Aminudin Afandhi
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS KOMBINASI JAMUR ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana (Bals.) Vuill. DAN PENGATUR PERTUMBUHAN SERANGGA (PPS) UNTUK PENGENDALIAN LALAT BUAH Bactrocera carambolae Drew and Hancock (DIPTERA: TEPHRITIDAE) Aris Lelono Putro Pratomo; Aminudin Afandhi; Rina Rachmawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengurangi kehilangan hasil produksi umumnya pengendalian lalat buah Bactrocera carambolae (Drew and Hancock) dilakukan dengan meningkatkan dosis dan frekuensi aplikasi pestisida kimia sintetis yang dapat memicu resistensi hama. Strategi alternatif untuk mengurangi resistensi hama lalat buah dapat dilakukan dengan kombinasi jamur entomopatogen B. bassiana dan Pengatur Pertumbuhan Serangga (PPS) berbahan aktif buprofezin telah dievaluasi pada penelitian ini. Pengujian laboratorium ini dilakukan dengan mencampurkan secara langsung (1:1) suspensi jamur entomopatogen B. bassiana dengan konsentrasi 1010 spora/mℓ dengan larutan buprofezin dengan konsentrasi 60µg/mℓ yang konsentrasi masing-masing didapatkan dari hasil perhitungan LC50 pada pengujian sebelumnya . Aplikasi kombinasi antara jamur entomopatogen B. bassiana (1010 spora/ mℓ) dan PPS berbahan aktif buprofezin (60µg b.a/mℓ) menurunkan persentase mortalitas lalat buah sebesar 4,73% dibandingkan dengan aplikasi tunggal B. bassiana. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi jamur entomopatogen B. bassiana dan PPS berbahan aktif buprofezin tidak efektif untuk pengendalian lalat buah.
PENGARUH ACARISIDA PIRIDABEN TERHADAP FISIOLOGI JAMUR ENTOMO-ACARIPATOGEN Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin DALAM MEMATIKAN TUNGAU Polyphagotarsonemus latus Banks Desti Mega Pratiwi; Retno Dyah Puspitarini; Aminudin Afandhi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian hama terpadu tungau Polyphagotarsonemus latus bisa menggunakan jamur serangga B. bassiana yang dikombinasikan dengan acarisida. Penelitian ini terdiri dari 2 percobaan yaitu mengkaji toksisitas acarisida piridaben konsentrasi 0,0625 dan 0,125 dari konsentrasi anjuran pada B. bassiana kerapatan 108 spora/ml yang dibiakkan pada media EKG dan mengkaji pengaruh piridaben dan B. bassiana terhadap mortalitas P. latus. Pada percobaan pertama, setiap konsentrasi piridaben dikombinasikan dengan B. bassiana sehingga didapatkan 2 kombinasi perlakuan dan 1 perlakuan kontrol yaitu B. bassiana. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi-kombinasi perlakuan tersebut menyebabkan persentase daya kecambah B. bassiana lebih rendah secara nyata (berturut-turut 54,45dan 53,80%) dibandingkan kontrol (67,31%). Demikian juga, persentase pertumbuhan koloni dan jumlah konidia B. bassiana lebih rendah secara nyata (berturut-turut 2,47 dan 84,25%) dibandingkan dengan kontrol (berturut-turut 4,05 dan 108,00%). Dari nilai kompatibilitas (T), kedua konsentrasi piridaben tidak kompatibel (T<60) dengan B. bassiana (berturut-turut 32,48 dan 30,20). Oleh karena itu, untuk mengkaji pengaruh piridaben dan B. bassiana terhadap tingkat mortalitas P. latus, keduanya tidak dikombinasikan. Percobaan kedua ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari piridaben 2 konsentrasi serta 2 perlakuan kontrol yaitu B. bassiana dan akuades, diulang 4x. Pada pengujian ini, setiap perlakuan diaplikasikan pada 10 imago P. latus dengan metode semprot di arena percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan piridaben menyebabkan mortalitas P. latus 100% pada hari ke-3 dan hari ke-5 pada perlakuan B. bassiana. Acarisida piridaben bersifat toksik terhadap B. bassiana dan piridaben lebih cepat menyebabkan kematian P. latus dibandingkan B. bassiana.
PERSISTENSI JAMUR PATOGEN SERANGGA Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin (HYPOCREALES: CORDYCIPITACEAE) PADA FILOPLAN TANAMAN SAWI (Brassica rapa L.) Yulita Khoirun Ni’mah; Aminudin Afandhi; Fery Abdul Choliq
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.2.4

Abstract

Kemampuan hidup konidia jamur Beauveria bassiana di filoplan tanaman diketahui tidak dapat bertahan aktif dalam waktu yang lama karena dipengaruhi oleh sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persistensi konidia jamur B. bassiana di filoplan tanaman sawi dengan mengukur tingkat viabilitas dan virulensinya setelah dipaparkan sinar matahari. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan masing-masing aplikasi yaitu pemaparan isolat B. bassiana di filoplan sawi selama 0,3,6,9,12,24,48,72, dan 96 jam dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemaparan sinar matahari selama 96 jam menurunkan viabilitas konidia B. bassiana di filoplan sawi yaitu 75,82% dengan nilai waktu paruh 27,88 hari. Data virulensi konidia B. bassiana di filoplan sawi dilihat dari mortalitas dan rerata waktu kematian larva menunjukkan bahwa pemaparan sinar matahari selama 96 jam hanya mampu membunuh larva Spodoptera litura yaitu 7,50% dengan rerata waktu kematian 9,63 hari dan nilai waktu paruh 40,37 hari.