Baiq Elbadriati
Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLIKASI NILAI-NILAI ETIKA PADA BISNIS PERSPEKTI F AL-QUR’AN DAN AL-HADITS Baiq el-Badriaty
JURNAL PROFIT Vol 2, No 1 (2018): Islamic Business Ethics and Globalization
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/profit.v2i1.551

Abstract

Etika bisnis merupakan kajian ilmu normatif dalam khazanah keilmuan ekonomi, terlebih ekonomi Islam.Etika bisnis dalam implementasinya memiliki enam pilar antara lain tauhid, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab, keadilan dan kejujuran, sebagai solusi dalam melaksanakan kegiatan bisnis baik untuk pelaku usaha, masyarakat maupun lingkungan sekitar. Etika Islam merupakan  nilai-nilai yang disusun untuk perbuatan manusia yang telah digariskan oleh wahyu Allah SWT guna mengatur kehidupannya agar dapat mencapai tujuan keberadaannya di dunia ini dengan sebaik-baiknya.  Fungsi etika bisnis menjadikan cermin bagi para pelaku usaha untuk menjadi lebih baik atau lebih buruk. Etika bisnis Islam mengajarkan manusia untuk memiliki spirit of trust sebagaiman yang  telah dipraktekkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
KRITIK TERHADAP IMPLEMENTASI AKAD MURABAHAH DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah Kota Mataram) Baiq El Badriati
IQTISHADUNA Vol. 8 No. 2 (2017): Desemeber 2017
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.984 KB) | DOI: 10.20414/iqtishaduna.v8i2.398

Abstract

Murabahah adalah salah satu akad jual beli bernilai tijarah yangmempunyai nilai keuntungan. Akad murabahah merupakan akadyang paling populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia.Murabahah menjadi “idaman” di lembaga keuangan syariahkarena profil risiko untuk pembiyaan jenis ini cenderung lebih kecildibandingkan dengan pembiayaan yang lain seperti mudharabahdan musyarakah. Namun terdapat catatan mengenai pembiayaanmurabahah ini, di antaranya bahwa sistem margin pada pembiayaanmurabahah, mudah disalahartikan sebagai konsep “kredit syariah”oleh masyarakat awam. Di sisi lain, secara makro, pembiayaan jenisini membuat nuansa moneter menjadi lebih menonjol dibandingkansektor riil, karena pembiayaan murabahah pada umumnya bersifatkonsumtif, sehingga tidak sesuai dengan cita-cita ekonomi Islamyang menuntut keseimbangan antara sektor moneter dan sektorriil.
PELUANG DAN TANTANGAN LITERASI PASAR MODAL SYARIAH DI MATARAM Ahmad Amir Aziz; Baiq Elbadriati
istinbath Vol 18 No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.012 KB) | DOI: 10.20414/ijhi.v18i1.148

Abstract

Tingkat literasi pasar modal syariah secara nasional masih sangat minim, dibandingkan dengan literasi sektor keuangan lainnya, tidak terkecuali di daerah. Penelitian ini bermaksud menelusuri peluang yang ada dan hambatan yang muncul, dengan mengambil kasus di kota Mataram, untuk kemudian dihasilkan model literasi pasar modal syariah. Hasil studi menunjukkan, dengan berkembangnya trend syariah dan dukungan DSN-MUI dan OJK, peluang berkembangnya literasi cukup kuat. Minat investasi masyarakat dan keterlibatan aktif civitas akademika kampus, merupakan faktor penentu lainnya. Sedangkan tantangan terbesarnya adalah belum adanya persepsi yang positif di kalangan masyarakat atas keberadaan pasar modal syariah itu. Model literasi yang ada selama ini seperti sekolah pasar modal dan seminar dapat dikembangkan lagi dengan jenis dan bentuk literasi yang lebih sesuai dengan kelompok sasaran sehingga menghasilkan komunitas yang well-literated.
SONGKET SUBHANALE WEAVING PRODUCTIVITY IN FORMING THE ECONOMIC INDEPENDENCE OF SASAK WOMEN Baiq El Badriati; Nur Syam; Sirajul Arifin
istinbath Vol 20 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/ijhi.v20i2.385

