Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengetahuan Meningkatkan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu di Makassar Sundari, Sundari; Masnilawati, Andi
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 1 (Januari, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.556 KB)

Abstract

Pendahuluan: ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang sesuai  dan zat imunologik yang melindungi bayi dari infeksi. Hal ini disebabkan adanya antibodi yang terkandung dalam kolostrum ASI. Bayi yang diberi ASI dapat mengatur asupan energi berhubungan dengan respon internal dalam menyadari rasa kenyang.  Tujuan dari penelitianini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu di Makassar. Design penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional yang merupakan rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan (sekali waktu) antara faktor risiko/ paparan dengan penyakit. Data kuantitatif  kemudian dianalisis secara Univariat untuk melihat distribusi frekwensi karakteristik ibu yang memiliki anak 7-12 bulan. Analisis bivariat untuk membandingkan data kategorik pengaruh meliputi pengetahuan dan status pekerjaan terhadap pemberian ASI eksklusif dengan menggunakan uji chi square dengan bantuan program komputer. Hasil: Pengetahuan responden yang baik tentang ASI eksklusif  (67,9%) dan pengetahuan tentang ASI eksklusif kurang (32,1%).  Distribusi ibu yg bekerja (54%) dan distribusi ibu yang tidak bekerja  (45,7%). Ibu yang tidak bekerja memilih tidak menyusui sebanyak 37,8%. Pengetahuan terhadap pemahaman ASI eksklusif ibu  berhubungan dengan tindakan nyata ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayi di Makassar. Pekerjaan ibu tidak berhubungan terhadap tindakan nyata ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayi di Makassar. Hasi dapatdisimpulkan bahwa pengetahuan yang baik tentang ASI esklusif  meningkatkan pemberian ASI eksklusif pada ibu.
Pengaruh Pemberian Vitamin E Terhadap Perubahan Derajat Dismenorhea Pada Mahasiswa Kebidanan Universitas Muslim Indonesia Masnilawati, Andi; Sundari, Sundari
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 3 (Juli, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.809 KB)

Abstract

Dismenorhea atau nyeri haid yang merupakan gejala paling sering di keluhkan wanita usia reproduktif. Kondisi ini sering dikaitkandengan berbagai gejala lainnya yang terjadi sebelum menstruasi, seperti sakit kepala, mual, muntah,diare, denyut jantung yang abnormal, dan berkeringat. Dismenorhea berkaitan dengan peningkatan kadar prostaglandin menjelang menstruasi. Vitamin E dapat mengurangi nyeri haid, melalui hambatan terhadap biosintesis prostaglandin. Penelitian ini  tujuan untuk melihat pengaruh pemberian Vitamin E terhadap perubahan derajat dismenorhea pada mahasiswa Prodi DIII  Kebidanan UMI. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest dengan 29 subjek penelitian. Seluruh subjek penelitian dinilai dengan NRS untuk menilai derajat dismenorhea. Pemberian Vitamin E 400 IU diberikan 3 hari berturut-turut sebelum haid pertama pada siklus kedua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 29 mahasiswa yang mengalami dismenorhea setelah diberikan vitamin E, terdapat 82,75% responden mengalami penurunan derajat dismenorhea (p=0,000). Pemberian vitamin E sebelum menstruasi dapat menurunkan derajat dismenorhea dan salah satu pengobatan alternatif untuk mencegah terjadinya dismenorhea.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi, Makassar Andi Masnilawati; Nia Karuniawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk133

