Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Proses Recall Pengetahuan Oleh Siswa Autis pada Pemecahan Masalah Biologi Muhammad Eka Setiawansyah; Aprizal Lukman; Kamid Kamid
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 4 No. 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.1 KB) | DOI: 10.22437/jmpmipa.v4i1.2361

Abstract

The research aimed to describe the knowledge recall process of the autism student. The subject of this research is a single subject at junior high school autism student (AS), appropriate to the aim of the research. Data collecting by interview and modified thinking aloud method. The result shows that AS be able to find out and to understand problems and recalling data or information appropriately, correctly, and consistently. AS mentioned the conditions that must be fulfilled in order to conduct the problem solving strategy steps. Problem solving steps are conducted systematically to the end of problem solving process through written or oral recall process.
KAJIAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU MENYUSUI PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI KELURAHAN SOLOK SIPINKECAMATAN TELANAIPURA Efni Roza Julia L; Aprizal Lukman; Evita Anggereini
BIODIK Vol. 3 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.327 KB) | DOI: 10.22437/bio.v3i1.4881

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku ibu primigravida dalam menyusui bayinya di Kabupaten Telanaipura. Untuk mengukur tingkat pengetahuan primigravida yaitu dengan menggunakan uji objektif dengan pilihan jenis pilihan ganda sebanyak 20 item, dan untuk mengukur perilaku primigravida laktasi dengan menggunakan pedoman wawancara sebagai 6 pertanyaan dengan responden yaitu 15 primigravida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, manfaat menyusui dan cara menyusui kanan memiliki tiga kategori yaitu persentase tinggi yaitu 33,33%, sedangkan persentase 13: 33% dan menurunkan persentase 53,33%, sedangkan untuk perilaku ibu menyusui termasuk pada kategori makan aktif Namun, ibu menyusui masih banyak melakukan kesalahan 33% ibu selama menyusui dan 93% ibu masih menyusui pada satu posisi sehingga keterikatan areola dengan mulut bayi tidak baik karena ASI dikeluarkan juga tidak optimal. Untuk menjaga kesehatan 25% ibu mencuci tangan sebelum menyusui, dan 80% ibu tidak membersihkan puting susu setelah menyusui. Faktor lain yang mempengaruhi ibu adalah kurangnya minat baca buku atau referensi tentang bagaimana menyusui baik dan benar, serta kurangnya sosialisasi petugas kesehatan tentang cara menyusui dengan benar.
IMPLEMENTASI METODE BRAINSTORMING UNTUK MENGANALISIS PENGETAHUAN SISWA MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Ervan Johan Wicaksana; Aprizal Lukman
Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jipb.v1n2.p24-30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan kesehatan reproduksi pada mata pelajaran Biologi siswa SMA menggunakan metode Brainstorming. Penelitian dilaksanakan di SMAN 10 kota Jambi di bulan Februari 2020 dengan penelitian kualitatif. penelitian sebanyak 30 siswa kelas XI IPA. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, dan wawancara. Hasil akhir dari validator instrumen adalah 87,5% dengan kategori œsangat baik dan sudah layak digunakan. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan N-gain dapat diketahui bahwa hasil pre-test yaitu 57,16 dan post-test yaitu 77,50. Rata-rata nilai N-Gain dari hasil pre-test dan post-test yang termasuk kedalam kriteria sedang. Respon sangat baik diberikan siswa terhadap metode brainstorming yang digunakan pada saat menyampaikan materi kesehatan reproduksi. Persentase respon siswa mengenai keterlaksanaan metode brainstorming sebesar 87,25%. Sehingga dapat dikatetahui metode brainstorming cukup efektif dan membantu dalam menyampaikan materi tentang sistem reproduksi terutama pada materi kesehatan reproduksi
Mekanisme Regenerasi Anggota Tubuh Hewan Aprizal Lukman
Biospecies Vol. 2 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morphogenetic process of ontogenetic cycle is the destruction model of certain systemthat had been developed in advanced. An animal organism occupy an ability to fix its own hurtextensively due to natural or physical accident on experiment.
Evolusi Sel Sebagai Dasar Perkembangan Makhluk Hidup Saat ini Aprizal Lukman
Biospecies Vol. 1 No. 2 (2008)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding the cell biology evolution theory is very important in studying recent creature developmentlately. Basically, creature evolution theories argue that animal, plant as well as human has been well developing fromvery simple forms. So far, Cell has been treated as unique structural and functional unit. Cell is also the smallestcreature heredity unit
Mekanisme Dan Regulasi Hormon Glukokortikoid Pada Manusia Aprizal Lukman
Biospecies Vol. 1 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glukokortikoid Hormone is produced by adrenal gland which is located at the end point of kidney anterior.This hormone contains 21 carbon atoms mainly aimed to boost up glukoneogenesis process. In human body,this hormone is usually called kortisol which is generated in fasciculate and glumerulosa zones
Peran Hormon Dalam Metamorfosis Serangga Aprizal Lukman
Biospecies Vol. 2 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pasca lahir dari beberapa hewan terjadi secara langsung dan tidaklangsung. Perkembangan secara langsung ini melibatkan semacam perpanjangan periodapertumbuhan yang mungkin berlangsung dengan lancar dan cepat Sebagai contoh, antara lain darikelompok mamalia dan aves. Perkembangan tidak langsung adalah melalui satu atau lebih tadiumlarva, sebelum mencapai keadaan dewasanya. Salah satu contoh kelompok hewan yang melakukanperkembangn secara tidak langsung yaitu serangga. Semua proses perkembangan ini diatur olehhormon.
Proses Berpikir Kreatif Siswa Tipe Sekuensial Abstrak dan Acak Abstrak pada Pemecahan Masalah Biologi Herlina Herlina; Aprizal Lukman; Maison Maison
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 5 No. 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmpmipa.v5i1.2851

Abstract

The aim of the research is to describe the creative thinking process of abstract sequential and abstract random type-students in solving biological problem. The research conducted on two subjects that had differences in the type of the thinking that is abstract sequential type-student (STBSA) and abstract random type-student (STBAA) at Attaufiq Senior High School Jambi city. The data were selected according to the purpose of research. The data was collected by interviewing and modified think  aloud method. Data was analyzed by process of creative thinking frame work based on Polya’s problem solving steps. The over all results of the study concluded that the process of STBSA’s creative thinking conducted sequentially from the first stage to the last stage. The data which obtained according to problem-solving strategies and the steps in solving problems. The indicators of creativity are notified in the form of fluency, flexibility, originality, and the detail of biological solving  problems. While STBAA, the steps of creative thinking process is done randomly and not sequentially. The results of the problem solving which conducted is not be conviced because STBAA used more insight, imagination and logic. Then, in terms of creativity, the flexibility of STBAA is not appropriate to the indicator to solve problems because only applying one method of complishment, doesn’t have capability to produce a variety of ideas to implement the problem solving and not able to present a concept in different ways during biological problems solving. STBSA precisely solves the problem exactly, because it believes in the results of the thinking, as well as maintaining the criticality in the process of biological solving problems. While STBAA is less precise in solving problems due to the less of the self-confidence, less critical and contented easily in the process of solving biological problems.