Dian P.E. Laksmiyanti
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Surabaya, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Application of Ecological Architecture Concepts to Industrial Villages in Surabaya (Case Study: Gundih Village) Dian Pramita Eka Laksmiyanti; Esty Poedjioetami
OPSI Vol 14, No 1 (2021): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v14i1.3958

Abstract

Global warming encourage people to care more about energy consumption. Metropolitan city like Surabaya has a complex problem in it such as high density, fast growth and development, high energy consumption, and many more. Ecological city supposed to encourage smart citizen, environmentally friendly and humane. It obviously not easy, requires good cooperation between the government, sector managers and the community. The Surabaya mayor's approach and the socialization of the importance of implementing green architecture in each area have succeeded in raising public awareness to create a harmonious, ecological and energy-conscious environment. Apart from the ecological aspects, what makes Surabaya the most advanced city in Indonesia is economic growth. The fast economic growth cannot be separated from the motivation of the Mayor of Surabaya in growing small and medium industries. Kampung Gundih is one of the kampong that has successfully implemented the ecological concept and has become the most advanced home industry in Surabaya by winning the Surabaya Green and Clean in recent years. This study aims to identify and describe the application of Green architecture and ecological concepts in small industrial-based settlements in Kampung Gundih, Surabaya. The method used in this research is descriptive qualitative. The results obtained are a review of the implementation of the concept of ecological architecture in rural areas and small industries, a description of the integrated water management process, and environmental management strategies in Kampung Gundih Surabaya. 
Aplikasi Konsep Representatif terhadap Bentuk Bangunan Pusat Pengembangan Produk Kreatif di Menganti Kabupaten Gresik Arjiyanti, Dwi Kresita; Ratniarsih, Ika; Laksmiyanti, Dian P. E.
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2052

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri dan pendidikan yang ada di wilayah Jawa Timur. Dikarenakan kurangnya fasilitas untuk mengembangkan kreatifitas seperti kriya, fashion yang menjadi warisan budaya dan wadah bagi pelaku kreatif untuk mengembangkan diri dan saling terhubung antara satu sama lain, serta menjadi ikon di Kabupaten Gresik. Lokasi Objek rancangan yaitu berada di Jl. Raya Morowudi 185, Moro Putat Lor, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61171. Tema yang digunakan untuk rancangan ini adalah Kontemporer, Menurut L. Hilberseimer, Comtemporary Architects 2 (1964) “Arsitektur Kontemporer adalah suatu style aliran arsitektur terntentu pada eranya yang mencerminkan kebebasan berkarya sehingga menampilkan sesuatu yang berbeda, dan merupakan suatu aliran baru atau penggabungan dari beberapa gaya arsitektur lainnya, sehingga cocok untuk gedung kreatif yang mengingat kreatif menggunakan bentukan bangunan yang cukup unik. Konsep makro Representatif bertujuan untuk menciptakan sebuah rancangan yang memiliki karateristik mudah di kenal dan dapat mengkomunikasikan ide desain. Penerapan konsep makro representatif pada tatanan lahan yaitu sirkulasi dan penataan massa dengan mempertimbangkan eksisting yang berupa mengetahui kondisi fisik tapak, keadaan lingkungan pada tapak, batas-batas tapak, dan potensi yang ada pada tapak, Penerapan konsep makro representatif pada bentuk adalah penggabungan bentuk simetris pada fasad dan tumpukan pada atap. Penerapan konsep makro representatif pada ruang adalah penyesuaian dan penekanan unsur warna pastel dan unsur kayu. Manfaat dari Perancangan Objek ini yaitu agar Gresik memiliki sebuah wadah bagi para pelaku produksi kreatif untuk mengembangkan diri dan saling terhubung antara satu sama lain diantara sub sektor sub sektor produk-produk kreatif tersebut.
Implementasi Konsep Sustainable Architecture pada Pusat Pelatihan Kerajinan Batu Gunung Agma, Franadha Zaheza; Laksmiyanti, Dian P. E.; Hendra, Failasuf Herman
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1499

