Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Pareto Fitness, Multiple-Population dan Temporary Population pada Algoritma Genetika untuk Pembangkitan Data Tes pada Pengujian Perangkat Lunak Maulana, Mohammad Reza; Wahono, Romi Satria; Supriyanto, Catur
Journal of Software Engineering Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : IlmuKomputer.Com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.276 KB)

Abstract

Pengujian perangkat lunak memerlukan biaya yang mahal dan sering kali lebih dari 50% biaya keseluruhan dalam pengembangan perangkat lunak digunakan dalam tahapan ini. Untuk mengurangi biaya proses pengujian perangkat lunak secara otomatis dapat digunakan. Hal yang sangat penting dalam pengujian perangkat lunak secara otomatis adalah proses menghasilkan data tes. Pengujian secara otomatis yang paling efektif dalam menekan biaya adalah pengujian branch coverage. Salah satu metode yang banyak digunakan dan memiliki kinerja baik adalah algoritma genetika (AG). Salah satu permasalahan AG dalam menghasilkan data tes adalah ketiga target cabang dipilih memungkinkan tidak ada satupun individu yang memenuhi kriteria. Hal ini akan menyebabkan proses pencarian data tes memakan waktu lebih lama. Oleh karena itu di dalam penelitian ini diusulkan integrasi pareto fitness, multiple-population dan temporary population di dalam proses pencarian data tes dengan menggunakan AG (AG-PFMPTP). Multiple-population diusulkan untuk menghindari premature convergence. Kemudian pareto fitness dan temporary population digunakan untuk mencari beberapa data tes sekaligus, kemudian mengevaluasinya dan memasukkan ke dalam archive temporary population. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan rata-rata generasi metode AG-PFMPTP secara signifikan lebih sedikit dalam menghasilkan data tes yang dibutuhkan dibandingkan metode AG standar ataupun AG dengan multiple-population (AG-MP) pada semua benchmark program yang digunakan. Hal tersebut menunjukkan metode yang diusulkan lebih cepat dalam mencari data tes yang dibutuhkan
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK GURU TINGKAT SD DALAM MENGHADAPI KURIKULUM BARU TAHUN 2013 DI LINGKUNGAN KOTA PEKALONGAN (STUDI KASUS SD MEDONO 08) Aidjili, Mosses; Dewi, Alfa Yuliana; Maulana, Mohammad Reza
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 9 (2015)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KURIKULUM 2013 DIGUNAKAN SEBAGAI PENGGANTI KURIKULUM KTSP (KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN), PROSES PEMBELAJARAN YANG DIKEHENDAKI ADALAH PEMBELAJARAN YANG MENGEDEPANKAN PERSONAL MELALUI OBSERVASI (MENYIMAK, MELIHAT, MEMBACA, MENDENGAR), ASOSIASI, BERTANYA, MENYIMPULKAN, MENGKOMUNIKASIKAN, PROSES PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK (STUDENT CENTERED ACTICE LEARNING), HASIL DARI PROSES PEMBELAJARAN BERUPA RAPOT YANG BERBENTUK DESKRIPSI DARI SETIAP KEGIATAN YANG DILAKUKAN OLEH PESERTA DIDIK, KESULITAN DALAM MENJABARKAN DESKRIPSI UNTUK PESERTA DIDIK MENJADI KENDALA DALAM HAL PEMBUATAN RAPOT SEHINGGA GURU MENJABARKAN PEMBUATAN RAPOT DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI EXCEL DENGAN BANYAK SHEET DAN SEMUA INI BELUM MEMBERIKAN DAMPAK HASIL YANG CEPAT DALAM MERANGKUM HASIL MENJADI SEBUAH DESKRIPSI YANG AKAN DI BERIKAN PADA HASIL AKHIR YAITU RAPOT. PEMBUATAN APLIKASI BANTU DALAM KEGIATAN PENUNJANG BERUPA SARANA YANG DAPAT MEMBANTU DALAM PEMBUATAN RAPOT DENGAN CEPAT, SEHNGGA PEMBUATAN APLIKASI AKAN DI UJI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERMODELAN END USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) YAITU KEPUASAN GURU MEMANFAATKAN APLIKASI SISTEM PENILAIAN UNTUK KURIKULUM BARU TAHUN 2013, YANG MENGHASILKAN SEBUAH APLIKASI YANG DAPAT DIGUNAKAN OLEH SEMUA GURU DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN BELAJAR KURIKULUM 2013.
ADOPSI INOVASI MEDIA KOMUNIKASI-INFORMASI-EDUKASI (KIE) UNTUK MENGUATKAN INDUSTRI KREATIF KOTA PEKALONGAN DI ERA INDUSTRI 4.0 Maulana, Mohammad Reza; Ismanto, Bambang; Budijanto, Hari Agung; Binabar, Sattriedi Wahyu
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 17 (2019)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.962 KB)

Abstract

One of the real sectors that currently gets priority from the government is the creative economy, this can be seen by the formation of a special body that is responsible for promoting creative economic growth in Indonesia, through Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 6 Year 2015 concerning the Creative Economy Agency, the Creative Economy Agency ( Bekraf), but based on the submission of the Governor of Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo at the exhibition of BI assisted MSMEs at Balai Kartini, Jakarta, Friday (8/26/2016), there could be 3, three Indonesians, namely: limited access to credit, creative industries too do not have broad access to international markets, limited human resources and skills. This research aims to realize a communicationinformation-education media that synergizes government institutions, financial institutions, research institutions and creative industries, so as to facilitate the creative industry players to obtain various things needed for development, can help, and improve their positivity, thus increasing the industry creative to be more competitive in the industrial era 4.0. Keywords: Creative industries, Communication-information-education media, Synergizing.
DAHBOARD EKSEKUTIF SEBAGAI MEDIA KOORDINASI DAN MONITORING KEGIATAN UNTUK PENINGKAT KINERJA APARATUR PEMERINTAH Maulana, Mohammad Reza; Syaifudin, Anas; Budijanto, Hari Agung; Susanto, Eko Budi
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 19 (2020)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.58 KB)

Abstract

Pekalongan City Government continues to strive to improve good governance in maximizing the use of Information Technology, this is evidenced by the participation of the Pekalongan City Government in the Movement Towards 100 Smart City programs. One effort that can be made to optimize the use of information technology is the executive dashboard for monitoring RT / RW activities. In 2019, Pekalongan City has 340 RW and 1660 RT. The existence of this executive dashboard application can optimize the role of RT and RW and all information at the lower level can be obtained immediately, such as information on population data, submission of grants and assistance, and others. The information in the monitoring dashboard is the realtime data that currently exists. This research will make a dashboard monitoring RT / RW activities with a prototype model approach. The prototype model and Joint Application Development (JAD) are the most widely used models in creating executive dashboards. The research steps started from data collection, data analysis, application design, application development and testing. From the data collected, a functional and non-functional requirements analysis process was carried out. After that the application design process is carried out and conti nued with the design implementation in the application development process. Then from the results of the Alpha Test and Beta Test, the application can work according to functional and non-functional needs. In the future, this application prototype can be developed in conjunction with the One Data application in Dinas Komunikasi dan Informatikan (Diskominfo) Pekalongan City. Keywords: Executive dashboard, smart city, prototype.