Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perencanaan Guru Madrasah Aliyah Jambi dalam Pembelajaran Matematika pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Istofa, Dian Nisa; Zulyanty, Marni
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.03 KB) | DOI: 10.24176/anargya.v1i2.2466

Abstract

Kesiapan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran matematika berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan menjadi faktor penting untuk melihat keefektifan pengunaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Salah satu aspek untuk melihat keefektifan penggunaan kurikulum adalah dengan melihat kegiatan perencanaan pembelajaran. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan  melihat kesiapan guru madrasah aliyah pada pembelajaran matematika dalam perencanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini merupakan sebuah studi tentang implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pembelajaran matematika khususnya dalam ranah perencanaan. Penelitian ini dilakukan di sekolah Madrasah Aliyah Negeri 4 Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripitif. Penelitian ini lebih menekankan pada perencanaan guru MA pada pembelajaran matematika dengan menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pembelajaran matematika. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah guru  matematika Madrasah Aliyah Negeri 4 Muaro Jambi. Teknik pengumpulan data dalam pengumpulan ini dilakukan melalui observasi tentang situasi pembelajaran matematika dengan menggunakan KTSP, wawancara tentang perencanaan guru dalam mempersiapkan pembelajaran matematika pada kurikulum tingkat satuan pendidikan di madrasah aliyah. Berdasarkan hasil penelitian, kesiapan guru dalam mengembangkan silabus dan RPP sudah sesuai dengan ketetapan yang harus ada dalam acuan  kurikulum tingkat satuan pendidikan. Dimana komponen-komponen yang ada dalam silabus dan RPP yang dibuat guru telah memuat komponen tersebut. Selain itu guru juga telah menganalisis tujuan pembelajaran matematika yaitu kesesuaian standar kompetensi dengan materi pembelajaran yang akan disampaikannya. Kesiapan guru matematika juga ditunjukkan dengan memahami karakter siswa yang berbeda dalam setiap kelas.
PENGGUNAAN PENGETAHUAN METAKOGNITIF PADA KOMPETENSI INTI SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Zulyanty, Marni
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 3 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.243

Abstract

ABSTRAKMetakognisi merupakan hal yang penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pengetahuan metakognitif merupakan komponen dari metakognisi. Seseorang akan dipandu untuk memilih, mengevaluasi, meninjau kembali, dan memutuskan tugas kognitif dengan pengetahuanmetakognitif. Di Indonesia pengetahuan metakognitif merupakan salah satu jenis pengetahuan yang harus diperoleh oleh siswa SMA. Hal ini termuat dalam Kompetensi Inti SMA mata pelajaran matematika. Dalam proses pembelajaran matematika, memecahkan masalah merupakan salah satu standar proses yang harus ada. Hubungan pengetahuan metakognitif dan pemecahan masalah matematika adalah pengetahuan metakognitif dapat membantu siswa menentukan umpan balik saat memecahkan masalah dan umpan balik tersebut memberikan kesempatan untuk mencari kembali tindakan yang lebih tepat dari sebelumnya. Berdasarkan hubungan antara pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalah matematika tersebut, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul â??Penggunaan Pengetahuan Metakognitif pada Kompetensi Inti Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematikaâ?. Tujuannya untuk memberikan deskripsi penggunaan pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalahmatematika. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester III UIN STS Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deksriptif. Instrumen utama adalah peneliti dan instrumen pendukung adalah lembar pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Dari hasilpenelitian disimpulkan bahwa pengetahuan metakognitif membantu seseorang mengetahui kebenaran dan kesalahan yang dilakukan dalam memecahkan masalah. Selain itu juga membantu mengetahui letak kesalahan dalam memecahkan masalah.
PENGGUNAAN PENGETAHUAN METAKOGNITIF PADA KOMPETENSI INTI SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Zulyanty, Marni
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10 No 3 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.243

Abstract

ABSTRAKMetakognisi merupakan hal yang penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pengetahuan metakognitif merupakan komponen dari metakognisi. Seseorang akan dipandu untuk memilih, mengevaluasi, meninjau kembali, dan memutuskan tugas kognitif dengan pengetahuanmetakognitif. Di Indonesia pengetahuan metakognitif merupakan salah satu jenis pengetahuan yang harus diperoleh oleh siswa SMA. Hal ini termuat dalam Kompetensi Inti SMA mata pelajaran matematika. Dalam proses pembelajaran matematika, memecahkan masalah merupakan salah satu standar proses yang harus ada. Hubungan pengetahuan metakognitif dan pemecahan masalah matematika adalah pengetahuan metakognitif dapat membantu siswa menentukan umpan balik saat memecahkan masalah dan umpan balik tersebut memberikan kesempatan untuk mencari kembali tindakan yang lebih tepat dari sebelumnya. Berdasarkan hubungan antara pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalah matematika tersebut, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul â??Penggunaan Pengetahuan Metakognitif pada Kompetensi Inti Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematikaâ?. Tujuannya untuk memberikan deskripsi penggunaan pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalahmatematika. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester III UIN STS Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deksriptif. Instrumen utama adalah peneliti dan instrumen pendukung adalah lembar pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Dari hasilpenelitian disimpulkan bahwa pengetahuan metakognitif membantu seseorang mengetahui kebenaran dan kesalahan yang dilakukan dalam memecahkan masalah. Selain itu juga membantu mengetahui letak kesalahan dalam memecahkan masalah.
PENGGUNAAN PENGETAHUAN METAKOGNITIF PADA KOMPETENSI INTI SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Marni Zulyanty
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.243