Abstract

Abstract. Tulungagung belongs to one of mountainous area which is famous for the biggest producer of mountain stone craft in East Java. Unfortunately, no institution accommodates the activity of this industry. The craftsmen of andesite stone are dominated by the predecessors as the number of young generation who wants to continue this hereditary skill is very limited. On the one hand, an industrial sector is extremely vital to improve the macro economy of Indonesia. On the other hand, this sector also contributes a lot of carbon emissions. As the rate of energy use in Indonesia is classified as high, this condition triggers architects to design an industrial facility for maximizing the potentials of climate and area to reduce the rate of energy use. Therefore, this research aimed at designing a training centre for mountain stone craft to facilitate the craftsmen. For this reason, the researcher developed a design using qualitative analysis and empiric method. Several analyses were carried out concerning the area potentials such as local regulation, land order, site condition, contour, climate, as well as social and economic aspects of user candidates. All of them were summarized into the concept of design and then accomplished by implementing the concept in the working drawing. This research yielded a design of training centre for mountain stone craft in Tulungagung supported with facilities for training site as well as production and marketing. The design actualized the theme of Sustainable Architecture to optimize the natural and site potentials through integrated waste management. Keywords: Sustainable Architecture, Training Centre, mountain stone craft. Abstrak. Tulungagung merupakan salah satu wilayah area pegunungan yang terkenal sebagai penghasil kerajinan batu gunung terbesar di Jawa Timur, namun tidak ada lembaga yang mewadahi kegiatan industri tersebut. Pengrajin batu andesit didominasi oleh para pewaris yang ahli dibidangnya karena semakin sedikit generasi muda yang meneruskan keahlian turun temurun ini. Sektor industry sangat diperlukan untuk meningkatkan ekonomi macro Negara Indonesia, di sisi lain sektor ini juga menyumbang cukup banyak emisi karbon. Laju penggunaan energi Indonesia tergolong tinggi sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk Arsitek dalam mrancang sebuah fasilitas Industri bagaimana memaksimalkan potensi ikim dan kawasan guna menekan laju penggunaan energy. Penelitian ini bertujuan merancang pusat pelatihan kerajinan batu gunung sebagai wadah bagi pengrajin.  Metode yang digunakan dalam riset ini adalah  perancangan dengan analisa kualitatif dan metode desain, dimana dilakukan analisa terkait potensi kawasan seperti aturan daerah, tata guna lahan, kondisi site, kontur, iklim, aspek sosial dan ekonomi calon pengguna yang kemudian dirangkum menjadi sebuah konsep desain dan disesesaikan dengan implementasi konsep pada gambar kerja. Penelitian ini menghasilkan rancangan pusat pelatihan kerajinan batu gunung di tulungagung dengan fasilitas: tempat pelatihan, fasilitas produksi dan pemasaran. Desain ini mengusung tema Arsitektur Berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi alam dan site dengan manajemen limbah terpadu. Kata Kunci: Arsitektur berkelanjutan, Pusat Pelatihan, Kerajinan Batu Gunung.
Penerapan Tema Arsitektur Neo Vernakular pada Fasilitas Seni Teater Boneka di Kota Surabaya Rahayu, Dewi Syahputri; Sulistyo, Broto Wahyono; Laksmiyanti, Dian P. E
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1922

Abstract

Beberapa komunitas, pertunjukan, workshop dari Seniman atau Komunitas Seni Teater Boneka terdapat di Kota Surabaya. Selain dikenal dengan banyak komunitas dan kegiatan seni, Surabaya juga dikenal sebagai Kota Pusat Pendidikan di Jawa Timur. Seperti halnya dengan fungsi daripada Seni Teater Boneka yang dapat berperan dalam hal pendidikan karena merupakan media komunikasi paling baik untuk segala usia. Namun kegiatan tersebut kurang terekspos sehingga kurang mendapatkan minat dari masyarakat. Perancangan Fasilitas Seni Teater Boneka di Kota Surabaya, Tema arsitektur Neo Vernakular diharapkan dapat menjadi wadah untuk para seniman atau komunitas dan masyarakat untuk berkolaborasi dan mengembangkan serta menjadi wadah atau media edukasi baru untuk masyarakat Kota Surabaya, yang mampu tetap mengangkat esensi lokal yang bersanding dengan gaya kekinian. Konsep mikro tatanan lahan “Memusat pada area pertunjukan” dengan sirkulasi linear yang dapat mengalirkan pengunjung dari titik awal dimana merupakan sajian awal mula Seni Teater Boneka hingga titik akhir yang merupakan sajian lebih terkini. Mikro bentuk “Joglo Jawa Kastil” didapatkan dari ikon Seni Teater Boneka bentuk kastil yang direpresentasikan menggunakan gubahan dari Joglo yang dikombinasikan dengan material lokal. Mikro Ruang “Natural Modern” digunakan untuk dapat mencerminkan sifat serta perkembangan Seni Teater Boneka serta implementasi dari Arsitektur Tradisional Jawa.
Pusat Edukasi dan Geleri Seni Rupa Kontemporer di Surakarta Rianti, Nigel Dwi; Laksono, Sigit Hadi; Laksmiyanti, Dian P. E.
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1097

