Asalil Mustain
Department of Chemical Engineering, Politeknik Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Parameter Interaksi Biner Kesetimbangan Uap-Cair Campuran yang Melibatkan Alkohol Rantai Bercabang atau Aseton untuk Optimasi Proses Pemurnian Bioetanol Asalil Mustain; Khalimatus Sa'diyah; Agung Ari Wibowo; Dhoni Hartanto
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2019): October 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.838 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v3i2.81

Abstract

Parameter interaksi biner kesetimbangan uap-cair campuran yang melibatkan alkohol rantai bercabang atau aseton telah ditentukan pada penelitian ini. Data kesetimbangan uap-cair kondisi isobarik pada tekanan atmosferik telah dipilih total sebanyak 14 sistem. Data kesetimbangan tersebut kemudian dikorelasikan dengan model koefisien aktifitas Wilson, Non-Random Two-Liquid (NRTL) dan Universal Quasi-Chemical (UNIQUAC) untuk diperoleh parameter interaksi binernya. Parameter tersebut ditentukan sebagai fungsi suhu pada penelitian ini untuk meningkatkan kemampuannya dalam aplikasi pada kisaran suhu yang panjang. Korelasi menunjukkan hasil yang baik dikarenakan root mean square deviation (RMSD) antara data eksperimental dengan hasil perhitungan relatif kecil. Sebagai tambahan, perilaku masing-masing sistem biner tersebut juga diamati pada kesempatan ini. Parameter yang diperoleh dapat digunakan untuk optimasi desain kolom distilasi pada proses pemurnian produksi bioetanol.The binary interaction parameters of vapor-liquid equilibrium for the mixtures involving branched-chain higher alcohols or acetone have been determined in this study. Isobaric vapor-liquid equilibrium data at atmospheric pressure have been selected for a total of 14 systems. The VLE data were then correlated with the Wilson, Non-Random Two-Liquid (NRTL) and Universal Quasi-Chemical (UNIQUAC) activity coefficient models to obtain its binary interaction parameters. The parameters were determined as the temperature-dependent in this study to increase its ability in wide temperature range applications. The correlations showed good results because the root mean square deviation (RMSD) between the experimental data and calculation values were relatively low. In addition, the behavior of each binary systems were also observed in this study. The obtained parameters could be used to optimize the distillation column design in the purification process of bioethanol production.
Studi Aktivitas Reaksi Fotokatalisis Berbasis Katalis TiO2-Karbon Aktif Terhadap Mutu Air Limbah Power Plant Ade Sonya Suryandari; Asalil Mustain; Dana Wahyu Pratama; Inayatul Maula
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2019): October 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.821 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v3i2.124

Abstract

Pengolahan air limbah merupakan proses mengolah air buangan yang sudah tidak terpakai untuk dapat dikembalikan ke siklus air di lingkungan. Unit Waste Water Treatment Plant (WWTP) PT. Indonesia Power digunakan untuk mengolah air limbah yang berasal dari berbagai sumber salah satunya yaitu HRSG Sump Pit. Buangan air limbah yang berasal dari HRSG Sump Pit memiliki kandungan fosfat dikarenakan adanya penambahan fosfat pada unit sebelumnya yang bertujuan sebagai inhibitor proses korosi. Karakteristik limbah cair dapat ditentukan dari beberapa parameter diantaranya nilai pH, optical density (OD), dan kadar fosfat. Pengolahan air limbah dilakukan agar limbah cair yang dihasilkan dapat memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan mengaplikasikan reaksi fotokatalisis berbasis katalis TiO2/karbon aktif pada berbagai komposisi katalis dan durasi penyinaran. Proses fotokatalisis dilakukan dengan penambahan katalis pada perbandingan komposisi TiO2/karbon aktif 10:1, 5:1, 3:1 dan 2:1. Sedangkan lama waktu penyinaran 3, 4, 5, dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH terendah sesuai baku mutu yaitu 8,13 dan penurunan kadar fosfat sebesar 70,12% mampu dicapai pada komposisi katalis TiO2/karbon aktif 3:1 dengan durasi penyinaran 5 jam. Penurunan OD tertinggi dicapai pada kondisi perbandingan komposisi katalis TiO2/karbon aktif 10:1 dan durasi penyinaran 6 jam yaitu sebesar 98,86%.Water treatment is the process of treating water discharges that are not used to be discarded into the environment. Wastewater Treatment Unit Plant (WWTP) of PT. Indonesia Power is used to treat wastewater coming from several sources, one of which is HRSG Sump Pit. Wastewater from the HRSG Pit contains phosphate which is related to the phosphate addition in the previous unit which is needed as an inhibitor of corrosion process. The characteristics of liquid waste can be determined from several parameters such as pH value, optical density (OD), and phosphate content. Wastewater treatment is carried out to obtain liquid waste which comply to the quality standards before being discarded into the environment. This research was carried out by applying the photocatalysis reaction based on catalyst TiO2-activated carbon with various catalyst compositions and irradiation duration. The process of photocatalysis was carried out by adding catalysts to the ratio of the composition of TiO2 / activated carbon 10:1, 5:1, 3:1 and 2:1. While the irradiation time is 3, 4, 5 and 6 hours. The results show that the lowest pH according to quality standards was 8.13 and a reduction in phosphate content of 70.12% was achieved in the 3: 1 TiO2/activated carbon catalyst composition with a 5-hour irradiation duration. The highest OD reduction was achieved under the condition ratio of catalyst composition of TiO2/activated carbon 10:1 and the irradiation duration of 6 hours that was equal to 98.86%.