Abstract

Many consider in the selection of contraception which includes individual factors, health factors, and contraceptive method factors such as cost, and side effects. The purpose of this study was to determine the factors associated with the selection of contraceptives for couples of childbearing age in the working area of Kassi-Kassi Public Health Center, Makassar City. The type of research used was observational analytic with a cross-sectional design. The research sample was 107 family planning acceptors in the working area of Kassi-Kassi Health Center, Makassar City, which were selected by accidental sampling technique. Data were collected using a questionnaire. The collected data were analyzed using Chi-square test and logistic regression. The results showed that 73.8% of family planning acceptors used non MKJP (long-term contraceptive method) and 26.2% of them used MKJP. Factors related to the choice of contraception were side effects (p = 0.000), cost of use (p = 0.000), and husband's support (p = 0.000). It was concluded that side effects, usage costs and husband's support influenced the choice of contraceptives for couples of childbearing age in the working area of the Kassi-Kassi Public Health Center, Makassar City.Keywords: long-term contraceptive method; couples of childbearing age; side effects; usage cost; husband's supportABSTRAK Banyak pertimbangkan dalam pemilihan kontrasepsi yang meliputi faktor individu, faktor kesehatan, dan faktor metode kontrasepsi seperti biaya, dan efek samping. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Kassi-kassi, Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian adalah 107 akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi, Kota Makassar yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,8% akseptor keluarga berencana menggunakan non MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang) dan 26,2% akseptor menggunakan MKJP. Faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi adalah efek samping (p = 0,000), biaya pemakaian (p = 0,000), dan dukungan suami (p = 0,000). Disimpulkan bahwa faktor efek samping, biaya pemakaian dan dukungan suami mempengaruhi pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah keja Pusekesmas Kassi-Kassi, Kota Makassar.Kata kunci: metode kontrasepsi jangka panjang; pasangan usia subur; efek samping; biaya pemakaian; dukungan suami
Hubungan antara Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Protein, Zat Besi, dan Vitamin C dengan Kadar Hemoglobin pada Mahasiswi Kebidanan Halida Thamrin; Andi Masnilawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk206

Abstract

Young women have a higher risk of anemia than young men, this is because young women experience menstruation every month and desire to diet so that the body is deficient in important nutrients such as iron. The purpose of this study is to find out the relationship between knowledge about anemia, protein consumption levels, iron, and vitamin C with hemoglobin levels in midwifery students. This type of research was observational with cross-sectional design. The population of this study were all students of the Midwifery School, Universitas Muslim Indonesia with population size of 131. The sample were taken by simple random sampling technique based on certain criteria of 42 students. Data were collected using questionnaire, then anlyzed using Chi-square test. The results showed that there was relationship between hemoglobin levels with knowledge (p=0.035), protein consumption levels (p=0.000) and iron consumption levels (0.017); and there was no relationship between hemoglobin levels and vitamin C (p=0.757). Keywords: knowledge; anemia; protein; iron; vitamin C; hemoglobine ABSTRAK Remaja putri memiliki risiko tinggi mengalami anemia dibandingkan remaja putra, hal ini disebabkan karena remaja putri mengalami menstruasi tiap bulannya dan keinginan untuk diet sehingga tubuh kekurangan zat gizi penting seperti zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang anemia, tingkat konsumsi protein, zat besi, dan vitamin C dengan kadar hemoglobin pada mahasiswi kebidanan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswi prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia, dengan ukuran populasi 131. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling berdasarkan kriteria tertentu berjumlah 42 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan Chi-square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar hemoglobin berhubungan dengan pengetahuan (p=0,035), tingkat konsumsi protein (p=0,000), dan tingkat konsumsi zat besi (p=0,017); serta tidak ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan vitamin C (p=0,757). Kata kunci: pengetahuan; anemia; protein; zat besi; vitamin c; hemoglobin
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Orang Tua tentang Kesehatan Reproduksi dengan Kejadian Pernikahan Dini di Desa Marayoka, Bangkala, Jeneponto Nurhayati Nurhayati; Andi Masnilawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk132

Abstract

Early marriage is one of the problems that can endanger the reproductive health of young women. Health problems that can be caused include cervical cancer, anemia, miscarriage and even maternal death and infant death born to mothers who marry in their teens. This study aims to analyze the relationship between knowledge and attitudes of parents about reproductive health with the incidence of early marriage. This type of research was an analytic survey with a cross-sectional design. The subjects of this study were 52 young women who were taken by purposive sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire and then analyzed using the Chi-square test and Fisher's exact test. After analyzing the data, it was found that the value of p = 0.563 for parental knowledge, p = 0.548 for parental attitudes. Furthermore, it was concluded that the knowledge and attitudes of parents were not related to the incidence of early marriage.Keywords: parents; early-age marriage; reproduction health; knowledge; attitude ABSTRAK Pernikahan dini merupakan salah satu masalah yang dapat membahayakan kesehatan reproduksi remaja putri. Masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan antara lain kanker serviks, anemia, keguguran dan bahkan dapat terjadi kematian ibu maupun kematian bayi yang dilahirkan oleh ibu yang melakukan perkawinan di usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua tentang kesehatan reproduksi dengan kejadian pernikahan dini. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Subyek penelitian ini adalah 52 remaja putri yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square serta Fisher’s exact test. Setelah dilakukan analisis data, didapatkan nilai p = 0,563 untuk pengetahuan orang tua, p = 0,548 untuk sikap orang tua. Selanjutya disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap orang tua tak berhubungan dengan kejadian pernikahan dini.Kata kunci: orang tua; pernikahan dini; kesehatan reproduksi; pengetahuan; sikap
Perbedaan Prevalensi Kejadian Gangguan Pola Menstruasi Berdasarkan Status Gizi pada Remaja di Diii Kebidanan UMI Andi Masnilawati; Nia Karuniawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 2 (2020): April 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11216

