Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perintisan dan Pendampingan Klub Bahasa Inggris Suardi Suardi; Widya Rizky Pratiwi; Lukytta Gusti Acfira
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v5i2.1938

Abstract

Di zaman yang semakin maju, keterampilan berbahasa Inggris menjadi modal dasar untuk dapat tampil dalam kancah Internasional. Akan tetapi, Bahasa Inggris kemudian berkembang menjadi bahasa asing di Indonesia yang mengakibatkan sulitnya dijumpai masyarakat dan komunitas yang berinteraksi menggunakan Bahasa ini. Akibat yang paling dirasakan adalah masalah yang dihadapi dalam implementasi proses belajar di sekolah sehingga belajar bahasa Inggris di sekolah formal dirasakan tidaklah cukup. Berdasarkan permasalah tersebut, membentuk komunitas atau klub Bahasa Inggris adalah solusi terbaik yang dapat ditawarkan. Mitra dari kegiatan ini adalah SMPN 30 yang beralamat di Kompleks Bumi Tamalanrea Permai, Makassar. Sekolah ini ingin menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa keseharian di Sekolah dalam upaya mendukung “Smart class”. Akan tetapi, hal itu belum terealisasi sejak 2016. Olehnya, sekolah ini membutuhkan mitra yang dapat membantu mereka untuk merealisasikan rencana yang baik tersebut, dimana perintisan klub belajar Bahasa Inggris dan pendampingan program kerja kami tawarkan sebagai pondasi dan langkah awal untuk mencapai tujuan tersebut. Klub Bahasa Inggris ini merupakan sebuah komunitas yang anggotanya memiliki interest/ ketertarikan yang sama. Tentunya, mereka yang berada dalam komunitas ini akan saling memotivasi untuk mencapai tujuan bersama. Ada beberapa kegiatan yang didesain dalam dalam pengabdian ini, namun tidak semuanya berhasil dilaksanakan dikarenakan kondisi pandemi covid 19 yang masih  berlangsung. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan berupa Regular English Meeting (internal), English meeting English in Collaboration, English Camp/ Village, dan seminar/ webinar. English Club memberikan kontribusi terhadap peningkatan hard dan soft skill, seperti membangun kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan pengucapan dan kefasihan berbicara, mengorganisasi ide dengan cepat, membangun pemikiran kritis, berpikiran terbuka, meningkat kreativitas, dan meningkatkan pengetahuan umum. 
Membangun Keberanian sebagai Tourism English Public Speaker untuk Generasi Muda Bulukumba Widya Rizky Pratiwi; Lukytta Gusti Acfira; Andriyansah
BIDIK: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Bidik: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bidik.v3i2.13129

Abstract

This community service aims to respond to the conditions of tourist visits to train young people to have the courage to communicate with International tourists using foreign languages, especially English. It is also time for the government and the private sector related to tourism to prepare themselves, design, and develop tourist objects to make them attractive. The implementation method used is a hybrid. 20% were indoors training and the rest 80% were outdoors practicing. The implementation stage began with the socialization stage, the registration, and the final stage was implementation. The team conducted outreach to explain the importance of mastering English in increasing tourist visits. The training provided was to practice composing ideas about images (building perceptions) by utilizing image media in the form of tourist objects. Furthermore, participants were trained to map their concepts and thoughts before speaking to make it easier to express ideas (mind mapping). Then, they try to practice speaking skills by telling stories (practice). Applying the 3:2 concept so that participants add vocabulary can help increase participant competency.
PENTAS LITERASI RELIGI DAN SENI: MEMOTIVASI ANAK USIA DINI AGAR SEMAKIN MENUMBUHKAN AKHLAK KHARIMAH Widya Rizky Pratiwi; Andriyansah Andriyansah; Andi Harmoko Arifin; Zulkifli Sultan; Lukytta Gusti Acfira
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1523-1532

Abstract

Anak usia dini merupakan pondasi dasar untuk pembentukan akhlak al-karimah. Olehnya, akhlak sangat penting ditanamkan sejak dini dan perlu menjadi perhatian kita bersama. Sehingga, sebagai wujud kepedulian dan respon terhadap berbagai tantangan di era perkembangan IPTEKS modern ini, tim dosen dari Universitas Terbuka melakukan pengabdian yang dikemas dengan tema “Membangun Budaya Literasi dan Meningkatkan Jiwa rabbani pada Anak Pendidikan Dasar di daerah Sub Urban”. PkM ini berupa pentas literasi religi dan seni dengan tujuan untuk memotivasi anak usia dini agar semakin menumbuhkan akhlak kharimah dalam diri masing-masing. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini bekerjasama dengan pengurus Mushollah Al-Kamila, Sawangan Depok, Jawa Barat. PkM ini diikuti oleh 43 peserta lomba dengan empat kelompok lomba yaitu adzan, hapalan surat pendek, dan lomba mewarnai tingkat SD dan TK. Kegiatan PkM terdiri dari tiga tahap kegiatan yaitu analisis kebutuhan, persiapan, dan impelementasi yang dilakukan selama 4 bulan dengan puncak kegiatan di Bulan April 2023 bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Implementasi kegiatan ini diawali dengan Sambutan, kemudian dilanjutkan dengan Edukasi terkait pentingnya menumbuhkan akhlak kharimah dalam pusaran kemajuan IPTEKS saat ini. Lalu berlanjut pada kegiatan ini yaitu pelaksanaan lomba atau pentas literasi religi dan seni beserta penjurian, dan pengumuman serta pemberian hadiah bagi pemenang. Kegiatan lalu ditutup dengan buka puasa bersama dan sholat magrib berjamaah. Kegiatan ini berlangsung lancar dan disambut sangat antusias oleh seluruh masyarakat Sub-Urban di daerah tersebut, baik dari anak-anak peserta lomba, para orang tua, maupun pengurus mushollah. Pada akhirnya, pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pentas literasi religi dan seni ini diharapkan dapat semakin memotivasi anak usia dini agar semakin menumbuhkan akhlak kharimah. 
THE USE OF ENGLISH FOR TOURISM IMAGE AND BRANDING Widya Rizky Pratiwi; Juhana Juhana; Lukytta Gusti Acfira
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 5 No 2 (2023): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v5i2.949

Abstract

Using English for tourism branding and promotion in Indonesia effectively enhances Indonesia's appeal as a tourist destination. This study aimed to investigate the use of English for tourism branding and promotion in Indonesia. It was qualitative research with a case study approach involving domestic and international visitors and local communities as informants. The data collection method was questionnaire distribution, semi-structured interviews, observations, and photos. In analyzing the data, the researcher conducted 6 steps from preparing raw data (transcripts, field notes, images, etc.), organizing and preparing data for analysis, reading all data, coding data (themes or descriptions) by hand or computer, linking themes/descriptions, and then interpret its meaning from the theme/description. The findings presented that participants tried to use English in tourism objects to practice their English language skills, to improve speaking confidence, and to provide the best service for tourism image and branding. However, Indonesian people face some problems when speaking, resulting in a limited selection of sentences like "How are you." The challeges were solved by involving smartphone-based technology, such as Google Translate platform when communicating. This study may contribute to the acceleration of Second Language Acquisition (SLA) and encounters an impact on boosting proficiency in English as a foreign language, especially for enhancing speaking, which encouraged tourism growth in Indonesia