Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KONSEP ECO DESAIN PADA DESAIN MEDIA INFORMASI DIGITAL UNTUK KAMPUS ITATS Renaldy Widyo Arifanto; Ningroom Adiani
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 8 No. 1 (2020): Volume 8, No. 1, Oktober 2020
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v8i1.77

Abstract

Abstrak Kampus Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) merupakan Kampus atau institusi swasta yang berbasis teknologi yang berlokasi di kota Surabaya. Kampus ITATS dinobatkan sebagai perguruan tinggi swasta unggulan di jawa timur dan menyandang predikat Eco Campus sejak 2013. Kampus ITATS telah menyediakan beberapa media penyampaian informasi mengenai kampus seperti brosur, banner, mading, dan juga website namun media tesebut dinilai masih kurang efektif dan kurang menggambarkan kesan teknologi sebagai basis kampus ITATS. Peneliti merancang sebuah media informasi yang berbasis digital dengan mengedapankan unsur teknologi dan juga eco green yang merupakan identitas kampus ITATS. Desain media informasi berbasis digital dipilih karena sifatnya yang dinamis dan atraktif sehingga informasi yang disuguhkan menjadi lebih menarik dan modern. Dalam tahap merancang produk ini, peneliti melakukan studi kasus terhadap beberapa media informasi yang telah ada, lalu melakukan analisa berupa analisa material, warna, bentuk, penempatan, sistem, informasi, dan interface. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap pihak terkait guna memperoleh informasi yang akurat. Hasil akhirnya peneliti menciptakan desain media informasi digital yang sesuai dengan kriteria kampus ITATS. Abstract Surabaya Adhi Tama Institute of Technology Campus (ITATS) is a technology-based campus or private institution located in the city of Surabaya. The ITATS campus has been named the leading private university in East Java and holds the title of eco campus since 2013. The ITATS campus has provided a number of media for delivering information about the campus such as brochures, banners, bulletin boards, and also websites, but the media is considered ineffective and lacks an impression technology as an ITATS campus base. Researchers designed a digital-based information media by deducing elements of technology and also eco-green which is the identity of the ITATS campus. Digital-based information media design was chosen because of its dynamic and attractive nature so that the information presented becomes more attractive and modern. In the stage of designing this product, the researchers conducted a case study of several existing information media, then conducted an analysis in the form of material, color, shape, placement, system, information, and interface analysis. Researchers also conducted interviews with related parties in order to obtain accurate information. The final result is the researcher creates a digital information media design that matches the ITATS campus criteria.
PENGEMBANGAN DESAIN GEROBAK PEDAGANG KOPI DENGAN IKON TUGU ALUN-ALUN KOTA MOJOKERTO Dimas Prasetyo Dihandoko; Ningroom Adiani
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 10 No. 1 (2022): Vol.10, No. 1, April 2022
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v10i1.204

