Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI EKSTRAK TEH HIJAU TERHADAP MUTU ES KRIM BENGKUANG (Pacharryzus erosus, L) Sahadi Didi Ismanto; Aisman Aisman; Carmelita Puteri Reyadha
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.635 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.79-85.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan ekstrak teh hijau terhadap mutu es krim bengkuang dan mengetahui mutu es krim bengkuang yang dihasilkan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboraturium Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Kemudian jika berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Perlakuan penelitian ini adalah penambahan ekstrak teh hijau dengan berbagai konsentrasi (A= 5%, B= 7,5%, C= 10%, D= 12,5%, E= 15%). Hasil penelitian menujukkan bahwa penambahan ekstrak teh hijau terhadap es krim bengkuang memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap kadar gula, total padatan terlarut, overrun dan daya leleh. Namun berbeda sangat nyata terhadap kadar protein, kadar lemak dan aktivitas antioksidannya. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan Penambahan Ekstrak Teh Hijau Konsentrasi 5% adalah produk terbaik yang dapat diterima oleh panelis dengan persentase rasa 55%, aroma 40%, warna 45% dan tekstur 40%. Karakteristik dari perlakuan A adalah kadar gula 9,17%, kadar protein 8,32%, kadar lemak 8,36%, kadar padatan terlarut 16,29%, aktivitas antioksidan 35,38%, overrun 27,38%, daya leleh 5,9 menit.
KARAKTERISASI MUTU YOGHURT DARI BEBERAPA TINGKAT CAMPURAN SUSU SAPI DENGAN EKSTRAK SELADA AIR (Nasturtium officinale, R.Br) Aisman Aisman; Tuty Anggraini; Melisa Zahra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.328 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.2.187-195.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan campuran susu sapi dengan ekstrak selada air terhadap kualitas yoghurt yang dihasilkan. Yoghurt difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophillus dan Streptococcus thermophillus. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu; A (tanpa penambahan ekstrak selada air), B (campuran 90% susu dan 10% ekstrak selada air), C (campuran 80% susu dan 20 % ekstrak selada air), D (campuran 70% susu dan 30% ekstrak selada air) dan E (campuran 60% susu dan 40% ekstrak selada air). Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil peneltian menunjukan bahwa penambahan ekstrak selada air berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri asam laktat, angka lempeng total, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, aktivitas antioksidan, viskositas, kadar kalsium dan kadar fosfor serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, konsistensi dan penampakan), tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap total padatan, nilai pH, dan total asam laktat yoghurt yang dihasilkan. Produk terbaik berdasarkan uji organoleptik adalah perlakuan B dengan nilai rata-rata warna 3,85; aroma 3,50; rasa 4,30; konsistensi 4,25 dan penampakan 3,75, serta memiliki kandungan protein 3,245%, lemak 18,163%, kadar abu 0,676%, total padatan 12,982%, nilai pH 4,5; total asam laktat 13,170%, aktivitas antioksidan 8,026%, viskositas 1.355,333 cP, kandungan kalsium 21,017 mg/l, kandungan fosfor 5,533 mg/l, BAL 2,4 x 108 cfu/g.
STUDY OF THE POTENTIAL DEVELOPMENT OF BIOMASS BASED ELECTRICITY BAMBOO Aisman Aisman
Jurnal Agroindustri Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroindustri.6.2.65-72

Abstract

The purpose of this research was to calculate the level of public access to electricity, the number of districts that have not been electrified, searching for the cause of the electrical limitations, analyze the potential development of biomass-based electricity bamboo. This research was conducted by collecting and analyzing secondary data (exploratory). The results showed that an area where the level of public access in the Mentawai Islands to electricity is still low at 21.7%, while the average of West Sumatra has reached 73.5%. There are three districts that have not been electrified the District Siberut Southwestern, Central and Siberut Siberut West. Cause limitation is the limited electrical power supplied by PLN because they rely on diesel power and the difficulty of distributing electricity for people living in remote locations and lack of infrastructure. The development of biomass-based power relative bamboo suitable to be developed in this area, because of the development of the bamboo plant is feasible, and supported by land suitability and size of the area that can be planted. Electrification technology-based biomass (bamboo) can be applied to spots or per region around the bamboo plants are developed.
PENYULUHAN, PELATIHAN, DAN PERAGAAN PROSES PENGOLAHAN KENTANG MENJADI BERBAGAI PRODUK PANGAN KOMERSIL Rini B; Fauzan Azima; Kesuma Sayuti; Novelina Novelina; Rina Yenrina; Novizar Nazir; Tuty Anggraini; Hasbullah Hasbullah; Aisman Aisman; Daimon Syukri; Diana Sylvi; Purnama Dini Hari; Ismed Ismed; Cesar Welya Refdi; Wellyalina Wellyalina; Felga Zulfia Rasdiana; Reni Koja
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.248-252.2021