Abstract

Surakarta merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Tengah yang kental dengan budaya seni setelah Yogyakarta. Banyak even pameran seni yang di gelar di kota solo mulai kesenian tradisional hingga kesenian kontemporer tempat yang sering menggelar even adalah Taman budaya, Taman Balekambang, juga di pusat perbelajaan di Surakarta. Seringnya even yang di gelar di surakarta juga banyak seniman, kelompok atau organisasi seni, sanggar kesenian formal maupun non formal. Pusat Edukasi dan Galeri Seni Rupa Kontemporer Di Surakarta akan direncanakan di Jl.  Ring Road Surakarta.  Perancangan ini menggunakan metode deskriptif dan berpedoman pada standar objek dan daya tarik galeri seni. Fungsi bangunan ditujukan sebagai galeri seni dan pusat edukasi yang berlokasi di Jl. Ring Road Surakarta. Program ruang memakai sistem sirkulasi linier aksis, dari entrance menuju gedung galeri seni,gedung pendukung dan gedung pengelola, area pameran outdoor. Dengan menggunakan tema arsitektur kontemporer dapat menciptakan ruang berkembangnya untuk seni rupa kontemporer untuk wilayah Jawa Tengah. Dengan Merancang Pusat Edukasi dan galeri seni rupa kontemporer yang menampilkan bentuk, ruang dan tatanan lahan dengan menerapkan tema arsitektur kontemporer di harapkan dapat menjadi bangunan yang berbeda dengan yang lainya Arsitektur kontemporer menampilkan bentuk unik, dan atraktif.  
Penerapan Tema Kontemporer pada Gedung Pertunjukan Seni Tari dan Pewayangan Khas Nganjuk Jawa Timur Rahmawati, Zulni; Laksono, Sigit Hadi; Laksmiyanti, Dian P.E.
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nganjuk adalah kabupaten yang khas dengan seni pertunjukan tradisional, banyaknya pertunjukan tradisional tersebut tidak diimbangi dengan banyaknya peminat dari masyarakat setempat, Gedung pertunjukan yang terdapat di Nganjuk hanya ada satu bangunan yaitu Gedung Juang 45. Disisi lain kenyataan bahwa kegiatan seni yang diselenggarakan tidak terwadahi dengan baik maka perencanaan dan perancangan Gedung pertunjukan seni tari dan pewayangan khas Nganjuk Jawa Timur ini dilakukan untuk mewadahi permasalahan tersebut perancangan ini mengangkat tema “Arsitektur Kontemporer” dengan konsep mikro tatanan lahan “Cepat Terarah”ditunjang dengan konsep mikro bentuk “ekspressif“dan konsep mikro ruang “Digital art space“. Sehingga rancangan ini dapat memberi dampak positif baik bagi pemerintah Kabupaten Nganjuk maupun warga Nganjuk itu sendiri, bagi pendatang atau wisatawan dapat terbantu dengan adanya galeri ini sebagai petunjuk destinasi yang mereka inginkan, dan gedung pertunjukan diharapkan dapat menjadi gedung yang ikonik sehingga pekerja seni dapat menampilkan berbagai pertunjukan, dengan begitu kabupaten nganjuk dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat luar.
Aplikasi Konsep Representatif terhadap Bentuk Bangunan Pusat Pengembangan Produk Kreatif di Menganti Kabupaten Gresik Dwi Kresita Arjiyanti; Ika Ratniarsih; Dian P. E. Laksmiyanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2052

