Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Gambaran Asam Urat Pada Lansia Di Wilayah Kampung Selayar Kota Makassar Muhammad Nasir
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.835 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.842

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena pada umumnya yang sering terserang asam urat adalah seseorang yang sudah lanjut usia karena telah terjadi penurunan fungsi dari berbagai organ-organ tubuhnya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran asam urat pada lansia laki-laki dan lansia perempuan yang memiliki hormon berbeda. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu yang bersifat deskriptif yang menggambarkan kadar asam urat pada lansia. Sampel dalam penelitian sebanyak 20 sampel, 10 sampel lansia laki-laki dan 10 sampel lansia perempuan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kadar asam urat pada lansia laki-laki lebih tinggi yaitu (7,73 mg/dl) dibandingkan nilai rata-rata kadar asam urat pada lansia perempuan yaitu ( 7,24 mg/dl). Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa lansia laki-laki memiliki kadar asam urat lebih tinggi dibandingkan lansia perempuan. Berdasarkan kesimpulan di atas maka disarankan untuk mengatur pola makan, mengurangi makanan tinggi purin, mengonsumsi banyak karbohidrat, mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air. Serta institusi terkait agar melakukan penyuluhan tentang asam urat. Dan bagi peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan asam urat dengan penyakit lainnya seperti diabetes mellitus, jantung, gangguan ginjal, dan oesteoporosis.Kata kunci: asam urat, lansia
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR TIMBAL (PB) DAN BESI (FE) DALAM DARAH PETUGAS PARKIR RUANG TERBUKA DENGAN RUANG TERTUTUP Muhammad Nasir
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.982 KB) | DOI: 10.32382/mak.v1i1.196

Abstract

Timbal (Pb) danBesi (Fe) adalah unsure logam berat yang terdapat dalam kerak bumi, menyebar melalui aktivitas penambangan, kegiatan industri, emisi  kendaraan dan sebagainya lalu masuk kedalam system biologi mahluk hidup. Paparan akan Timbal (Pb) dan tidak dibanding dengan asupan zat Besi (Fe) yang cukup dapat mengakibatkan munculnya bebrbagai penyakit kronis, seperti Epilepsi, halusinasi, Anemia Defisiensi Besi, dll. Pemeriksaan terhadap petugas parker dilatarbelakangi karena mereka salah satu bidang pekerjaan yang beresiko terhadap paparan logamberat. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan alat SSA (Spektrofotometer Serapan Atom) guna mengetahui kadar paparan Timbal (Pb) dan Besi (Fe) dalam darah petuga sparkir yang nantinya akan dibandingkan antara petugas parker ruang terbuka dan ruang tertutup. Penelitian ini melalui tahap laboratory research dan menggunakan sebanyak 12 sampel (terbagi dua berdasarkan penempatan petugasparkir). Jenis penelitian ini yaitu adalah studikomparatif yang kemudian diolah dengan menggunakan uji statistic Uji T Dua Sampel Berbeda (Independent) dengan tingkat kemaknaanα = 0,05. Berdasarkan hasil uji statistic diperoleh kadar Timbal (Pb) sebesar 0.587116173 dan kadar Besi (Fe) sebesar 0.25529958. Seluruh nilai statistic Sig. (2-tailed) > nilai kemaknaan antara petugas parker ruang terbuka dengan ruang tertutup, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak adanya perbandingan kadar Timbal (Pb) dan Besi (Fe) dalam darah petugas parker ruang terbuka dengan ruang tertutup.
Identifikasi Sakarin pada Kue Buroncong yang Dijual di Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Muhammad Nasir; Faisal idris
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 9, No 2 (2018): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.319 KB) | DOI: 10.32382/mak.v9i2.685

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya produsen makanan yang masih menggunakan bahan  tambahan makanan seperti sakarin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya sakarin pada kue buroncong yang dijual di Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Sakarin merupakan golongan bahan tambahan makanan yang diizinkan oleh Permenkes RI no.722/Menkes/Per/IX/88 untuk digunakan dalam makanan, namun apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan manusia diantaranya tumor pada otak, multiple sklerosis, epilepsi, sindrom kelelahan kronis, parkinson, lupus, alzheimer, cacat mental, limfoma, kelainan pada kelahiran anak, dan bahkan diabetes. Jenis penelitian ini bersifat observasi laboratorik. Sampel yang digunakansebanyak 5 sampel dan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 27-28 juli 2016 di Laboratorium Kimia Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan dapat disimpulkan bahwa semua sampel yang telah diperiksa tidak mengandung sakarin
DETEKSI DINI MYCOBACTERIUM LEPRAE PADA KONTAK SERUMAH PENDERITA PENYAKIT KUSTA PASCA MENJALANI PENGOBATAN Mutmainna Mutmainna; Mursalim Mursalim; Muhammad Nasir; St Hadijah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1786