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas Padang ini bekerja sama dengan mitrayaitu Pondok Pesantren Dr M Natsir di Batu Bagiriak Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Lokasi kegiatan pengabdian merupakan pondok pesantren yang mana di lingkungan sekitar kaya akan hasil pertanian dan perkebunan. Salah satu komoditi yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat sekitaran pondok pesantren adalah kentang. Tanaman kentang ditanam masyarakat di pinggiran kebun atau di pekarangan rumah, tanaman ini tumbuh subur dan berproduksi cukup tinggi di daerah ini. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah 1) Umumnya kentang hanya dijual dalam bentuk mentah, pengolahan yang umum dilakukan masyarakat setempat hanya sekedar direbus atau digoreng saja dengan campuran dengan cabe merah, 2) Kurangnya pengetahuan anggota kelompok dalam aspek pengolahan berbagai macam produk olahan. Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah 1) Mengevaluasi kegiatan budidaya pertanian dan perkebunan yang ada dilokasi mitra, 2) Kegiatan penyuluhan pengolahan produk olahan dari kentanguntuk meningkatkan nilai jual produk dan ekonomi petani 3) Diversifikasi produk olahan dari kentang untuk meningkatkan umur simpan produk dengan pembuatan berbagai macam produk yaitu donat frozen, stik frozen, es krim, kulit kebab, dan minuman fungsional. Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar serta tingginya antusias peserta dalam mengikuti kegiatan ini terutama pada kegiatan pengolahan produk. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi usaha mitra,dan peningkatan pendapatan mitra. Kata Kunci: Batu Bagiriak Alahan Panjang, Pertanian, Kentang, Diversifikasi, Wirausaha
INTRODUKSI ALAT PENGERING DAN PRODUK OLAHAN JAGUNG DI NAGARI SIMPANG, KEC. SIMPANG ALAHAN MATI, KAB. PASAMAN Ismed Ismed; Daimon Syukri; Aisman Aisman; Cesar Welya Refdi; Wellyalina Wellyalina; Felga Zulfia Rasdiana; Kesuma Sayuti
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1752.563 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.89-97.2020

