Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DAYA TARIK DESTINASI PARIWISATA BUDAYA STUDI KASUS MUSEUM BAHARI JAKARTA Priyanto Priyanto
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 1 (2021): Volume 27 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.258 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i1.4124

Abstract

Abstract This study aims to examine the use of the Jakarta Maritime Museum's resources as an attraction for cultural tourism destinations. This study uses a qualitative research approach with descriptive analysis. The stages in this research are observation, description and interpretation through the approach of the concept of cultural tourism and the concept of museology. Through this research, it is hoped that optimal results will be obtained on how to use Jakarta's maritime museum resources as an attraction for cultural tourism destinations. The results of this research are also expected to be able to present the role and function of the Jakarta Maritime Museum through its various presentations that can be useful for the community. Keywords: Cultural Tourism, Jakarta Maritime Museum AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pemanfaatan Sumber Daya Museum Bahari Jakarta Sebagai Daya Tarik Destinasi Wisata Budaya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Tahapan dalam penelitian ini adalah observasi, deskripsi dan interpretasi melalui pendekatan konsep pariwisata budaya dan konsep museologi. Melalui penelitian ini diharapkan akan memperoleh hasil yang optimal bagaimana pemanfaatan sumber daya museum bahari Jakarta sebagai daya tarik destinasi wisata budaya. Hasil penelitian ini juga diharapkan akan dapat menyajikan peran dan fungsi Museum Bahari Jakarta melalui berbagai penyajiannya dapat bermanfaat untuk masyarakat. Kata Kunci : Pariwisata Budaya, Museum Bahari Jakarta
EKSISTENSI MADRASAH DINIYAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI KECAMATAN KEDUNGADEM KABUPATEN BOJONEGORO. Priyanto Priyanto
EDU-RELIGIA : Jurnal Keagamaan dan Pembelajarannya Vol 1 No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Pascasarjana Pendidikan Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.556 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Eksistensi Madrasah Diniyah dalam pengembangan pendidikan Islam di Kecamatan Kedungadem,Kabupaten Bojonegoro. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana membina dan mengembangkan potensi sumber daya manusia melalui pendidikan Islam. Adapun penulis mengangkat sebuah penelitian ini adalah untuk mengungkapkan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pendidikan Islam, diantaranya adalah dengan menumbuh kembangkan kecintaan terhadap pendidikan non formal Madrasah Diniyah. Untuk sampai pada tujuan tujuan dan manfaat penelitian tesis ini dilakukan kajian Kepustakaan (library research) baik terhadap literature-literatur yang mendukung kajian ini dan literature sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu pendorong utama dalam pengembangan pendidikan Islam adalah dengan adanya Madrasah Diniyah sebagai penanaman ruh keislaman, semangat dan jiwa religious serta memiliki pola pemikiran Tauhid (Integralistik) Kata Kunci: Eksistensi,Madrasah Diniyah,Pendidikan Islam.
JENIS PERUBAHAN MAKNA DAN FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN MAKNA NAMA JULUKAN KLUB SEPAKBOLA DI LIGA SUPER INDONESIA DAN DIVISI UTAMA LIGA INDONESIA MUSIM KOMPETISI 2013-2014 Priyanto Priyanto
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 6, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v6i2.7806

