is needed related to cancer drugs based on herbal plants, one of which is by using curcumin from Curcuma longa or turmeric in the form of nanoparticles to increase bioavailability and solubility. Especially silver nanoparticles with a mixture of curcumin. The aim of this study was to determine the characterization and screening of candidate activities to be used as anticancer drugs from curcumin extract and silver nanoparticles (AgNO3) containing curcumin carried out solubility test, thin layer chromatography (TLC) analysis, UV-Vis spectrophotometer analysis, and morphological analysis with XRD. The results obtained in this study were curcumin extract insoluble in water while silver nanoparticles could dissolve in water. TLC analysis on chloroform mixture: ethanol Rf = 0,92 and Rf = 0,94; chloroform: hexane obtained Rf = 0,36; Rf = 0,36: Rf 0,38; Rf = 0,3. While chloroform: benzene: methanol eluent has no Rf value. UV-Vis spectra obtained a maximum absorbance of 4,267 at a wavelength of 290 nm. The morphological analysis of XRD silver nanoparticles containing curcumin was 17,45 nm. In conclusion, curcumin extract and silver curcumin nanoparticles have the potential as initial candidates for anticancer drugs.
Pendampingan Penerapan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penularan Covid-19 Bagi Pelaku Usaha Makanan Minuman di Wilayah Ngagel Rejo Surabaya Nidianti, Ersalina; Lukiyono, Yauwan Tobing; Hidayatih, Nurul; Humairoh, Aisah; Kombih, Muhammad Fifin
Surya Abdimas Vol. 6 No. 2 (2022): Forthcoming Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i2.1545

Abstract

Kasus Covid-19 yang masih terus bertambah di Jawa Timur, khususnya di kota Surabaya. Upaya pemerintah dalam membatasi penyebaran dan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yaitu dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan dan mengatur mobilitas/aktivitas masyarakat seperti: PSBB, PSBB Transisi, PPKM, PPKM Tingkat Mikro desa/kelurahan/RT/RW, PPKM Darurat, PPKM Level 3 dan 4. Akan tetapi, penambahan pasien konfirm Covid-19 tidak bisa dihindari. Meskipun sudah ada vaksin tetapi pemerintah tetap memberlakukan 5M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Mejauhi kerumunan, Membatasi mobilitas) dan 3T (Tracing, Testing, Treatment) dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Tidak bisa membatasi diri dengan kondisi pandemik seperti ini, akan tetapi perlu dilakukan hidup berdampingan dengan Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang benar. Berdasarkan ilustrasi tersebut permasalahan yang dihadapi mitra yaitu: kurangnya pemahaman terkait penyakit dan penularan Covid-19 sehingga memunculkan klaster penyebaran Covid-19 di tempat penjual makanan minuman serta kurangnya informasi owner, karyawan dan pembeli terkait penerapan protokol kesehatan di tempat penjualan makanan dan minuman. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencegah penularan Covid-19 dan meminimalisir klaster penularan Covid-19 di tempat penjual makanan minuman. Metode yang digunakan yaitu observasi lapangan, pemberian foot operated hand wash (wastafel portabel), pemberian suplemen pencegahan Covid–19 serta edukasi dan pendampingan penerapan protokol kesehatan bagi pelaku penjual makanan dan minuman. Hasil yang didapatkan adanya transfer informasi dan pengetahuan tentang protokol kesehatan, pencegahan penyebaran Covid–19 di tempat penjual makanan minuman. Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penularan Covid-19 bagi penjual makanan dan minuman di wilayah Ngagel Rejo Surabaya.