Abstract

Based on nutritional status, women who are obese have a higher risk of menstrual cycle disorder compared to women with normal nutrient status. The purpose of the study was to promote the difference in the prevalence of menstrual patterns based on nutritional status in teenagers in midwifery school, Universitas Muslim Indonesia. This research used cross-sectional design. Samples in this study were 56 people. The data were collected by filling questionnaires and direct measurements of nutritional status based on the per cent of body fat using a Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) method, then analysed using Chi-Square. The results of this study showed 56 young women who had an average body fat per cent of 29 (51.8%). As the results, it indicated a significant relationship between the per cent of body fat with the long disorders period of menstruation (p = 0.01). Whereas the per cent of body fat with menstrual cycles did not show the prominent relationship (p = 0.33) as well as between per cent body fat with painful menstruation which there is no significant relationship (p = 0.24). Besides, the situation can be caused by several factors such as changes in hormone and stress. Keywords: menstruation disorder; body fat; teenagers ABSTRAK Berdasarkan status gizi, wanita yang mengalami obesitas memiliki risiko gangguan siklus menstruasi lebih tinggi dibandingkan dengan wanita dengan status gizi normal. Tujuan penelitian adalah memgetahui perbedaan prevalensi gangguan pola menstruasi, berdasarkan status gizi pada remaja di program D-III Kebidanan UMI. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 56 orang. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan pengukuran langsung status gizi berdasarkan persen lemak tubuh menggunakan metode Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Data dianalisis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 56 remaja putri yang memiliki persen lemak tubuh normal sebanyak 29 (51,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara persen lemak tubuh dengan gangguan lama menstruasi (p=0,01), sedangkan antara persen lemak tubuh dengan siklus menstruasi tidak ada hubungan signifikan (p=0,33) begitupun juga dengan antara persen lemak tubuh dengan nyeri haid tidak ada hubungan yang signifikan (p=0,24) hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor antar lain perubahan hormon dan stress. Kata kunci: gangguan mentruasi; lemak tubuh; remaja
Hubungan antara Kadar Hemoglobin dengan Siklus Menstruasi dan Derajat Dismenorhe pada Remaja Putri di Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia Andi Masnilawati; Halida Thamrin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk223

Abstract

Young women are one of the groups that are prone to suffering from anemia. This study aims to analyze the relationship between hemoglobin levels and the menstrual cycle and the degree of dysmenorrhea in female adolescents at the Diploma of Midwifery Study Program, Universitas Muslim Indonesia. This research design is cross-sectional. Respondents of this study were 81 young women in the DIII Midwifery Study Program at the Muslim University of Indonesia. Data on hemoglobin levels were obtained by direct measurement, while data on the menstrual cycle and degree of dysmenorrhea were obtained through filling out a questionnaire. Furthermore, data analysis was carried out using the Chi Square test. The results of this study showed that 34 of the 49 girls who had abnormal hemoglobin levels (69.4%), 31 people (63.3%) had abnormal menstrual cycles and 37 (75.5%) dysmenorrhea with degrees of dysmenorrhea. which varies. Hypothesis test results showed a relationship between hemoglobin levels and the menstrual cycle (p = 0.04), as well as a relationship between hemoglobin levels and the degree of dysmenorrhea (p = 0.00). The lower the hemoglobin level, causes problems in the menstrual cycle and worsens dysmenorrhea. Keywords: hemoglobin; menstrual cycle; degree of dysmenorrhea ABSTRAK Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin dengan siklus menstruasi dan derajat dismenorhe pada remaja putri di Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia. Desain penelitisn ini adalah cross-sectional. Responden penelitian ini adalah 81 remaja putri di di Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia. Data tentang kadar hemoglobin diperoleh dengan pengukuran langsung, sedangkan data tentang siklus menstruasi dan derajat dismenorhe diperoleh melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 49 remaja putri yang memiliki kadar hemoglobin tidak normal sebanyak 34 orang (69,4%), siklus mestruasi tidak normal sebanyak 31 orang (63.3%) dan dismenorhea sebanyak 37 orang (75,5%) dengan derajat dismenorhe yang bervariasi. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan antara kadar hemoglobin dengan siklus menstruasi (p=0,04), begitupun juga ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan derajat dismenorhe (p=0,00). Semakin rendah kadar hemoglobin, menimbulkan permasalahan pada siklus menstruasi dan memperberat dismenorhe. Kata Kunci: hemoglobin; siklus menstruasi; derajat dismenorhe
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP PERUBAHAN DERAJAT DISMENORHEA DAN KADAR PROSTAGLANDIN PADA REMAJA PUTRI DI KEBIDANAN UMI Andi Masnilawati; Een Kurnaesih
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.911 KB)