Abstract

Abstrak: Penelitian berjudul Jenis Perubahan Makna dan Faktor-Faktor Perubahan Makna Nama Julukan Klub Sepakbola di Liga Super Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia Musim Kompetisi 2013-2014 meneliti lebih lanjut mengenai nama-nama julukan klub sepakbola, khususnya yang ditinjau dari kajian semantik. Kajian semantik ini bertujuan mendeskripsikan jenis perubahan makna, dan faktor-faktor perubahan makna yang terkandung dalam nama-nama julukan klub sepakbola di Liga Super Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2013-2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa nama julukan klub sepakbola di Liga Super Indonesia musim kompetisi 2013-2014. Data dalam penelitian ini berjumlah 85 nama julukan klub sepakbola yang ada di Liga Super Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2013-2014 yang terbagi dalam dua wilayah yaitu wilayah barat dan wilayah timur untuk klub Liga Super Indonesia dan delapan grup untuk Divisi Utama Liga Indonesia dengan perincian; (1) Liga Super Indonesia wilayah barat berjumlah 11 nama julukan klub sepakbola, (2) Liga Super Indonesia wilayah timur berjumlah 11 nama julukan klub sepakbola, (3) Divisi Utama Liga Indonesia berjumlah 63 nama julukan klub sepakbola yang terbagi dalam delapan grup. Penelitian ini menggunakan tiga tahap penelitian yaitu tahap penyediaan data menggunakan metode simak dan menggunakan teknik baca dan catat. Tahap analisis data, dalam tahap ini digunakan metode padan referensial dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP), teknik lanjutan menggunakan teknik Hubungan Banding Menyamakan (HBS). Selain itu, digunakan metode agih dengan teknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL), kemudian teknik lanjutannya dengan menggunakan teknik perluas. Tahap penyajian hasil analisis data, dalam hal ini data disajikan dengan menggunakan metode penyajian informal. Dari hasil analisis data ditemukan adanya jenis perubahan makna dan faktor-faktor perubahan makna yang terkandung dalam nama julukan klub sepakbola. Jenis perubahan makna meliputi: (1) jenis perubahan makna dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia 16 data (18,82%), (2) jenis perubahan makna akibat perubahan lingkungan 26 data (30,59%), (3) jenis perubahan makna akibat gabungan leksem atau kata 41 data (48,23%), (4) jenis perubahan makna tetap, lambang berubah 2 data (2,35%). Faktor-faktor perubahan makna meliputi: (1) sebab-sebab linguistik 11 data (12,94%), (2) sebab-sebab historis 15 data (17,65%), (3) sebab-sebab sosial 48 data (56,47%), (4) sebab-sebab psikologis 4 data (4,71%), (5) pengaruh asing 3 data (3,53%), dan (5) adanya perkembangan iptek dan pemakaian kata (kebutuhan baru) 4 data (4,71%). Kata kunci: jenis makna, perubahan makna, sepakbola, liga super indonesia
SENI FOLKLOR WAYANG KULIT SEBAGAI ATRAKSI PARIWISATA BUDAYA Priyanto Priyanto
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 2 (2021): Volume 27 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.804 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i2.4546

Abstract

Abstract The art of wayang kulit is an example of a form of folklore. Puppets are images made of leather, wood, and other materials as a means of attraction. It is estimated that there are hundreds of puppets in Indonesia, but at this time more than half of them are no longer played and some are even extinct. The focus of this article is to understand wayang kulit as a part of oral folklore and art in Indonesia, to its development and potential as a tourist attraction. The research method is carried out through literature studies of journals and other sources. At first wayang functioned as a means of ritual (religion) and had a close relationship with traditional values, but nowadays wayang has changed its function into purely entertainment or spectacle attractions and tourist attractions for the community. This change in the function of wayang is an opportunity for the tourism sector to develop its diversity of attractions. Keywords: cultural tourism, folklore, wayang AbstrakSeni wayang kulit merupakan salah satu contoh dari bentuk folklor. Wayang merupakan gambar yang terbuat dari kulit, kayu, dan bahan lainnya sebagai sarana atraksi. Diperkirakan wayang yang terdapat di Indonesia jumlahnya mencapai ratusan, namun pada saat ini lebih dari setengahnya sudah tidak dimainkan lagi bahkan ada yang sudah punah. Fokus dari artikel ini adalah memahami wayang  kulit  sebagai  salah  satu folklor  sebagian  lisan  dan  kesenian  di  Indonesia,  hingga perkembangan dan potensinya sebagai salah satu daya tarik atraksi pariwisata. Metode penelitian yang dilakukan melalui studi pustaka  jurnal-jurnal  dan  sumber  lainnya.  Pada  awalnya  wayang berfungsi sebagai sarana ritual (religi) dan memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai tradisi, namun saat kini wayang telah berubah fungsi menjadi murni atraksi hiburan atau tontonan dan atraksi wisata bagi masyarakat. Perubahan fungsi dari wayang inilah yang menjadi peluang bagi sektor pariwisata mengembangkan keberagaman atraksinya. Kata kunci: folklor, pariwisata budaya, wayang
PENGEMBANGAN POTENSI DESA WISATA BERBASIS BUDAYA TINJAUAN TERHADAP DESA WISATA DI JAWA TENGAH Priyanto Priyanto
Jurnal Vokasi Indonesia Vol 4, No 1 (2016): January - June
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.441 KB) | DOI: 10.7454/jvi.v4i1.53