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri dan pendidikan yang ada di wilayah Jawa Timur. Dikarenakan kurangnya fasilitas untuk mengembangkan kreatifitas seperti kriya, fashion yang menjadi warisan budaya dan wadah bagi pelaku kreatif untuk mengembangkan diri dan saling terhubung antara satu sama lain, serta menjadi ikon di Kabupaten Gresik. Lokasi Objek rancangan yaitu berada di Jl. Raya Morowudi 185, Moro Putat Lor, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61171. Tema yang digunakan untuk rancangan ini adalah Kontemporer, Menurut L. Hilberseimer, Comtemporary Architects 2 (1964) “Arsitektur Kontemporer adalah suatu style aliran arsitektur terntentu pada eranya yang mencerminkan kebebasan berkarya sehingga menampilkan sesuatu yang berbeda, dan merupakan suatu aliran baru atau penggabungan dari beberapa gaya arsitektur lainnya, sehingga cocok untuk gedung kreatif yang mengingat kreatif menggunakan bentukan bangunan yang cukup unik. Konsep makro Representatif bertujuan untuk menciptakan sebuah rancangan yang memiliki karateristik mudah di kenal dan dapat mengkomunikasikan ide desain. Penerapan konsep makro representatif pada tatanan lahan yaitu sirkulasi dan penataan massa dengan mempertimbangkan eksisting yang berupa mengetahui kondisi fisik tapak, keadaan lingkungan pada tapak, batas-batas tapak, dan potensi yang ada pada tapak, Penerapan konsep makro representatif pada bentuk adalah penggabungan bentuk simetris pada fasad dan tumpukan pada atap. Penerapan konsep makro representatif pada ruang adalah penyesuaian dan penekanan unsur warna pastel dan unsur kayu. Manfaat dari Perancangan Objek ini yaitu agar Gresik memiliki sebuah wadah bagi para pelaku produksi kreatif untuk mengembangkan diri dan saling terhubung antara satu sama lain diantara sub sektor sub sektor produk-produk kreatif tersebut.
Implementasi Konsep Sustainable Architecture pada Pusat Pelatihan Kerajinan Batu Gunung Franadha Zaheza Agma; Dian P. E. Laksmiyanti; Failasuf Herman Hendra
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1499

Abstract

Abstract. Tulungagung belongs to one of mountainous area which is famous for the biggest producer of mountain stone craft in East Java. Unfortunately, no institution accommodates the activity of this industry. The craftsmen of andesite stone are dominated by the predecessors as the number of young generation who wants to continue this hereditary skill is very limited. On the one hand, an industrial sector is extremely vital to improve the macro economy of Indonesia. On the other hand, this sector also contributes a lot of carbon emissions. As the rate of energy use in Indonesia is classified as high, this condition triggers architects to design an industrial facility for maximizing the potentials of climate and area to reduce the rate of energy use. Therefore, this research aimed at designing a training centre for mountain stone craft to facilitate the craftsmen. For this reason, the researcher developed a design using qualitative analysis and empiric method. Several analyses were carried out concerning the area potentials such as local regulation, land order, site condition, contour, climate, as well as social and economic aspects of user candidates. All of them were summarized into the concept of design and then accomplished by implementing the concept in the working drawing. This research yielded a design of training centre for mountain stone craft in Tulungagung supported with facilities for training site as well as production and marketing. The design actualized the theme of Sustainable Architecture to optimize the natural and site potentials through integrated waste management. Keywords: Sustainable Architecture, Training Centre, mountain stone craft. Abstrak. Tulungagung merupakan salah satu wilayah area pegunungan yang terkenal sebagai penghasil kerajinan batu gunung terbesar di Jawa Timur, namun tidak ada lembaga yang mewadahi kegiatan industri tersebut. Pengrajin batu andesit didominasi oleh para pewaris yang ahli dibidangnya karena semakin sedikit generasi muda yang meneruskan keahlian turun temurun ini. Sektor industry sangat diperlukan untuk meningkatkan ekonomi macro Negara Indonesia, di sisi lain sektor ini juga menyumbang cukup banyak emisi karbon. Laju penggunaan energi Indonesia tergolong tinggi sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk Arsitek dalam mrancang sebuah fasilitas Industri bagaimana memaksimalkan potensi ikim dan kawasan guna menekan laju penggunaan energy. Penelitian ini bertujuan merancang pusat pelatihan kerajinan batu gunung sebagai wadah bagi pengrajin.  Metode yang digunakan dalam riset ini adalah  perancangan dengan analisa kualitatif dan metode desain, dimana dilakukan analisa terkait potensi kawasan seperti aturan daerah, tata guna lahan, kondisi site, kontur, iklim, aspek sosial dan ekonomi calon pengguna yang kemudian dirangkum menjadi sebuah konsep desain dan disesesaikan dengan implementasi konsep pada gambar kerja. Penelitian ini menghasilkan rancangan pusat pelatihan kerajinan batu gunung di tulungagung dengan fasilitas: tempat pelatihan, fasilitas produksi dan pemasaran. Desain ini mengusung tema Arsitektur Berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi alam dan site dengan manajemen limbah terpadu. Kata Kunci: Arsitektur berkelanjutan, Pusat Pelatihan, Kerajinan Batu Gunung.
Penerapan Tema Arsitektur Neo Vernakular pada Fasilitas Seni Teater Boneka di Kota Surabaya Dewi Syahputri Rahayu; Broto Wahyono Sulistyo; Dian P. E Laksmiyanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1922