Abstract

Tingginya angka insidensi kusta pada orang-orang kontak serumah hampir sepuluh kali dibanding mereka yang tidak kontak serumah. Pada mereka yang kontak serumah dengan penderita penyakit kusta mempunyai resiko lebih tinggi tertular. Kontak sekali saja atau beberapa kali kontak dengan penderita kusta, orang tersebut dapat saja tertular penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan Mycobacterium leprae pada hasil pewarnaan kontak serumah penderita kusta pasca menjalani pengobatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasi laboratorium dengan pendekatan deskriptif yakni melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui adanya Mycobacterium leprae pada hasil pewarnaan sediaan kontak serumah penderita Penyakit Kusta Pasca Menjalani Pengobatan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 40 sampel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat puluh  empat  (40)  sampel yang diperiksa,  tujuh  (7) diantaranya positif BTA sedangkan  tiga puluh tiga (33) yang lainnya negatif BTA. Hasil pemeriksaan basil tahan asam pada deteksi dini Mycobacterium leprae pada kontak serumah penderita penyakit kusta dengan hasil negative yaitu 82,5 %, 1+ yaitu 15 %, dan 2+ yaitu 2,5 %, oleh karena itu perlunya peningkatan kegiatan penyuluhan tentang kusta. Kontak fisik (Serumah) dengan penderita perlu diminimalkan.  Hygiene perorangan seperti menjaga kebersihan tempat tidur perlu ditingkatkan dan sanitasi rumah perluh dipertimbangkan kebersihannya. Kata Kunci : Mycobacterium leprae, Kusta
PENGARUH VARIASI VOLUME PENGGUNAAN REAGENSIA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH METODE GOD-PAP (GLUKOSA OXIDASE PEROKXIDASE AMINOANTIPYRINE PHENOL) Muhammad Nasir; A Rasdiana
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.043 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i1.981

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang pada metode pemeriksaan yang tidak sesuai dengan prosedur pemeriksaan yang ada, salah satunya adalah pemeriksaan glukosa darah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh Variasi Volume penggunaan Reagensia pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP( Glukosa Oxidase Peroksidase Aminoantypyrine Phenol).Penelitian ini bersifat ekperimen semu dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu  Accidental sampling dengan besar sampel 9 sampel.Data disajikan dengan uji Anova.Hasil analisa data dengan menggunakan uji Anova diperoleh Fhitung(6,74 ) > Ftabel (3,40),sehinggah dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Variasi penggunaan reagensia pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP.Untuk melakukan pemeriksaan glukosa darah variasi volume reagen warna harus tepat,tidak boleh ada pengurangan volume reagen.Kata Kunci  : Variasi Volume Penggunaan Reagensia, Pemeriksaan Glukosa Darah
IDENTIFIKASI Staphylococcus aureus PADA PANGSIT GORENG YANG DIJUAL DI DAERAH SUDIANG KOTA MAKASSAR Syamsuryani Alam; Mujahidah Basarang; Muhammad Nasir
Jurnal Medika Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.055 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i1.148

Abstract

Pencemaran pada pangsit goreng dapat berasal dari awal proses pembuatan sampai pada penyajiannya. Tangan yang mengandung Staphylococus akan mengkontaminasi makanan dan alat yang tersentuh pada saat pengolahan dan penyajian. Staphylococcus aureus pada Pangsit goreng dapat menyebabkan infeksi didalam organ tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri Staphylococcus aureus pada pangsit goreng yang dijual di daerah Sudiang kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan ialah analisa kualitatif, sampel Pangsit goring diambil menggunakan teknik accidental sampling. Tahapan penelitian dimulai dari pengambilan sampel yang dari 5 pedangang pangsit goreng yang dijual di daerah sudiang kota Makassar, kemudian dilanjutkan dengan tahap identifikasi. Hasil penelitian dari 5 sampel sebanyak 2 sampel yang positif mengandung Staphylococcus aureus. Dapat dilihat pada media MSA memiliki koloni yang kecil-sedang bewarna kuning yang dikelilingi oleh zona warna kuning, Bakteri gram (+) warna ungu, pada media TSIA dasar dan lerengnya bewarna kuning yang menunjukkan bahwa TSIA dapat menfermentasikan karbohidrat, pada Uji katalase (+), berdasarkan dari penelitian ini adalah sebanyak 2 sampel pangsit goreng yang (+).