Abstract

Dismenorhea atau nyeri haid yang merupakan gejala paling sering di keluhkan wanita usia reproduktif.Kondisi ini sering dikaitkandengan berbagai gejala lainnya yang terjadi sebelummenstruasi, seperti sakit kepala, mual, muntah,diare, denyutjantung yang abnormal, dan berkeringat. Dismenorhea berkaitan dengan peningkatan kadar prostaglandin menjelang menstruasi. Vitamin E dapat mengurangi nyeri haid, melalui hambatan terhadap biosintesis prostaglandin.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi pengaruh pemberian Vitamin E terhadap perubahan derajat dismenorhea dan kadar prostaglandin pada remaja putri di Kebidanan UMI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest dengan 20 subjek penelitian.Seluruh subjek penelitian dinilai dengan NRS untuk menilai derajat dismenorhea dan pengambilan sampel darah untuk pengukuran PGE2 dengan metode ELISA.Pemberian Vitamin E 400 IU diberikan 3 hari berturut-turut sebelum haid pertama pada siklus keduaHasil penelitian ini menunjukkan bahwa dua puluh mahasiswa yang mengalami dismenorhea, setelah diberikan vitamin E, terdapat 70% responden mengalami penurunan derajat dismenorhea dan 85% responden mengalami penurunan kadar prostaglandin. Terdapat pengaruh yang bermakna pada derajat dismenorhe dan kadar prostaglandin setelah pemberian vitamin E dosis 400 IU pada remaja putri (p=0,000 dan 0,003).Dari hasil penelitian bahwa ada pengaruh pemberian vitamin E terhadap perubahan derajat dismenorhea dan kadar prostaglandin pada remaja putri di kebidanan UMI.Disarankan kepada remaja yang mengalami keluhan dismenorhea untuk mengkomsumsi vitamin E sebelum menstruasi sebagai alternative untuk mencegah atau mengurangi dismenorhea.
Peningkatan Pemahaman Pasangan Usia Subur Melalui Penyuluhan Keluarga Berencana: Peningkatan Pemahaman Pasangan Usia Subur Melalui Penyuluhan Keluarga Berencana Andi Masnilawati; Nia Karuniawati; Sitti Hadriyanti Hamang
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.905 KB) | DOI: 10.53770/amjpm.v1i2.69

Abstract

The use of contraceptives, if not supported by good and consistent family planning knowledge, will have a negative impact on unwanted pregnancies which can eventually lead to abortion. Therefore, it is necessary to have a strong and consistent understanding of contraceptive methods in the selection and use of contraception. Long-term contraceptive methods have proven to be the most effective in reducing pregnancy rates. However, until now long-term contraceptive methods are still not an option for most couples of childbearing age in Indonesia. According to data from Taeng Village, Gantarang Village, where family planning was developed in 2021, the number of registered couples of childbearing age was 378 active family planning with details of 7.93% injections, 2.38% pills, 1.32% IUD/IUD and implants. . 2.11%. Data shows that the use of long-term contraceptive methods is lower than short-term contraceptive methods, while long-term contraceptive methods are more effective than short-term contraceptive methods. The purpose of this community service is to increase the knowledge and understanding of couples of childbearing age about birth control through socialization and increasing types of contraceptives and their long-term use in Taeng Village, Kec. Pallangga, kab. Gowa. The method used in this service is the delivery of material about types of contraception and long-term contraceptive methods in the form of lectures, discussions and answers using powerpoints and leaflets for married couples as many as 14 people. The resulting coverage is an increase in community knowledge in Taeng Village with good knowledge (86%), sufficient (14%) and no more lack of knowledge about contraception. With the implementation of education through socialization and family planning counseling to enrich human life in Taeng Village, District. Pallangga, Gowa Regency, can increase the use of contraceptives in the community by introducing the mother's age, the number of children desired, and the mother's main health condition during the COVID-19 pandemic.