Abstract

This study to unearth village tourism for culture attraction tourim and to show there are some basicproblem for existence village tourism in Central Jawa. The methodology was used qualitative researchmethod with descriptive analysis. The result of this stuy indicate that for general potential culturalvillage tourism in Central Java is many. The problems that for like human resource, infrastructure &facillity, promotion. The problems can be finish with active any other especialy the people from culturevillage tourism.Keywords: Village Tourism, Atraction Tourism, Culture Tourims
Peran Narrow Band-Imaging pada Karsinoma Nasofarings Priyanto Priyanto; Camelia Herdini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.242

Abstract

AbstrakKarsinoma nasofarings (KNF) merupakan keganasan yang paling sering ditemukan pada bagian kepala dan leher yang memerlukan kajian jelas dalam penegakkan diagnosis agar penatalaksanaan yang diberikan sesuai dan akurat. Salah satu kendala yang ditemukan pada KNF adalah diagnosis dini dan rekurensi. Narrow Band-Imaging adalah salah satu teknik pemeriksaan noninvasive dan mudah dilakukan, menggunakan teknik optikal terkini dan filter sinar biru dengan panjang gelombang tertentu, yang mampu meningkatkan sensitivitas pemeriksaan nasoendoskopi dengan pengamatan perubahan struktur vaskularisasi akibat pertumbuhan tumor terutama untuk KNF dengan sifat pertumbuhan endofitik. Pola-pola perubahan vaskularisasi yang ditimbulkan oleh KNF dapat diamati dengan jelas melalui pemeriksaan ini dan diharapkan juga mampu memberikan kepastian waktu bagi klinisi dalam menentukan saat yang tepat untuk melakukan tindakan lanjut yang lebih invasif seperti biopsi sehingga diperoleh hasil yang lebih akurat di saat yang tepat.Kata kunci: Narrow Band-Imaging, Karsinoma Nasofarings, Endoskopi AbstractNasopharyngeal carcinoma (NPC) is the most common cancer in the otolaryngology, head and neck region, that needs an accurate examination for the management. An obstacle in management of NPC is the early diagnosis of the disease and recurrency. Narrow-band imaging, is a non-invasive diagnostic technique, which uses optical technique and special long wave blue filter, that will increase the sensitivity of the nasoendoscopy in the diagnosis of NPC by observing the changes in vascularisation, especially in exophitic growth. This creates on better opportunity of clinician to do more invasive diagnostic testing at earlier stage of the cancer.Keywords:Narrow Band-Imaging, Nasopharyngeal carcinoma, Endoscopy
PEMANFAATAN SUMBER DAYA BUDAYA SEBAGAI DAYA TARIK DESTINASI WISATA BUDAYA STUDI KASUS MUSEUM JENANG KUDUS priyanto priyanto
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 1, No 1: December 2018
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.189 KB) | DOI: 10.7454/jsht.v1i1.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pemanfaatan Sumber Daya Budaya Sebagai Daya Tarik Destinasi Wisata Budaya Studi Kasus Museum Jenang Kudus. Penelitian ini menggunakan metoda pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Tahapan dalam penelitian ini adalah observasi, deskripsi dan interpretasi melalui pendekatan konsep pariwisata budaya dan konsep museologi. Melalui penelitian ini diharapkan akan memperoleh hasil yang optimal bagaimana pemanfaatan sumber daya Museum Jenang Kudus sebagai daya tarik destinasi wisata budaya. Hasil penelitian ini juga diharapkan akan dapat menyajikan peran dan fungsi Museum Jenang Kudus melalui agar bermanfaat untuk masyarakat luas. Kata Kunci : Pariwisata Budaya, Museum Jenang Kudus.
KOMUNIKASI RITUAL PEZIARAH “NGALAP BERKAH” DI KAWASAN WISATA GUNUNG KEMUKUS (Studi Etnografi Komunikasi Tentang Budaya Ritual Ziarah di Kawasan Wisata Gunung Kemukus, Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Sragen-Jawa Tengah) Rahmi Setiawati; Priyanto Priyanto
Jurnal Vokasi Indonesia Vol 3, No 2 (2015): July - Desember
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.402 KB) | DOI: 10.7454/jvi.v3i2.36

