Hanafi Saputra
Universitas PGRI Sumatera Barat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REJECTION PENGGUNAAN ATBM DAN ATBMTT DALAM PEMBUATAN SONGKET PANDAI SIKEK Hanafi Saputra
SOCIUS Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v5i1.109

Abstract

Abstrak Pandai Sikek merupakan sentral produksi songket terkemuka di Sumatera Barat. Songket Pandai Sikek yang tergolong berkualitas tinggi tersebut dibuat menggunakan alat tenun tradisional yang dikenal dengan panta. Meskipun bisa menghasilkan songket yang berkualitas, namun panta memiliki keterbatasan-keterbatasan, antara lain: proses bertenun yang membutuhkan waktu lama, tingginya resiko kesalahan, dan sebagainya. Dihadapkan pada keterbatasan itu, Pemerintah Pusat melalui Departemen Perindustrian RI memperkenalkan alat tenun baru, yaitu ATBM, serta ATBMTT yang merupakan produk beberapa pengrajin (penenun) setempat. Hanya saja kedua peralatan baru itu (ATBM & ATBMTT) ditolak kehadirannya oleh penenun setempat, buktinya lebih dari 98% penenun tetap menggunakan panta.Hasil penelitian menunjukan, bahwa penenun menolak (rejection) ATBM dan ATBMTT sebagai pengganti panta adalah sebagai berikut: (1) keterbatasan informasi tentang esensi ATBM & ATBMTT sebagai alat inovasi; (2) tingginya kerumitan dan keterbatasan alat inovasi; (3) rendahnya kualitas produk ATBM dibandingkan produk panta sehingga harga jual produk rendah; (4) khusus ATBMTT, adanya hambatan agen pembaru (keengganannya untuk menyebarkan ATBMTT kepada penenun lain); dan, (5) adanya nilai sistem yang tertanam dalam diri adopter (penenun). Nilai sistem tersebut yaitu pemahaman tentang menenun merupakan keterampilan sakral dan identitas serta jati diri sebagai orang Pandai Sikek.
Field of Struggle Platform Millennial Lokal Kota Padang Panjang di Tengah Krisis Pandemi Covid-19 Hanafi Saputra
SOCIUS Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v7i2.231

Abstract

Artikel ini menjelaskan peran millennial lokal Padang Panjang berjuang dalam ranah sosial. Hal itu terkait geliat agen sosial dalam merespon kemunculan anomaly di tengah masyarakat akibat keberadaan pandemi Covid-19 khususnya di Kota Padang Panjang. Aktifitas yang biasanya dapat dilakukan masyarakat di ruang publik dengan bebas, seketika bergeser hanya dapat dilakukan dalam batas ruang privat. Aktifitas perkantoran, pendidikan, keagamaan dan juga perekonomian hanya bisa dilakukan dalam ruang lingkup terbatas. Berbagai pro kontra, ketegangan dan juga kesenjangan tidak dapat dihindari, semua disebabkan keterbatasan akses dan distribusi kapital yang berbeda di tengah masyarakat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi literatur. Berpijak pada perspektif Bourdieu, maka diketahui bahwa dengan mengakumulasi berbagai capital yang dimiliki para agen, lahirlah platform e-commerce bernama Sayurmayur.id berbasis android sebagai bentuk dari field of straggle millennial local menjawab tantangan dan krisis di tengah pandemi. Keberadaannya turut menjadi solusi dan alternatif bagi masyarakat dalam menghadapi pandemi. Selain itu, Sayurmayur.id berkontribusi dalam proses memutus penyebaran virus, sebab secara tidak langsung dapat terwujudnya physical distancing. Selain itu juga mampu menjaga sistem perekonomian masyarakat agar tetap berjalan khususnya untuk keperluan pangan sehari-hari dalam masa pandemi di daerah Padang Panjang.
PELATIHAN PEMBUATAN KERAJINAN DAUR ULANG SAMPAH DI BANK SAMPAH SRI REJEKI KELURAHAN BENDA BARU KECAMATAN PAMULANG TANGERANG SELATAN Irwan Irwan; Mirza Shahreza; Yenni Melia; Tantry Widiyanarti; Hanafi Saputra; Ahmad Hidayah
Indonesian Collaboration Journal of Community Services Vol. 2 No. 2 (2022): Indonesian Collaboration Journal of Community Services
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/icjcs.v2i2.65

Abstract

So far, the waste problem has not been resolved. Environmentally unfriendly behavior, public awareness and participation about waste management is still low. This service aims to conduct training in the manufacture of waste recycling crafts at the Sri Rejeki waste bank, Benda Baru Village, Pamulang sub-district, South Tangerang. The method used in this study started from field observations related to collecting data about communities and society as seen from the spirit of work and concern for the environment and in-depth interviews by conducting discussions with the participants. Then do a direct practice method to make crafts from waste products. Data analysis uses data presentation techniques and conclusions. The results of this service show that participants in the training are more enthusiastic and highly motivated because they get enlightenment about waste recycling. Besides that, participants have a higher level of concern for protecting the environment and obtaining results to be exchanged into use value (money). Participants can gain knowledge about strategies in waste flow from customers as waste management management