Abstract

Gerobak termasuk salah satu alat yang digunakan seseorang untuk dapat membantu melaksanakan pekerjaan. Gerobak biasanya didorong atau ditarik dan dikendalikan oleh seseorang menggunakan dua pegangan yang berada dibelakang gerobak. Akhir-akhir ini masyarakat kota Mojokerto banyak yang berjualan kopi menggunakan gerobak. Terutama pedagang yang berada di alun-alun Kota Mojokerto menggunakan gerobak sebagai transportasi untuk berjualan. Peneliti pun tertarik untuk merancang kembali desain gerobak pedagang kopi yang ada di Kota Mojokerto dengan memiliki ciri khas Kota Mojokerto dan ruang, layout yang mencukupi tata letak peralatan kopi.Ciri khas pada gerobak pedagang kopi ini menggunakan dari bentuk tugu alun-alun kota Mojokerto. Karena tugu tersebut dijuluki “Tugu Kaca Pengilon”, atau tugu kaca untuk bercermin diri dan memiliki bentuk seperti bentuk segitiga sama kaki.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan kuantitatif, yang bertujuan untuk mengeksplorasi data dari berbagai aspek, dan fakta lapangan. Dari semua data yang diperoleh peneliti. Setelah analisis selesai, para peneliti melakukan proses sintesis desain, dengan membuat desain alternatif untuk kuesioner visual yang diberikan kepada pedagang kopi. Kemudian akan dikumpulkan untuk penjumlahan pilihan desain alternatif sebagai hasil dari desain yang dipilih yang akan digunakan sebagai desain akhir yang akan diproduksi dengan mimiliki cirikhas dari Kota Mojokerto. Kata kunci: Pengembangan Desain, Desain, Gerobak Kopi, Pedagang Kopi, Peralatan Kopi
PENERAPAN SISTEM JOINING TAS TANGAN WANITA PADA LAMINASI BAMBU APUS DENGAN KETEBALAN 5-7mm. Ningroom Adiani; Yuni Ni’ami
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan bambu apus selain dengan metode anyam ada pula dengan cara laminasi. Metode laminasi dilakukan dengan cara merekatkan bambu dengan bambu dengan lem, kemudian ditekan dengan alat dan cetakan. Hasil laminasi banyak digunakan untuk produk mebel, interior dan alat makan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan laminasi bambu untuk mendesain sebuah produk tas wanita. Beberapa sistem sambungan laminasi bambu apus dicoba dan diteliti, agar dapat digunakan pada sistem sambungan pada produk tas wanita tersebut. Teknik atau cara-cara penyambungan yang tepat dan estetik diharapkan dihasilkan dari penelitian ini. Metode penelitian eksperimen dilakukan untuk menghasilkan sambungan antara bambu laminasi dengan bambu laminasi, bambu laminasi dengan kain sintetis, dan bambu laminasi dengan asesoris tas. Desain tas tangan wanita dengan gaya casual dijadikan acuan macam-macam sambungan yang harus dihasilkan. Hasil dari penelitian berupa berbagai teknik sambungan pada produk tas wanita yang menonjolkan estetika laminasi bambu apus, mudah dipadupadankan dengan bahan tas lainnya, tas tetap nyaman digunakan, dan dapat dipadukan dengan asesoris tas wanita.
DESAIN RAK BUKU BERBENTUK PEPOHONAN PINUS DARI JANGGEL JAGUNG DAN RESIN POLIMER Ningroom Adiani
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 5 No. No. 1 (2017): Vol. 5, No. 1, Oktober 2017
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v5iNo. 1.55

Abstract

Organic waste can be as an alternative to wood material on the bookcase. Corncob is an organic waste that can be used as a material to make it. By reinforcing polyester resin on corncob board composition, the bookshelves will producing to transform by pine trees. This form is taken to try to make a bookcase composed of blunt and sharp corners, where the bookshelves generally having a 900 angle.The steps in creating a work with corncob reinforced polyester resin need to be explained and elaborated in detail. Several problems arise in the process of embodiment, among others: the technique of making the composition of corncob to be aligned board of transform by pine trees, the form of transformation is preferred to the lines, fields and textures that according to the form of pine tree/pine trees; additional construction as the reinforcement of the shape, and construction of the reinforcement to strengthen the transformer.The design method according to Gustami method that it is three stages-six steps, which will be used to realize this product. The embodiment of corncob fields with blunt and sharp corners is used to obtain the shelves of transformation of pine trees. Some techniques of connection in wood are also used in this material, because of the resemblance of corncob material with the wooden.This product is expected to inspire design for other furniture products. The angled shape of the board other than the elbows on the bookshelf can be used as a reference to be developed in a subsequent study, that will improve the use of corncob and polyester resin matters.
DESAIN DISPLAY MERCHANDISE IDOL GROUP KOREA TWICE Ahmad Nur Rizky Firmansyah; Ningroom Adiani
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 9 No. 2 (2021): Vol. 9, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v9i2.171