Abstract

AbstractThis article is explain of ritual commucation pilgrim "ngalap berkah" in the Kemukus mountain, ethnographic study of communication about cultural tourism zone ritual pilgrimage in Mount Kemukus, Pendem Village, District Sumber Lawang, Sragen, Central Java. The results showed that for the local community a message of what is hidden behind this ritual is still ambiguity. But in the process of social interaction between indigenous communities with immigrant communities, both in terms of livelihoods, different behavior patterns, causing local people trying to accept changes to the meaning of "ngalap berkah". It is caused when the pilgrimage locations have changed or constructed for tourist commodification, and is thought to enhance the growth of local economies, which have an impact on improving social and economic conditions of the communities in Pendem.Keywords: ritual communication, ethnographic communications, ritual pilgrimage ngalap berkah, kemukus mountain
Keris Sebagai Salah Satu Kebudayaan Materi Priyanto Priyanto
Jurnal Vokasi Indonesia Vol 1, No 1 (2013): January - June
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.768 KB) | DOI: 10.7454/jvi.v1i1.6

Abstract

ABSTRACT. “Keris” is one of the material culture as collection museum can be assumed as souvenir, fetish,and collection. The Museum should be giving about the meaning of “keris” and its community. Museum notonly show subject as material cultural but also show other aspect as social, religious an aspect dayly acktivity ofits community.Keywords: “keris”,material culture, museum
PELATlHAN PROGRAM INKUBATOR BISNIS DI SEKOLAH MENENGAH UMUM NEGERI KALASAN SLEMAN TAHAP I Priyanto Priyanto; Kadarisman Kadarisman; Pramudi Utomo
INOTEKS : Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Vol 1, No 2 (2000): Januari 2000
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.76 KB) | DOI: 10.21831/ino.v1i2.5079

Abstract

Kegiatan  pen gab dian  kepada  masyarakat   yang  merupakan   Pelatihan   Program  Inkubator   Bisnis  ini diperuntukkan    bagi siswa-siswa  SMUN Kalasan  yang tahun  ini merupakan  tahun (tahap)  pertama.  Secara umum tujuan  yang ingin dicapai  dengan program  ini adalah  bahwa  setelah  peserta  selesai mengikuti  kegiatan  sampai  dengan  tahap  III, peserta  memiliki  pengetahuan, kemampuan  dan keterampilan  untuk memelihara,  merawat,  dan memperbaiki  komputer,  Dengan pengetahuan,   kemampuan  dan keterampilan  yang dimiliki tersebut  diharapkan  mereka  dapat hidup mandiri,  menggunakan   kemampuan  dan  keterampilannya untuk   berwirausaha     sehingga    dapat   dimanfaatkan    untuk   menopang    kehidupan    keluarganya,     atau  paling   tidak   untuk meningkatkan   taraf  hidupnya,   Secara  khusus  tujuan  yang  ingin  dicapai  pad a kegiatan  tahap  awal  ini  adalah  para  peserta memiliki   pengetahuan    dan  kemampuan   dasar  tentang   komputer   yang  meliputi   bagian-bagian    beserta   fungsi  dan  prinsip kerjanya. Metode   yang  digunakan   dalam  rangka  pelaksanaan    program   inkubator   bisnis   di  SMU  Kalasan   ini  adalah   dengan menggunakan  pendekatan  teori dan praktek. Teori diberikan sebelum praktek. Dalam menyampaikan  teori, pengabdi menunjukkan komponen-komponen     yang  dijelaskan   beserta  prinsip  kerjanya.  Disamping   itu peserta  memberikan   penjelasan   singkat  apa dan bagaimana  komputer  bisa bekerja.  Dalam  kegiatan  praktek,  peserta  dibimbing  agar berani  mencoba,   dengan  asumsi jika keberanian   telah ada dihati  perserta  maka untuk melaksanakan   praktek  akan dapat berjalan  dengan  lancar. Hasil  dari  kegiatan  ini adalah  telah  berhasil  dilakukan  pelatihan   dengan   dengan  materi  perawatan,   pemeliharaan    dan perbaikan  komputer  yang  sifatnya  masih  sangat  dasar. Materi  yang telah  diberikan  adalah  sebagai  berikut  : (a). Pengenalan Hard Ware, (b). Pen genal an Card (lIO monitor),  (c). Pengenalan  Setup Bios, (d). Pemasangan   alat pendukung  (disk drive, hard disk), (e). Sistem  Operasi  (DOS, LAN), dan (f). Perawatanlpemeliharaan    komputer. Kata kunci  : P3HP, Inkubator  bisnis,  SMU Kalasan