Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APLIKASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF PENYETARAAN REAKSI REDUKSI DAN OKSIDASI MENGGUNAKAN METODE BILOKS BERBASIS MOBILE Desy Intan Permatasari; Entin Martiana Kusumaningtyas; Elya Intan Pratiwi
Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT Vol 4, No 3 (2019): JPIT, September 2019
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/jpit.v4i3.1517

Abstract

Teknologi merupakan salah satu hal yang menjadi kebutuhan. Kemajuan teknologi khususnya teknologi informasi semakin berkembang pesat salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, teknologi dimanfaatkan sebagai Metode pengajaran dengan menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu, agar mempermudah siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Kecanggihan dan kemudahan dalam mengakses telepon genggam menjadikan teknologi  ini digemari oleh masyarakat. Kimia menjadi salah satu mata pelajaran disekolah yang berlandaskan pada teori dan operasi perhitungan. Seringkali guru menyampaikan materi secara lisan. Hal ini dapat mengurangi efektifitas belajar mengajar karena siswa cenderung jenuh terhadap penyampaian materi yang disampaikan secara monoton melalui lisan atau verbal. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka pada proyek akhir ini dikembangkan sebuah aplikasi yang merupakan media pembelajaran interaktif yang dapat membantu siswa dalam mempelajari dan memahami materi reduksi-oksidasi dengan menggunakan bilangan oksidasi (biloks) sebagai metode penyetaraannya. Aplikasi ini di lengkapi 3 fitur, yakni : fitur materi, fitur step penyetaraan, dan step fitur soal. Hasil keluaran dari fitur step penyetaraan adalah berupa tahapan penyetaraan reaksi reduksi dan oksidasi. fitur ini bertujuan agar para siswa dapat dengan mudah memahami tahapan dalam penyetaraan reaksi reduksi dan oksidasi menggunakan metode bilangan oksidasi (biloks).
Penerapan Aplikasi Klasifikasi Hukum Tajwid Menggunakan Image Processing Fabyan Kindarya; Entin Martiana Kusumaningtyas; Aliridho Barakbah; Desy Intan Permatasari; M. Udin Harun Al Rasyid; Nana Ramadijanti; Arna Fariza; Iwan Syarif; Umi Sa'adah; Ferry Astika Saputra; Ahmad Syauqi Ahsan; Irwan Sumarsono; Andhik Ampuh Yunanto; Renovita Edelani; Grezio Arifiyan Primajaya; Selvia Ferdiana Kusuma
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 2 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i2.1930

Abstract

Tajwid is an important science that regulates the way of reading the verses of the Al-Qur’an properly. Learning Tajwid means knowing the meaning that corresponds to the correct recitation. Learning to read the Al-Qur’an tends to be done traditionally in a place of learning or by calling a teacher to the house. Learning in this way has some drawbacks, such as the limited availability of trained and competent teachers because not all areas have sufficient access to these teachers. Dependence on schedules and locations can be a constraint for students with limited mobility or busy schedules. The role of the teacher is still important in learning tajwid, especially in providing effective explanations, guidance, and feedback. However, to overcome these shortcomings, integration with independent and technology-based learning methods can help improve the accessibility, flexibility, and quality of tajwid learning. The classification of tajwid laws using image processing allows users to see the results of inputting images of verses of the Al-Qur’an into the type of detected nun sukun tajwid and how to recite it. The initial stage of this system in detecting tajwid laws from uploaded images is the input of images by users, which can be done in two ways, namely by directly taking pictures using a smartphone camera or uploading images from the gallery. This is followed by the OCR process to detect the Arabic text contained in the image and provide diacritics for that Arabic text. Finally, letter classification is carried out after nun sukun and classification of tajwid laws contained in accordance with the detected letters after nun sukun. This system has an accuracy rate of 92.18% from the classification results that have been carried out.