Susanto, Hery Agus
AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH HIMPUNAN Astutiningtyas, Erika Laras; Susanto, Hery Agus
AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan pembelajaran yang lebih baik antara pendektan pembelajaran langsung dan matematika realistik untuk membentuk proses berpikir siswa dalam pemecahan masalah Himpunan di SMP Negeri 02 Sukoharjo .Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu, dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 02 Sukoharjo Tahun Ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, diperoleh sampel berjumlah 72 siswa, dengan rincian 36 siswa pada kelompok eksperimen satu dan 36 siswa pada kelompok kontrol. Instrumen penelitian ini adalah tes proses berfikir pada pemecahan masalah, dan tes kecerdasan sosial. Uji coba instrumen tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas populasi dengan metode Liliefors, uji homogenitas variansi menggunakan uji Bartlett dengan statistik uji c2. Uji keseimbangan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol serta uji hipotesis menggunakan uji beda rerata dengan statistik uji t. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa pendekatan pembelajaran matematika realistik lebih baik dari pada pembelajaran langsung dalam membentuk proses berfikir siswa pada pemecahan masalah himpunan bagi siswa di SMP Negeri 02 Sukoharjo. Kata-kata kunci : RME,  matematika realistik, pemecahan masalah, proses berfikir
Legal Supervision And Enforcement In Environmental Law Under The Law Number 32 Year 2009 On Environmental And Protection Management Susanto, Hery Agus; Susilo, Daniel
YURISDIKSI : Jurnal Wacana Hukum dan Sains Vol 10 No 1 (2017): September 2017
Publisher : Law Faculty of Merdeka University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.317 KB)

Abstract

With La w s upervis ion and enforcement  in Environ mental Law, e le ments  of the environment can be res olved, including elements of cons ervation, s ocial culture and phys ical. Ele ment of conservation (biotic) is ele ment of the environment that cons is ts of a living creature, s uch as a human, anima ls , plants and  mic roorganis ms . Socia l and  Cultura l  Ele ment  is  a s ocial-cu ltural environ ment  created  by  human beings     which     is     a    s ys tem     of     values ,     ideas     and     beliefs     in     behavior     as     s ocial beings. Phys ical Ele ments (abiotic) cons is ts of non-liv ing objects  including  s oil, water, a ir, climate and other elements . The three elements  mus t be maintained  and pres erved from environ mental da mage and pollution. Govern ment is res pons ible for the welfare of his people and has a fundamental res pons ibility in realizing     the    formation     of    environmental     cons ervation.      Protection     and     Management     of law inc ludes Planning, Ut ilization, Ma intenance Controlling, Monitoring and La w En force ment.
KEWENANGAN PENGADILAN AGAMA DALAM SENGKETA WARIS ISLAM MENURUT AMANDEMEN UNDANG – UNDANG NO. 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN UNDANG UNDANG NO.7 TAHUN 1989 Hidayat, M.; Susanto, Hery Agus; Hurnia H, Sinarianda
JHP17 (Jurnal Hasil Penelitian) Vol 4 No 01 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam Kewenangan Pengadilan Agama,sejarah mengenai sengketa milik dapatdilihat dalam putusan Mahkamah Agung tanggal 13 Desember 1979 No. 11K/AG/1979. Dalamputusan tersebut ditentukan suatu kaidah hukum acara yang menegaskan: “Apabila dalam suatugugatan yang menyangkut pembagian harta warisan masih terkandung sengketa hak milik makaperkara yang bersangkutan tidak termasuk kewenangan Pengadilan Agama untuk memeriksanyatapi termasuk kewenangan Peradilan Umum.” Kaidah di atas telah dianggap dalam praktekperadilan sebagai salah satu yurisprudensi tetap. Hampir semua kalangan telah menjadikannyasebagai pedoman, baik lingkungan Peradilan Agama maupun lingkungan Peradilan Umum.Sebagian besar telah menjadikannya sebagai patokan dalam menentukan kewenangan perkaraperkarawarisan bagi mereka yang beragama Islam. Apalagi sejak hal itu dikukuhkan sebagaisalah satu patokan beracara dalam rapat kerja Mahkamah Agung dengan semua lingkunganperadilan di Yogyakarta 23-25 Maret 1985. Semakin banyak para Hakim yang mengindahkanputusan tersebut. Tetapi belum semua Hakim melaksanakannya