Abstract

ABSTRAKMetakognisi merupakan hal yang penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pengetahuan metakognitif merupakan komponen dari metakognisi. Seseorang akan dipandu untuk memilih, mengevaluasi, meninjau kembali, dan memutuskan tugas kognitif dengan pengetahuanmetakognitif. Di Indonesia pengetahuan metakognitif merupakan salah satu jenis pengetahuan yang harus diperoleh oleh siswa SMA. Hal ini termuat dalam Kompetensi Inti SMA mata pelajaran matematika. Dalam proses pembelajaran matematika, memecahkan masalah merupakan salah satu standar proses yang harus ada. Hubungan pengetahuan metakognitif dan pemecahan masalah matematika adalah pengetahuan metakognitif dapat membantu siswa menentukan umpan balik saat memecahkan masalah dan umpan balik tersebut memberikan kesempatan untuk mencari kembali tindakan yang lebih tepat dari sebelumnya. Berdasarkan hubungan antara pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalah matematika tersebut, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul “Penggunaan Pengetahuan Metakognitif pada Kompetensi Inti Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika”. Tujuannya untuk memberikan deskripsi penggunaan pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalahmatematika. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester III UIN STS Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deksriptif. Instrumen utama adalah peneliti dan instrumen pendukung adalah lembar pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Dari hasilpenelitian disimpulkan bahwa pengetahuan metakognitif membantu seseorang mengetahui kebenaran dan kesalahan yang dilakukan dalam memecahkan masalah. Selain itu juga membantu mengetahui letak kesalahan dalam memecahkan masalah.
METAKOGNISI SISWA DENGAN GAYA BELAJAR INTROVERT DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Marni Zulyanty; Ipung Yuwono; Makbul Muksar
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.627 KB)

Abstract

One of the most important aspects of mathematic learning is mathematical problem solving. The importance of mathematical problem solving in Indonesia is reflected in the graduate competency standards of curriculum. The competence underlined awareness and control over cognitive process in solving a problem often called as metacognition. This research titled “students’ introvert learning style metacognitive in solving mathematical problems” aimed to describe introvert students’ metacognitive ability to solve problem, as a variant of learning styles. This is a qualitative research with introvert learning style students as the subject. The research concludes that students with introvert learning style have used high level metacognition in solving mathematical problem.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa Saat Menyelesaikan Masalah Open Ended Michrun Nisa Ramli; Marni Zulyanty
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.5.2.111-128

Abstract

Sifat matematika yang abstrak membutuhkan representasi untuk menemukan ide dan solusi dari masalah matematika. Masalah matematika tersebut disajikan dalam bentuk masalah open ended. Oleh karenanya perlu diketahui bagaimana kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah open ended. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah open ended. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Kota Malang. Instrumen utama adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukung adalah lembar masalah matematika dan lembar pedoman wawancara semi terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa kemampuan representasi siswa dalam menyelesaikan masalah open ended masih sangat rendah walaupun siswa mampu merepresentasikan masalah yang diberikan. Representasi siswa terhadap masalah ini pun bermacam-macam namun siswa belum mampu memberikan representasi yang berbeda terhadap masalah yang sama. Selain itu representasi yang diberikan siswa belum utuh karena siswa tidak dapat menafsirkan kembali atau tidak dapat memberikan kesimpulan dari proses penyelesaian yang telah dilakukan.Kata kunci: Kemampuan representasi; Masalah open ended.
Kemampuan Literasi Matematika Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Marni Zulyanty
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v8i1.13885