Abstract

Research on the productivity of Songket Subhanale weaving in forming Sasak women’s Economic Independence was carried out because of the researchers’ interest in the reality of weaving culture in Sukarara, Central Lombok. Sukarara Village is one of the villages that is still sustainable in carrying out the authentic traditions of Sasak culture. One of them is the culture of weaving in the Sasak term “nyesek” which is done manually by hand and simple tools but has economic value and the output has a high selling potential. The above reality is scientifically studied through qualitative research with an ethnographic approach to obtain definite and academically accountable answers. Qualitative ethnographic research provides an opportunity to examine holistically and specifically, related to the behavior, attitudes and characters inherent in the weavers in their daily activities. The findings in this study refer to two things as formulated in the research problem formulation, namely: 1) The productivity of Muslim songket weavers in Sukarara in carrying out their profession as songket weavers, they are very productive, this is illustrated through several indicators, namely: increased results achieved, ability doing the job, morale, self-development, quality / quality, efficiency, and effectiveness. 2) The implications of work ethic and productivity on the economic independence of Muslim songket weavers in Sukarara have been realized through several indicators, namely: working capitalists, breadwinners/family breadwinners, having confidence in business, able to manage finances, mentally prepared for financial disturbances, creative and initiative , and partners/husbands in synergy by prioritizing mutual respect between each other and having a commitment to complement each other.
Analisis Permintaan dan Perilaku Konsumen Fintech Syariah Model Crowdfunding Lilik Rahmawati; Iqbal Tanjung; Baiq el Badriati
JURNAL PROFIT Vol 2, No 1 (2018): Islamic Business Ethics and Globalization
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/profit.v2i1.552

Abstract

Pengetahuan dan pemahaman terkait permintaan dan perilaku konsumen bagi seorang manajer atau produsen adalah hal yang sangat penting terutama di era digital. Pada tulisan ini, selain membahas tentang konsep permintaan dan perilaku konsumen penulis juga membahas terapan konsep permintaan dan perilaku konsumen pada industri fintech dalam skema crowdfunding syariah. Crowdfunding syariah adalah sebuah bisnis yang memanfaatkan platform sebagai medianya untuk pengumpulan dana sekaligus pendanaan bagi individu, kelompok atau organisasi dengan prinsip syariah. Preferensi konsumen di era digital telah mengalami pergeseran. Konsumen menginginkan kecepatan, kenyamanan, biaya yang lebih murah, dan kemudahan penggunaan layanan keuangan. Manajer atau pengusaha di bidang industri fintech dalam skema crowdfunding syariah harus mampu beradaptasi terhadap pergeseran preferensi konsumen dengan cara terus menerus melakukan inovasi
Perspective of Small Medium Enterprises in West Nusa Tenggara on export plans Riduan Mas'ud; Muhammad Azizurrohman; Khairul Hamim; Baiq Elbadriati; Supiandi Supiandi
Journal of Enterprise and Development (JED) Vol. 4 No. 1 (2022): June
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business of Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jed.v4i1.5157

Abstract

Purpose — The purpose of this study is to investigate how Small Medium Enterprises (SMEs) react to their plans to engage in export activities, particularly in the province of West Nusa Tenggara (NTB).Research method — The method used in this research is descriptive quantitative by distributing questionnaires to respondents containing multiple choice and open-ended questions.Result — This study found that the majority of SMEs have been export-oriented. They want to export for a variety of reasons, including expansion of their business network, international market demand, increased company revenues, and availability of suitable raw materials. Lack of extensive overseas markets/networks, lack of understanding of export procedures, and lack of adequate Human Resources seem to be one of the reasons given by SMEs who say NO or do not want to carry out export activities (HR).Significance/contribution/recommendation — In terms of the issues covered, this study differs from others. The majority of research focuses solely on the impact of SMEs and their export prospects. Meanwhile, the focus of this research is on SMEs' responses when it comes to organizing their product export efforts.