Abstract

Kecamatan Simpang Alahan Mati merupakan salah datu dari 12 Kecamatan yang ada di Kab. Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Usaha pertanian yang ada di Kecamatan Simpang Alahan Mati adalah pertanian jagung. Kabupaten Pasaman ditetapkan sebagai sentra tanaman jagung, produktifitas tanaman jagung setiap tahunnya semakin meningkat. Hasil panen jagung kebanyakan dijual oleh petani dalam kondisi basah tanpa melalui proses pengeringan meskipun harga jagung kering jauh lebih mahal dari pada jagung basah. Hal ini karena pengeringan jagung dilakukan hanya mengandalkan sinar matahari secara langsung sehingga akan menjadi kendala apabila musim hujan. Oleh karena itu introduksi atau pengenalan penggunaan mesin pengering melalui penyuluhan sangat diperlukan oleh petani. Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang bersifat perishable atau mudah rusak baik karena kerusakan fisik maupun kontaminasi jamur. Selama ini, petani jagung belum mengolah jagung sebagai aneka produk olahan yang memberikan nilai tambah secara ekonomis. Pemanfaatan jagung diharapkan meningkat tidak hanya dijual sebagai bahan baku saja, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk pangan yang bernilai ekonomi seperti aneka camilan seperti tortila chips. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan tentang introduksi alat pengering dan pengolahan produk olahan jagung serta praktek pembuatan olahan jagung yaitu tortilla chips. Kegiatan ini diharapkan mampu memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan pasca panen dan kemampuan dalam pengolahan aneka produk jagung. Kegiatan ini diharapkan berkokontribusi dalam peningkatan pendapatan bagi keluarga dapat melalui unit-unit usaha rumah tangga yang mampu memproduksi produk olahan jagung untuk meningkatkan ekonomi petani jagung. Kata kunci: Jagung kering, Metode pengeringan, Pascapanen, Produk olahan ABSTRACT Simpang Alahan Mati sub-district is one of 12 sub-districts, Pasaman, West Sumatra Province. The existing farming in Simpang Alahan Mati District is corn farming. Pasaman as one of the center of corn plants, the productivity of corn plants increases every year. The corn crop is mostly sold by farmers in wet conditions without going through a drying process even though the price of dry corn is much more expensive than wet corn. This is because corn drying is done only by relying on direct sunlight so that it will become an obstacle when the rainy season. Therefore, the introduction or introduction of the use of drying machines through counseling is needed by farmers. Corn is one of the agricultural commodities that are perishable or easily damaged either due to physical damage or fungal contamination. During this time, corn farmers have not processed corn as a variety of processed products that provide added value economically. Utilization of corn is expected to increase not only as raw material, but can be processed into various food products of economic value such as various snacks such as tortilla chips. The results of this community service activity are counseling about the introduction of dryers and processing of processed corn products and the practice of making corn preparations, namely tortilla chips. This activity is expected to be able to empower the community through increased post-harvest knowledge and ability in processing various corn products. This activity is expected to contribute to increasing income for families through household business units that are able to produce corn processed products to improve the economy of corn farmers. Keywords: Dried corn, Drying method, Post-harvest, Processed product
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA TANAMAN UBI-UBIAN DENGAN APLIKASI KOMPOS LIMBAH PERTANIAN DAN TEKNOLOGI PENGOLAHANNYA Warnita Warnita; Nalwida Rozen; Aisman Aisman
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 24 No 1 (2017): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Balai Gadang merupakan daerah yang potensial untuk pengembangan tanaman ubi-ubian.Tanaman ubi-ubian (ubi kayu dan ubi jalar) merupakan sumber pangan potensial yang banyak digunakan digunakan masyarakat. Permintaan terhadap ubi-ubian dalam jumlah banyak dan terus meningkat setiap tahun. Oleh karena itu perlu peningkatan produktivitasnya. Tujuan dari KKN-PPM ini adalah untuk mendorong empati mahasiswa, dan dapat memberikan sumbangsih bagi penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat dengan mengaplikasikan hasil-hasil penelitan untuk meningkatkan hasil ubi-ubian (ubi kayu dan ubi jalar). Metode yang diterapkan melalui pendekatan terhadap masyarakat petani, pemuka masyarakat dan kelompok pengolah hasil dengan menumbuhkan dan memotivasi kelompok tani sehingga program KKN – PPM ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kegiatan yang dilakukan adalah : 1) penyuluhan, 2) pelatihan dan 3) demontrasi/ percontohan aplikasi kompos pada budidaya ubi jalar dan ubi kayu di lahan petani 4) pembuatan aneka produk olahan ubi kayu dan 5) Pengemasan produk. Hasil yang dicapai dari kegiatan program KKN-PPM ini adalah : 1) Meningkatnya kepedulian dan empati mahasiswa terhadap permasalahan ekonomi, sosial dan budaya sehingga dapat meningkatkan pendapatan warga masyarakat; 2) Terjadinya kemitraan antar mahasiswa yang memiliki berbagai keterampilan dan teknologi sehingga dapat terwujud kerjasama yang baik untuk memberdayakan masyarakat dalam budidaya ubi-ubian dan pengolahannya; 3. meningkatnya pengetahuan dan teknologi di kalangan masyarakat pembudidaya dan pengolah ubi-ubian serta perbaikan kemasan sehingga dapat meningkatkan daya jual. 4. Adanya respon positif yang diberikan warga masyarakat berupa partisipasi aktif dan antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir pelaksanaan.