Abstract

ABSTRAKLiterasi matematika kembali menjadi tren di bidang pendidikan. Berdasarkan observasi dan pengalaman peneliti sebagai pengajar masih ditemukan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan masalah yang terkait pemikiran tingkat lanjut dimana soal tersebut merupakan soal literasi matematika. Sejalan dengan ini maka goals penelitian ini adalah menjabarkan kemampuan literasi matematika mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana mahasiswa di Prodi Tadris Matematika UIN STS Jambi angkatan 2019 sebagai subjek penelitian. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen pendukung adalah lembar soal literasi matematika dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan analisis data Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pengerjaan soal satu terlihat bahwa ada 83,33% subjek yang menjawab benar dan 16,67% subjek yang menjawab salah serta tidak ada yang tidak menjawab. Sementara persentase pengerjaan soal dua ada 5,56% subjek yang menjawab benar dan 83,33% subjek yang menjawab salah serta ada 11,11% yang tidak menjawab.  Diperdalam lewat indikator kemampuan literasi matematika maka secara umum kemampuan literasi matematika mahasiswa masih berada pada tingkat rendah. Hanya indikator komunikasi, indikator matematisasi, indikator penalaran dan argumen, serta indikator menggunakan simbol, bahasa matematika dan operasinya yang dilalui dengan baik. Sementara indikator representasi, indikator memikirkan strategi untuk memecahkan masalah, dan indikator menggunakan alat matematika belum dilalui dengan baik. Kata Kunci: Literasi Matematika, Soal Literasi Matematika
Pemberian Penguatan Konsep Secara Tatap Muka Via Zoom Meeting dalam Pembelajaran Daring Marni Zulyanty
Jurnal Tadris Matematika Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2021.4.1.139-152

Abstract

The spread of the disease that occurs throughout the world, namely the Covid-19 pandemic, has made changes to learning methods. The learning method is now carried out with online learning, which previously used the face-to-face method. However, there are many shortcomings occurred when using online learning method. One thing that is most highlighted regarding the shortcomings of online learning is the inability of students to understand the material, including learning mathematics. This study used a qualitative approach with the aim of describing the effect of giving face-to face concept reinforcement via zoom meetings on the success of online learning. The research instrument was the researcher and the interview guideline sheet. The subjects of the research are the 3rd semester students of Tadris Matematika UIN STS Jambi in the academic year of 2020/2021. The results showed that strengthening the concept via zoom meetings could be done through systematic dialogue so that the concept can be fully understood. The dialogue is an open dialogue and is very dependent on the response of students. Face-to-face strengthening of concepts in online learning through systematic dialogue via zoom meetings is proven able to make students understand the concepts being taught even though learning is done with online learning.
PENGGUNAAN PENGETAHUAN METAKOGNITIF PADA KOMPETENSI INTI SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Marni Zulyanty
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.243

Abstract

ABSTRAKMetakognisi merupakan hal yang penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pengetahuan metakognitif merupakan komponen dari metakognisi. Seseorang akan dipandu untuk memilih, mengevaluasi, meninjau kembali, dan memutuskan tugas kognitif dengan pengetahuanmetakognitif. Di Indonesia pengetahuan metakognitif merupakan salah satu jenis pengetahuan yang harus diperoleh oleh siswa SMA. Hal ini termuat dalam Kompetensi Inti SMA mata pelajaran matematika. Dalam proses pembelajaran matematika, memecahkan masalah merupakan salah satu standar proses yang harus ada. Hubungan pengetahuan metakognitif dan pemecahan masalah matematika adalah pengetahuan metakognitif dapat membantu siswa menentukan umpan balik saat memecahkan masalah dan umpan balik tersebut memberikan kesempatan untuk mencari kembali tindakan yang lebih tepat dari sebelumnya. Berdasarkan hubungan antara pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalah matematika tersebut, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul “Penggunaan Pengetahuan Metakognitif pada Kompetensi Inti Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika”. Tujuannya untuk memberikan deskripsi penggunaan pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalahmatematika. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester III UIN STS Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deksriptif. Instrumen utama adalah peneliti dan instrumen pendukung adalah lembar pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Dari hasilpenelitian disimpulkan bahwa pengetahuan metakognitif membantu seseorang mengetahui kebenaran dan kesalahan yang dilakukan dalam memecahkan masalah. Selain itu juga membantu mengetahui letak kesalahan dalam memecahkan masalah.
Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas Unggul Desy Rosmalinda; Marni Zulyanty
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.166 KB) | DOI: 10.22437/gentala.v4i1.6848

Abstract

Abstract. Excellent class students represent students who are considered to have higher intelligence than their peers. The students have to join the exam before, so the school can map the level of their cognitive abilities. Apart from the seriousness of learning, the intelligence possessed by excellent students is inseparable from the existence of parental support. This research supports to see how the form of parental support for students. Data collection is done by collecting questionnaires for students and also parents of students at Al-Falah Islamic Elementary School in Jambi city. Questionnaires have been processed are completed qualitatively so that the data obtained is descriptive. The results of questionnaire analysis are there are various kinds of assistance provided by parents to students, some of them provide a comfortable learning place, consider the needs of children and support every effort undertaken by children. Keywords: excellent class, learning motivation, parental support