Abstract

The development of South Korean culture is currently very popular among teenagers, women or men. K-Pop Group Twice is one of the results of South Korean culture. Twice Group K-Pop fans also want to have idol-themed goods. Every collection owned by collectors is always exhibited or sold at local Twice Group K-Pop events. At the event, displays are used for promotional media for collection products to be sold. Based on this, facilities are needed to facilitate collectors in product promotion media in the form of booths or display collections of products that can be used during events. The research method used to find data, used a mix of qualitative and quantitative methods, namely observing in various places related to display design, and conducting interviews with several members of the k-pop idol group community and collectors. In analyzing the design analysis used, the order of analysis is as follows: needs analysis, space analysis, display analysis, ergonomics analysis, anthropometric analysis, arrangement analysis, placement analysis, shape analysis, color analysis, system analysis, material analysis, and finishing analysis. which is on the display design for the placement of the collector's merchandise collection. The results of the analysis show that the product has an elegant design concept and displays the shape of the characteristics that the k-pop idol Twice always brings. This display can make it easier for visitors when they want to find a collection of merchandise at events and the display can also be used at home as a placement for other collectors' collections.
DESAIN DISPLAY PAMERAN FESYEN DI MOJOKERTO (STUDI KASUS: UMKM AKSESORIS DI MOJOKERTO) Muhammad Khabibun Nuzul; Ningroom Adiani
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 10 No. 1 (2022): Vol.10, No. 1, April 2022
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v10i1.205

Abstract

Pameran menjadi sarana salah satu strategi pemasaran yang sedang marak di selenggarakan oleh badan-badan atau instuisi kreatif dan banyak peminatnya di masyarakat, display atau penataan barang dagangan harus diperhatikan dan dibuat semenarik mungkin. Display merupakan sarana atau alat untuk memamerkan berbagai macam barang, peserta pameran mengalami kesulitan dalam membawa display, karena ukuran dan volume sehingga display sangat berat, tidak praktis dan membutuhkan ruang yang luas saat membawanya. Dalam display pameran seringkali tidak terdapat tempat penyimpanan untuk produk yang akan dipamerkan. Maka diperlukan desain display yang dapat menyimpan produk sehingga praktis, mudah dibawa, mudah di bongkar pasang dan tidak memakan tempat. Untuk memperoleh data yang valid, peneliti melakukan observasi ke tiga tempat atau tiga UMKM Sazky Collection, UMKM Griya WanQi, dan UMKM Malika Aksesoris. Selain itu, peneliti melakukan kuisioner untuk mengetahui keinginan dari orang yang bukan peserta pameran. Hasil penelitian menghasilkan display baru untuk memenuhi kebutuhan UMKM. Desain display yang baru dibuat sesuai kebutuhan UMKM yang lebih praktis, mudah dibawah, mudah dibongkar pasang, dan tidak memakan tempat. Kata kunci: Desain, Display, Pameran, UMKM
De Stijl Style Board Design Of Waste Processing Of HDPE and LDPE Plastic Bags Ningroom - Adiani; Andina Rizky Fitri
Jurnal IPTEK Vol 26, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2022.v26i1.2951

Abstract

The classification of plastic bag waste made from HDPE and LDPE is based on colour obtained white and black in dominant quantities in addition to red, blue, yellow, and others. Through the experimental method, heating on a gas stove at a temperature of 40-700C can melt the plastic bag waste. Heating is done to meet the trash so that it can be manually moulded into various geometric shapes. Selection of the optimal shape and size of the mould is needed to realize the geometric board shape. De Stijl's style in Piet Mondrian's 2D work is used as the basis for composing the printed composition. The design method is used to realize the arrangement into a geometric board shape with a colour composition in De Stijl's modernism style. The boards will be resin reinforced by the FRP method. The board is used to make stool products, pegboards and corner tables.