Abstract

Beberapa komunitas, pertunjukan, workshop dari Seniman atau Komunitas Seni Teater Boneka terdapat di Kota Surabaya. Selain dikenal dengan banyak komunitas dan kegiatan seni, Surabaya juga dikenal sebagai Kota Pusat Pendidikan di Jawa Timur. Seperti halnya dengan fungsi daripada Seni Teater Boneka yang dapat berperan dalam hal pendidikan karena merupakan media komunikasi paling baik untuk segala usia. Namun kegiatan tersebut kurang terekspos sehingga kurang mendapatkan minat dari masyarakat. Perancangan Fasilitas Seni Teater Boneka di Kota Surabaya, Tema arsitektur Neo Vernakular diharapkan dapat menjadi wadah untuk para seniman atau komunitas dan masyarakat untuk berkolaborasi dan mengembangkan serta menjadi wadah atau media edukasi baru untuk masyarakat Kota Surabaya, yang mampu tetap mengangkat esensi lokal yang bersanding dengan gaya kekinian. Konsep mikro tatanan lahan “Memusat pada area pertunjukan” dengan sirkulasi linear yang dapat mengalirkan pengunjung dari titik awal dimana merupakan sajian awal mula Seni Teater Boneka hingga titik akhir yang merupakan sajian lebih terkini. Mikro bentuk “Joglo Jawa Kastil” didapatkan dari ikon Seni Teater Boneka bentuk kastil yang direpresentasikan menggunakan gubahan dari Joglo yang dikombinasikan dengan material lokal. Mikro Ruang “Natural Modern” digunakan untuk dapat mencerminkan sifat serta perkembangan Seni Teater Boneka serta implementasi dari Arsitektur Tradisional Jawa.
Pusat Edukasi dan Geleri Seni Rupa Kontemporer di Surakarta Nigel Dwi Rianti; Sigit Hadi Laksono; Dian P. E. Laksmiyanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1097

Abstract

Surakarta merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Tengah yang kental dengan budaya seni setelah Yogyakarta. Banyak even pameran seni yang di gelar di kota solo mulai kesenian tradisional hingga kesenian kontemporer tempat yang sering menggelar even adalah Taman budaya, Taman Balekambang, juga di pusat perbelajaan di Surakarta. Seringnya even yang di gelar di surakarta juga banyak seniman, kelompok atau organisasi seni, sanggar kesenian formal maupun non formal. Pusat Edukasi dan Galeri Seni Rupa Kontemporer Di Surakarta akan direncanakan di Jl.  Ring Road Surakarta.  Perancangan ini menggunakan metode deskriptif dan berpedoman pada standar objek dan daya tarik galeri seni. Fungsi bangunan ditujukan sebagai galeri seni dan pusat edukasi yang berlokasi di Jl. Ring Road Surakarta. Program ruang memakai sistem sirkulasi linier aksis, dari entrance menuju gedung galeri seni,gedung pendukung dan gedung pengelola, area pameran outdoor. Dengan menggunakan tema arsitektur kontemporer dapat menciptakan ruang berkembangnya untuk seni rupa kontemporer untuk wilayah Jawa Tengah. Dengan Merancang Pusat Edukasi dan galeri seni rupa kontemporer yang menampilkan bentuk, ruang dan tatanan lahan dengan menerapkan tema arsitektur kontemporer di harapkan dapat menjadi bangunan yang berbeda dengan yang lainya Arsitektur kontemporer menampilkan bentuk unik, dan atraktif.